Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
Dunia Gaib


__ADS_3

Hongli yang mengakui siapa dirinya sebenarnya, benar-benar membuat syok Sherli, hingga pingsan. Dengan segera dia membawa tubuh Sherli dikastil kediamannya.


Sang ibu yang memberi pengertian untuk tidak bergaul dengan manusia kepada Hongli, namun ditolak kekeh oleh Hongli. Karena melihat kesedihan sang putra, ibu Hongli meminta untuk memberikan penjelasan lagi kepada Sherli.


Dan ketika Sherli terbangun, dia kembali terguncang. Dengan Segera Hongli mendekapnya dan mencoba menjelaskan pada Sherli lagi. Sherli pun akhirnya menerima penjelasan itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Kakak, serius? Dan aku bisa kembali ke duniaku?" tanya Sherli memandang hongli.


"Tentu saja, dan kamu juga bisa main kapanpun dirumahku" jawab Hongli lembut pada Sherli. Sherli yang mendengar pernyataan Hongli mulai tenang.


"Ayo! Aku mau mengajakmu menemui mamaku, lalu kita akan berkeliling di duniaku" ucap Hongli antusias.


Hongli segera menarik tangan Sherli dan gadis itu pun menurut padanya.


Disebuah ruangan yang sangat luas, dengan cahaya yang terang benderang. Juga barang-barang mewah yang memenuhi ruangan tersebut. Terdapat seorang wanita paruh baya, yang sedang duduk dengan kucing dipangkuannya.


"Mama ...." Ucap Hongli tersenyum menghampiri ibunya.


"Hongli! Temanmu sudah sadar?" jawab sang ibunda ikut tersenyum melihat kebahagiaan putranya.


" Sudah, Ma! Kenalkan ini Sherli temanku, Sher ini Mamaku" ucap Hongli saling memperkenalkan keduanya. Sherli pun tersenyum lalu menghampiri ibunda Hongli.


"Bibi salam, aku Sherli" ucap Sherli sopan, lalu menjaba tangan ibunda Hongli dan mencium tangannya. Ibu Hongli tersenyum melihat Sherli yang begitu sopan.


Hongli pun tersenyum melihat Sherli yang begitu menghormati ibundanya, meskipun mereka berbeda bangsa.


"Kamu sudah sehat, Nak?" tanya ibunda Hongli memandang Sherli.


"Sudah, Bibi." Jawab Sherli.


"Kamu jangan takut disini, kami tidak akan menyakitimu. Kami juga punya hukum di sini" ucap Ibunda Hongli memberi pengertian.


"Iya, Bibi!" jawab Sherli tersenyum.


"Yasudah Ma, aku mau mengajak Sherli berkeliling."


"Baiklah, hati-hati! Jangan terlalu lama Sherli harus pulang, karena frekwensi waktu disini berbeda dangan dunia Sherli!" ucap ibunda Hongli memberi pengertian.


"Baik, Ma!" jawab Hongli.


Hongli pun menggenggam tangan Sherli dan mengajaknya pergi.


"Aku harap kamu terus bahagia seperti ini nak, dan semoga manusia itu tidak mengecewakanmu" batin ibunda Hongli sedih, yang memandang putranya berlalu.


***


Hongli mengajak Sherli di suatu bangunan kanyu.


"Kak, kita kenapa kesini?" tanya Sherli heran.


"Kita akan berkeliling naik kuda" ucapnya tersenyum.


"Kuda? Asik ...." Sherli girang sambil lompat-lompat seperti anak kecil.

__ADS_1


"Dia sangat lucu!" batin Hongli. Ia hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Sherli.


"Kamu tunggu disini ya! Aku ambil kudanya dulu" ucap Hongli mengelus puncak kepala Sherli. Dia segera beranjak mengambil kudanya.


Sherli sangat bahagia mendengar dia akan naik kuda. Dia menunggu di depan rumah kayu tersebut.


Tidak lama kemudian, Hongli keluar membahwa kuda yang sangat indah, dengan warna putih bersih.


"Wah .... cantik sekali


kudanya" Sherli terkagum ketika Hongli menghampirinya dengan menggiring kuda.


"Kamu suka?" tanya Hongli, Sherli menganggukan kepalanya.


"Baiklah ayo!"


Hongli membantu Sherli menaiki kuda, kemudian dia duduk dibelakang Sherli, sambil menggiring kudanya.


"Kak, aku takut! Rasanya aku mau jatuh" ucap Sherli meringkuk di atas tubuh kuda.


"Jangan takut! Coba busungkan posisimu, lalu jaga keseimbangan!" ucap Hongli menjelaskan pada Sherli.


Sherli pun mengikuti arahan Hongli dan ternyata berhasil, dia merasa dapat menjaga keseimbangan tubuhnya.


"Wah benar!" Sherli tersenyum menoleh kearah Hongli. Hongli pun membakas senyuman Sherli.


Tiba-tiba dia sepontan mengecup dahi Sherli.


Cup..!


"Kakak!" ucap Sherli kesal dengan mengusap dahinya.


