Larasati & Pak Bupati

Larasati & Pak Bupati
Honeymoon


__ADS_3

Duta dan Laras akhirnya tidur di rumah mereka sendiri. Tidur yang tenang. Mereka harus bangun awal jika tidak ingin ketinggalan pesawat.


Selesai subuh Laras dan Duta kembali ke rumah mamah Aini. Mereka akan berangkat honeymoon. Mereka diantar oleh Farid menuju bandara.


Agus yang tadinya ingin mengantar adiknya berhalangan, karena Yuna tidak ingin jauh darinya. Biasa bumil, lagi manja-manjanya.


Tepat pukul 6 pagi Laras dan Duta sudah siap dengan segala keperluannya. Mereka menunggu kedatangan Farid. Tak lama yang ditunggu datang. Farid masuk ke dalam rumah Duta bersama Ais.


"Assalamualaikum" ucap Farid dan Ais bersama.


"Waalaikum salam" sahut semuanya.


"Cieee, yang lagi kasmaran" ejek Laras melihat Ais bersama Farid.


Farid dan Ais menyalami mamah Aini, Agus, dan Yuna.


"Oalah Rid, gercep ya kamu. Baru aja beberapa hari lalu mamah bilang mau menjodohkan kamu sama dokter Ais. Eeeh, kamu sudah jalan saja sama dia. Ya sudah lah. Mamah ikut senang" ucap Mamah Aini melihat Farid begitu bahagia bersama Ais.


"Mamah gak tahu kan? Ini cewek yang dulu dilamar bang Farid tapi ditolak" terang Duta.


"Ha? Serius? Benar begitu mbak Ais?"


"Hehehe, jadi malu saya bu. Iya bu, dulu saya pernah nolak bang Farid"


"Eladalaaaaahhh" ucap Agus dan mamah nya bersamaan


"Ya sudah yok bang berangkat" ucap Duta dan segera berpamitan dengan mamah dan kakaknya.


"Laras sama abang pamit ya mah. Kinan jangan sedih dong sayang, nanti tante belikan oleh-oleh yang banyak ya?" ucap Laras menenangkan Kinan.


"Kinan, kan om sama tante mau bikinkan adek buat Kinan" sahut Duta sontak mendapat pelototan dari Yuna dan Laras.


Agus segera membawa Kinan untuk jalan-jalan. "Yok sama Ayah, kita jalan-jalan lihat lele om Duta. Pergi dulu ya semuanya?" Kinan menyembunyikan wajahnya ke pundak ayahnya. Dia ngambek karena ingin ikut Duta dan Laras honeymoon.


Mereka segera menuju mobil. Farid duduk di depan bersama Duta. Laras bersama Ais. Perjalanan dimulai menuju bandara. Mereka berbincang tentang semua hal.


"Ras, rasanya gimana?" tanya Ais berbisik.


"Apanya?"


"Semuanya"


"Perih kak" ucap Laras seakan tahu yang ditanyakan Laras sambil menahan tawa.


"Ha? Kenapa bisa perih? Memang ada pisau nya?" tanya Ais polos.


"Nanti kakak tahu sendiri rasanya"


Farid dan Duta menoleh sebentar ke belakang. "Kalian ngomongin apa sih?" tanya Farid kepada Ais.


"Bukan apa-apa. Fokus nyetir mas"


"Iya sayang"


"Widiiiiih, sudah sayang-sayang aja nih. Gercep amat bang" ucap Duta mengejek Farid.


"Hehehe, dia tuh pak yang ngebet"

__ADS_1


"Ngebet gimana mas Farid?" tanya Laras penasaran.


"Maaaaasss" Ais memberi kode.


"Hahahah, dia ngajak nikah saya duluan mbak Laras" terang Farid. Laras menoleh ke Ais.


"Waw, seorang Aisyah Wibisana yang terkenal alot kalau urusan nikah dengan begitu gampangnya minta dinikahi? Hebat kamu mas Farid"


"Udah sih Ras, kakak malu. Ya kan gak papa cewek nikah duluan. Aku kan juga gak mau dia nantinya direbut sama yang lain" terang Ais.


"Cieeee, hahahaha"


.


Laras dan Duta sudah tiba di bandara dan segwra check in. Farid dan Ais berpamitan.


"Happy honeymoon ya adek. Yang rajin buatnya" ucap Ais memeluk Laras.


"Makasih ya bang, nanti kalian pulangnya hati-hati" ucap Duta kepada Farid.


"Iya pak, sama-sama. Kami permisi dulu. Assalamualaikum"


"Waalaikum salam" sahut Laras dan Duta.


.


Duta dan Laras sudah tiba di Bandung. Mereka check in ke hotel terlebih dahulu. Setelah menaruh barang bawaan, mereka langsung memulai honeymoon mereka.


