
Pesta sudah selesai. Semua mengistirahatkan diri masing-masing. Rena masih dibantu oleh para perias itu melepaskan gaun dan segala pernak perniknya. Setelah itu dia segera mandi. Cukup lama hingga sang suami masuk ke kamarnya pun dia masih di kamar mandi.
Dia bernyanyi di dalam kamar mandi itu. "Cinta, akan kuberikan bagi hatimu yang damai... cintaku, gelora asmara seindah lembayung senjaaaa"
Arjun tersenyum mendengar perempuan yang telah sah menjadi istrinya itu bernyanyi. Dia melepaskan seluruh pakaiannya menyisakan boxer dan berganti kaos oblong biasa. Dia merebahkan dirinya di ranjang Rena.
Rena keluar dari kamar mandi dan mendapati suaminya sudah berada di ranjang. "Mas, mau mandi gak?"
Arjun menggeleng. "Nanti saja lah. Aku lelah. Cepatlah berpakaian dan pijitkan aki sebentar sayang"
Rena mengangguk. Dia segera mengambil pakaiannya. Dia kaget melihat isi lemarinya. Berbeda dengan yang sebelumnya. Disana hanya ada lingerie yang sangat seksih. "Waduh, pakai yang mana nih. Masa iya pakai ini?" Dia kebingungan. Mencari kopernya pun tak ada. Hanya koper Arjun disana.
Arjun sudah tak sabar. "Kenapa sih?"
"Bingung mau pakai yang mana. Gak ada pilihan" ujar Rena masih di depan lemarinya. Arjun turun dari ranjang dan melihat baju yang ada disana. Membuat Rena sedikit terperanjat karena kaget akan kedatangannya.
"Mas ngapain?"
"Bantu kamu pilih baju" Arjun pun sedikit terkejut melihat baju yang ada disana. "Pakaian tidurmu begini semua?" Rena menggeleng. Akhirnya arjun memilih lingerie tipis berwarna ungu.
"Gak usah pakai baju saja, biar gampang mas bukanya" ucapnya sambil mengedipkan mata membuat Rena merah padam karena malu.
Arjun kembali ke ranjang. Rena masih mematung. "Sayang, cepatlah. Aku sudah sangat pegal ini" rengek Arjun kepada Rena.
"I-iya mas, aku akan berganti baju dulu" Rena hendak kembali ke kamar mandi. "Mau kemana?" tanya Arjun.
"Ganti baju mas"
"Disini saja" Rena menganga tak percaya dengan yang diucapkan Arjun yang memintanya berganti baju dihadapannya.
"Ha? Ka-kamu bercanda kan mas?"
Arjun menggeleng. "Gantilah disini" Rena mengangguk ragu. Akhirnya dia melepas handuk kimononya. Memperlihatkan lekuk tubuhnya yang menurut Arjun sangat seksih.
__ADS_1
"Merem mas, aku malu" Rena mulai memakai satu per satu pakaiannya. "Ha? Apa tadi? Tutup mata? Malu?" tanya Arjun.
"A-aku masih malu mas"
"Aku ini sudah sah menjadi suamimu sayang. Jangan malu lagi terhadapku. Hak ku melihat semua yang ada pada dirimu" Rena telah selesai memakai bajunya. Menambah kesan keseksian dalam tubuhnya.
Arjun terpana melihatnya. Asli, seksih parah ini. Ah, sepertinya adik ku sudah bangun. Sabar sabar. Tahan dulu.
Rena mematikan lampu kamarnya dan mengganti dengan lampu tidur. Dia mulai naik ke ranjang. "Berbaliklah mas, aku akan memijit area punggungmu"
Arjun melepas kaosnya dan berbalik menjadi tengkurap. Rena melihat punggung Arjun yang putih mulus. Dia mulai memijit dengan sedikit memberikan tekanan agar lebih mantap.
Arjun menikmati pijatan yang diberikan istrinya. "Yank. besok pindah ke rumah kita ya" ucap Arjun.
"Iya mas" Sambil terus memijat. Semakin lama semakin enak dirasa oleh Arjun. Rena tsk mendengar lagi suara suaminya. Pikirnya sudah tidur. Dia menghentikan pijatannya dan menarik selimut berbaring di sisi suaminya.
Arjun berbalik dan membawa Rena kedalam dekapannya. "Makasih sayang"
Karena Rena merasa tak ada respon maka dia melihat ke arah suaminya. Mata mereka saling bertemu. Saling pandang dan lempar senyuman. "Aku mencintaimu Renata Lazuardi" kata Arjun dan membelai rambut Rena.
"Aku juga mencintaimu mas Arjun Priyadi" Arjun tak mampu lagi menahan hasratnya. Dia menindih tubuh Rena dengan cepat. Mengunci kedua tangan Rena.
"Mas sudah tak tahan lagi sayang, mas mau mencetak gol sama kamu" ucap Arjun dengan menahan malu.
"I-iya mas, silahkan minta hak mu, aku akan berikan dengan keikhlasan" Arjun menatap dalam mata Rena. Tak ada kebohongan yang terbersit di mata istrinya.
Arjun memulainya dengan menghujani Rena dengan ciuman. Kening, mata, pipi, hidung, dan mencium bibir itu sekilas. Sama-sama ciuman pertama bagi mereka. "Apa ini ciuman pertamamu?" tanya Arjun.
Rena mengangguk. "Iya mas, kamu sendiri?" Arjun mengangguk. Kembali dia mencium bibir Rena. Hasrat menuntunnya lebih pandai dengan ciuman itu.
Semakin lama semakin rakus. Rena memejamkan matamya dan mulai mengikuti alur permainan suaminya. Saling taut lidah, saling julur mwnyusuri rongga. Hingga Arjun berhenti saat nafasnya sama-sama tersengal hampir kehabisan oksigen.
Lalu dengan tiba-tiba Arjun menyatukan miliknya. Rena mengerang kesakitan. Arjun tak peduli. Dia hanya bilang "Sabar ya sayang, mas mencetak gol dulu. Cakar saja tubuh mas jika itu bisa mengurangi sakitmu"
__ADS_1
Rena mencakar punggung Arjun. Berhasil! Rena mulai menikmati ritme itu. Perih berubah menjadi nikmat. Sama-sama melenguh dan mendesah.
"Ayo pelepasan bersama" kata Arjun dengan nafas tersengal-sengal. Rena mengangguk. Dan..... "Aaaahhhhh" pelepasan terjadi dibarengi dengan lenguhan panjang dari keduanya.
Arjun mencium kening istrinya, dan mencium bibir istrinya. "Makasih istriku" sambil berguling ke samping istrinya.
"Sama-sama suamiku. Apa mas puas?" tanya Rena.
"Apa kalau mas belum puas boleh melakukannya lagi?"
"Tentu saja, itu hakmu sayang. Maaf mencakarmu"
"Gak papa, cakaran itu tak sebanding dengan sakitnya tadi kan? Sudah jam 12 malam. Ayo tidur"
Rena menngangguk. "Selamat istirahat istriku"
"Selamat istirahat juga suamiku sayang" balas Rena
.
.
.
Like
Vote
Komen
Tip
Pagi-pagi udah hareudang ajah. Maaf slow uo. Othor masih super sibuk. Diusahakan tetep up yaaah
__ADS_1