Namun didalam hatinya dia sangat bahagia karena berhasil mencium Sherli.


"Baiklah! Jangan diulangi!" ucap Sherli mengalihkan pandangan ke arah depan.


"Aku tidak janji Sher! Rambutnya begitu harum, rasanya aku ingin menciumnya lagi, aku juga ingin mendekapnya, duh gimana ini" batin Hongli bergejolak. Hongli menahan dirinya begitu berat, dan mencoba mengalihkan fikirannya.


"Kamu suka lingkungan ini, Sher?" tanya Hongli, saat melintasi kerumunan mahluk. Kondisi disana seperti pasar jika didunia Sherli.


"Iya Kak! Tapi aku sedikit takut dengan bentuk mereka yang aneh-aneh, mereka sedang apa ya, Kak?" tanya Sherli tanpa menoleh.


"Jangan takut! Mereka semua ramah jika kita juga ramah, mereka sedang berniaga" jawab Hongli.


Sherli tidak menyadari, karena caranya sedikit berbeda dengan didunianya. Disana mareka saling memberi barang tanpa mengeluarkan uang. Seperti sedang membagi-bagi makanan.


"Mereka tidak membayar, Kak?" tanya Sherli.


"Mereka membayar dengan mutiara Sher, makanya tidak terlihat sedang membayar" ucap Hongli terfokus pada kerumunan orang yang sedang berniaga.


Tiba-tiba Hongli berhenti disuatu pedagang, dan turun dari kuda.


"Kakak mau beli apa?" tanya Sherli.


"Kamu tunggu sebentar ya!" ucap Hongli.

__ADS_1


Ia segera pergi membeli sesuatu. Setelah selesai, Hongli kembali, dan naik keatas kudanya. Hongli kemudian menyibak rambut panjang Sherli.


"Kak, Kakak mau apa?" tanya Sherli, yang terkejut merasakan tangan Hongli.


"Tunggu sebentar!" Hongli mengalungkan sebuah kalung dengan liontin mutiara biru bersinar, yang baru saja dia beli.


"Sudah, kamu sangat cantik" ucap Hongli yang selesai mengalungkan kalung di leher Sherli.


Kemudian Hongli menaruh dagunya diceruk leher Sherli untuk melihat kalung yang telah dipasangnya.


"Kak, jangan seperti ini!" ucap Sherli karena merasa geli.


Sherli merasa ada yang aneh dengan hatinya. Dia merasa bahagia, merasa geli, merasa ingin membalas tingkah lembut Hongli. Dia sangat bingung dengan perasaannya yang campur aduk. Sherli pun hanya diam dengan kelakuan Hongli padanya.


"Kamu suka, Sher?" tanya Hongli mengangkat kepalanya.


"Iya Kak! Terimakasih." Sherli menoleh pada Hongli.


"Kalung itu yang akan menghubungkanmu di duniaku, jadi pakailah terus jangan dilapas ya!" ucap Hongli. Ia segera melacukan kudanya meninggalkan tempat itu.


"Baik, Kak!" jawab Sherli.


Hongli membawa Sherli ke suatu tempat yang luas, dan dipenuhi tumbuhan berbuah. Karena dia tahu Sherli menyukai tanaman.


"Wah ...." Sherli terkagum. Hongli segera membantu Sherli untuk turun.


"Kamu suka? Ini kebun milik ibu, aku mengambil buah strawberry tadi disini" ucap Hongli .


"Benarkah, Kak? Wah disini sangat luas dan subur" ucap Sherli menghampiri kebun strawberry.


"Kenapa tidak ada yang menjaga kebun ini, Kak? tanya Sherli heran. Karena kebun itu begitu luas namun tidak ada yang menjaga.


"Kenapa harus dijaga, kebun ini didirikan ibuku untuk semua penduduk, jadi mereka bebas mengambilnya, dan disini tanaman bisa sangat subur dengan niat seseorang yang menanamnya.


Karena niat ibuku baik maka, kebun ini selalu berbuah lebat." Hongli menjelaskan.


"Benarkah, Kak?" Sherli memastikan penjelasan Hongli mengenai kebun didunianya. Hongli pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Ambilah sesukamu! Dan bawalah pulang!"


"Benarkah boleh?" tanya Sherli mengembangkan seyumannya .


"Tentu saja!" Hongli lalu menarik tangan Sherli untuk memetik buah strawberry.


Sherli memetik buah strawberry dengan sangat bahagia. Hongli memandang Sherli tersenyum. Hongli merasa bersyukur karena Sherli tidak menjauhinya setelah tau siapa dirinya.


"Sher! Ada yang ingin kukatakan ...."


Apa yang ingin ditanyakankan Hongli? Bagaimana reaksi ibu Sherli, yang melihatnya pulang telat, dan membawa buah strawberry?


.


.


.

__ADS_1


Ikuti terus ya teman - teman! Jangan lupa tinggalkan like, coment, vote dan views :).


Karena dukungan kalian sangat memberikan semangat author terimakasih.


__ADS_2