Larasati & Pak Bupati

Larasati & Pak Bupati
Unboxing


__ADS_3

Nina dan Dirga melangsungkan lamaran, Dirga datang bersama mamahnya untuk melamar Nina secara resmi. Karena berkas nikah mereka sudah selesai sejak satu minggu yang lalu, maka mereka memutuskan untuk 3 hari ke depan akan dilakukan pemberkatan di gereja Ungaran.


Mamah Meli ditemani mamah Aini ulem-ulem ke saudara-saudara mereka. Meskipun kakak-kakak mereka masih marah atas keputusan Meli, tapi setidaknya mamah Meli mencoba untuk menjalin hubungan yang baik lagi.


"Mas Bambang, besok rabu Dirga akan menikah. Tolong datanglah" ucap tante Meli.


"Aku gak bisa datang, aku ada acara" jawab Bambang tegas dan datar.


"Setidaknya datang sebentar saja to mas, ponakanmu lho yang mau menikah" imbuh mamah Aini.


"Aku gak pernah menganggap Dirga sebagai keponakanku. Dia tidak sama dengan kita Ain, sadar kamu. Dia tidak sama dengan kita!" kata pak Bambang.


"Apanya yang beda mas? Dia ini adik kita! Dia memiliki darah yang sama dengan kita! Orang tua kita sama! Jika dia tahu takdirnya dia akan pindah agama mungkin dia lebih memilih untuk tidak dilahirkan dari oada dibenci semua orang. Kita ini sudah pada tua. Jika kita saja tidak bisa memberi contoh kepada anak-anak kita supaya bisa akur lalu siapa generasi penerus kita yang akan tetap menjaga tali silaturahim ini?


Tolong, kalian sadarlah. Untuk apa saling membenci? Tidak akan ada gunanya. Allah juga tidak suka dengan orang yang membenci orang lain, apalagi itu adalah adiknya sendiri. Terserah kamu mas, mau datang atau tidak. Yang penting Meli sudah punya niatab baij dan tetap menganggap kamu kakaknya dan perwakilan keluarga tertua diantara kami. Ayo Mel, kita pergi, percuma ngomong sama orang dengan hati yang sudah mengeras! Assalamualaikum"


Tante Meli diseret oleh mamah Aini meninggalkan kediaman pakdhe Bambang. Lanjut ke rumah budhe Endang. Saat bertamu Budhe Endang sedang pergi ke rumah anaknya yang ada di Wonosari. Tante Meli hanya berpesan kepada pembantunya bahwa ia datang dan titip.pesan bahwa besok Rabu, Dirga akan menikah.


Entah sampai kapan hati kedua orang itu akan melunak, tapi tante Meli tak akan patah semangat. Baginya, maaf mereka adalah surga.


Nina dan Dirga langsung ambil cuti untuk menikah. Dan rencananya Syukurannya akan dilakukan di halaman rumah mamah Aini. Dirga bekerja keras sendirian untuk menyelesaikan dekorasi itu. Dia tak mau mengeluarkan banyak biaya jika ia masih mampu melakukannya. Padahal, mamahnya dan Duta siap membantu dari segi finansial.


Hari berlalu, hari pemberkatan pun tiba. Dirga dan Nina melakukan pemberkatan itu secara khidmat. Setelah acara pemberkatan itu selesai mereka dinyatakan sah sebagai suami istri. Malamnya mereka langsung kembali ke Magelang, karena besok adalah hari syukuran mereka.


Teman-teman yang satu rumah sakit dengan mereka hanya diundang sebagian. Kebanyakan keluarga yang datang. Keluarga dari papah Dirga juga datang dari Bandung.


Sore itu semua persiapan yang telah selesai satu hari sebelumnya tampak indah. Ais dan Farid sampai terkagum-kagum melihat hasil kerja keras Dirga. Duta dan Laras pun berdecak kagum.


"Hebat banget sumpah itu anak, semuanya dia kerjain sendirian. Amazing" puji Laras.


"Jangan memujinya terlalu begitu ah, abang gak suka"


"Ya Allah si abaaaaang, sekarang posesif banget sih, muji karya orang aja sampai gak boleh" jawab Laras menahan senyum. Entah mengapa dan sejak kapan Duta menjadi seposesif ini.


Para tamu undangan hadir memenuhi undangan Nina dan Dirga. Teman-teman band Nina menjadi band pengiring untuk menyambut para tamu dan juga mengisi hiburan.


Duta ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk istrinya. Dia sedang memikirkan lagu apa itu. Dan dia tersenyum senang saat menemukan sebuah lagu yang cocok untuk ia nyanyikan. Sempurna dari Andra and The Backbones.


Duta meninggalkan Laras bersama Ais dan Farid. Dia berjalan menuju ke panggung.


"Abang, mau kemana?" tanya Laras.


"Duduk disini, abang akan membuatmu terhipnotis" jawab Duta.


"Emang pak Duta bisa main sulap ya mas? Kok mau bikin Laras terhipnotis? Gak usah dihipnotis Laras mah udah punya keahlian itu" cerocos Ais.

