Larasati & Pak Bupati

Larasati & Pak Bupati
Bohay


__ADS_3

Duta dan Laras sampai di bandar Jogja tepat pukul 12.00 siang. Pesawat mereka sedikit mengalami keterlambatan. Duta langsung naik taksi untuk menuju hotel x.


Mereka melakukan check in saat tiba di hotel. Setelahnya mereka memesan makanan lewat service room. Mereka lelah jika harus turun lagi mencari makan.


Tak lama makanan yang mereka pesan pun datang. Lalu mereka menyantap makanan itu dengan nikmat tak bersisa, sambil saling menyuapi, sambil lempar senyum. Ah romantisnya.


"Alhamdulillah" ucap mereka bersamaan.


"Sudah kenyang istri abang?" tanya Duta sambil tersenyum. Laras mengangguk. "Kamu tuh kalau makan nyenengin, banyak, lahap, abang lihat kamu makan saja jadi kenyang sendiri yank"


"Heheheh, memang abang gak suka lihat aku lahap makan?" tanya Laras yang sedang menuangkan air untuk minum.


"Senang lah, justru kalau kamu makannya sedikit abang yang sedih sayang" Duta mengambil gelas yang sudah berisi air.


"Abang suka cewek yang gendut apa yang kurus?" tanya Laras tiba-tiba.


"Ha? Kok nanya itu?"


"Jawab saja bang, gendut atau kurus?"


"Pertanyaan menjebak nih kayaknya. Abang gak mau jawab ah, takut kamu ngambek"


"Ih, jawab saja. Laras gak bakalan ngambek. Ayo dijawab" kata Laras sambil melotot.


"Mmm, abang sukanya cewek yang berisi"


"Berisi itu kayak gimana? Gendut?"


"Bohay, kayak kamu" jawab Duta sambil menaik turunkan alisnya.


"Kalau nanti aku gak sebohay sekarang?"


"Cinta abang sama kamu tidak pandang fisik sayaaaaang. Mau kamu bohay atau gendut abang tetap cinta"


"Padahal aku mau menurunkan berat badan. Mau diet. Gak jadi deh, suami aku suka sama yang bohay sih. Hahahha"


"Buat apa diet? Abang maunya kamu tetap makan penuh nutrisi, biar cepat ada junior yang dititipkan di dalam rahim kamu sayang" uca Duta sambil mengelus perut Laras.


"Aamiin ya Allah. Nanti kalau aku hamil gak bohay lagi jangan melirik ke yang lain ha sayaaang"


"Gak bakalan. Sholat dulu yuk, terus kita jalan-jalan"


Laras mengangguk dan segera mengambil wudhu. Mereka sholat berjama'ah seperti biasanya.


.


Malam itu selesai sholat isya' Laras sedang bersiap untuk jalan-jalan ke Malioboro. Berburu oleh-oleh, makan, dan menonton pertunjukan seni.


Ponsel Duta berdering. Segera diangkatnya.


"Halo assalamualaikum" katanya mengangkat panggilan itu.

__ADS_1


Waalaikum salam. Dek, kamu pulang kapan? Mas sama kakakmu dan Kinan mau pulang Jakarta. Ada sedikit masalah sama pengiriman barang disana. ucap Agus diseberang telepon.


"Sebenarnya kami sudah di Jogja mas, tapi masih harus menunggu Dirga. Keretanya baru tiba nanti pukul 3 pagi"


Oooh syukurlah kalau kalian sudah mau pulang dan Dirga sudah akan tiba. Mas rencana besok mau pulang Jakarta. Kasihan kalau mamah harus sendirian. terangnya lagi.


"Penerbangan jam berapa mas?"


Jam 8 pagi


"Bareng sama bang Farid saja. Besok dia aku surub jemput kesini kok. Daripada nanti supir mamah gak bisa ngantar"


Oke lah. Nanti kita ketemuan disana kalau gitu


"Iya, ya sudah mas, aku tutup dulu telponnya"


Buru-buru banget sih? Pasti mau olahraga malam ya? wkwkwkwkw


"Bukan, itu nanti malam larut. Ini mau ngajak si bohay jalan dulu" Laras langsung menoleh dengan tatapan membunuh ke Duta. Suaminya hanya nyengir bilang 'peace' tanpa bersuara.


Wkwkwkw, panggilan baru ya. Ya sudah, selamat bersenang-senang. Assalamualaikum.


"Waalaikum salam" Duta menutup panggilan telpon itu dan Laras sudah berada di sampingnya. "Astaghfirullah, kaget abang Ay" ucapnya melihat sang istri sudah menatapnya dengan tajam.


