Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
Bertemu lagi


__ADS_3

Felix mengajak Sherli pergi ke sebuah mall untuk menghabiskan waktu bersama. Sherli yang awalnya cemas, karena takut jika pulang telat akan dimarahi sang ibu, telah lupa waktu saat sudah berada di mall karena keseruan berbagai jenis permainan.


Setelah hendak akan pulang Sherli melihat permainan capit, dan dia ingin sebuah beruang ungu. Felix pun berusaha berkali-kali mendapatkan boneka yang Sherli inginkan, namun selalu gagal.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah sampai dirumah Sherli mendapat pertanyaan ibu Ruri, karena pulang telat.


Karena takut, Sherli berbohong kepada ibunya, dengan alasan telah mengerjakan tugas dirumah teman. Setelah menjelaskan alasannya telat pulang. Sherli bergegas masuk kekamarnya, dan membersihkan dirinya.


Karena ingat sesuatu, Sherli yang telah rapi. Segera meraih tasnya, dan mengeluarkan boneka yang di berikan Felix dari hasil bermain capit tadi.


"Lisa, kamu punya teman baru" ucap Sherli, ia segera meletakkan boneka beruangnya disamping boneka Lisa, yang berada di atas ranjangnya.


Setelah menjejerkan bonekanya. Sherli duduk di pinggiran ranjang.


Sherli yang tadinya melihat kedua bonekanya, mengedarkan pandangan hingga ke lemari pakaiannya.


"Itu kan mahkota bunga dari Kak Hongli kemaren" ucap Sherli pelan. Sherli beranjak untuk mengambil mahkota bunga pemberian Hongli.


"Sudah hampir lima hari, kenapa bunga-bunga di mahkotanya tidak layu ya?" tanya Sherli didalam batinnya.


"Kak Hongli juga, kemana ya dia? ini sudah hampir lima hari, tapi dia tidak terlihat juga. Apa dia sakit? Aku pun tidak tahu dimana rumahnya jika ingin menjenguk. Bagaimana ya?" gumam Sherli. Ia merasa cemas hingga mondar-mandir, memikirkan cara untuk dapat kerumah Hongli.


Karena pusing sendiri, Sherli beranjak untuk jalan-jalan di halaman rumahnya.


"Duh! Enggak tau deh, aku pusing" ucapnya kesal.


Sherli meletakkan mahkota bunganya di posisi semula, lalu keluar kamar menuju halaman rumah.


"Gimana ya, agar aku bisa kerumah Kak Hongli? Aku hawatir, jangan-jangan dia beneran sakit" ucap Sherli pelan, sambil memikirkan cara agar bisa ke kediaman Hongli.


Wuss... Wuss...


Tiba-tiba angin berhembus dengan kencang. Sherli terlonjak kaget. Ia segera masuk kedalam rumah, karena merasa takut.


"Huh huh, kenapa tiba-tiba, angin begitu kencang tadi?" ucap Sherli dengan nafas tersenggal-senggal, karena masih merasa takut. Tiba-tiba ponsel Sherli berbunyi.


Ting...!


"Siapa ya malam-malam begini," Sherli meraih ponselnya, dan membuka isi pesan tersebut.


"Kak Felix?" Sherli mengembangkan senyuman. Yang ternyata pesan dari Felix.


"Sudah tidur, Sher?" ~ Felix. Sherli segera membalas pesannya.


" Belum kak... " ~ Sherli.


"Lagi apa?" ~ Felix.

__ADS_1


"Lagi mau tidur Kak." ~ Sherli.


"Baiklah, tidur yang nyeyak! Sweet Dream :)." ~ Felix.


Sherli tersenyum melihat isi pesan Felix, hatinya yang tadi merasa takut, menjadi tenang saat Felix mengirimkan pesan.


Sherli tidak membalas pesan terakhir Felix. Dia segera meletakkan ponselnya dimeja kemudian segera tidur, karena jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


***


Pagi pun datang Sherli bergegas untuk bangun, dan bersiap pergi kesekolah. Setelah selesai sarapan, dia segera pamit pada orangtuanya dan berangkat kesekolah.


Disekolah Sherli mengikuti pelajaran dengan hikmat. Saat jam masih menunjukan pukul sepuluh pagi, terdengan pengumuman jika para guru akan ada rapat.


"Yeeeee!"


Serentak siswa dikelas berteriak, dan bergegas memasukkan bukunya di dalam tas masing-masing.


Sherli segera pulang kerumah, sejujurnya dia tidak terlalu suka pulang awal, karena dia harus sendirian dirumah.


Setelah mengganti pakaiannya dengan dress rumah. Sherli menghabiskan waktu dibelakang rumah untuk merawat tanamannya.


"Kak Hongli" gumam Sherli.


Ia melihat sosok Hongli di belakang pohon bambu. Sherli pun bergegas menghampirinya.


