
Rafa menyadari sesuatu yang dia rasa aneh, tapi dia tak bisa bangun karena bisa menganggu istirahat istrinya.
sedang Raka yang tidur terlalu lelap karena kelelahan, bahkan setelah dari kamar mandi dia pun malah kembali tidur.
bagaimana pun raka juga manusia yang juga bisa kelelahan, sedang Suni dan Linggo hanya melihat gadis itu di bawa masuk ke alam ghaib oleh mahluk hitam itu.
"itulah akibat mau berbuat jahat, eh.. malah kena getah duluan," kata kedua mahluk itu.
"mau nolongin gak?" tanya linggo santai.
"ngapain sih, biarin aja, toh dua orang itu juga tak bertindak tuh," jawab Suni memilik tidur di bawah pohon mangga.
Linggo pun memilih bertengger sambil mengawasi sekeliling, mereka hanya diam tanpa ingin membantu.
Raka sudah berangkat ke mushola terlebih dahulu, dan sangat kebetulan bersamaan dengan Adri dan keluarganya.
Suni melihat Raka pergi, dia pun berpindah ke kamar Raka dan tidur di ranjang pria itu.
sedang Linggo pergi mengawasi gadis itu yang ternyata sedang melakukan hal yang tak terduga.
gadis itu terlihat begitu senang bahkan terus berteriak saat berhubungan dengan mahluk hitam dan berbulu itu.
sedang di mata Windi, dia sedang berhubungan dengan Raka, dan dia begitu menikmati kegiatannya.
"ah ... terus, aku emm..." teriak Windi saat sampai puncak.
tapi kegiatan itu tak berhenti, terlebih karena Windi yang mengunakan minta pembangkit g*ir*h ternyata bisa berpengaruh pada mahluk halus juga.
saat suara adzan subuh berkumandang, mahluk itu langsung mengantar gadis itu menuju kamar Raka.
tapi dia berhenti karena melihat linggo dan Suni yang berjaga di sana.
kedua mahluk penjaga itu, mengeram marah melihat kedatangan mahluk itu.
mahluk itu pun meninggalkan Windi, di sebuah gubuk di pinggir sungai yang terletak di barongan.
Bu Diah kebingungan mencari putrinya yang tiba-tiba hilang, sedang suasana mulai ramai karena banyak orang yang pulang shalat subuh.
__ADS_1
karena matahari mulai menunjukkan sinarnya, dan Bu Diah di bantu pak Handoko mencari putri ketiganya itu.
Adri, Rafa dan Raka baru pulang dari musholla kaget melihat ketiga orang itu memanggil dan mencari Windi.
Linggo datang dan bertengger di bahu Raka, "gadis itu di gubuk belakang samping barongan bambu," kata burung itu.
"kenapa?" kata Raka.
Rafa langsung menghampiri kedua mertuanya, Rafa langsung menunjukkan keberadaan Windi, dan mereka menuju ke belakang rumah.
linggo menceritakan apa yang terjadi pada gadis itu, dan Raka hanya diam saat tau apa yang terjadi.
saat Rafa dan yang lain menemukannya tubuh Windi yang tergeletak di gubuk itu, di mata orang biasa gadis itu baik-baik saja.
tapi di mata Rafa, wanita itu penuh dengan air liur mahluk halus, bahkan dari tubuh itu juga tercium aroma dari mahluk itu.
"sebenarnya kamu berniat apa sih," gumam Rafa tak habis pikir.
Bu Diah menepuk pipi putrinya itu, dan gadis itu terbangun dan langsung menangis histeris.
"Bu ... semalam aku di tiduri oleh mas Raka, dia merenggut semuanya, tolong aku Bu ..." adu gadis itu saat sadar.
"bukan Raka ayah, tapi mahluk yang tersenyum kearah kita saat ini, dan lihat tubuh Windi yang berlumuran cairan ghaib, dan aku tak bisa mengatakan jika kalian tak melihatnya sendiri," kata Rafa menutup matanya.
kemudian melepaskan pegangan tangan dari keduanya, "tutup mulut mu dan lebih baik kamu mandi dulu, aku jijik melihat mu!" bentak Angga yang tak bisa menahan dirinya.
