Larasati & Pak Bupati

Larasati & Pak Bupati
Teka Teki (Season 2)


__ADS_3

Duta mendapat undangan dari tv x. Dia diundang dalam acara kuis teka-teki bikin mumet. Tak hanya dirinya yang diundang dalam acara itu. Sholeh sebagai mantan wakil bupati, dan Farid sebagai mantan ajudannya juga diundang. Mereka akan melawan Rama, sang ajudan Rudi, dan wakilnya Yanto.


Acara itu digelar selepas maghrib. Pemandu acaranya adalah Deni swangar, seorang aktor sekaligus pelawak ternama di Magelang.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" sapa Deni kepada semua penonton yang ada di studio maupun yang ada di rumah. Deni membuka acara dengan candaan ringan.


"Bintang tamu kali ini luar dalam biasa semua. Eh, salah, maksud saya luar biasa hebatnya. Bayangkan! Malam ini saya harus memandu acara yang bintang tamunya adalah orang nomor satu di Magelang! Melawan mantan orang nomor satu juga! Berarti nomor berapa dong?


Berapapun nomornya, itu tidak seperti yang kalian pikirkan. Hahahah, jangan buat pasang nomor lho yaaaaa. Okeh, gak usah terlalu banyak omong saya disini, karena bayaran saya itu mahaaaal. Maaf sombong dikit boleh dooong, karena saya hanya punya modal itu. Hahaha.


Kita sambiiiit, ck, salah meneh, kita sambuuuut, Rama Widagdo, Sugiyanto, dan Rudi ajah" kata Deni. Rama dan para timnya keluar sambil mengatupkan tangan di depan dada dan tersenyum ke arah kamera.


Deni berjabat tangan dengan semuanya. "Selamat malam pak Rama, bupati kita nih! Haduuuuh, grogi saya pak! Nanti kalau saya bercandanya kelewatan maklumin ya paaaak"


"Malam mas Deni, jangan grogi dong! iya saya maklumin besoknya gak dipakai lagi di acara kabupaten. Hahaha, bercanda mas!"


"Bercandanya mengerikan ya pak? Hehehe, monggo silahkan di mimbar sebelah sana. Saya panggil lawan anda, sahabat anda sendiri. Pernah menjadi bupati 2 kali periode, punya anak kembar 4. Kita panggilkaaaan, Duta sheila on 7"


Rudi menepuk bahu Deni. "Salah maaas, Duta Wicaksana"


"Oh, salah lagi rupanya saya. Haduuuh, kita panggilkan, Duta Wicaksana, Muhammad Sholeh, dan Farid Baihaqi"


Duta dan timnya keluar dengan menggunakan kacamata hitam dan bergaya di depan kamera. "Ini kompak pakai kacamata hitam semua, sedang sakit mata atau sedang buta nih?"


Duta dan tim nya tertawa. "Mas Deni belum pernah dipatil lele satu empang kan?" kata Duta.


"Wah rasanya pasti enak itu pak, enak masuk rumah sakitnya. Hahaha, maaf ya, saya memang suka kelewatan apalagi kalau ada kesempatan. Pasti saya habiskan! Monggo silahkan di sebelah sana. Kita akan mulai kuisnya"


Duta dan timnya menuju mimbarnya. Deni mulai membacakan clue untuk setiap teka-teki itu.


"satu mendatar, Mamat dimarahi bu guru karena titik-titik sekolah uruf kedua adalah o"


Tim Rama membunyikan bel terlebih dahulu. "Bolos!" jawab Yanto mantap.


"Mamat dimarahi bu guru karena bolos sekolah, tet toooot. Salah!" kata Deni. "Tim pak Duta?"

__ADS_1


Duta berembug dengan timnya. "Bosan" jawab Farid.