"Kakak, kemana saja? Apa, Kakak sakit?" tanya Sherli hawatir, sambil meletakkan punggung tangannya di dahi Hongli.


"Aku merindukan kamu Sher..." Ucap Hongli jujur. Sherli pun seketika terdiam, dia sangat malu dengan perkataan Hongli yang terus terang.


Sherli yang tiba-tiba mengingat Hongli hampir lima hari tidak terlihat, tiba-tiba marah.


"Owh begitu, Kakak hanya akan menemuiku saat Kakak merindukanku? Kakak egois sekali. Tidakkah Kakak tau betapa cemasnya aku tidak melihat kakak beberapa hari ini? Aku fikir Kakak sakit, aku pusing sendiri karena ingin menjenguk Kakak tapi tidak tahu dimana rumah, Kakak!" ucap Sherli kesal.


Sherli terus meracau meluapkan amarahnya kepada Hongli. Hongli diam saja dan mendengarkan dengan hikmat setiap amarah Sherli.


" Iya baiklah! Maafkan aku ya, Sher? Aku sebenarnya sering disekitar rumahmu, tapi kamu tidak terlihat" ucap Hongli menjelaskan kepada Sherli.


Sherli pun terdiam mendengarkan perkataan Hongli, yang berarti anggapannya salah.


"Benarkah? Maafkan aku ya, Kak! Karena sudah kesal tadi, aku tidak tahu. Lain kali berkunjung saja dirumahku, jangan hanya memandangi rumahku! Biar tidak lama menunggu" ucap Sherli menyesal, sambil memandang wajah tampan Hongli.


Hongli memiliki postur tinggi, dengan rambut jabrik, hidung mancung, dan kulit yang sangat putih. Matanya yang sipit, namun pupil mata yang sangat besar menambah ketampanannya. Dan dia merupakan kaum Chinese.


"Baiklah, kamu kenapa sudah di rumah, bukannya masih jam sekolah?" tanya Hongli.


"Pulang pagi kak para guru sedang rapat" jawab Sherli.


"Baiklah, aku tau kamu bosan sendirian dirumah. Ayo kita ketaman kemarin!" ucap Hongli sambil menggandeng tangan Sherli. Sherli pun menurut pada Hongli.

__ADS_1


Setibanya di taman, Sherli berlarian senang seperti anak kecil.


"Dia begitu lucu, seperti bocah" batin Hongli tersenyum.


Hongli pun menghampiri Sherli, dan mengajaknya duduk di bawah pohon mangga yang kemaren mereka tempati.


" Sher, ayo duduk! Aku punya sesuatu untukmu" ucap Hongli.


Ia menarik tangan Sherli. Dan Sherli pun menurut. Merekapun duduk dibawah pohon mangga yang telah beralaskan karpet.


"Apa, Kak? Katanya punya sesuatu untukku?" tanya Sherli penasaran. Hongli pun bangkit mengambil sesuatu di belakang pohon mangga.


"Ini! Aku harap kamu suka buah ini" ucap Hongli. Ia meletakkan sekotak buah setrawberry didepan Sherli duduk.


"Wahhh ... Kak terimakasih! Aku sangat suka buah setrawberry" ucap Sherli kegirangan. Ia langsung mengambil salah satu buah strawberry, lalu memakannya.


"Wah... Manis sekali, Kak." Ucapnya senang. Hongli pun tersenyum bahagia melihat Sherli menyukai buah yang ia bawa.


"Aku harap bisa terus melihatmu tersenyum Sher" batin Hongli.


"Enakkan, habiskan ya!" ucap Hongli mengelus puncak kepala Sherli.


"Kakak, juga harus makan!" ucap Sherli.


"Tidak, untuk kamu saja semuanya." Ucap Hongli.


"Tidak Kak! Kakak harus makan juga, aaa..." Bujuk Sherli. Lalu ia menyodorkan buah strawberry di mulut Hongli hendak menyuapi.


Hongli merasa senang melihat Sherli ingin menyuapinya, dia segera membuka mulutnya dan memakan buah strawberry ditangan Sherli.


"Enakkan kan, manis?" tanya Sherli.


"Iya! Sangat enak. Dan rasanya lebih manis jika kamu yang menyuapi" ucap Hongli menggoda Sherli yang masih mengunyah buah strawberry dimulutnya.


"Kakak..." Sherlimemukul pelan bahu Hongli.


"Kak! Aku mau, cerita sesuatu..."


Apa ya yang akan diceritakan Sherli? Dari mana juga Hongli dapat buah Setrawberry...


Apakah Sherli mulai sadar jika Hongli tidak sepenuhnya jujur dengannya?


.


.


.


Ikuti terus ya teman - teman! Jangan lupa tinggalkan like, coment , vote dan views :).

__ADS_1


Karena dukungan kalian sangat memberikan semangat author terimakasih.


__ADS_2