Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
Aku Penyebab Semua Ini


__ADS_3

Hongli berjalan keluar menyusuri ruangan kastil dengan amarah yang barapi-api.


"Hah, kenapa kau menghianatiku!" teriaknya, hingga membuat kaca-kaca diarea kastil pecah berserakan.


Para pelayan dan pengawal berdiam ditempat masing-masing. Mereka tidak berani berkata ataupun bergerak sedikitpun saat itu.


Kejadian itu sangatlah memekikkan telinga siapa saja, hingga membuat ibunda Ratu Calista dan paman Robert berhambur keluar dari kamar, menuju kearah rumber suara.


Dan alangkah terkejutnya mereka saat Hongli dikelilingi aura merah, yang menandakan puncak amarah yang dapat menghancurkan negri manapun.


Hongli terlahir dari manusia dan jin. Namun, ia mewarisi kekuatan leluhurnya yang semasa hidupnya menjadi raja terkejam yang pernah ada.


Raja tersebut bernama Albert. Bisa dikatakan Hongli adalah rengkarnasinya. Meskipun setengah dari jiwanya adalah manusia.


Ibunda Calista sangat mewanti-wanti putranya tersebut sejak Hongli masih kecil karena itu.


Ia selalu berusaha menuruti apapun keinginan Hongli, walaupun mustahil.


Ia sangat takut jika hal seperti saat ini terjadi, karena akan terjadi pertumpahan darah baik dinegrinya ataupun dinegri lawannya.


Ia lebih memilih mengorbankan satu nyawa, daripada seribu nyawa melayang. Yang dimaksud adalah Sherli, yah mungkin sudah takdir gadis itu atas kepahitan hidupnya.


Sifat lemah lembut dari ayahnya yang berbangsa manusia telah sirna dari hatinya saat ini, bahkan tidak ada yang akan ia dengarkan untuk meredam amarahnya.


"Hongli! Kamu kenapa?" Ibunda Calista memeluk tubuh putranya yang akan melangkah meninggalkan kastil.


Nafas pria itu terpacu karena amarah, ibunda Calista mencoba menghentikan langkahnya supaya pertumpahan darah yang ia takutkan tidak terjadi.


"Lepaskan aku, Ma! Aku harus menyeret gadis penghianat itu kemari, dan melenyapkan seluruh keluarganya!" teriak Hongli.


Ibunda Calista melepaskan pelukannya, ia memandang wajah putranya.


Wanita itu menciut takut akan aura mengerikan yang saat ini ia pandang. Namun, ia berusaha untuk tenang dan meredam hatinya putranya meskipun ia tidak yakin akan berhasil.


"Kamu jangan gegabah Hongli, mungkin ia hanya ingin pulang sebentar." Ibunda Calista berkata selembut mungkin.


"Pulang sebentar? Dengan seorang pria yang bertugas di bagian obat? Mereka berselingkuh, Mama!"


Hongli semakin murka, karena ia yakin pria yang dikatakan pengawal itu adalah Felix si pengantar obat lalu.


"Aku harus pergi sekarang!" Hongli mendorong pelan ibundanya, dan melangkah cepat menuju pohon bambu.


Ibunda Calista dan paman Robert, mengikuti pria itu karena takut Hongli akan membuat kekacauan besar disana.


***


Sherli telah rapi mengenakan pakaian kebayanya. Ia keluar diiringi ibu Ruri disampingnya.


Felix yang telah mendahului duduk di depan penghulu, merasa bagitu terharu memandang Sherli yang sebentar lagi akan berstatus sebagai istrinya.

__ADS_1


Sherli segera duduk disamping Felix. Felix memegang tangan penghulu tersebut. Ijab kabul pun dilaksanakan.


"Sah?"


"Sah!" jawab para keluarga di sana.


"Berhenti!" teriak Hongli.


Karena energi negatif yang begitu besar mengelilingi dirinya, eksistensinya dapat dilihat oleh seluruh orang disana.


Mereka yang berada diruangan tersebut, merasa lemas seketika karena energinya terserap hingga mereka tidak sadarkan diri.


Kecuali Sherli, Felix dan penghulu yang tidak lain adalah pamannya gadis itu.


"Apa yang kau lakukan!" Teriak Hongli memekik telinga.


Tempat itu bergetar seketika. Membuat Sherli merapatkan diri pada Felix karena takut. Hal itu tentu membuat Hongli semakin marah karena cemburu.


"Wahai jin, kau jangan mengganggu keponakanku dan suaminya. Pergilah kau sekarang!" tegas paman Sherli.


Hongli merasa laki-laki itu mengganggunya. Ia mengangkat tangannya dan menyerang laki-laki itu dengan cahaya merah ditangannya. Membuat paman Sherli terpental dan pingsan.


Saat itu juga ibunda Calista dan paman Robert tiba. Mereka terkejut melihat kondisi orang-orang disana yang sudah tidak sadarkan diri.


