Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
bukan tak ingin membantu


__ADS_3

"kamu keberatan membantu ku Rafa, padahal kedua anakku setiap hari menangis mencari keberadaan ibunya,"lirih arwah Nita yang menangis mengeluarkan darah bercampur belatung.


"kalau gitu anak Tante di mana, kok nggak pernah lihat," tanya Raka penasaran.


"mereka sudah di adopsi oleh anak murid dukun gila itu, tolong aku ..." kata Nita


"baiklah, kaki akan kesana, tapi aku tak jamin kami bisa langsung menemukannya langsung di rumah itu," kata Rafa.


"baiklah, Tante percaya pada Kalian," arwah Nita yang kemudian menghilang.


Rafa dan Raka pun memutuskan untuk berpamitan pada kedua istri mereka.


karena mereka ke kediaman dukun Suryo di sebuah desa cukup jauh dari desa mereka, yaitu desa Mojoduwur.


Rafa dan Raka menghampiri istri-istri mereka di rumah Adri dan sudah dalam keadaan siap.


"dek, aku dan Raka ingin pergi sebentar, dan tak perlu menunggu kami untuk makan malam, dan mbak Nurul serta Wulan aku titip Jasmin ya, jangan birkan dia sendirian," kata Rafa.


"baiklah mas, kalian juga hati-hati, karena di sana masih tertinggal berbagai macam benda ghaib yang bisa melukai kalian berdua," kata Wulan yang tersenyum ke arah suaminya.


"kamu tau mau kemana?" tanya Raka kaget.


"bagaimana ya," kata Wulan mengangguk.


Raka pun terdiam, dia tak mengira jika istrinya makin peka sekarang, terlebih Wulan juga sudah mulai terbiasa.


"aku pamit ya, jaga dirimu di rumah," kata Wulan.


"iya mas, kalau bileh usul, tolong ajaklah seseorang bersama kalian berdua, dia tak perlu bis melihat mahluk, hanya saja dia cepat tanggap saat terjadi apa-apa," pesan Wulan.


"baiklah, kami pergi bersama mang no," jawab Rafa.


akhirnya jetiga orang itu pergi, "Ibu Nyai tolong berikan perlindungan mu pada kedua saudara itu," kata Wulan dengan suara batinnya.


Nyai Nawang tersenyum, baru kali ini Wulan meminta sesuatu darinya, daj itupun bukan hany untuk dirinya.


Nyai Nawang pun mengirim bala tentaranya untuk menjaga Rafa dan Raka.


sesampainya di rumah itu, mereka seudah di sambut oleh suasana rumah yang begitu mencekam.


bahkan pak no pin di buat merinding, padahal masih pukul tiga sore, tapi suasana sudah sangat mistis.


"mas, eh maksud saya juragan muda, ini saya harus ikut masuk juga gitu?" tabya mang no.


"tidak mang, anda tunggu di sini, dan kami akan msuk dan jika dalam dua jam kami belum keluar maka telpon polisi dan kabarkan jika kami sudah gugur dalam tugas kami," kata Raka tersenyum pada ank buahnya itu.


"kalau begitu jangan masuk ya, kalian ini main kok sama nyawa, kasihan mbak Jasmin sedang hamil besar, sedang juragan Raka juga baru nikah," panik mang no.


"istighfar mang, kalau begitu tolong doakan kami agar baik-baik saja," kata Rafa yang berjalan masuk ke rumah itu.


tapi tiba-tiba suasana rumah berubah ke hutan mistis yang pernah dia hancurkan, Raka hanya bisa berjalan di samping pria itu.

__ADS_1


keduanya sudah mengeluarkan pusaka masing-masing. dan menyusuri hutan.


saat sedang bermain bersama Rania, gadis kecil itu tiba-tiba berhenti dan menangis keras.


Wulan menyadari jika ada yang tak beres dengn suami dan saudaranya.


Nurul mencoba menenangkan putrinya yang terus saja berteriak, Wulan pun menghampiri Rania.


"tolong berdoa sayang, kita bantu kakak Rafa dan Raka," bisik Wulan yang di angguki oleh Rania.


Rania pun mulai mengadahkan tangannya, "ya Allah, tolong lindungi kakak Rafa dan kakak Raka, mereka hanya ingin membantu orang lain, Jan biarkan sesuatu mencelakai mereka," do'a Rania.


"amiin..." jawab Wulan.


Jasmin pun terus menggenggam tasbih pemberian Rafa, dan Wulan mulai tak bisa tenang dengan hatinya.


"tolong nyai, jaga suami dan kakak iparku," tangis Wulan.


Rafa dan Raka bertemu dengan sosok yang merka hindari, mahluk merah itu menyeringai di depan keduanya.


bahkan mahluk itu tertawa melihat Raka memegang keris yang ingin dia musnakan.


"sopo seng wani Moro Nang Ngon kekuasaan e sing mbahu rekso." suara itu terdengar mengelegar


"kami hanya bertamu, kami ingin mencari tubuh dari Tante kami, dan tak berniat untuk menganggu sing mbahu rekso," jawab Rafa sopan.


"tapi awakmu gowo bolo tentoro kemajapahitan Rene, arep ngajak aku perang le," kata mahluk itu tak suka.


"ini hanya sebuah penjagaan dari Nyai Nawang," jawab Raka.


