
Sherli memulai kesekolah barunya, dia mendapatkan teman bernama Nia. Setelah sampai dirumah, dan ingin mengganti pakaian, boneka Lisa tiba-tiba terjatuh dari atas lemari.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Waktu yang sangat panjang, setelah Sherli mengerjakan tugas sekolahnya dan telah mengirim referensi kepada Nia. Ia menuju halaman belakang rumahnya, untuk menyirami tanaman kenanga kesukaannya.
Ketika hendak menuangkan air pada tanamannya, Sherli tidak sengaja menjatuhkan gayung yang berisi air diatas kakinya.
"Aduh! Sial harusnya jangan terlalu penuh ku isi air" rutuknya.
Gadis itu mengelus kakinya yang terlihat memerah, terkena jatuhan gayung.
Karena sudah terasa tidak sakit lagi, Sherli segera bangkit. Saat gayung yang berada disebelahnya ia raih, dan akan mulai berdiri. Sherli melihat seorang anak sebayanya dibalik pohon bambu.
"Siapa dia? Kok aku tidak pernah melihat anak itu ya?"
Dengan ragu Sherli melangkah mendekati anak tersebut.
Ketika dia sampai dipohon bambu tempat Sherli melihat anak tadi, Sherli terlonjak kaget karena anak itu menghilang.
"Loh dimana anak tadi? Aku yakin sekali dia tadi disini" batin Sherli celingukan.
Sherli mengedarkan pandangannya sambil mencari anak tersebut.
Setelah cukup lama, Sherli tidak menemukan anak tersebut. Ia segera beranjak dari tempat itu.
"Mungkin tadi dia terkejut melihatku dan pergi, ya sudahlah." Gumam Sherli.
Ia bergegas kembali menuju rumahnya. Setibanya dirumah, ia menuju ruang tamu karena mendengar motor sang kakak.
"Kak Afbi udah pulang kerja?" Sherli segera menghampiri Afbi, dan menyalami kakaknya.
"Udah, Dek! Gimana tadi sekolahnya?" tanya Afbi. Tangan laki-laki itu terangkat mengelus lembut, puncak kepala sang adik.
"Cukup baik, Kak! Meskipun tidak terlalu menyenangkan karena langsung ada tugas sekolah" Sherli memasang wajah sendunya.
"Jangan sedih begitu, malah bagus kalo sering dapat tugas. Dengar ya! Orang sukses itu ada karena sering memecahkan masala, Dek! Jadi nikmati saja prosesnya," tutur Afbi.
"Iya, Kak!"
Merekapun masuk kedalam rumah.
***
Makan malam pun tiba, tidak ada yang bersuara saat makan hanya terdengar dentingan sendok dan garpu, hingga Sherli membuka obrolan.
"Bu! Disekitar sini ada anak laki-laki yang sebaya denganku baru pindah ya?" tanya Sherli. Sontak semua orang melihat kearah gadis itu.
"Tidak, Nak! Memangnya kenapa?"
"Tadi waktu aku menyirami tanaman, aku melihat anak laki-laki dibalik pohon bambu belakang " jawab Sherli.
"Mungkin kamu salah lihat, Sayang! Karena kecapek an habis sekolah!" ibu Ruri melanjutkan makan.
"Mungkin ibu benar aku hanya salah lihat" batin Sherli.
__ADS_1
***
Pagi datang menggantikan malam. Sherli bergegas turun dari ranjangnya, dan bersiap kesekolah.
Setelah rapi, ia segera pamit pada keluarganya untuk berangkat kesekolah.
"Hai, Nia! Tumben udah sampai duluan?" Sherli meletakan tasnya lalu duduk disamping gadis itu.
"Iya! Aku semalam tidak bisa tidur nyenyak sampai subuh. Karena bosan, aku buru - buru berangkat" jawab Nia.
"Mmm begitu," Sherli mengangguk paham.
Setelah sekolah berakhir, Sherli dan Nia segera menuju aula sekolah karena ada pengarahan tentang ekstra kulikuler.
Para siswa diberi lembaran untuk memilih ekstra kulikuler yang diinginkannya.
"Kamu ikut apa, Ya?" tanya Sherli tanpa menoleh.
"Aku mau ikut basket aja, kamu ikut apa?"
"Aku ikut ekstra silat saja," jawab Sherli.
Sherli mengikuti silat karena ingin membekali sedikit ilmu bela diri, mengingat dirinya semakin dewasa, tentu orang tuanya tidak akan bisa terus memantau dirinya.
Setelah acara selesai, Sherli segera pulang kerumah.
"Ibu! Aku pulang," Sherli berlalu menghampiri ibu Ruri lalu mencium tangan wanita yang telah melahirkannya itu.