"Hongli hentikan!" Ibunda Calista menarik lengan putranya.


"Ma, lihatlah! Kekasihku berselingkuh dengan laki-laki itu. Aku baru ingat, dia adalah pacar Sherli. Ternyata kita dikelabuhi oleh manusia di kastil kita."


Meskipun merasa direndahkan karena telah dikelabuhi oleh seorang manusia.


Ibunda Calista lebih memikirkan putranya yang sedang marah saat ini.


"Kak tolong jangan menggangguku lagi!" ucap Sherli menangis.


"Hei mahluk jin! Jangan mengganggu istriku lagi!" tegas Felix.


"Apa! Istri? Empat hari lagi kami akan menikah. Apapun statusmu aku akan tetap menyeretmu menuju kastilku!" Hongli melangkah menghampiri Sherli.


Merasa tidak aman Felix segera menutupi dan menjadi tameng tubuh Sherli dibelakangnya.


"Jangan kau sentuh istriku!" teriak Felix. Hongli mendorong tubuh Felix hingga terpental.


"Kakak!" teriak Sherli.


Gadis itu menciut takut memadang Hongli yang sedang marah dan berkilat merah tatapannya. Tubuhnya gemetar dan memundur perlahan.


"Jangan, Kak!" ucap Sherli takut.


Hongli menyambar tangan Sherli untuk membawanya. Namun, ia merasakan panas dan tubuhnya sakit saat menyentuh gadis itu.

__ADS_1


"Akh!" pekik Hongli.


Laki-laki itu lemas, dan berpindah posisi.


"Hongli!" teriak ibunda Calista yang terkejut. Paman Robert melangkah menghampiri keponakannya.


"Apa terasa menyakitkan, Hongli?" Paman Robert membantu Hongli menegakkan tubuhnya.


Hongli memandang heran kearah Sherli. Ia menoleh pada pamannya yang menopang tubuhnya, seakan meminta penjelasan.


"Sherli telah menikah, Nak! Ikatan sakral itu yang membentengi dirinya. Aku rasa ia izin keluar dari kastil karena telah merencanakan hal ini sebelumnya," paman Robert menjelaskan.


Hongli merasa semakin marah mendengarkan penjelasan pria itu. Ia merasa telah benar-benar dibohongi dan dikhianati oleh Sherli.


"Kau!" teriak Hongli.


Ia menahan diri untuk mengumpat pada Sherli. Ia melampiaskan amarahnya dengan menggetarkan rumah gadis itu, membuatnya gadis itu yang tengah menghadapi situasi sendirian merasa sangat ketakutan.


Paman Robert membisikan sesuatu pada Hongli. Pria itu segera menyurut amarahnya. Hongli tersenyum kemenangan mendengarkan bisikan paman Robert.


"Baiklah!" Hongli segera berbalik meninggalkan tempat itu, meninggalkan Sherli, ibunda ,dan pamannya.


Sherli menggeryit tidak mengerti atas perubahan sikap Hongli. Paman Robert menyusul keponakannya segera.


Ibunda Calista hanya memandang putranya berlalu. Ia segera menghampiri Sherli.


"Aku tidak menyangka kau akan senekat ini. Apa kau tahu dampak dari semua ini, Nak?" Sherli menggeleng pelan, gadis itu memandang cemas pada wanita paruh baya itu.


"Kau beruntung putraku tidak menghancurkan duniamu!" Sherli membulatkan matanya.


"Apa maksud, Bibi?" Ibunda Calista memengang kedua bahu Sherli.


"Dengar! Hongli adalah rengkarnasi raja Jin terkejam sepanjang masa. Aku menjemputmu untuk melunakkan hatinya. Kemarahan yang kau sebabkan dapat menyebabkan sungai darah diduniamu. Tidak hanya orang tuamu, tapi seluruh penduduk diduniamu. Kau fikirkan itu! Aku tidak tau apa yang direncanakan putraku saat ini. Jika kau bertemu dengannya lagi, redamlah amarnya demi keluargamu dan penduduk disini."


Ibunda Calista melepaskan tangannya, ia segera berbalik arah menyusul putranya yang telah kembali kekastil. Meninggalakan Sherli yang masih terpaku atas ucapannya.


"Aku penyebab semua ini, pertumpahan darah yang akan terjadi, itu semua salahku, dan kondisi mereka semua saai ini," ucap Sherli pilu.


Air matanya lolos atas rasa bersalahnya. Pandangannya ia edarkan pada orang-orang disekitarnya yang terbaring tak sadarkan diri.


Gadis itu menghampiri tubuh Felix yang telah menjadi suaminya, sedang terbaring tidak berdaya.


Tangannya mengangkat kepala pria itu lembut dan memeluknya erat di dadanya. Airmata gadis itu tak kunjung menyurut untuk keluar. Seakan melepaskan kesedihan disetiap bulirnya.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, coment , vote dan views.


Terimakasih atas dukungannya ❤.


__ADS_2