
Hongli mengajak Sherli beranjak menuju kamarnya. Pintu ia bentangkan lebar-lebar dan mempersilahkan Sherli masuk duluan kedalam ruangan yang pernah ia datangi sebelumnya itu.
Seketika matanya berhambur memandang isi kamar laki-laki pemilik bilik tersebut. Ia begitu heran mengapa begitu banyak kado yang terjejer hampir memenuhi sudut kamarnya, mengingat Hongli bukan anak-anak lagi.
"Kak ini semua kado dari tamu?" tanyanya tanpa berpaling dari kado-kado tersebut.
Ia lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam mendekati kado-kado tersebut.
"Iya, aku juga tidak mengerti mengapa orang-orang memberikanku begitu banyak kado" ucapnya.
Ia segera menutup pintu dan menghampiri Sherli.
"Acaranya dua jam lagi, nanti setelahnya bantu aku membuka semua kado ini ya!" ucap Hongli menunjuk kado-kado tersebut.
Sherli mengangguk senang kearah Hongli, wajar saja karena gadis itu tidak pernah mendapatkan kado ulang tahun sebanyak itu, mengingat ia hanya ingin mengundang beberapa kawan baiknya dan para kerabatnya saat ulang tahun.
Tidak bisa dipungkiri jika hati seorang wanita sangat suka hadiah, terutama debaran saat membuka kado yang membuatnya penarasan setengah mati akan isinya.
Hal serupa tentu terjadi pada Sherli, sehingga ia begitu sangat bersedia Hongli meminta bantuannya untuk membuka kado-kado tersebut.
Hongli menuju salah satu lemari putih di ujung kamarnya, ia mengambil dress wanita berwarna biru elektrick selutut, dengan lengan panjang, tak lupa sebuah sepatu boot wanita warna hitam yang senada dengan pita yang melekat pada bajunya membuat paduan yang begitu elegan. Ia segera menghampiri Sherli yang masih sibuk memandang kado-kado.
"Sher? Pakailah ini untuk di pesta! Masuklah keruangan nganti itu!" Hongli menyerahkan baju dan sepatu tersebut.
Sherli yang memandang baju tersebut dibuatnya heran pada laki+laki dihadapannya, mengapa Hongli memberikannya baju padahal ia adalah tamu disini? pikirnya.
"Kak tidak usah repot begini! Kan aku sudah pakai baju ini, dan lagi aku disini tamu yang bahkan tidak membawakanmu hadiah," ucap Sherli halus.
Ia merasa sungkan pada laki-laki itu yang selalu begitu baik kepadanya.
"Tidak apa-apa Sher, kadoku adalah dirimu yang telah datang kemari," ucap Hongli. Perasaan Sherli dibuatnya terenyuh dengan perkataan Hongli.
"Mengapa kak Hongli selalu memperlakukanku dengan sangat istimewa seakan aku ini seorang putri, aku jadi sedih mengingat pernah menyakitinya perasaannya" batin Sherli pedih.
"Cepatlah Sher! Aku pkoknya tidak akan mau kesana jika kamu belum siap," rengek Hongli sambil mengerucutkan bibirnya.
Sherli tersenyum kecil melihat tingkah Hongli, ia segera mengambil dress tersebut dan menuju ruang ganti yang telah ditunjuk Hongli, ia juga tidak ingin mengacaukan acara dengan mengulur Hongli menghadiri pestanya sendiri.
Sherli merapikan roknya didepan cermin besar dihadapannya, setelah dirasa telah rapi ia segera keluar dari ruang ganti dan menghampiri Hongli.
"Kak aku sudah siap, ayo!" ucapnya mengembang senyuman.
Hongli bangkit dan memandang Sherli begitu lama dalam diam, hingga Sherli mengguncang lengannya membuyarkan fikirannya.
"Ah iya maaf, kamu terlihat begitu manis Sher," pujinya.
"Terimakasih!" jawab Sherli.
Hongli segera mengandeng Sherli kembali menuju aula kastil dimana acara diselenggarakan.
Setibanya di aula para tamu kembali memandang kearah mereka dengan tatapan aneh kearah Sherli.
__ADS_1
Sherli yang menyadari itu hanya bisa menundukkan kepalanya, ia tidak ingin mengacaukan acara dengan meninggalkan tempat tersebut, karena takut Hongli akan mengejarnya. Hongli segera membawa Sherli menghampiri ibunda Calista.
Melihat putranya telah siap, ibunda Calista beranjak mendekati mereka, dan acarapun dimulai.
Setelah pembukaan formal yang diucapkan oleh ibunda Calista, para tamu dipersilahkan menikmati jamuan yang disajikan.
"Ma, aku ingin menghampiri teman-temanku dulu ya," ibunda Calista mengiyakannya.
Hongli menggenggam tangan Sherli dan meninggalkan ibunda Calista.
"Kak, aku takut bagaimana jika temanmu tidak menyukaiku?" ucap Sherli yang tiba-tiba berhenti.
Hongli menoleh pada Sherli.
"Jangan takut aku banyak menceritakanmu pada temanku, jadi mereka pasti akan menerimamu," tuturnya.
