
"Rafa bangun nak,hei ... badan mu berat nih," kata Adri.
"maaf om, aku tadi gak siap, apalagi yang masuk adalah arwah ayah, jadilah aku kehabisan energi karena memaksakan diri untuk menahannya sedikit lama," kata Rafa.
"tak masalah Rafa, ngomong-ngomong kenapa semua orang begitu sibuk, toh besok cuma akan nikah saja," kata Adri.
"meskipun begitu, harus tetap bawa hantaran dong om," jawab Rafa yang beristirahat.
"baiklah, tapi suruh istrimu istirahat, kasihan dia sedang hamil, kamu ini suami kok gak peka," omel Adri.
"bukan gak peka om, dia sendiri yang memaksa, tapi saat sudah selesai buat kue, pasti istirahat tenang saja, lebih baik om yang tidur ngelonin tuh bocah gembul satu itu," kata Rafa tertawa.
Adri pun hanya bisa geleng-geleng melihat kelakuan keponakannya itu.
pukul dua belas malam semua sudah beristirahat, sedang seorang wanita sedang ingin mempraktekkan ilmu santet yang baru dia pelajari.
tapi sayangnya wanita itu belum tau, jika ada dua pria yang tak bisa tersentuh, dan dua orang itu yang melindungi keluarga itu.
belum lagi khodam dan para arwah yang melindungi keluarga itu.
"niat ingsun grapal jowo sekalir jawab, atine ora biso lali lan owah saking aku, Yen onok Widodari saking sasih atiku, Yen ono durgo kolo murko tak jajal rasa neng ati, ayem tentrem turutano penjalukan ku, dadekno jabang bayine Adri nyembah Nang sikilku, lan gedeng Karo aku," mantra yang si bacanya.
itu adalah mantra pengasihan turun temurun, tapi sayangnya mantra itu tak bisa melewati pagar ghaib yang di buat Rafa.
"brengsek, ngolek mati, aku arep mbok lawan , gak iso le, awakmu sek bocah wingi," gumam Lili.
wanita itu membaca mantra untuk menghancurkan pagar itu tapi tak bisa.
malah ilmunya kembali menyerang dirinya sendiri, hingga muntah darah dan mengalami luka dalam.
"kamu bodoh sekali, kamu buta tak bisa melihat pagar ghaib itu, tak mudah bagi kita menyerang mereka saat ini, jika kamu ingin mudah, besok saat mereka keluar dari rumah ini, kau bisa membunuhnya, pasti lebih menyenangkan, tapi jika kamu berani melukai pangeran ku, aku akan membunuhmu," ancam Delia.
"baiklah, aku akan menurut padamu kali ini, lagi pula aku tak ingin mencari masalah dengan wanita yang hanya punya jeroan seperti mu," kesal Lili yang pergi begitu saja.
Suni mengejar wanita itu dan langsung menyerang tanpa ampun. dia tak suka ada orang yang ingin membahayakan keluarga itu.
hingga wanita itu terkapar di jalanan, dan Linggo tersenyum melihat bentuk dari Delia yang baru tapi sayang masih lemah.
__ADS_1
Delia pun langsung terbang pergi, pasalnya dia tak bisa melawan Linggo, dia sadar ilmunya belum sepenuhnya sempurna.
terlebih dia juga belum makan setelah menguasai ilmu itu, dan setidaknya butuh sepuluh janin untuk menjadi tak terkalahkan.
"selesai, dan jangan buat masalah," kata Sesnag melempar tubuh Lili pergi.
keesokan harinya, semua sedang bersiap, pasalnya akad nikah dan acara di lakukan setelah dhuhur.
di rumah Nurul juga sedang bersiap menanti acara nanti siang, Steve ingin menghancurkan semuanya.
tapi Jinny terus menganggunya, mulai dari kesialan yang bertubi-tubi, dan juga mobil yang tiba-tiba mogok tanpa sebab.
bahkan pria itu di buat tercebur ke sungai kecil di daerah Mojokerto saat mencari pertolongan.