"Mamat dimarahi bu guru kareba bosan sekolah, tet toooot. Salah juga. Kalau bosan sekolah, bagaimana generasi penerus kitaaaaa?" Semua tertawa melihat kekocakan Deni. "Jawabannya adalah, bobol"


"Lhoh kok bobol?" protes Rama. "Iya lah, si Mamat bobol sekolahan, mau maling. Pasti kena marah bu guru"


"Yeeeee, bukan cuma kena marah bu guru mas Deni. Kena marah polisi juga!" sahut Duta dari seberang.


"Oke, satu menurun. Awalannya B, 7 kotak. Seorang matador bisa terluka ketika diseruduk?"


Tak ada yang membunyikan bel. Karena mereka tahu teka-teki ini tidak akan memberikan jawaban yang benar. "Tim pak Duta, silahkan!" Deni memberikan kesempatan bagi tim Duta.


"Bandeng" jawab Sholeh asal.


tet tooot. "Salah, pak Rama?"


"Banteng lah apa lagi?" jawab Rudi.


Tet tooot. "Salah juga, seorang matador bisa terluka karena diseruduk..... biskota! Jangan protes! Bayangkan seorang matador diseruduk biskota, pasti masuk rumah sakit kan?"


Semua tertawa. "Oke, Dua mendatar, 6 kotak, awalannya K, akhir L, sebutkan anggota tubuh dalam bahasa Jawa"


"Hlooo? Kok saru gimana to pak Bup?"


"Ha iyo to, mosok itu?" jawab Duta dari seberang. "Apa sih?" tanya Deni polos.


Semua tertawa dan larut dengan pikiran masing-masing. "Emoh jawab ah, saru" kata Farid.


"Lhooooh, saru darimana toooo? Oke kalau semua tidak mau jawab. Saya yang akan menjawab. Sebutkan anggota tubuh awalannya K akhirannya L, kempol (paha)" jawab Deni.


"Oalaaaahhhh, kempol tooo, tak kira apa tadi" sahut Duta.


"Memang apa? Apapun itu, tidak seperti yang kalian pikirkan. Hhaahahah"


Acara berlangsung dengan seru dan penuh tawa. Hingga acara selesai, Deni mengucapkan terima kasih kepada semua tim yang telah mau membantu berlangsungnya acara.

__ADS_1


"Saya Deni swangar, kita jumpa lagi besok. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"


.


Farid mendapatkan telpon dari ibunya, menyuruhnya segera ke rumah sakit karena Ais mengalami kontraksi.


"Pak, saya pulang dulu ya? Ais masuk rumah sakit" kata Farid panik.


"Lhoh, mbak Ais sudah mau lahiran? Bukannya kata abang masih 3 minggu lagi?" tanta Duta ikut-ikutan cemas.


Farid menggeleng. "Saya juga gak paham pak, nanti saya kabari jenengan, saya permisi dulu"


Sholeh dan Duta mengangguk. Farid segera berlari meninggalkan tv x. Menuju rumah sakit yang disebut oleh ibunya.


Sesampainya di rumah sakit, Ais sedang meringis kesakitan. Farid mendekatkan dirinya kepada Ais.


"Yank, kuat ya yank" kata Farid memberi semangat kepada Ais. Ais yang saat itu meringis menahan sakit, langsung menjambak rambut Farid.


"Athathathathathathaaaaaaa, sakit yaaaaankkkkk, rambut mas bisa rontooooookk. Aaaaaaa" Farid berteriak karena jambakan Ais semakin kuat.


Ibu memanggil bidan agar dilakukan pemeriksan. Setelah itu bidan segera mempersiapkan alat dan menghubungi dokter, karena pembukaan sudah lengkap.


Saat semja sudah siap Ais dipimpin mengejan masih sambil menjambak rambut suaminya. Farid hanya bisa berteriak.


Hampir 1 jam, akhirnyaaaaa........ "Oeeeekkk, oeeeekkkk,.oeeeekkk"


.


.


.


Like


Vote

__ADS_1


Komen


Tip


__ADS_2