Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
dia itu lebih kaya


__ADS_3

Jasmin hanya makan tahu isi sesuai permintaannya pada mbak Darmi.


begitupun Rafa yang memang tak ingin makan berat karena ingin wisata kuliner bersama istrinya.


pukul tujuh malam Rafa dan jasmin pun pamit karena mereka masih ada tamu yang harus di temui.


Windi pun sekarang terpesona dengan kakak iparnya, pasalnya Rafa begitu sempurna sebagai pria.


sedang Jasmin terlihat norak dengan pakaian yang begitu lebar,berbeda dengan Windi yang modis.


Rafa mengajak istrinya itu untuk kesebuah rumah mewah,saat sampai orang kepercayaan dari Rafa menyambut keduanya.


"selamat datang tuan, bagaimana perjalanan anda kesini," tanya Ahong.


"Semuanya baik koh, oh ya bagaimana undangan untuk besok,aku ingin mengambilnya,ada di kamu kan?" tanya Rafa.


"maaf bos, seharusnya saya tadi antar, tapi bisa keluar jadi saya tunggu sampai anda pulang, eh ... malah bos yang repot datang kesini," jawab Ahong.


"oh ya tidak apa-apa, kamu jangan kebiasaan terima barang tak jelas ya, karena aura mu sangat buruk hari ini," kata Rafa menginggatkan.


"kok bisa, padahal saya baru di beri hadiah oleh adik ipar saya,sebuah batu giok yang di beli khusus dari China," jawab Ahong.


"boleh aku melihatnya?"


Rafa pun di bawa ke area ruang tengah, Jasmin sudah di Pagari makanya Rafa berani meninggalkan Jasmin.


"batu giok memang asli, tapi sepertinya batu ini sudah di beri mantra agar pemiliknya menjadi sakit-sakitan dan akhirnya mati," jawab Rafa.


Ahong tak mengira itu, tak lama putra agung yang paling kecil beteriak kesalehan.


Rafa berlari dan langsung mengalungkan tasbih miliknya, ternyata yang dia lihat benar.


"ambilkan air dan garam," kara rafa.


"siapa yang ingin mencekai kelurga kami ...."


akhirnya jin itu sudah pergi, Jasmin masih melihat-lihat keperluan bayi di aplikasi belanja online.


dia bahkan ingin menyiapkan kereta bayi yang berwarna biru. Jasmin ingin jika anaknya lahir, putranya itu menjadi kebanggaan keluarganya.


"sudah sayang, sekarang ayo kita jalan-jalan," ajak Rafa pada istrinya.

__ADS_1


"iya mas,"jawab jasmin.


mereka pun kini menikmati suasana kita Surabaya di malam hari, setelah puas kulineran dan juga sedikit berbelanja.


keduanya pun menuju ke apartemen, saat sampai Jasmin sudah tidur karena kelelahan.


Rafa memanggil seorang satpam untuk membantunya, karena Rafa tak tega membangunkan istrinya itu.


saat sampai, Rafa memberikan imbalan untuk beli rokok, dia pun membantu Jasmin berganti pakaian.


"mas sudah sampai rumah ..." lirih Jasmin.


"iya sayang kamu lanjut tidur saja, mas juga mau tidur," kata Rafa.


jasmin mengangguk, kemudian Rafa menyimpan semua belanjaannya sebelum tidur.


keesokan harinya, Rafa sedang mempersiapkan baju yang akan dia gunakan.


Rafa akan memakai setelan jas formal, sedang Jasmin mengunakan gaun yang di pesan khsus oleh Rafa.


setelah siap, keduanya pun berangkat, tapi kali ini ada mobil mewah yang menjemput keduanya.


"tentu tidak mungkin,semua tempat duduk di atur sesuai dengan pendapatan setiap tahunnya, kita di baris nomor tiga, karena usaha ayahmu berkembang cukup pesat saat ini," bisik ibu Diah.


keluarga Handoko sudah menemukan kursinya, sedang Rafa dan Jasmin masih di ajak ke bagian depan.


ternyata Alfin dan Aira juga sudah datang, kebetulan anak-anak di rumah Fandi, dan mereka sudah tau apa yang terjadi.


