
Hari-berganti hari terus berlalu, Sherli telah melaksanakan ujian dihari terakhir.
Hatinya telah berpaling pada semuanya dan hanya terfokus pada ujian. Meskipun Felix selalu menanyakan kabar tentangnya, ia tidak merasa rindu sama sekali, karena ia merasa itu sudah cukup.
Dan Hongli pun tidak menghampirinya belakangan ini, sehingga fikirannya hanya terisi belajar dan belajar.
Bahkan ia pun lupa jika Hongli akan mengajaknya main kedunianya nanti.
Sherli segera melangkahkan kakinya keluar dari ruang ujian. Ia menghela nafas lega karena mulai hari esok ia akan menjalani musim liburan dirumah selama satu bulan.
Meskipun belum terfikirkan rencana akan liburan kemana, paling tidak dapat rehat dari mata pelajaran yang memenuhi fikirannya.
Langkah kaki telah ia hentikan di tempat parkiran, ia segera mengambil kunci disakunya dan dimasukkan pada tempatnya.
Suara motor telah berbunyi ia segera melajukan motornya untuk pulang.
Setibanya dirumah, Sherli segera meletakkan motornya digarasi dan segera masuk kedalam rumah.
Matanya mengedar pada seisi rumah.
"Aku sendirian lagi," gumamnya ketika baru melewati pintu.
Sherli segera masuk kedalam kamarnya, direbahkannya tubuh diatas ranjang.
Tok tok tok!
Sherli sontak terduduk di ranjangnya saat mendengar pintu jendela belakang ada yang mengetuk.
Ia segera melangkahkan kakinya menuju sumber suara. Ia menarik gagang pintu untuk melihat siapa yang telah mengetuk jendela.
"Kak Hongli? Ada apa?" tanyanya saat Hongli berdiri di hadapannya dengan senyum bahagia.
"Kamu lupa?" Sherli mengeryit heran ia berfikir memang ada apa, pikirnya.
"Tentang apa, Kak?" tanyanya lagi.
Hongli mendengus sambil mengusap wajahnya.
"Hari lalu kan aku bilang kamu harus main dirumahku!" Sherli membulatkan mata ia baru teringat akan hal itu.
"Maaf, Kak! Aku sungguh lupa, bahkan sekarang tidak ada orang tuaku dirumah, aku izinnya bagaimana?" tanya Sherli.
Hongli melewati Sherli masuk kedalam rumah. Sherli mengikutinya dari belakang karena belum mendapatkan jawaban.
Hongli menarik salah satu kursi makan, lalu segera mendudukkan tubuhnya. Pandanganya kembali tertuju pada Sherli yang sedang berdiri dihadapannya.
"Aku yang akan bilang pada orang tuamu, kemarikan ponselmu!" titahnya.
Sherli kembali dibuatnya bingung, ia berfikir jika dirinya sendiri saja belum tentu akan mendapatkan izin, bagaimana jika laki-laki dihadapannya yang akan mengizinkannya pasti akan langsung ditolak, terlebih mereka tidak tahu siapa Hongli, pikir Sherli.
"Ayo cepat berikan!" titahnya lagi dengan salah satu tangan menengadah. Sherli yang masih terheran memberikan ponselnya pada Hongli.
Hongli segera mengotak atik ponsel Sherli, dia melakukan call dengan ayah, ibu, dan kakak Sherli sekaligus.
"Halo ada apa, Nak, Dek?" ucap mereka bertiga serentak, bahkan Sherli pun mendengarnya karena Hongli mengaktifkan speaker.
__ADS_1
"Ayah, Ibu, Kakak aku Hongli temanmya Sherli. Dikedimanku sedang ada acara dan mamaku sedang butuh bantuan. Mama memintaku mengundang Sherli untuk membantunya, apa saya diizinkan membawa Sherli hingga esok sore?" jelas Hongli tanpa rasa canggung memanggil Ayah dan Ibunya Sherli.
Sherli hanya memandang Hongli heran, ia sungguh tidak mengerti dengan Hongli yang sangat percaya diri saat berbicara dengan ayah, ibu dan kakaknya di telepon.
"Oh baiklah, Nak! Silahkan ajak Sherli, salam dengan keluargamu ya!" ucap ayah Andre.
Sherli mengeryit heran mendengar respon ayahnya sang langsung menyetujuinya.
"Tolong jaga Sherli ya, Nak!" tambah ibu Ruri. Sherli hanya geleng-geleng mendengar respon para orang tuanya.
Namun, sang kakak tidak mengatakan apapun karena telah mendengar wejangan dari ayah dan ibunya untuk sang adik.
"Baik Ayah, Ibu saya tutup dulu."
Hongli segera menutup teleponnya. Ia tersenyum kepada Sherli karena berhasil megizinkannya.
Ponsel segera ia berikan pada Sherli.
"Masalah beres, ganti bajumu mari kita pergi!" ucap Hongli.
Sherli mengambil ponsel dari tangan hongli, rasa penasarannya semakin menjadi-jadi saat ia berhasil mengijinkannya.
"Kak, apa yang telah Kakak lakukan hingga orangtuaku mengizinkanmu membawaku? Ini sungguh mustahil?" ucapnya heran.
