
Raka tersedot ke sebuah kamar di sebuah rumah mewah, dia melihat sosok Nurul yang sedang menagis di sebuah pojok kamar.
Raka pun mendengar suara ******* dan juga suara yang cukup asing di telinganya.
"innalilahi wa innailaihi rojiun, kenapa aku harus melihatnya," kata Raka jijik karen melihat Steve yang sedang bercinta dengan seorang gadis.
dan yang paling kejam, mereka memaksa Nurul menyaksikan adegan itu dengan tangan dan kaki terikat.
Nurul hanya bisa menangis sambil terus menutup matanya, sedang terlihat Steve terus mengeluarkan suara-suara yang begitu menjijikkan.
"dasar biadab, kalian lebih buruk dari Binatang," kata Raka yang tak sanggup mendengar lagi.
Steve menarik Nurul dan membawanya ke kamar mandi, wanita itu pun melihat Nurul yang di masukkan di bathtub.
kemudian di guyur dengan air dingin, "mas aku minta maaf, jangan lakukan ini," tangis Nurul yang menerima perlakuan itu.
Raka berlari untuk memukul Steve tapi tak bisa, bahkan dia tak bisa menyentuh apapun.
wanuta itu tetap melihat Nurul yang di siksa dengan buruk, "satang hentikan, kamu bisa membunuh wanita itu, jika itu terjadi, mama mi bisa mencabut warisan mu," kata gadis itu menginggatkan Steve.
"ya kmu benar, nikmati ini sebentar lagi ya, setelah aku puas menikmati wanita ku, aku akan melepaskan mu, jadi dengarkan dan bayangkan adegan kami ya wanita sok suci," kata Steve menampar Nurul sebelum pergi
Nurul hanya bisa menangis menerima perlakuan itu, karena tak ada yang bis membantunya.
"kau lebih baik membunuh ku!" teriak Nurul saat Steve mulai bermain dengan wanita itu lagi.
tiba-tiba suasana berganti, gadis itu membantu Nurul kabur, dan dia memberikan uang pada nurul.
"pergilah, biar aku yang menghadapi dia, lagi pula dia harus bertanggung jawab dengan diriku, karena aku sudah hamil, jadi segera urus perceraian mu," kata Wanita itu.
Nurul pun pergi segera sebelum Steve sadar, "kau harus menikahiku Steve, jika tidak lebih baik aku mti dan terus mengikuti mu," kata wanita itu melihat Steve tidur.
Raka pun kembali berpindah, dia sedang melihat wanita itu yang berdiri di sebuah jembatan.
"kau bajingan Steve, kau sibuk mengejar wanita yang kau sakiti, dan meninggalkan aku dan putramu di rahimku, lebih baik aku menjadi hantu untuk menghantui mu," kata Wanita itu yang melompat ke sungai Bengawan solo itu.
tiba-tiba di tangan Raka ada seorang bayi dengan bentuk yang menyeramkan.
Jasmin mundur ke belakang, sedang Rafa melihat bayi itu, tak terduga bayi itu merangkak ke arah Steve.
__ADS_1
Rafa menyentuh tubuh Steve yang langsung berteriak ketakutan saat melihat bayi seram itu.
"kenapa takut Steve, itu adalah benih yang kau berikan padaku terakhir kali, kau ingat kau tak mengunakan pengaman," kata Sisil menunjukkan wujudnya pada Steve.
"tunggu bukankah kau sudah mati, mau apa lagi!" teriaknya.
"aku ingin mengajakmu mati bersama ku," jawab arwah Sisil
"aku mohon Sisil, jangan seperti ini, aku minta maaf karena telah melakukan kesalahan, aku tidak bermaksud melukaimu, tapi aku harus sadar jika aku mencintai Nurul saat dia pergi dari sampingku," tangis Steve.
"seharusnya kamu tak menjadikanku alat menyiksa Nurul, padahal kau tau jika aku sangat mencintaimu," teriak Sisil marah.
"maafkan aku Sisil ....."