"kamu gila, kita harus visum dulu, baru dia bisa mandi, jika tidak pria itu tak mungkin mau bertanggung jawab pada Windi," kata Bu Diah yakin
"sudah Bu hentikan atau kamu yang akan malu," kata pak Handoko takut istrinya akan membuat onar.
benar saja, bu Diah langsung menuju ke rumah keluarga mak nur dan berteriak mencari Raka.
Mak nur kaget, begitupun dengan Jasmin dan Nurul melihat wanita itu membuat kegaduhan.
"mana cucu kesayangan mu itu, suruh dia keluar, dia sudah menodai putriku, dia harus bertanggung jawab," teriak Bu Diah.
Raka keluar dengan santai, "lakukan visum, jika benar ada bukti, aku pasti akan menikahinya," kata raka menantang Bu Diah.
__ADS_1
"baiklah," jawab Bu Diah menatap marah pada Raka.
Bu Diah pun mengajak putrinya itu menuju ke rumah sakit, sedang Raka juga pergi tapi dia membawa mobil sendiri.
Rafa mengantar mereka melakukan visum, tapi dokter bingung melihat keadaan dari gadis itu.
dokter itu keluar dan terlihat marah, "anda kalau ingin main-main jangan bawa-bawa kami, ini rumah sakit buat untuk prank, gadis ini memang sudah tak virgin tapi tak di temukan cairan apapun dan juga luka atau bahkan bentuk pemerkosaan," kata dokter yang keluar.
pak Handoko sudah menarik istrinya, sedang Rafa menyelesaikan semua adminitrasi.
sedang Angga menyeret Windi karena membuat malu, sedang Windi tak mengira jika akan seperti ini.
karena dia yakin jika semalam dia melakukan hubungan dengan Raka, bahkan dia langsung tertidur saat setelah melakukannya.
pagi ini saat keluarganya pak Handoko begitu resah dan malu, tapi Raka datang ke rumah sakit untuk menjemput Wulan yang sudah di perbolehkan pulang.
saat memasuki ruangan rawat Wulan, ternyata gadis itu sudah rapi dengan baju gamis dan jilbab panjang.
"subhanallah ... begitu cantik putri pak Suyatno ini," puji Raka saat datang.
"mas jangan gombal, di mananya yang cantik? orang gemuk bulat begini," kata Wulan tersenyum.
"kamu itu cantik dek, cantik wajah, cantik sifat dan akhlak mu, bahkan suara mu merdu saat bertilawah," kata Raka yang menghampiri gadis di depannya.
"kau berlebihan mas, sekarang ayo pulang, dari tadi ibu sama bapak senyum-senyum di belakang loh," kata Wulan.
raka pun menoleh dan tersenyum malu, bahkan pria itu menyembunyikan wajahnya di tas besar milik calon istrinya itu.
"sudah tak perlu malu nak, bapak juga pernah muda kok, tapi bapak senang loh saat punya calon menantu yang begitu mencintai putri kami," kata pak Suyatno menepuk punggung Raka.
mereka pun kini berjalan keluar, kebetulan mereka bertemu dengan rombongan Rafa yang masih berada diparkiran.
Raka membukakan pintu untuk Wulan dan Bu mut, kemudian mereka pun pulang begitu saja.
"kamu ingin jadi istri Raka, itu terlambat, karena pria itu, saudaraku sudah memilih dan menemukan cintanya, dan tak mungkin akan ada cinta yang lain," kata Rafa.
pak Handoko dan Angga pun menyadari jika seperti kedua saudara itu pasti akan menemukan gadis baik.
__ADS_1
bukan gadis seperti Windi yang sudah mementingkan harta dan kekayaan, bahkan dia tak memiliki pemahaman baik dalam agama.