Bu Diah tak mengira jika Rafa duduk di meja baris pertama, "kenapa mereka disana?" tanya Bu Diah.


"ibu tak melihat, dia duduk dengan pengusaha makanan yang viral, dan lagi pemilik restoran dengan cabang dimana-mana, omsetnya beberapa puluh milyar pertahun, sedang menantu yang ibu hina, aduh ... aku tak bisa bilang karena penghasilannya begitu besar Bu, bahkan dia itu memiliki usaha di luar negeri," kata Angga memijat kepalanya.


"apa! itu tak mungkin, bagaimana bisa," kata Bu Diah tak percayalah.


"dia membeli semua usaha milik kakak iparnya, dan sekarang usaha itu sudah menghasilkan keuntungan yang sangat besar, jadi aku mohon berhenti menghinanya terus," kata Angga


akhirnya acara di mulai, dan Rafa memberikan sambutan secara khusus si depan semua orang.


Jasmin begitu bangga pada suaminya, dan bersyukur memiliki Rafa yang begitu hebat.


sedang di Jombang, Raka sedang santai menikmati hari liburnya, tapi ada seseorang yang datang dan mengejutkannya.

__ADS_1


"loh... Azizah, ada apa kesini?" tanya Adri.


"saya kesini ingin memberikan kue pada kalian semua hari ini saya di lamar oleh seorang pria, dan dua bulan lagi pernikahannya," kata Azizah.


"kenapa? bukankah kamu ingin ta'aruf bersama Raka, kenapa memilih pria lain," tanya adri serius.


"maaf pak ... karena saya merasa tak pantas untuk mas Raka," jawab Azizah.


Raka hanya diam sambil membaca buku, sebenarnya ini juga salah satu ulah Raka hingga Azizah membatalkan ta'aruf mereka.


Raka datang ke rumah keluarga Mbah Sahal, dia menemui Azizah dan berkata segalanya pada wanita itu.


"ada apa mas?" tanya Azizah.


"aku tau jika kamu yang di pilih Rafa untuk melakukan ta'aruf dengan ku, tapi maaf ... bukan aku tak mau, tapi aku memang tak memiliki perasaan apapun terhadapmu, dan lagi aku masih menyukai mahluk ghaib yang selana ini membantuku, dan itu bisa melukaimu jika kaku tetap memilih bersama ku,"


"jadi maksud mas apa?" tanya Azizah.


"aku ingin membatalkan semua ta'aruf ini, dan pilihlah pria normal sebagai pendamping hidupmu,bukan pria aneh seperti ku, dan untuk bantuan ku selama ini, itu murni aku yang ingin menolong mu," kata Raka datar.


"baiklah mas, jika itu keputusan anda, saya terima, tapi saat aku menikah, tolong jadah saksi atas diriku," mohon Azizah.


"baiklah, aku berjanji, dan sekali lagi aku minta maaf," kata Raka yang kemudian pergi.


Azizah terduduk lemas setelah melihat pria itu pergi, dua tak mengira Raka meninggalkan dirinya begitu saja.


pria itu seakan tak ingin membuka dirinya untuk Azizah.


Raka pun tetap santai saat buku yang di baca di tarik paksa oleh Adri. "kembalikan om ... jangan menggangguku," protes Raka.


"apa yang kamu katakan hingga Azizah menerima pinangan orang lain," marah Adri.


"aku pernah bilang, aku mau ta'aruf tapi aku harus jujur, ya itu dia tak bisa menerima kenyataan tentang diriku," jawab Raka enteng.


Adri di buat diam, pasalnya keponakannya itu sangat tak bertanggung jawab.


tapi ini hidup Raka dan dia juga tak bisa memaksa saat Raka sendiri tak ingin menikah di usianya.


Rafa sudah tau apa yang terjadi dari laporan Suni, tapi dia tau dan merasakan jika Azizah itu jodoh Raka.


dan pasti akan ada jalan untuk mereka berdua bersatu dan ikatan suci pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2