
Pengantin baru yang sedang hangat-hangatnya meneguk manisnya mahligai rumah tangga tak pernah absen pamer kemesraan. Baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Membuat para jomblo dan jomblowati iri jika melihatnya.
Mereka sepakat ingin mandiri, tak ingin menggunakan jasa ART. Tapi untuk kedepan mereka juga belum tahu akan menggunakannya atau tidak.
Siang itu, setelah berbelanja di pasar dekat rumah mereka, Rena mulai mengeksekusi bahan yang ada. Dia ingin membuat oseng-oseng kangkung, goreng ikan peda, sambel terasi. Hmmm, awur-awur emplok nih kayaknya.
Dia menghidupkan kompor dan mulai menggoreng ikan peda. Dia memasak nasi dengan magic com agar cepat. Kali ini fungsi magic com diterapkan dengan benar ya.
Sesekali membalik ikan, dia mulai menyiapkan bahan untuk sambal terasinya. Mulai dari cabai keriting dan setan, bawang merah, bawang putih, serta terasi.
Rena begitu cekatan dalam hal memasak. Itu karena ia sering turun ke dapur membantu para bibi dirumah papahnya.
Setelah ikan peda matang, Rena membakar terlebih dahulu terasi itu hingga matang, aromanya menyeruak. Harum gosong bagaimana gitu. Setelahnya, dia langsung mengecilkan api dan memasukkan cabai, bawang merah dan bawang putih.
Setelah itu bahan itu matang diatas penggorengan, dia langsung mengulek sambal. Bawang merah, bawang putih, terasi, dan garam dicampur jadi satu.
Sambal kelar, ikan peda kelar, nasi matang, sekarang saatnya menyiang sayur kangkung. Membutuhkan waktu untuk menyiang sayur, hingga tak terasa hampir jam 1 siang. Dia belum sholat. Dengan cekatan dia mengiris tipis bawang putih bawang merah cabai dan lengkuas 1 ruas.
Dia mulai menumis bumbu itu, sang suami datang menghampirinya. "Kamu belum sholat sayang?" Rena menggeleng.
"Sebentar lagi, selesaikan ini dulu, tinggal sayurnya aja kok mas"
"Sini mas bantu, kamu sholat saja. Ini tinggal masukin sayurnya kan?" Rena mengangguk.
"Ya sudah, tolong ya sayang" Arjun mengangguk. "Iya, buruan sholat"
Rena memgambil wudhu. "Nanti setelah sayurnya agak layu, tambah sedikit air, lalu lengkuasnya sama garam dikit dimasukin ya mas. Jangan lupa kasih salam"
Arjun mengangguk dan mulai mengerjakan instruksi Rena. "Assalamualaikum oseng-oseng kangkung"
__ADS_1
Rena yang baru beberapa langkah berbalik. "Mas ngapain?"
"Kasih salam, kata kamu suruh kasih salam" Rena tepok jidat mendengar ucapan suaminya.
"Bukan begitu sayang, maksud adek kasih daun salam juga. Bukan kasih salam yang itu mas Arjun ku sayang"
Arjun baru paham. "Ooo, aku kira suruh kasih salam beneran"
Masak selesai, Rena dibantu Arjun mempersiapkan peralatan untuk makan. Mereka duduk berdampingan. Berdoa, dan mulai menyuapkan makanan ke dalan mulut mereka.
Rena merasa ada yang kuranh dari sayur oseng-osengnya. Dia melihat sang suami makan dengan lahapnya. "Mas, kok kayaknya punya kamu lebih enak sih? Kok di sayurku ada yang kurang? Apa ya?"
Arjun tertawa. "Mas lupa kasih garam"
"Ya allah sayang, tapi kenapa kamu makannya lahap banget?"
Rena tersenyum mendengar penuturan suaminya. "Lagian gak begitu kerasa. ikannya kan memang sudah asin sayang"
Rena mengangguk. "Mau mas suapin dari piring mas?" Rena mengangguk senang.
"Pakai tangan saja ya, repot kalau pakai sendok"
"Iya sayang"
Akhirnya Rena makan dengan disuapi dari piring Arjun, sedangkan Arjun memakan makanan di piring Rena.
.
Rena membersihkan meja makan, sang suami mencuci piring. Ah, sungguh romantis sekali mereka. "Yank, kalau kamu capek, kita pakai jasa ART saja" tawar Arjun.
__ADS_1
"Nanti saja mas, adek pengen melayanimu semampu adek"
Arjun tersenyum "Ya sudah lah, mas ikuti maunya kamu saja. Tapi jika nanti kamu kelelahan, bilang sama mas"
"Iya sayang"
.
Matahari lengser dari singgasananya, memberikan kesempatan bagi bulan untuk menampilkan pesonanya kepada seluruh alam semesta.
Dua sejoli duduk berdampingan masih menikmati masa cuti mereka. Menonton acara tv yang menghibur dan mengundang tawa bagi dua insan itu.
Arjun mengubah posisinya tidur di pangkuan istrinya. Menghadap perut sang istri lalu mengelus-elus dan mengecupnya. "Cepat hamil ya sayang, mas pengen punya banyak anak kayak Duta dan Farid"
Rena tersenyum dan membelai rambut suaminya. "Aamiin, semoga disegerakan. Sedikasihnya saja sama Allah"
.
.
.
Like
Vote
Komen
Tip
__ADS_1