"Kemana dulu nih sayang?" tanya Duta sedang menyetir mobil.


"Kita ini dekat Lembang kan bang? Kita eksplor Lembang dulu. Ke Orchid Forest Cikole"


Mereka menuju Orchid Forest Cikole. Tempat yang menyuguhkan berbagai macam bunga anggrek. Banyak spot foto menarik. tersedia outbound juga disana. Duta dan Laras mencoba semua wahana outbound itu. Berfoto-foto sepuasnya. Tak terasa hampir jam 2 siang. Mereka mencari mushola di dalam sana dan sholat dzuhur dahulu.


Setelahnya mereka makan siang disana. "Senang yank?" tanya Duta melihat wajah istrinya yang sumringah.


"Banget sayang, setelah ini ke Farm house ya bang"


"Nggih ndoro" ucapnya sambil mengelus kepala Laras.


.


Farm House ini merupakan sebuah tempat wisata yang bernuansa Eropa. Disana juga banyak fauna yang bisa diajak berinteraksi. Lokasi wisata yang sangat unik dari yang lain.


Laras sangat senang berada disana. "Yank, foto berdua yuk" ajaknya kepada Duta.


Laras segera menggerakkan tongsisnya ke arah atas. Tanpa diduga, Duta mencium bibirnya. Laras kaget.


"Bang, tempat umum" ucapnya mengingatkan suaminya itu.


"Gak ada yang lihat. Lagian sah-sah saja yank. Hehehe"


Laras hanya tersenyum dan mulai mengambil foto lagi. Berpelukan, mencium pipi, mencium kening, ada semua posenya. Romantisnya.


Tak terasa sore menjelang. Mereka segera sholat ashar dan kembali menuju hotel mereka.


"Benar sudah mau pulang hotel?" tanya Duta.

__ADS_1


"Mmm, kalau ke trans studio gimana?"


"Sudah tutup sayang. Kalau ke Dago gimana?"


"Oke, ikut abang saja lah"


Mereka menuju kawasan Dago. Duta memilih Dago Tea House. Sekalian makan malam. Sungguh indah dengan hiasan lampu-lampu yang mengerangi kawasan wisata itu.


"Abang pintar milih tempat. Romantis banget sih sayang, makasih ya" ucap Laras sambil menggelendot manja di lengan Duta.


"Sama-sama. Abang pengen kamu senang dan bahagia setiap harinya seperti ini. Abang gak pengen lihat kamu sedih ataupun nangis. Tetap tersenyum seperti ini ya"


"Insyaallah bang, jangan pernah ada rahasia diantara kita ya. Kalau pun nanti kedepannya ada masalah mari kita selesaikan dengan hati dan kepala dingin"


Duta tersenyum dan mengecup kening istrinya. "Iya, abang maunya kita tetap mesra seperti ini terus. Hingga kita tua"


Mereka menikmati sajian yang mereka pesan dengan pemandangan disana. Menyejukkan mata. Setelah selesai makan malam, mereka memutuskan untuk kembali ke hotel.


.


"Mari mengistirahatkan diri" ucap Laras setelah selesai mandi. Duta hanya tersenyum kecil.


"Haduuuh capek" ucap Laras lagi sambil memijit kakinya.


"Sini abang pijitin"


"Eh, jangan sayang. Gak sopan suami mijit kaki istri"


"Kata siapa? Kamu itu istri aku, wajibnya aku buat kamu seneng terus Ay" Duta mulai memijit kaki Laras.


"Enak?" tanya Duta.


"Iya, makasih ya bang. Nanti gantian deh, Laras pijitin abang. Pasti abang capek kan?"


Duta hanya tersenyum penuh arti. Duta terus memijit kaki Laras hingga 15 menit. "Sudah, gantian sekarang abang yang minta upah"


Laras menautkan alisnya. "Ternyata tidak gratis? Minta upah berapa abangku sayang?"


"Minta upahnya begini sayang" Duta segera melepas pakaiannya dan menindih tubuh Laras.


"Abang gak capek?" tanya Laras.


"Kalau untuk urusan ini abang selalu ada tenaga ekstra dalam tubuh abang. Tubuhmu bagai candu bagi abang sayang"


Dan terjadilah pergulatan panas dan panjang malam itu. Kamar hotel itu menjadi saksi penyatuan cinta kedua insan itu. Honeymoon yang hanya seminggu tidak akan disia-siakan oleh mereka tanpa bercinta. 😂😂


.


.


.


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Tip


Udah 3x up lho yo. Kalau author gak bales di komen, chat aja gak papa. Hahaha. Kadang author lupa. Happy reading all 😘😘😘


__ADS_2