"Tadi Laras dipanggil apa?" tanya nya sambil berkacak pinggang.


"Bohay" ucap Duta sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Duta melotot mendengar ancaman istrinya. "Jangan dong sayang, masa abang sudah harus disuruh puasa. Maaf ya sayang. Oke deh, abang gak akan panggil begitu lagi di depan orang lain. Dimaafin ya?" tanyanya sambil memeluk istrinya itu dari belakang.


"Hmmm, iya. Janji ya gak panggil begitu lagi di depan yang lain"


"Iya, abang akan panggil kamu bohay kalau cuma sama abang doang"


Laras berbalik dan tersenyum. "Ayo jalan-jalan" ucapnya semangat.


Duta mengecup bibir itu sekilas. Laras membalasnya. Duta tak mau melewatkan kesempatan itu.


"Stop sayang, nanti gak jadi jalan-jalan" ucap Laras mendorong tubuh suaminya.


Duta tersenyum. "Tapi nanti dikasih jatah ya bohay cantik ku?"


"Iya, sudah ayo"


Duta mengangguk dan segera bersiap. Mereka keluar dari hotel yang memang letaknya di dekat malioboro itu. Menyusuri jalan dengan bergandengan tangan. Berfoto bersama dengan mesranya. Membuat para jomblo meronta-ronta ingin seperti mereka.


Laras mulai berburu barang di Malioboro. Jago menawar adalah kuncinya. Banyak pernak-pernik yang Laras dapatkan, seperti tas, kaos, sepatu, tunik, daster, dan pernak-pernik lucu lainnya.


Mereka juga menonton pertunjukan musik jalanan yang ada di sana. Mulai dari musik klasik hingga masa kini, semua tersaji di pagelaran jalanan itu. Perut mereka mengatakan ingin makan. Segera mereka mencari makan di rumah makan dekat sana.


Rumah makan yang menyediakan makanan khas Jogja. Mereka makan seperti biasa, saling suap tak perduli dengan yang lainnya. Iri, ya biar saja. Mereka pnatas melakukannya, ikatan mereka sudah halal adanya.

__ADS_1


"Mau jalan kemana lagi?" tanya Duta melihat istrinya masih ingin jalan-jalan.


"Ke alun-alun yuk. Naik delman kesana"


"Siap bu Bupati!" ucap Duta sambil memberi hormat kepada Laras.


"Hahaha, sudah ayo"


Mereka mencari delman untuk mengantarkan mereka ke alun-alun kidul. Mereka berfoto ria dengan senangnya. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 10 malam. Mereka harus segera kembali ke hotel. Besok mereka harus bersiap lebih awal.


Laras dan Duta berganti baju. Setelahnya Laras merapikan barang yang sudah tidak ia perlukan untuk besok pagi.


"Bang, pasang alarm jam 2, biar nanti bang Farid tidak terlalu lama menunggu kita. Telpon juga Dirga kabarkan kita menunggu di parkiran stasiun"


"Rencananya diubah sayang, Bang Farid tetap menjemput kita jam 3, tapi nanti hanya abang, mas Agus, sama dia aja yang menjemput Dirga. Kak Yuna dan Kinan biar bisa istirahat disini dulu"


"Mereka ikut?" tanya Laras menghentikan aktifitasnya.


"Iya, mereka harus segera kembali ke Jakarta ada sedikit masalah sama ekspedisi disana. Penerbangan mereka sih jam 8, makanya nanti kita check outnya sekalian jam 6 saja"


"Kok baru bilang sih? Ya sudah kalau begitu Laras siapkan oleh-oleh mereka sekalian"


"Iya, buruan. Abang nunggu kamu nih"


"Kalau ngantuk tidur duluan saja sayang"


"Kamu lupa janji punya janji sama abang apa?"


Laras menautkan alisnya dan menyembunyikan senyumnya. "Apa ya?"


"Jangan pura-pura. Ayo olahraga malam biar kamu tetap bohay begitu" Ucap Duta yang sudah turun dari ranjang dan menghampiri Laras.


"Tunggu dong sayang. Laras belum selesai mengepak ini"


"Besok saja. Abang sudah sangat bersemangat ingin berolahraga denganmu wahai perempuan bohay cantik ku"


Laras hanya pasrah saat tubuhnya digendong oleh suaminya menuju ranjang. Dan olahraga panas pun terjadi lagi.


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip

__ADS_1


Pak Bupati olahraga mulu. Biar cepet jadi ya pak Bup. Wkwkwkw. Sudah up 2x ya gaes. Nanti malam lagi. Author harus kerjaaaa. Happy reading semua 😘😘😘😘


__ADS_2