
Hongli mengajak Sherli untuk pergi bermain dengan dirinya. Ketika di area yang dipenuhi bunga, Hongli membuat mahkota bunga untuk Sherli.
Ketika Sherli mengajak Hongli untuk mengambil foto bersama, dimana Sherli sedang memakai mahkota buatan Hongli. Hongli menolak dengan alasan tidak bisa bergaya.
Namun dikala itu ketika Hongli berpaling, Sherli mengambil foto dengannya diam-diam. Namun ketika dirumah, foto Hongli yang disamping Sherli menghilang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Mungkin memang hanya aku saja yang salah lihat, mungkin tadi memang Kak Hongli tidak berada di sampingku " batin Sherli yang menenangkan diri karena merasa takut.
"Ya sudahlah, aku harus segera tidur atau aku akan telat besok, jika bertemu lagi aku akan menceritakan ini kepada Kak Hongli" gumam Sherli. Ia bergegas menutupi dirinya dengan selimut.
***
Hari Senin pun datang. Sherli bergegas bangun, dan bersiap. Sherli yang telah rapi, ia segera menuju ke meja makan untuk sarapan bersama keluarganya.
"Pagi Ayah, Ibu" sapa Sherli pada orang tuanya.
"Pagi sayang," jawab sang ayah.
"Segeralah makan, Nak! Nanti kamu telat" ucap ibu Ruri.
"Baik Ibu. Kak Afbi kemana kok enggak ada?" tanya Sherli yang tidak menjumpai sang kakak.
"Kakakmu sudah berangkat tadi subuh, katanya akhir-akhir ini pekerjaannya sedang sangat banyak" jawab ibu Ruri.
"Oh begitu, semoga Kakak bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan lancar," ucap Sherli sambil melanjutkan makannya.
"Amin." Ujar ayah, dan ibu Ruri.
Setelah selesai sarapan Sherli berpamitan kepada ayah, dan ibunya untuk berangkat kesekolah.
Setibanya disekolah Sherli bergegas menuju ke ruangan kelasnya.
"Pagi Nia?" sapa Sherli pada Nia, sambil duduk di bangkunya.
"Pagi Sher" jawab Nia.
"Ujian harian Biologi hari ini kan?" tanya Nia.
"Iya, Nia. Jam pertama ini."
"Syukur deh, aku udah belajar aku fikir besok."
"Memang kenapa kalo besok Ni?" tanya Sherli heran.
"Ya, sia-sia dong kemaren belajar, aku soalnya pelupa, kalo besok ujiannya nanti belajar lagi dong" jawab Nia.
"Hahaha, ya enggak lah, Nia. Kalo kamu baca lebih dari satu, pasti kamu akan lebih mengingatnya." Ucap Sherli. Ia tertawa kecil mendengarkan ucapan Nia.
"Haha iya sih kamu benar." Nia pun ikut tertawa.
Tidak lama kemudian guru pun datang.
"Selamat pagi anak-anak" sapa sang guru sambil meletakan buku di meja.
"Pagi pak!" jawab para siswa serentak.
"Baik, hari ini kita akan ulangan harian, silahkan siapkan selembar kertas, dan masukan buku kalian!" ucap sang guru.
__ADS_1
Para siswa pun segera memasukan buku didalam tasnya masing-masing.
"Baiklah, saya hanya akan memberikan dua soal kepada kalian dengan mendektai"
"Soal pertama, jelaskan apa itu Evolusi! Dan soal kedua jelaskan evolusi dari spesies yang telah di ajarkan miniman tujuh spesies! Waktu kalian satu jam dimulai dari sekarang."
Para siswa pun hening seketika, dan fokus mengerjakan ulangan hariannya masing-masing.
"Sial, soalnya memang dua tapi jawabannya sebuku." Rutuk Nia pelan kepada Sherli. Sherli pun hanya terkekeh kecil mendengarkan Nia.
***
"Baik anak-anak, waktu sudah habis silahkan dikumpulkan!" ucap sang guru.
Para siswa pun segera mengumpulkan lembaran jawaban masing-masing.
"Silahakan pelajari bab tiga, sementara saya memeriksa hasil ujian kalian!"
Setelah tiga puluh menit pak guru pun membagikan hasil ujian para siswanya.
"Ada tiga siswa yang mendapatkan nilai sempurna yaitu Afif, Cikho, dan Sherli. Untuk yang lain belajarnya lebih ditingkatkan lagi!"
"Baik pak." Ucap siswa serentak.
"Sher kamu hebat sekali, selamat ya," ucap Nia memberikan selamat kepada Sherli.
"Terimakasih, Nia. Padahal ini hanya kebetulan saja" ucap Sherli cengengesan, dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Selalu deh merendah" ucap Nia.
***
Pukul satu siang pun tiba, waktu belajar pun telah usai. Sherli segera mengirimkan pesan kepada Dea.
