
Sherli pulang lebih awal dari biasanya, dikarenakan para guru sedang ada rapat.
Ketika sampai dirumah, Sherli menghabiskan waktu dengan berkebun di belakang rumah. Saat sedang berkebun, tidak sengaja dia melihat sosok Hongli yang berdiri di balakang pohon bambu. Sherli pun bergegas menghampiri Hongli.
ketika mendengar alasan Hongli ingin bertemu karena rindu. Sherli pun meluapkan amarahnya kepada Hongli karena pergi tanpa alasan, dan dia kembali dengan alasan rindu.
Setelah menjelaskan kepada Sherli alasannya, dimana dia juga sering berlalu dirumahnya. Sherli akhirnya, memaafkannya.
Setelah itu, Hongli mengajak Sherli untuk menghabiskan waktu di taman yang pernah mereka kunjungi sebelumnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Susana pagi menjelang siang, matahari mulai terlihat meninggi dan sinarnya menerpa seluruh isi bumi.
Dengan suasana sejuk, dan hangat. Tepatnya disebuah taman rawa, dua sosok insan bercandaria.
"Enak kan, Kak? Manis? " ucap Sherli, yang menyuapi Hongli.
"Iya, rasanya sangat enak, dan lebih manis jika kamu yang menyuapi" jawab Hongli yang menggoda Sherli, sambil masih mengunyah buah strawberry di mulutnya.
"Kakak!" Sherli memukul bahu Hongli. Kemudian mereka pun tertawa bersama.
"Kakak aku mau cerita sesuatu..." ucap Sherli memandang Hongli.
"Ceritalah!"
"Kak, kemaren aku diam-diam mengambil foto bersama Kakak ketika Kakak berpaling." ucap Sherli memandang Hongli.
Hongli yang tadinya hanya mendengarkan Sherli sambil mengunyah buah strawberry. Menghentikan makannya, dan memandang Sherli tajam.
"Namun, saat aku lihat fotonya di rumah. Foto Kakak yang di sampingku tidak ada, kenapa bisa, Kak?" lanjut Sherli. Ia menatap Hongli penasaran.
"Gawat, kenapa aku bisa kecolongan begini, apa yang harus kukatakan" batin Hongli, sambil melirak-lirik memikirkan jawaban yang tepat.
"Mungkin kamu salah lihat Sher, mungkin sebenarnya aku kemaren tidak ada disampingmu" ucap Hongli sambil memandang Sherli. Berharap Sherli akan percaya pada ucapannya.
"Tidak, Ka! Aku merasa ada yang Kakak sembunyikan dariku," selidik Sherli. Hongli hanya diam memandang Sherli.
"Kakak juga kenapa selalu dirawa ini, dan juga kenapa kakak mememuiku dengan pakaian yang selalu sama?" ucap Sherli yang terus menyerang pertanyaan kepada Hongli.
Hongli yang selalu memakai celana jins hitam panjang, dengan dalaman kaos putih juga jaket hitam saat bertemu dengan Sherli.
Hongli terdiam ia bingung mencari alasan untuk menjawab Sherli. Dia takut Sherli akan menjauhinya jika jujur.
__ADS_1
"Jawab, Kak! Jangan hanya diam, katakan padaku sejujurnya!" ucap Sherli. Ia mengguncangkan tubuh Hongli, yang sedari tadi hanya diam.
"Sepertinya aku harus jujur padanya sekarang, cepat atau lambat dia pasti akan curiga juga. Jika dia menjauhiku, aku yang akan memaksanya agar tetap bersamaku" batin Hongli. Hongli pun mengatakan yang sejujurnya.
"Sher, aku akan katakan yang sejujurnya, tapi kamu jangan kaget, dan jangan menjauhiku ya!" ucap Hongli yang memandang serius pada Sherli.
"Iya, Kak. Cepat katakan!" tegas Sherli.
"Sher, sebenarnya aku bukan bangsa manusia, aku mahluk gaib" ucap Hongli sambil memandang Sherli serius.
Seketika, Sherli berdiri sambil menitikan air mata, dengan tubuh yang lemas Sherli memundurkan tubuhnya langkah demi langkah.
Hongli yang melihat reaksi Sherli, segera berdir, pandangannya menajam kearah Sherli.
"Sher, kau sudah berjanji akan terus bersamaku, kenapa kau malah menjauh!" ucap Hongli dengan nada membentak.
Dengan kondisi yang lemas, dan takut. Ditambah dengan bentakan Hongli yang mengejutkan dirinya, Sherli pun pingsan.
Hongli yang menyadari Sherli akan jatuh, segera mendekap cepat tubuh Sherli.
"Sher? Sher? Sadarlah! Kumohon!" ucap Hongli menepuk-nepuk pelan pipi Sherli. Karena tidak ada respon, Hongli segera menggendong tubuh Sherli.
