Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
teror di mulai.


__ADS_3

tubuh mang Bejo dan mang no tergeletak di aspal dan para penolong pun melindungi keduanya.


tak lama ada sebuah mobil yang lewat dan segera membantu mereka, butuh waktu setengah jam untuk bala bantuan datang.


polisi datang dan melakukan olah TKP, sedang mang no dan mang Bejo sudah di bawa ke rumah sakit.


dan keadaan mereka tak parah, hanya luka robek dan lecet, sedang tubuh Sunar sudah berantakan.


bahkan tubuhnya tidak berbentuk lagi, dari rekaman CCTV hanya terlihat truk itu menabrak dan membuat Sunar terlempar karena tak menggunakan sabuk keselamatan.


kemudian tubuh itu di tabrak sebuah truk tronton, tapi anehnya untuk kedua orang yang lain, bisa keluar dengan sendirinya tanpa bantuan siapapun.


dan kemudian pingsan di aspal, polisi juga mendapatkan bekas rem dan kemudian truk itu pecah ban, saat itulah truk oleng dan mengalami kecelakaan.


polisi membawa mayat dari Sunar ke rumah sakit yang sama, tapi sayangnya, satu tangan tak di temukan di tempat kejadian.


terpaksa polisi mengantarkan jenazah dengan keadaan yang ada, pasalnya mereka sudah mencari dan tak menemukan potongan tangan itu.


Adri terkejut saat mendapati kabar tentang kecelakaan yang menimpa ketiga anak buahnya.


Adri pun mengajak perwakilan keluarga untuk melihat keadaan di rumah sakit di Madiun.


jadi Nurul menginap di rumah Mak nur, bersama Jasmin dan Rania. sedang Raka berjaga di luar.


dia melihat pemanggul jenazah lewat di depan rumahnya, dengan sebuah tubuh di dalam keranda yang di bawa, tiba-tiba angin bertiup hingga membuat kain penutup jenazah terbuka.


dan betapa terkejutnya Raka melihat Sunar di dalam keranda dalam keadaan buruk dan hancur.


tubuhnya tercerai berai dengan isi perut dan otak yang berceceran dan darah yang tak henti mengalir.


sosok itu menoleh kearah Raka, sambil menunjukkan matanya yang bolong.


"tolong ... carikan tangan ku," kata Sunar.


Raka tetap diam, tiba-tiba para pemanggul jenazah itu akan berbelok tapi rumah itu memiliki pagar ghaib.


akhirnya para pemanggul jenazah itu pun berjalan menuju makan desa, dan suasana malam makin terasa mencekam.


"aku tak mengira kamu yang akan menjadi teror, dan bagaimana kami mencari tanganmu yang hilang, jika kamu sendiri tak tau truk yang menabrak mu," gumam Raka.


polisi juga masih mengejar truk itu yang ternyata juga menuju ke Surabaya.


Adri sampai di rumah sakit saat subuh hari keesokan harinya, dia sebenarnya sangat lelah.

__ADS_1


tapi dia tak ingin meninggalkan karyawannya yang tengah terluka.


saat Adri mengurus segalanya, dia tak mengira dengan melihat hasil rekaman CCTV.


mang no dan mang Bejo di pindahkan ke rumah sakit Jombang. sedang untuk jenazah Sunar di bawa pulang.


Raka dan Rizal yang memberikan kabar pada keluarga Sunar dan tak menyangka jika keluarga itu tak sedikitpun merasa sedih.


"keluarga aneh? kenapa tidak sedih saat kepala keluarga mereka meninggal dunia ..."


"kamu tak tau, istri Sunar pernah aku dengar memiliki selingkuhan dan ini akan menjadi orang bebas saat ini saat Sunar mati, jadi itulah kenapa dia tak sedih sedikitpun," jawab Rizal melihat Raka.


Raka pun menyiapkan semua keperluan pemakaman, bahkan saat menerima uang duka dari Rizal pun istri Sunar begitu senang melihat amplop tebal itu.


tak lama mobil jenazah sudah datang membawa peti mati Sunar, semua pun bergegas melakukan pemakaman.


pemakaman berjalan begitu lancar bahkan tak ada sedikitpun kesulitan.