Rafa dan Raka pun mulai berkelahi dengan mahluk itu, tapi kekuatan mereka tak sebanding.


Rafa pun memutuskan untuk bersila dan berdo'a untuk meminta perlindungan dan pertolongan dari Allah.


tiba-tiba sekelebat cahaya datang dan masuk ke tubuh Raka, "aku kawan mu," kata Raka yang sudah kerasukan.


keduanya pun berkelahi dengan ilmu tenaga dalam, Raka begitu tenang menghadapi mahluk itu.


Raka mengeluarkan keris pusaka itu, dan membaca sebuah mantra, dan keris itu melesat membunuh mahluk itu.


tak lama mahluk itu meledak dan terbakar, cahaya itu keluar dari tubuh Raka dan tersenyum melihat kedua cucunya yang meneruskan perjuangannya.


Rafa memapah tubuh Raka yang lemas berjalan keluar, ternyata bala tentara juga sedang menahan serangan dari mahluk peliharaan dukun Suryo yang mengganas.


dan semua sudah berakhir, tapi saat keduanya kembali, para polisi sudah datang.


bahkan Wulan sedang duduk bersila di belakang Keduanya sambil menyentuh punggung Keduanya.


Raka menoleh di antara tentara milik nyai Nawang, istrinya datang sebagai panglima perang.


"aku tak mungkin meninggalkan suami dan kakak ipar ku,"

__ADS_1


Raka dan Rafa pun kembali ke tubuh mereka, sedang Wulan juga dan langsung terbatuk setelah kembali ke tubuhnya.


Raka langsung menahan istrimu, "kamu terlalu dekat dek, kamu bisa mencelakai dirimu," kata Raka memeluk istrinya itu.


"setidaknya aku bisa menyelamatkan mas Raka dan mas Rafa, itu yang terpenting," kata eulan yang kehabisan tenaga.


Adri menghampiri kedua pria itu, "kalian tau di rumah ini di temukan banyak kerangka manusia,"


"iya om, semua itu korban dukun Suryo, dan jika kalian menggali di bawah rumah ini, kalian akan menemukan lebih banyak lagi," jawab Rafa.


"baiklah, jika begitu aku akan mengatakan semuanya pada polisi, dan kalian tunggu di luar, dan bawa Wulan untuk beristirahat di mobil, kasihan dia," perintah Adri.


"baik om," jawab Raka.


mereka pun menuju ke mobil, ternyata mereka sudah lebih dari dua jam, bahkan langit pun menunjukkan gelap malam.


mang no terlihat begitu senang, "ya Allah juragan muda, saya hampir mati berdiri tadi, karena mbak Wulan berlari kedalam saat tau kalian di dalam hanya berdua, tapi saat saya dan juragan Adri mau masuk kamu terpental, tapi saat terdengar suara azan magrib terdengar ledakan, kaki bisa masuk dan juragan Adri menelpon polisi," kata mang no.


"istrimu menyelamatkan kita Raka, dia bahkan menentang perintah Nyai Nawang demi dirimu, karena dia menganggap jika pasukan ghaib itu akan kalah saat tak ada panglima yang bisa mengarahkan mereka," kata Rafa.


Raka pun tetap memeluk tubuh istrinya yang sekarang terasa makin ringan, Rafa berdoa dan meniupkan ke kepala Wulan.


"dia akan baik-baik saja, dia wanita kuat," kata Rafa.


"terima kasih sudah memberikan istri sebaik ini ya Allah," kata Raka.


Adri sudah berjabat tangan dengan kepala kepolisian, dan besok mereka di minta datang untuk menyaksikan pembuktian ucapan Rafa.


dan Rafa menyanggupi, "kamu tau Raka, apa yang di lakukan istrimu tadi," kata Adri yang tak mengira jika istri keponakannya itu begitu berani.


Adri yang baru pulang cepat, kaget saat melihat Rania yang sedang berdoa, sedang Wulan terlihat marah, dan meninggalkan Jasmin dan Nurul yang kebingungan.


"ada apa ini?" tanya Adri yang masih belum mengerti.


"om tolong antar aku, karena mas Rafa dan mas Raka dalam bahaya, dan kak Jasmin tolong terus berdoa dan sebut nama suamimu," kata Wulan sebelum pergi.


"tapi kita tak tau mereka di mana," kata Adri.


sebuah kupu-kupu terbang di depan Adri, "ikuti saja hewan itu om," jawab Wulan.


keduanya pun langsung naik mobil dan nengikuti hewan itu, dan Adri baru kali ini melihat kupu-kupu yang terbang cepat dan juga begitu rendah.


merja sampai di rumah mistis itu, mang no terus melihat jam, ternyata sudah berjalan satu jam.


"mereka dimana Nang?" tanya Adri


"dua juragan muda ada di dalam, dan tadi dua juragan muda bilang, jika dalam dua jam belum keluar, berarti mereka sudah gugur," kata mang no ketakutan.


"tidak boleh!" teriak Wulan yang menerobos masuk.


saat Adri ingin mengejarnya, gadis itu sudah berlari masuk kedalam rumah, dan tubuh Adri terpental menjauh.

__ADS_1


Adri pun di bantu mang no, pria itu kesakitan, dia tak mengira jika rumah itu di Pagari ghaib yang tak sembarang orang bisa masuk.


"ternyata tempat ini di pagahy


__ADS_2