Raka menahan arwah Sisil yang ingin nenyerang Steve, "tolong lupakan dendam mu, lebih baik pergi debgan tenang,"
kemudian Rafa dan Raka membacakan ayat kursi dan alfatihah agar wanita itu tenang.
"pergilah dengan damai Sisil, dan aku pastikan Steve akan menyadari kesalahannya," kata Rafa.
"baiklah, terima kasih, setidaknya aku sudah tenang karena Nurul sudah bahagia, karena dia berhak," kata Sisil sebelum lenyap.
Aira memberikan air kepada Rafa agar menenangkan Steve, tapi mereka lupa jika Jasmin adalah incaran setiap mahluk halus.
"mas tolong ... janin kita," lirih Jasmin ketakutan melihat sosok bajang di depannya.
Rafa pun menarik arwah penasaran itu, dengan deretan gigi bertaring dan mata berwarna hitam.
"dukun mana lagi yang berani," Raka langsung membanting arwah itu, kemudian linggo datang membawanya pergi.
Linggo langsung mencabik arwah itu hingga lenyap, Raka mengambil keris perwujudan dari bajang itu.
"sekarang aku yang akan merawat mu," gumam Raka.
Rafa sudah memeluk istrinya dan membacakan doa untuk menyadarkan istrinya.
Jasmin pun sedikit bisa membuka matanya, "Alhamdulillah dek, kamu menakuti ku," kata Rafa.
"mas... tadi dia ingin mengambil janin kita, ku ketakutan," lirih Jasmin.
__ADS_1
"tenang dek, selama aku dan Raka ada, tak ada yang akan bisa melukai mu dan bayi kita, jadi jangan khawatir," kata Rafa.
"baiklah kalau begitu, Steve ayo kita istirahat di rumah di samping, aku akan menemanimu," kata Raka.
"terima kasih," jawab Steve
Rafa meminta Mak nur menemani Jasmin, Alfin dan Aira sudah pulang bersama anak-anak mereka.
sedang Rafa langsung memperbaiki pagar ghaib di lingkungan rumahnya, karena makin banyak arwah dan dukun yang mengincar istrinya.
Sesnag juga belum bisa mengunakan kekuatannya sebelum janin itu berusia tujuh bulan.
Rafa bisa melihat sosok Delia yang terbang untuk mencari mangsa, "ternyata ku sudah terlalu jauh terjebak, dan tunggu waktu aku bisa menyingkirkan mu," kata Rafa.
rafa pun memeluk Jasmin yang beristirahat di sampingnya, rafa pun mengusap perut Jasmin.
"nak, tolong jangan terlalu menunjukkan jika dirimu istimewa ya, kasihan Bunda mu, ayah juga tak mungkin selamanya di samping kalian, jadi tolong yang tenang ya, Krena ayah juga butuh bekerja sayang," kata Rafa mencium perut Jasmin.
"aku juga mu di cium loh," manja Jasmin
"sayang jangan memancingku, aku tak mu melukai mu, karena kondisi mu sedang tak baik," bisik Rafa.
"tapi aku ingin mas, maaf jika aku memaksa mu, aku hanya merindukan sentuhan mu," lirih Jasmin.
"maafkan aku ya sayang, bukan aku tidak mau menyentuhmu, tapi aku takut melukai si kecil di dalam perut," jawab Rafa.
"tidak akan," kata Jasmin yang langsung mencumbu suaminya.
Rafa pun tak bisa menahan dirinya lagi, dia pun juga langsung menindih tubuh istrinya.
"sstts.... hati-hati si kecil kejepit," bisik Jasmin.
Rafa mengangguk dan melakukannya dengan perlahan, malam itu akhirnya keduanya pun melakukan penyatuan lagi.
setelah itu Jasmin tertidur di pelukan Rafa, sedang di tempat lain Steve tak bis tidur karena baru kali ini dia melihat segalanya dengan real.
dia tak bisa berpikir lagi, otaknya tak bis menerima apa yang tadi dia lihat.
karena dia tak percaya hal ghaib, tapi hari ini di mengalami semuanya sendiri.
__ADS_1