"Aku harus segera membawanya pergi .... " Batin Hongli.
Dengan segera dia melesat bak angin dengan menggendong tubuh Sherli.
Hongli meletakkan tubuh Sherli yang masih pingsan, diatas ranjangnya yang berukuran king size miliknya itu.
"Hongli siapa wanita ini?" ucap wanita paruh baya, yang tak lain adalah ibunya Hongli.
"Ma dia temanku, aku menyukainya. Tadi dia curiga dan menyuruhku untuk jujur. Namun saat aku jujur, dia syok lalu pingsan. Apa yang harus aku lakukan Ma?" ucap Hongli pada ibunya.
Ia terduduk dilantai sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.
Melihat sang putra semata wayangnya begitu terpukul, ibu Hongli berusaha menjelaskan pada Hongli.
Hongli merupakan putra tunggal ratu gaib. Sehingga dia merupakan penerus kastil itu. Namun, ibunya tidak pernah memaksa sang putra meneruskan menjadi pemimpin, jika Hongli menolak. Karena dia lebih mengutamakan kebahagiaan putranya, dari pada kastilnya.
Mereka berjenis jin putih, yang tidak pernah mengganggu kehidupan manusia. Mereka menghargai setiap kehidupan, dan sadar akan tugas masing-masing.
"Hongli? Bukankah Mama sudah pernah bilang? Bergaul dengan manusia hanya akan menyakitimu, karena saat kamu jujur mereka akan pergi meninggalkanmu, kenapa kamu malah terjerumus hubungan dengan manusia?" tanya ibu Hongli pada putranya.
"Tapi, Ma! Aku merasa jiwanya murni, dan aku yakin dia akan menerimaku, meskipun hanya sebuah hubungan teman" jawab Hongli.
__ADS_1
"Ya sudah, nanti coba kamu jelaskan lagi padanya! Tapi ingat, jika dia merugikanmu, tinggalkan dia!" tegas ibu Hongli.
"Baik, Ma ...." Hongli segera mengambil minyak herbal, dan mengoleskan ketangannya lalu didekatkan di hidung Sherli. Berharap Sherli segera bangun dengan aromanya. Sherli yang mencium aroma aneh dihidungnya mulai membuka matanya.
"Kamu! Kenapa aku masih bersamamu, dan ada dimana aku sekarang?" tanya Sherli dengan nada meninggi sambil menggeser tubuhnya menjauhi Hongli.
"Sher aku mohon dengarkan aku dulu, aku berjanji tidak akan menyakitimu," pinta Hongli dengan wajah sendunya, ia mendekati tubuh Sherli.
"Tidak! Cepat pergi! Aku mau pulang, hu hu hu .... " Teriak Sherli frustasi, sambil menangkup wajahnya dengan tangan, ia menangis tersedu-sedu.
"Sher, aku mohon! Aku tidak akan menyakitimu!" ucap Hongli dengan langsung mendekap erat tubuh Sherli yang menangis.
"Tidak! Aku mau pulang!" seru Sherli.
Ia berusaha melepaskan tubuhnya, yang didekap Hongli. Hongli terus memeluk Sherli dengan erat, dan menangis pilu dengan reaksi Sherli.
Sherli yang merasakan Hongli menangis, terdiam seketika, dengan nafas yang masih memburu karena takut mengingat nasipnya yang tidak tau dimana.
Setelah hatinya sedikit tenang, Sherli mengelus punggung Hongli yang masih memeluknya.
Karena dirasa Sherli sudah tidak memberontak, Hongli melepaskan pelukannya.
"Sher! Jangan menghindariku! Aku hanya ingin berteman denganmu ...." Ucap Hongli sedih.
Hongli memandang wajah Sherli dengan bekas air mata diwajahnya. Sherli pun hanya diam memandang Hongli.
"Sher, aku jin putih! Aku tidak akan menyakiti manusia, aku tau tugas kita masing-masing.
Tugasmu sebagai manusia, dan aku sebagai jin sama-sama untuk menyembah yang maha kuasa.
Jadi aku tidak akan menyakitimu karena aku juga akan dihukum di duniaku jika aku menyakiti mahluk lain" ucap Hongli menjelaskan.
Sherli yang mulai tenang dengan penjelasan Hongli yang tidak akan menyakitinya, mulai memberanikan diri menjawabnya.
"Kakak serius? Dan aku bisa kembali ke duniaku?" tanya Sherli sambil memandang Hongli.
Apakah pertemanan mereka akan berakhir? Dan apakah Sherli akan dapat kembali kedunianya?
.
.
.
__ADS_1
Ikuti terus ya teman-teman! Jangan lupa tinggalkan like, coment , dan vote:).
Karena dukungan kalian sangat memberikan semangat author terimakasih.