Raka bisa melihat arwah Sunar berdiri dari kejauhan sambil menatapnya.


pria itu berdiri dengan satu tangan buntung, dan mengeluarkan darah dengan cukup deras.


pria itu sangat berantakan, tapi Raka tak terkejut terlebih dia sudah tau hal itu.


Jasmin sedang bermain bersama Rania saat keduanya pulang lewat belakang.


Mak nur juga sudah pulang, "bagaimana ceritanya, kok sampai truk Sunar bisa kecelakaan Adri, kaku tak meminta mereka mengeceknya saat belum berangkat,"


"sudah Mak, tapi kata polisi jika ban tipis hingga akhirnya di paksa rem dan meletus, itu yang membuat truk oleng," jawab Adri.


"tapi bagaimana keluarganya Sunar nak? apa kamu sudah memberikan uang duka?" tanya Mak nur.


"sudah eyang, bahkan kami memberikan lebih dari biasanya, dan lagi ada uang asuransi dari jasa Raharja," jawab Raka


setelah magrib acara tahlilan di rumah Sunar, Raka terus melihat arwah pria itu.


malam hari, orang-orang ronda seperti biasa, Jasmin sudah tidur dari sore bersama Mak nur.


sedang Rania juga sudah tidur di temani Adri, sedang Raka akan begadang malam ini.


saat meronda para bapak-bapak hansip dan warga tak sedikitpun curiga.


saat mereka melewati kebun kosong, tiba-tiba bulu kuduk mereka merinding semuanya.

__ADS_1


"eh kalian merasa tiba-tiba merasa merinding gak?" tanya hansip.


"iya nih pak, kamu ngomong aku jadi ikut ngerasa nih," kesal Marto.


"tolong ... carikan tangan saya ..."


para bapak yang saling pandang satu sama lain, "siapa yang ngomong," tanya Wanto.


"tolong .... carikan tangan saya ..." suara itu makin menjauh.


tapi tanpa di duga sosok arwah Sunar menghampiri para orang yang sedang ronda itu.


"tolong .... carikan tangan Saya ..."


"hantu!" teriak semua orang panik dan tunggang langgang melihat sosok arwah Sunar.


pasalnya arwah itu datang dengan kondisi begitu buruk, setelah menakuti para warga ronda.


kini arwah itu mengetuk pintu setiap rumah, warga yang tak tau pun membuka pintu saat mendengar suara ketukan.


rumah pak Sukardi menjadi rumah pertama yang di datangi, pria itu dengan santai membuka pintu.


dan betapa terkejutnya dia melihat sosok arwah berantakan dari Sunar yang penuh darah.


"tolong ... carikan tangan saya ..."


arwah itu menyeringai sambil menunjukkan belatung di tubuhnya.


"hantu ..." teriak pak Sukardi yang langsung menutup pintu.


arwah Sunar akan terus mengetuk selama setengah jam, baru setelah itu dia pergi dan menuju ke rumah lain.


dan saat terdengar suara orang yang mengaji di masjid menjelang subuh arwah itu menghilang dengan sendirinya.


kini semua orang sudah menyebar rumor, dan arwah itu setiap malam akan terus datang meminta pertolongan.


Raka hanya diam, karena selama tangan itu tak ketemu, arwah Sunar tak akan pernah tenang.


bahkan saat kepulangan mang no dan mang Bejo, arwah Sunar berdiri menghadang mobil yang di pakai Raka menjemput kedua orang itu.


"ada apa juragan muda Raka? kenapa berhenti?" tanya mang no.


Raka menyentuh tangan mang no dan pria itu bisa melihat sosok Sunar, bahkan Sunar bisa mematahkan kepalanya hingga putus kemudian melemparkannya.

__ADS_1


arwah itu melempar kepalanya kearah mobil, dan kepala itu tersenyum melihat mang no, sambil menunjukkan belatung di mulutnya.


"tolong ... carikan tangan saya ..."


__ADS_2