__ADS_1


Farid berpikir. "Mungkin setelah dicopot bapak banyak waktu senggang terus belajar sulap kali yank"


"Heeeeh, tanya sama kamu sama aja, gak dapat jawaban"


Duta sudah berada di panggung. Dia membisikkan kepada para pemain musik itu untuk memainkan sebuah lagu.


"Selamat sore semua, para tamu yang baru datang ataupun yang sudah datang sejak tadi, saya mewakili adik saya Dirgantara Pambudi dan Maria Kanina mengucapkan matur nuwun yang banyak, oke, sedikit menghibur saja fi sore yang cerah ini. Sempurna, Andra and The Backbones"


Kau begitu sempurna


Dimataku kau begitu indah


Kau membuat diriku akan s'lalu memujamu


Disetiap langkahku


Kukan s'lalu memikirkan dirimu


Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semuaa


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Oh sayangku, kau begitu


Sempurna, Sempurna...


Kau genggam tanganku


Saat diriku lemah dan terjatuh


Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku.


"Aaaah, sweet banget sih suami akuuu, makin cinta dan makin sayang deeeh sama dia. Abaaaang, I love you" teriak Laras tak sadar bagai terhipnotis.


"I love you too istriku" jawab Duta yang masih ada di panggung, setelah nya dia turun dan membawakan setangkai mawar merah kepada istrinya. Membuat semua mata iri memandangnya.

__ADS_1


Malam menjelang, pesta telah usai. Dirga dan Nina masih menginap di rumah mamah Aini.


"Budhe, mamah. besok Dirga dan Nina mau pindah ke rumah kami. Budhe gak papa kan kalau Dirga tinggal?" ijin Dirga kepada budhe dan mamahnya.


"Memang kamu punya rumah Ga?" tanya mamahnya heran.


"Punya mah, Dirga beli dari hasil tabungan Dirga. Meskipun kecil tapi itu milik kami sendiri"


"Hebat ponakan budhe, iya budhe gak papa, ada mamahmu disini"


"Makasih budhe"


"Ya sudah, mamah bangga sama kalian, rela tidak ada pesta mewah, tapi sudah punya rumah" ucap mamah Meli. Mereka tersenyum mendapatkan pujian itu.


Dirga dan Nina sudah di dalam kamar. Mereka saling pandang dan tersenyum. "Apa sih senyum-senyum begitu?" kata Nina malu.


"Ih, kamu malu ya? Hahaha, Aa' masih ingat betul ketemu kamu. Numpahin minuman ke baju kamu, tabrakan di ruangan teteh, ketemu di gereja, keliling-keliling Magelang gabut gak jelas, itu semua kenangan manis bagi Aa'. Besok kita sudah memulai bahtera rumah tangga berdua. Susah dan senang akan kita arungi bersama. Semoga kedepannya, kamu bisa bertahan dari badai yang menerpa.


Kita jadikan sekeliling kita sebagai contoh bagi kita, A' Duta dan teh Laras, orang berniat menghancurkan mereka berulang-ulang, tapi mereka tetap berdiri dan bersama menghadapi rintangan. A' Farid dan teh Ais, penantian 7 tahun yang berawal penolakan tapi berakhir dengan pernikahan. Kita jadikan semua itu bekal untuk kita. Agar kita bisa menjadi seperti mereka. Setuju istriku?"


Nina mengangguk. "Kita sama-sama belajar ya, belajar menjadi pasangan yang saling melengkapi, tegur aku jika aku salah, dan sebaliknya aku akan menegurmu jika kamu salah"


Dirga mendaratkan ciuman di kening Nina, dan mulai menghujani ciuman di wajah Nina. Merasakan bibirnya, menikmati setiap balasan dari Nina.


Dirga turun dari ranjang dan melompat-lomoat kegirangan. Nina tertawa melihatnya. "Kamu kenapa sih sayang?" tanya Nina.


"Aa' gugup mau unboxing kamu"


"Sembarangan kalau ngomong, unboxing, emang aku barang apa? Pakai istilah yang bener. Udah ih lompat-lompatnya, kamar budhe di bawah lho"


Dirga segera berhenti dan duduk kembali di ranjang. Mengatur nafasnya. Nina tersenyum melihatnya "Astaga dragooon, senyummu membuatku semakin semangat untuk segera menyantapmu" Dengan cepat Dirga kembali mencium bibir istrinya, membuka paksa baju yang dikenakannya dan dirinya, dan mulai meng-unboxing yang menjadi haknya.


Udah ah, kalian bayangin sendiri. Hehehe, males nanti kalau disuruh revisi. Revisi kalau gak jauh dari bab nya gak papa. Udah jauuuuuuh banget eeeeeh suruh revisi. Wegah othor. Hahaha.


.


.


.


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Tip


Happy reading all, kasih yang manis-manis dulu. Biar gak spaneng otaknyaaaa hehehe 😘😘😘


__ADS_2