Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
kematian tragis


__ADS_3

Raka pun sedikit bisa membaik suasana hatinya, tapi tiba-tiba seseorang menghampiri para warga.


"mas Raka, tolong ke rumah pak polo, istri nya sedang sakaratul maut dan kesakitan, dan kelihatannya sangat sulit," kata pembantu pak polo.


"ayo mas Alfin, temani aku kesana, aku tak ingin ada apa-apa jika kesana sendiri," ajak Raka.


Alfin pun mengajak beberapa orang ke rumah pak polo bersama-sama.


saat sampai terdengar suara teriakan dari dalam rumah, saat Raka akan masuk ternyata Mbah Suryo keluar dari rumah.


"kenapa memanggil bocah ingusan ini, dia ingin mengantar nyawa?" kata dukun Suryo sombong.


"maaf saya tak ada urusan dengan anda," kata Raka menerobos masuk.


benar saja istri pak polo sudah terbaring di kasur dengan tubuh tinggal kulit dan tulang.


bahkan Raka bisa melihat wanita itu sedang kesakitan saat ini, Raka duduk di sampingnya.


"Bu tolong ingat Allah ya Bu, dan coba ucapkan syahadat," bisik Raka.


Alfin pun mengajak beberapa orang untuk mulai membaca Yasin di sekeliling wanita itu.


"wong edan, Ojo ngawur, koen arep mateni anak wedokku, Ojo ngarep ISO!" bentak dukun Suryo.


Raka tak peduli, dan terus membisikkan Kalimat syahadat, setelah beberapa lama, Raka menggantinya dengan kalimat Allah agar lebih mudah di ucapkan.


tak lama istri pak polo itu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, sebuah cahaya keluar dari dada wanita itu.


Rafa mengambilnya dan langsung melemparkannya ke arah dukun Suryo.


pria itupun langsung muntah darah di depan semua orang, saat ingin menyerang Raka.


pria itu malah terkena serangannya yang berbalik melukai dirinya, dukun itu melihat tasbih di tangan Raka.


"sialan, tasbih itu lagi, berarti istri Rafa tak terlindungi, ini kesempatan baik untukku mengambil janin itu," batinnya yang kemudian pergi dari rumah itu.

__ADS_1


"Mbah jangan pergi terus ini bagaimana pesugihan ku," tanya pak polo pelan.


"buyar, Saiki tanggungan mu Dewe," jawab dukun Suryo bergegas pergi.


pria itu terduduk lemah, itu berarti dia harus mencari orang lain lagi untuk bisa menyusui peliharaannya.


warga pun mengurus jenazah dari istri pak polo, tapi sepengatahuan dari Raka sebenarnya ada dua lagi peliharaan dari pria itu.


tapi tidak di desa ini, pria itu bahkan tega meninggalkan istrinya yang sudah meninggal dunia tanpa menunjukkan kesedihan sedikitpun.


"Raka dia mau kemana lagi?" tanya Alfin.


"dia ingin ke tempat yang lain mas, dia masih memiliki setidaknya dua tempat lagi," jawab Raka.


"innalilahi wa innailaihi rojiun, kenapa dia begitu berubah sekarang?" gumam Alfin.


"dunia ini keras mas, menurutku sepertinya dia berubah karena ingin terlihat sukses, tapi sayang caranya salah," jawab Raka.


Alfin pun mengangguk, tak lama jenazah pak Sugeng juga datang, dan sekalian di makamkan.


"tak perlu takut pak, semua itu pilihan bapak, saya cuma membantu saat anda ingin lepas, jika tidak ingin ya tidak masalah," kata Raka.


"iya mas," jawab pak RT.


semua pun akhirnya pergi dari pemakaman umum kecuali Raka, dia duduk di samping makan kedua orang tuanya.


