Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
Kebohongan lagi


__ADS_3

Sherli yang telah menerima penjelasan tentang siapa sebenarnya Hongli. Memberanikan diri menerima ajakan Hongli untuk pergi berkeliling didunianya.


Hongli mengajak Sherli berkeliling, dengan menaiki seekor kuda. Ketika sampai di sebuah pasar, Hongli turun untuk membelikan Sherli sebuah kalung.


Sherli sangan bahagia menerima kalung tersebut. Setelahnya, Hongli mengajak Sherli ke kebun milik ibunya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Sher, aku ingin mengatakan sesuatu" ucap Hongli menghentikan aktifitasnya memetik buah.


"Katakan saja, Kak!" ucap Sherli masih fokus memetik buah strawberry.


"Sher, waktu kamu dirumah ketika bonekamu jatuh, dan ketika tiba-tiba ada angin. Sebenarnya aku ada disekitarmu waktu itu" Hongli memandang Sherli.


Mendengar ucapan Hongli, Sherli pun menghentikan aktifitasnya, dan memandang ke arahnya.


"Benarkah itu, Kak? Kenapa Kakak tidak mengunjungiku saja?" tanya Sherli heran.


"Aku selalu merindukanmu Sher, makanya aku selalu mengunjungimu diam-diam. Karena aku takut membuatmu terkejut jika tiba-tiba muncul dihadapanmu" ucap Hongli sendu.


Sherli yang terpaku mendengarkan alasan Hongli, ia merasa panas disekujur tubuhnya. Sherli benar-benar bingung dengan hatinya mengapa seperti ini.


"Sher, waktu itu kamu takut?" tanya Hongli. Ia membuyarkan lamunan Sherli terhadap hatinya yang berkecamuk.


"Ah, iya Kak. Lain kali main saja kerumah! Keluargaku pasti akan menyambut Kakak." Jawab Sherli sambil melanjutkan memetik buah strawberry.


"Tapi Sher, tidak semua orang bisa melihatku."


"Kenapa?" Sherli penasaran.


"Aku jin, hanya orang tertentu yang bisa memandangku" ucap Hongli.


"Oh, begitu. Kakak langsung dihadapanku saja kalau melintas dirumahku! Jangan hanya menunggu!" ucap Sherli yang hawatir dengan Hongli.


"Baiklah!" Hongli bahagia mendengar ucapan Sherli, Sherli pun ikut bahagia memandang Hongli.


Mereka pun kembali melanjutkan aktifitasnya memetik buah.


"Kak, ini sudah cukup" ucap Sherli.


Ia mengangkat kotaknya untuk menunjukan pada Hongli. Mereka telah memetik buah strawberry sebanyak setengah kotak.


"Enggak sekalian dipenuhi Sher? Tanggung lo ...." Tanya Hongli memandang Sherli.


"Enggak kak, ini sudah sangat cukup," jawab Sherli.


"Bahkan dia tidak ada rasa tamak, meskipun kebun ini milikku sendiri" batin Hongli, ia memandang Sherli dan merasa bangga padanya.


Sherli segera menutup kotaknya, tanpa sadar Hongli sedang memandang dirinya.


"Sudah? Ayo!" Hongli segera mengajak Sherli kembali untuk pulang kekastilnya.


"Sudah, Kak. Ayo!"


Mereka segera menuju kekuda, dan pulang menuju kastilnya. Setelah sampai dikastil, Hongli mengembalikan kudanya, dan akan mengantar Sherli untuk kembali ke dunianya.

__ADS_1


"Kak! Aku mau bertemu bibi dulu" Ucap Sherli, ketika Hongli ingin mengantarnya pulang. Hongli


tersenyum mendengar perkataanan Sherli yang ingin bertemu dengan ibunya sebelum pulang.


"Baiklah ayo .... " Hongli memimpin jalan mereka untuk menemui ibunya diruangan.


"Ma, kami pulang," Ibu Hongli menoleh kearah sumber suara yang ternyata adalah suara putranya. Ia terseyum,dan merasa terkejut, karena Sherli belum pulang.


"Sherli belum kamu antar pulang?" tanya Ibu Hongli.


"Dia ingin bertemu Mama dulu" jawab Hongli.


"Bibi Calista, Sherli pamit pulang ya, terimakasih sudah menerimaku di kediaman Bibi" ucap Sherli sambil menjaba tangan dan mencium tangan ibu Calista.


"Iya Nak, terimakasih! Kapan-kapan berkunjunglah lagi!" ucap ibu Calista tersenyum memegang pipi Sherli.


"Baik Bi" jawab Sherli.


"Ma, aku antar Sherli dulu ya .... " Mereka lalu pergi meninggalkan ruangan ibunda Calista.


***


Didepan kastil Hongli, terdapat pohon bambu yang sangat lebat. Mereka segera menghampirinya. Hongli menarik salah satu bambunya dan terbuka seperti sebuah pintu. Mereka bergegas masuk, dan sampai di pohon bambu belakang rumah Sherli.


"Kak, ternyata penghubungnya disini aku baru tahu .... " Sherli mwngedarkan pandangan.


"Kak, kenapa sudah sore? Aku pasti akan dimarahi ibu," Sherli merasa cemads, ia langsung menggenggam tangan Hongli.