"Maaf ya, Sher! Aku sedikit memantrai mereka agar mereka tenang saat kamu pergi, aku berjanji akan menjagamu dan memulangkanmu besok sore." Ucap hongli sambil garuk-garuk kepala.
Sherli mendengus mendengarkan hongli, ia cukup tenang jika sudah mendapat izin dari ayah dan ibunya.
"Baiklah Kak, tunggu disini sebentar! Aku akan bersiap," Hongli mengangguk, Sherli segera beranjak menuju kamarnya.
Ia segera mandi lalu melekatkan celana jins dengan atasan baju rajut lengan pandang berwarna ungu muda pada tubuhnya. Ia membiarkan rambutnya terurai dan segera memoles bibirnya dengan liptint warna cerry untuk mengurangi kesan pucat di wajahnya.
Mendengar suara kaki yang mendekat, Hongli mengarahkan pandangannya pada sumber suara. Ia terpana dan segera berdiri melihat Sherli.
"Ayo Kak!" ajak Sherli.
Hongli memandang Sherli dari atas kebawah lalu kembali lagi hingga berhenti memandang wajah Sherli.
Tangannya terangkat mengelus kepala Sherli.
"Kamu manis sekali?" ucapnya tersenyum.
Sherli merasa berbunga mendengar pujian dari Hongli. Sikapnya yang lembut membuat Sherli merasa nyaman dan merasa sosok Hongli yang dulu telah ia temukan kembali.
"Terimakasih, Kak!" ucap Sherli tulus.
Hongli segera membimbing Sherli keluar dari rumahnya, mereka segera menuju pohon bambu, dimana letak pintu antar dimensi saling terhubung.
Setibanya di dunia Hongli, Sherli dibuat tercengang melihat begitu banyak mahluk berlalu lalang dan dekorasi megah memenuhi kastil milik Hongli.
"Kak apa sedang ada acara?" tanya Sherli.
"Nanti kamu akan tahu sendiri, mari kita masuk!" Hongli segera menarik tangan Sherli memasuki kastilnya.
Mereka menuju aula dimana acara sedang berlangsung. Saat mereka baru sampai diruangan tersebut, pandangam semua mahluk tertuju pada Sherli, ada yang memandang aneh, tidak suka dan risih.
__ADS_1
Sherli merasa tidak enak dengan keadaan ini, ia memeluk lengan Hongli mencari perlindungan.
Hongli yang menyadarinya segera memeluk tubuh Sherli dan membawanya pergi dari sana. Ia menghampiri ibunda Calista yang sedang duduk di singasananya.
"Ma, aku membawa Sherli kemari!" ucapnya senang.
Ibunda Calista tersenyum, ia segera bangkit menyambut tamu dari putranya.
"Selamat datang lagi, Nak!" ucap ibunda Calista. Sherli melepaskan tangannya dari Hongli, ia menghampiri Ibunda Calista lalu menyalaminya.
"Terimakasih Bibi karena telah mengundangku, boleh aku bertanya?" ucap Sherli.
Ibunda Calista tersenyum ia sungguh merasa lucu dengan gadis didepannya meminta izin untuk bertanya.
"Tentu saja, Nak, silahkan!"
"Sedang ada acara apa ya, Bi? Kenapa begitu ramai?" tanya Sherli.
Ibunda Calista memandang Hongli sebentar, seakan bertanya apa Hongli belum memberitahunya. Hongli tersenyum ia mengangguk pada ibundanya seakan memberi izin untuk memberi tahukannya.
Ia kembali memandang kearah Sherli, "Ini adalah acara ulang tahun Hongli ke-21, Nak." Ucap ibunda Calista.
Sherli menoleh kearah Hongli.
"Kak, Kakak ulang tahun? Selamat ya Kak semoga selalu bahagia," ucapnya tulus dengan senyum terindahnya.
Hongli tersentuh mendapat ucapan tulus dari Sherli, meskipun acara begitu megah, ucapan dari Sherli sudah sangat lebih dari cukup menurutnya.
Hongli tersenyum menitikan airmata, ia langsung memeluk Sherli yang sontak membuat para pengunjung dan ibundanya juga Sherli tertegun.
"Terimakasih Sher, aku sangat senang kau memberiku ucapan selamat," ucapnya yang hanya bisa didengar oleh Sherli dan ibunda Calista.
Sherli mengelus punggung Hongli lembut, ia sungguh tidak menyangka hanya karena ucapannya yang sederhana dapat membuat Hongli sebahagi itu.
"Iya, Kak!" jawabnya.
Hongli segera melepaskan pelukannya, lalu pamit pada Ibunda Calista pergi dari sana.
"Ma, aku akan membawa Sherli ke kamarku dulu," ucapnya.
Ibunda Calista mengiyakan mereka. Hongli segera membawa Sherli pergi dari sana.
Ibunda Calista memandang punggung putranya berlalu.
"Oh Tuhan aku harap gadis itu selalu bersama putraku agar aku selalu melihat putraku bahagia, tolong bantulah putraku" batinnya sedih.
Ibunda Calista memandang para mahluk tersebut.
"Maaf atas kejadian barusan, selamat menikmati acaranya kembali," ucapnya tersenyum.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like, coment , vote dan views.
Terimakasih yang telah membaca :).