"Cepat kamu ganti baju lalu makan ya sayang!" ucap ibu Ruri.
"Bu! Mau kemana?" tanya Sherli saat melihat sang ibu sudah siap akan keluar rumah.
"Bibimu meminta Ibu menemaninya ke toko kue, Nak! Sepupumu akan berulang tahun, jadi bibi Gita ingin mengadakan syukuran dua hari lagi " jawab Ibu Ruri.
"Ibu hati-hati!" ucap Sherli.
Dia mengantarkan ibunya kedepan rumah, karena suara motor bibi Gita sudah terdengar.
***
Setelah Sherli makan siang dan mengerjakan tugas sekolahnya. Ia menuju kekamar berniat akan tidur sejenak, karena merasa sangat lelah.
~
Sherli berada disebuah rawa dengan kaki basah yang kotor terkena lumpur, dia terduduk dibibir rawa sambil menikmati angin sejuk yang berhembus.
Tiba - tiba disampingnya ada anak laki-laki.
"Kamu yang kemaren di belakang rumahku, kan?" tanya Sherli karena tidak asing dengan wajahnya. Gadis itu melihat anak tersebut.
Anak tersebut hanya memandang Sherli, kemudian tersenyum dan mengangguk kepadanya.
"Kamu namanya siapa?"
Srek blug!!!!
__ADS_1
Tiba-tiba kaki anak laki-laki tersebut ada yang menarik sangat cepat dari dalam air.
Sherli yang sangat kaget, membeku seketika. Tiba-tiba tubuhnya terdorong hinggi berbaring.
~
Sherli terlonjak.
"Huh, huh, huh. " Dengan nafas terengah gadis itu sontak terduduk diatas ranjangnya.
"Ternyata hanya mimpi," gumam Sherli. Ia mengusap keringat di dahinya yang bercucuran.
Sherli bangkit karena jam telah menunjukan pukul 4 sore.
Mendengar suara dari arah dapur, Sherli segera mandatangi sumber suara untuk memastikan sang ibu sudah berada dirumah.
Ketika baru beberapa meter, Sherli melihat ibu Ruri yang sedang memasak. Gadis itu melangkah, menghampiri sang Ibu. Ia berinisiatif, membantu ibunya menata makanan di meja makan.
"Ibu pulang jam berapa tadi?" tanya Sherli pada ibu Ruri.
"Tadi jam setengam empat, Sayang."
Sherli mengangguk paham. Ia melanjutkan pekerjaannya menata makanan di meja makan.
Setelah siap semua, Sherli segara beranjak untuk membersihkan diri.
****
Jam telah menunjukan pukul tujuh malam, keluarga Sherli memulai makan malam. Hening tercipta saat makan malam dimulai, hanya suara dentingan garpu dan sendok yang terdengar. Ayah Andre mebuka percakapan.
"Sayang sudah ada acara ekstrakukikuler disekolah? Kamu ikut ekstrakulikuler apa?" Ayah Andre memandang putrinya.
"Sudah, Yah! Aku ikut ekstrakulikuler silat" jawab Sherli sambil memandang singkat sang Ayah.
"Loh kok silat? Anak perempuan harusnya KIR atau yang gak memberatkan fisik, nanti tubuhmu rusak karena luka-luka" sahut Afbi yang mencemaskan sang adik.
"Tidak apa-apa, B! biarkan Adikmu memilih keinginannya! mungkin dia punya alasan tersendiri," tutur sang ayah pada Afbi.
"Iya Kak, aku hanya akan mempelajari inti-intinya saja kok, enggak akan ikut kompetisi" tambah Sherli. Ia berusaha menenangkan sang kakak yang terlihat kesal.
"Baiklah kalo begitu. Pokoknya jangan sampai terluka!" jawab Afbi. Mereka kemudia kembali melanjutkan makan malamnya dengan tenang.
***
Sherli berpamitan pada keluarganya. Sepeda segera ia lajukan, untuk berangkat kesekolah. Setibanya disekolah, gadis itu berjalan menaruh sepeda matiknya diparkiran. Sherli segera menuju kedalam kelasnya.
Ketika masih di lantai dua dia melihat seorang yang membawa sekotak kardus berisi buku-buku. Sherli pun menghampiri, dan berinisiatif membantunya.
"Hai! Sini aku bantu ..." ucap Sherli.
Ia mengambil setengah buku di dalam kardus yang dibawa anak tersebut.
"Makasih ya. Aku Dea kelas IPS 1, namamu siapa? "
"Aku Sherli dari kelas IPA 3, salam kenal ya" jawab Sherli.
__ADS_1
Mereka bergegas menuju ke ruang BK untuk menaruh buku-buku yang mereka bawa.