"Jangan takut! Bilang saja kamu habis jalan-jalan disekitar, atau dirumah teman, " ucap Hongli menenangkan Sherli. Mereka segera menuju belakang rumah Sherli.


"Cepat masuklah! Jangan gugup."


Sherli membuka pintu perlahan, dan masuk dengan mengendap-endap. Dia ingin masuk kedalam kamarnya, tanpa diketahui oleh ibunya.


"Sher! Kamu habis dari mana?" tanya ibu Ruri yang melipatkan tangannya. Dia sedang berdiri dIsamping dapur saat Sherli membuka pintu. Sherli pun terlonjak kaget, dan hampir menjatuhkan kotaknya.


"Ha-ha-bis da-dari rumah Marsa Bu" ucap Sherli terbata.


Marsa adalah teman SD Sherli, meskipun tidak sama SMA. Mereka tetap sering bermain bersama sampai sekarang.


"Dari mana kamu dapat itu?" tanya ibu Ruri seraya menunjuk kotak yang Sherli bawa.


"Ini dikasih Marsa Bu," ucap Sherli berbohong.


"Kalo kemana-mana ponsel dibawa, jangan buat ibu hawatir!" Suara ibu Ruri sedikit meninggi.


"Iya Bu maaf, aku fikir hanya disekitar rumah jadi ponsel aku tinggal" Sherli menjelaskan pada ibunya.


"Ya sudah cepat mandi lalu makan" tutur ibu Sherli, yang sudah merasa tenang.


"Baik Bu!" jawab Sherli. Ia segera berlalu menuju kulkas menaruh buah strawberry kemudian menuju ke kamar.


***


"Huff! Hampir saja, tapi sangat aneh aku merasa hanya satu sampai dua jam disana, kenapa pulang pulang sudah hampir mahrib?" gumam Sherli heran.

__ADS_1


Sherli segera membersihkan dirinya, dan menuju kekasur merebahkan diri.


Sherli merasa sangat lelah setelah main kerumah Hongli tadi. ia segera meraih ponselnya, dan memeriksa apakah ada pesan atau tidak.


"Kak Felix?" batin Sherli yang melihat ada 5 pesan, dan 7 panggilan tidak terjawab. Dia segera membalas pesan Felix.


"Maaf kak, ada apa?" tanya Sherli lewat pesan. Ponselnya pun langsung berdering, dengan tulisan nama Felix yang tertera sedang memanggil. Sherli segera mengangkatnya.


"Halo Kak?" ucap Sherli.


"Kamu kemana saja Sher? Aku mencemaskanmu, " ucap Felix dengan nada hawatir.


Karena biasanya jika Sherli sudah pulang, Felix menyempatkan untuk menanyakannya apakah Sherli sudah sampai dirumah apa belum. Dia tahu jika hari ini Sherli pulang lebih awal, jadi Felix ingin mengajaknya pergi. Tetapi saat Sherli dihubungi tidak ada jawaban.


Felix yang sudah menyimpan perasaan pada Sherli, ingin selalu menghabiskan waktu luangnya dengan Sherli.


"Maaf Kak! Aku habis main di rumah teman, dan lupa bawa ponsel" ucap Sherli menyesal.


"Teman siapa? Cewek apa cowok?" tanya Felix dingin.


"Cowok Kak." Jawab Sherli jujur.


Felix pun menahan amarahnya karena rasa cemburu, dia merasa tidak berhak marah. Mengingat status mereka belum jelas.


"Jangan sering-sering kerumah laki-laki! Tidak baik kamu perempuan," jawab Felix tegas. Ia berusaha menyembunyikan rasa camburunya.


"Iya Kak."


"Ya sudah, pokoknya besok minggu kita keluar jadi luangkan waktumu! Aku akan menjemputmu. Sekarang istirahatlah!" ucap Felix tegas, lalu menutup telefon sepihak.


"Halo Kak, Kak?" ucap Sherli namun tidak ada jawaban.


"Aku heran dengan Kak Felix, dan Kak Hongli. Aku tidak boleh bersama laki-laki, tapi mereka selalu ingin aku bersamanya" gumam Sherli heran memandangi ponselnya. Sherli segera meletakkan ponselnya.


***


Pukul 7 malam, keluarga Sherli berkumpul untuk makan malam. Ibu Ruri menyajikan buah strawberry yang Sherli bawa.


"Wah ada buah langka," ucap Afbi yang baru datang, lalu mengambil salah satu buah strawberry.


"Adikmu dikasih Marsa" ucap ibu Ruri. Sherli pun diam saja sambil melanjutkan makan.


"Buah ini sangat manis tidak seperti yang dipasar, dan rasanya sangat segar seperti baru saja dipetik" Afbi memandang Sherli.


"Mana mungkin, Kak!" jawab Sherli.


"Memang baru dipetik" batin Sherli lalu melanjutkan makannya.


Apakah Sherli bisa selalu menutupi rahasianya? Ataukah sang ibu akan curiga? Dan, bagaimana sebenarnya hati Sherli pada kedua teman lawan jenisnya?


.


.


.

__ADS_1


Ikuti terus ya teman-teman! Jangan lupa tinggalkan like, coment, dan vote :).


Karena dukungan kalian sangat memberikan semangat author, terimakasih.


__ADS_2