Mendengar penjelasan Hongli, Sherli akhirnya setuju untuk menemui teman-teman Hongli.
Di ujung ruangan yang terdapat meja dan beberapa kursi, mereka berhenti.
"Woi Friend!" sapa Hongli pada kedua temannya yang sedang duduk.
"Hey hey, kemana saja dari tadi aku mencarimu tak kunjung muncul?" ucap salah satu temannya sambil berjaba tangan kepada Hongli.
"Biasa," jawabnya dengan menunjuk Sherli dengan wajahnya. Kedua temannya langsung memandang Sherli.
"Oh ini gadis yang kau ceritakan, manis banget, kau ini sialan sekali bisa mendapat gadis ini," ucap teman Hongli tertawa kecil, dengan tangan menjotos pelan bahu Hongli.
Hongli hanya memabalas dengan senyum sarkas yang membuat teman-temannya hanya geleng-geleng kepala.
"Salam kenal Kak, aku Sherli" ucap Sherli dengan tersenyum ramah.
"Hai Sher, jangan sungkan kalo dengan kami!" ucap Yuwen tersenyum.
Mereka berempat berbincang dan bercanda ria, hingga membuat Sherli betah dan tidak canggung lagi dengan mereka.
"Sebentar ya Sher, aku ambilkan kamu makan dulu, kamu pasti lapar," ucap Hongli mengelus rambut Sherli.
Sherli mengangguk sebagai jawaban. Hongli segera beranjak meninggalkan Sherli dan teman-temannya.
Setelah Hongli tidak terlihat, Sherli kembali berbicara pada Yuwen dan Naihe.
"Kak kenapa semua orang disini menatapku sinis?" tanya Sherli.
"Tentu saja Sher, kau kan manusia berbeda dengan kami, terlebih tidak pernah ada manusia yang datang sampai di tempat ini, membuat mereka merasa sedikit takut, tapi kau tidak perlu cemas mereka hanya berasumsi didalam pikirannya masing-masing dan tidak tahu sifat aslimu, jika tahu kau baik hati mereka akan berubah fikiran terhadapmu" ucap Naihe.
Lalu meraih gelas berisi cairan merah dan meneguknya. Sherli hanya mengangguk paham akan penjelasan Naihe.
Tidak lama kemudian Hongli membawa dua porsi steak daging ditemani udang krispi kesukaannya.
"Makanlah!" ucap Hongli.
__ADS_1
Karena hidangan tersebut adalah makanan kesukaan Sherli, ia tanpa sungkan menyantapnya dengan suka cita hingga membuat mulutnya belepotan saus.
Hongli segera menyapu saus yang mengotori bibir mungil gadis itu dengan ibu jari.
"Pelan-pelan!" tutur Hongli.
Sherli terdiam dengan sikap Hongli, ia segera menunduk malu karena Yuwen dan Naihe tersenyum mengejek kearah mereka.
Yuwen dan Naihe saling melirik, mereka lalu beranjak.
"Friend kita balik dulu ya sudah hampir malam," ucap Naihe.
Namun, yang sebenarnya mereka tidang ingin mengganggu mereka berdua.
"Baiklah, terimakasih sudah hadir," jawab Hongli beranjak menyalami mereka.
"Baiklah, Sher! Kami duluan," ucap Yuwen pada Sherli sambil berjalan melintasinya.
"Iya Kak terimakasih!" jawab Sherli. Lalu ia kembali fokus pada makanannya.
Waktu telah menunjukan pukul enam malam, Hongli dan Sherli beranjak dari aula, mereka segera menuju kedalam kamar untuk membuka kado.
Mereka dudukkan tubuhnya di lantai, dan segera memilah kado-kado yang ada. Sherli sangat antusias dengan kegiatannya, ia langsung mengambil kado yang paling besar .
"Wah besar sekali apa ya isinya?" ucapnya penasaran.
"Bukalah!" ucap Hongli, ia hanya memandang aktifitas yang Sherli lakukan dan sama sekali tidak tertarik pada kado-kadonya.
Ia tidak ingin berpaling dari gadis itu karena setiap momen yang mereka lalui bersama sangat bermakna untuknya.
Sherli menarik pita yang mengikat kado tersebut, ia segera membuka penutup atasnya.
"Wah apa ini? Medali emas dan sertifikat?" ucap Sherli menunjukkan pada Hongli.
Hongli mengambil sertif tersebut dan membacanya.
"Wah dari pamanku, dia memberiku kuda biru terbaiknya yang sangat aku inginkan," ucapnya sumringah. Sherli turut bahagia melihat kebahagiaan Hongli
"Selamat ya Kak!" ucapnya dengan senyum mengukir diwajahnya.
"Kamu tau Sher, ini memang kado yang kuingin kan, tapi ada kado yang lebih berarti untukku dari ini."
Sherli memandang Hongli penasaran, karena menurutnya itu kado yang sangat luar biasa. Namun, ternyata masih ada yang lebih luar biasa lagi dari itu. Pikirnya.
"Apa itu, Kak?"
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like, coment , vote dan views.
Terimakasih yang telah membaca :).