"maaf ya pria tampan, habis kamu begitu menyebalkan," kata Jinny tertawa di atas kap mobil.
tapi sayangnya tawa itu lenyap, saat ustadz Yusuf lewat dan menghentikan mobilnya untuk membantu pria itu.
"mas, buruh bantuan?" tanya ustadz Yusuf.
"hallo ustadz, pasti bisa melihat ku, dia itu pria buruk, dia ingin merusak rencana pernikahan mantan istrinya, padahal dulu wanita itu di buang dan tak di anggap, tapi sekarang saat wanita itu ingin bahagia pria bodoh ini malah menganggunya," kesal Jinny yang kembali membuat Steve tercebur ke sungai.
ustadz Yusuf hanya mengangguk mengerti, "tapi perbuatan ini tak benar, biar dia terlambat saja jangan melukainya, atau kamu akan menemani setan di neraka," kata ustadz Yusuf.
"baiklah, lagi pula dia juga sudah terlambat, kan akad nikahnya jam dua siang," kata Jinny tertawa.
ya yang di katakan Jinny benar, Adri sudah sah menjadi suami dari Nurul setelah mengucapkan ijab Kabul.
semua orang bersorak gembira, begitupun dengan Rania yang langsung memeluk Nurul dan Adri.
setelah itu, Adri berdo'a kemudian mencium kening Nurul, dan mereka pun melakukan acar resepsi secara sederhana.
ustadz Yusuf adalah salah satu Undangan untuk memberikan nasihat pernikahan.
Jinny duduk di sebelah Raka, "lama tak jumpa ganteng," kata Jinny.
"kamu disini, berarti pria bajingan itu," kata Raka mencari di sekelilingnya.
__ADS_1
"tak papa, dia juga sudah terlambat kan, dan om Adri yang menang," kata Jinny.
"salom Wina?" salam Rafa di belakang keduanya.
"salom..." jawab Jinny refleks.
Raka menoleh kaget, begitupun Jinny, sedang Rafa hanya tersenyum melihat keduanya.
Steve ingin marah tapi orang-orang Rafa sudah mengamankan pria itu, "anda membuat masalah, maka kami akan membawa anda ke kantor polisi saat ini juga," kata mang no.
Steve pun mundur, dia tak bisa melawan saat ini, apalagi dia sadar benar siapa Adri.
belum lagi ada Alfin yang sudah berdiri dan siap menghajarnya, sedang yang lebih mengerikan adalah Rafa.
pria itu bisa menghancurkan orang tanpa menyentuh dan menyerang usaha dan keuangan bisa di acak-acak oleh Rafa, dan membuat dirinya miskin mendadak.
"tolong tenang ya, duduk sini yuk tuan," ajak Rafa tersenyum menepuk bangku di sampingnya.
Jasmin tau siapa pria itu, perusahaan pria itu sempat hampir bangkrut tapi bisa bertahan sampai saat ini.
Steve duduk di samping Rafa, "nikmati saja, lihatlah pasangan bahagia itu, dan jangan membuatku marah ya Steve, apa pelajaran yang sempat aku berikan kurang," bisik Rafa.
"tidak," jawab Steve.
akhirnya acara selesai dengan lancar, Steve pergi karena dia sudah kalah dari Adri.
sedang Lili baru bangun setelah pingsan semalaman, terlebih tubuhnya terluka cakaran cukup parah.
ada rasa sakit, dan nyeri di sekujur tubuhnya, diapun pulang dan kaget melihat bekas luka memar tapi tidak berdarah.
"ah ... siapa yang melakukan ini padaku, ini sangat sakit," kata Lili.
wanita itu pun mandi mengunakan air bunga tujuh rupa, tapi lukanya tak bisa langsung hilang begitu saja.
tapi setelah di oleskan kunyit dan madu, akhirnya rasa sakit itu sedikit berkurang.
"apa ini adalah akibat aku memaksakan diri untuk memiliki Adri, tapi aku sudah mencintainya dari dulu," lirih lili menangis sesenggukan.
__ADS_1