"Aku di aula cepat kemari!" ~ Dea.
Sherli pun bergegas menuju aula tempat latihan silat.
"Halo, De?" sapa Sherli, kemudian ikut duduk disamping Dea yang sedang berbicara kepada seseorang.
"Hai! Sher kenalkan ini Eca temenku IPS 3" ucap Dea memperkenalkan temannya kepada Sherli.
"Hai, aku Sherli" Sherli mengulurkan tangannya. Eca pun menyambut uluran tangan Sherli dengan tersenyum ramah.
"Kemaren kenapa Eca enggak hadir?" tanya Sherli kepada Dea.
"Kemaren Eca lupa, malah pulang Sher" jawab Dea sambil tertawa. Sherli dan Eca pun ikut tertawa.
"Sher kita tukeran nomor ya! Buat calling kalo Dea enggak ikut, biar aku ada temannya" ucap Eca.
"Oke."
Mereka saling tukar nomor ponsel. Setelah bertukar ponsel, mereka segera mengganti pakaian dengan pakaian silatnya. Lalu kembali ke aula.
Guru Silat pun datang dengan dua alumni yang akan mengajar mereka.
"Selamat siang menjelang sore anak-anak, perkenalkan ini kakak alumni kalian, kak Glen, dan kak Felix" ucap sang guru.
"Selamat sore kak," ucap siswa serentak.
__ADS_1
"Selamat sore adik-adik " jawab Felix kepada para siswa.
"Baiklah, karena ada tiga guru, kita akan bagi tiga kelompok, silahkan menuju area masing-masing!" tegas sang guru.
Sherli berpisah dengan Dea, dan Eca yang diajar oleh pak guru. Sedangkan Sherli dengan kelompoknya yang digurui oleh Felix.
"Baik adik-adik, kita pemanasan dahulu" ucap Felix. Ia memimpin para siswa.
Setelah pemanasan para siswa dibimbing oleh Felix, dengan berbagai gerakan. Setengah jam telah berlalu, Felix beranjak mengambil peaching bad untuk para siswa menguji dirinya.
Sherli pun yang mendapat giliran paling akhir, ia mendudukkan dirinya di samping area. Setelah cukup lama mulailah giliran Sherli.
"Ayo, Dik! Tinggal kamu seorang." Ucap Felix, sambi memandang Sherli dengan tersenyum indah.
"Baik, Kak!" jawab Sherli.
Sherli menunduk malu melihat Felix. Sherli pun memperagakan gerakan yang telah diajarkan sebelumnya.
"Sher, posisi kuda-kudanya lebih di kuatkan lagi nanti kamu jatuh" tutur Felix.
"Dari mana dia tahu namaku?" batin Sherli heran. Namun ia tidak mau ambil pusing.
"Baik kak!" jawab Sherli.
Setelah satu jam ekstra pun selesai. Dan perwakilan dari kelompok diminta menemani sang guru untuk mengembalikan peralatan masing-masing .
"Sher, kamu bantu aku ya! Bawa ini!" ucap Felix sambil memberikan peaching bad kepada Sherli.
"Iya, Kak."
Sherli mengikuti Felix berlalu.
Setelah sampai diruangan penyimpanan, Sherli memberikan peaching bad kepada Felix.
Bugg!
"Aduh ..." Suara mengaduh Sherli sambil memegangi kepalanya, ketika bola basket tiba-tiba jatuh mengenainya.
"Aduh maaf ya, Sher. Aku tidak sengaja menyenggol bolanya ..." Ucap Felix menyesal, lalu berbalik memandang Sherli dan mengelus puncak kepala Sherli.
"Duduk dulu sini!" Felix menarik Sherli di salah satu kursi diruangan itu. Dan Sherli pun menurut.
Felix pun mengambil kotak obat, lalu meraih kompresan. Dengan halus, Felix menurunkan tangan Sherli yang memeganggi kepalanya, lalu mengompres kepalanya perlahan.
Felix yang menundukkan tubuh untuk menstarakan tingginya dengan Sherli, tiba-tiba pandanganya beralih pada wajah Sherli, dan tidak sengaja pandangan mata mereka bertemu. Setelah beberapa detik Sherli pun menundukkan wajahnya karena malu.
"Maaf ya, Sher!" ucap Felix yang memegang dagu Sherli dan mengangkatnya. Agar pandangan mata mereka bertemu kembali.
"I-iya, Kak!" jawab Sherli terbata.
Akankah Sherli baik-baik saja karena kepalanya kejatuhan bola?
Apakah perlakuan Felix normal? Atau kah memiliki suatu niat?
.
.
.
__ADS_1
Ikuti terus ya teman-teman! Jangan lupa tinggalkan like, coment, dan vote.
Terimakasih atas dukungannya.