"ayah, bunda, kenapa aku dan Rafa selalu mengalami ini, tapi Rafa yang selalu mengorbankan dirinya lagi untuk melindungi ku, kenapa di begitu, dia punya Keluarga setidaknya jika aku yang terluka dan mati, aku bisa bertemu kalian di sana," lirih Raka.


seorang pria ikut duduk di depan Rafa, "aku mengenal kakek mu, dia pria yang begitu bik, bahkan pria itu rela mengorbankan dirinya demi menolongku. Sekarang jangan begitu sedih, lanjutkan hidupmu, dan jalan yang ku pilih sudah benar," kata pria itu.


"maaf tapi bapak ini siapa?" tanya Raka yang melihat aura yang dia kenal.


"kamu tak mengenaliku nak, padahal semalam kamu yang membangunkan diriku, terlebih saudara mu itu yang sudah memberikan hampir seluruh kekuatannya padamu," kata pria itu tersenyum.


"Ki Adhiyaksa, maaf saya tak mengenali aura Anda," lirih Raka melihat ke makan Akira.

__ADS_1


"apa ku tau jika waktu saudara mu tak banyak?" tanya Ki Adhiyaksa dengan wajah serius.


"maksud dari perkataan Ki Adhiyaksa apa? kenapa waktu saudara ku tak banyak?" tanya Raka kebingungan.


"sebenarnya dia sudah tua jika dia tak bisa melewati umur dua puluh tujuh tahun, itu sebabnya salah satu dari kalian harus berkorban agar yang lain bis melanjutkan hidup," jawab Ki Adhiyaksa.


"tidak Ki, itu tak mungkin, karena kak Aira sudah lebih dari tiga puluh tahun, jika itu benar maka satu tahun lagi..."


"itu kutukan nak, kutukan yang di berikan pada leluhur mu, dan itulah kenapa Rafa mentransfer ilmunya padamu, jadi jangan kecewakan dia nak."


"aku tak mau, Ki tolong bantu aku Ki," mohon Raka yang melihat Ki Adhiyaksa yang sudah hilang.


"aku tak mau memisahkan antara ayah dan anak, Ki tolong aku!" teriak Raka.


Jasmin menemukan suatu catatan di meja rias tanpa sengaja, ternyata itu Sesnag yang menaruhnya.


"tolong pahami, dan mengerti agar kamu bisa menyiapkan diri dan hatimu," kata Sesnag.


sebuah tulisan di atas daun lontar, Jasmin tak bisa mengerti karena tulisan masih mengunakan aksara Jawa lama.


Suni datang, "kamu bisa mengartikan ini untukku?" mohon Jasmin.


Suni berubah jadi seorang pria berpenampilan seperti prajurit kerajaan.


dia bersila dan mulai membaca tulisan di atas lontar itu.


"ipat-ipat kanggo anak-putu Wasisto, ora ana sing bisa urip nganti pitung puluh pitu taun, utamane bocah kembar bakal mati siji kanggo nebus dosane simbah, terus nganti pitung turunan (kutukan untuk anak-cucu Wasisto, tidak ada yang bisa hidup sampai tujuh puluh tujuh tahun, terutama bayi kembar laki-laki akan mati satu untuk menebus dosa kakek buyutnya, itu akan terus terjadi sampai tujuh turunan.)."


Jasmin terdiam, Rafa dan Raka kini berusia dua puluh enam tahun, berarti satu tahun lagi, salah satu dari mereka akan meninggal dunia.


"kenapa ini harus terjadi ...."


"ini akan jadi keturunan terakhir yang terkena kutukan itu, karena Mak nur sudah pernah kehilangan dua putra saat bayi, dan sekarang giliran anak dari keturunan Akira," kata Suni.


"apa itu suamiku, coba kamu katakan, dia yang akan menerima kutukan turun temurun itu, tolong beritahu aku, terus maksud Sesnag kemarin apa, bayi yang akan membawa cahaya, yang ada dia akan jadi kehilangan cahaya hidupnya saat kehilangan ayahnya ...." lirih Jasmin.

__ADS_1


"tenang nyai, semua masih rahasia, kita tidak tau siapa yang di ambil untuk menebus dosa leluhur itu, tapi aku yakin jika tuan Rafa tak mungkin karena dia memiliki warisan leluhur asal keluarga ayahnya," jawab Suni.


__ADS_2