
Hhhhmmmm, udah ya cerita hot nya. Nanti author diprotes lagi. Please komennya yang bikin author seneng aja bisa? Susah lho gaes nulis 1000 kata tiap episode. Hehehehe. Yuk kita mulai lagi....
.
Duta dan Laras keluar dari kamar. Mereka bergabung dengan yang lain.
"Mah, nanti sore kita pindah ke rumah baru ya?" ucap Duta kepada keluarganya.
"Kok cepet banget sih nak? Mamah kan belum sayang-sayangan sama menantu baru mamah" protes mamah Aini.
"Lha terus kapan dong? Besok Duta sama Laras sudah mau on the way Bandung. Mau honeymoon"
"Lhah kok cuma ke Bandung sih dek?" tanya Yuna kepada Laras.
"Hehehehe, Laras pengen banget liburan ke Bandung kak. Kangen sama kota itu" jawab Laras.
"Memang kamu ada kenangan di kota itu yank?" tanya Duta bingung dengan pernyataan Laras tadi.
"Hmm? Gak, gak ada kok. Hanya dulu kan aku memang pernah lama disana bang. Makanya kangen"
"Jadi nanti sore beneran mau pindahan?" Agus kembali mengubah topik.
"Gimana mah?" tanya Duta.
"Atau gini saja, kami malam ini tetap tidur disini. Tapi mulai mencicil memindahkan barang-barang kami. Gimana mah?" tanya Laras memberi solusi.
"Nah, gitu aja dong. Mamah masih pengen sama Laras. Kamu ini, mbok yo bagi-bagi ke mamah sedikit Larasnya"
"Hahahah, jangan lah. Nanti Duta kurang"
"Terus nanti mamah dirumah sama siapa bang kalau kita tinggal pindah?" tanya Laras yang belum mengetahui ada sepupu Duta yang akan menemani mamahnya.
"Tenang aja dek, sepupu mas Agus bakalan nemenin mamah kok" sahut Yuna.
"Ooo, alhamdulillah kalau ada yang nemenin mamah. Nanti kita sering-sering main kesini kok mah" Laras meyakinkan mamah mertuanya.
"Iya, lagian deket kok dari sini. Nanti mamah sering ke rumah kalian"
"Naaaahh gitu juga bisa tuuuuh" ucap Agus setuju dengan perkataan mamahnya.
Laras belajar masak dengan Yuna dan mamah mertuanya. Menggoreng lele. Tahu kan gimana susahnya goreng ikan?
Lele yang sudah dibersihkan itu dibumbui dengan bumbu racikan mamah Aini.
"Ini namanya apa Ras?" tanya Yuna mengetes kemampuan Laras menyebutkan bahan dapur.
"Ketumbar"
"Ini tahu dong ya? Baput. Kalau ini?"
"Kunyit"
"Siiiip, jadi sebelum lele itu digoreng kita marinasi pakai ini dulu. Coba diulek Ras" pinta mamah Aini.
Laras mengambil cobek dan mulai mengupas bawang putih, menambahkan ketumbar, kunyit dan garam.
__ADS_1
"Ini takarannya segini mah?" tanya Laras.
Mamah Aini melihat isi cobek itu dan tersenyum. "Kalau untuk 5 sampai 7 ekor itu sih kurang sayang. Tambahkan lagi ketumbar dan garamnya. Nanti dikira-kira sendiri ya. Nanti juga terbiasa kok. Oke sekarang ulek"
Laras menambahkan sedikit ketumbar dan garam. Lalu mulai menguleknya. dan menuangkan bumbu itu ke ikan lele yang sudah dibersihkan tadi.
"Siapkan penggorengan Ras. Minyaknya panaskan dulu" Yuna memberi instruksi kepada Laras.
Laras segera melakukan instruksi Yuna. Setelah dirasa minyaknya panas dia segera memasukkan lele itu ke dalam penggorengan. Awalnya tidak apa-apa, tapi tiba-tiba saja meletup minyak yang ada di wajan itu. Laras sampai mundur menjauh.
"Hahahahah" Laras ditertawakan oleh mamah Aini dan Yuna.
Yuna membuka lemari penyimpanan makanan dan mengambil tepung terigu dan menyodorkannya ke Laras.
"Tadi kakak lupa bilang, setelah minyaknya panas taburkan tepung terigu 1 sendok sayang"
"Oalah, gitu caranya biar gak meletup kak?"
"Iya. Nanti waktu ngangkat ikan taburi dulu ya"
Laras mengangguk dan berusaha sebaik mungkin dalam pelajaran kali ini. Setelah ikan matang semua, kini gilirannya membuat sambal.
"Bumbunya apa aja mah?"
"Bamer, baput, tomat, cabai merah, cabai rawit, garam gula dikit. kupas, potong-potong, cuci lalu goreng"
Laras segera meracik bumbu untuk sambal dan mengeksekusinya.
"Terongnya dibakar dek, sini kakak bantuin biar cepet beres. Kamu sudah siap-siap untuk pindah nanti sore?" tanya Yuna ikut membantu Laras memasak.
Yuna duduk kembali. Laras mulai memotong terong, menyiapkan bakaran dan mulai membakar.
"Ini taburi garam gak?" tanya Laras.
"Boleh tapi sedikit saja" jawab Yuna.
Laras mengangguk. Tak lama masakan pun terhidang di atas meja. Yuna dan mamah Aini mencoba hasil makanan Laras. Pas. Untuk orang yang baru pertama kali memasak Laras termasuk yang berhasil.
Waktu menunjukkan pukul 12, mereka melakukan sholat dzuhur berjama'ah dilanjutkan makan siang. Lalu Laras mulai mengepak barang-barang yang akan dipindahkan ke rumah mereka dan keperluan untuk berlibur.
Duta membantu istrinya itu. "Abang sudah pesen tiket pesawat, booking hotel, dan sewa mobil untuk kita di Bandung. Kamu yakin cuma mau di Bandung?"
"Iya sayang, yang dekat saja. Kalau mau ke raja ampat kurang puas nanti"
"Iya ya, jatah libur kita kan cuma seminggu"
"Nah iya itu makanya, yang dekat saja. Bandung juga banyak destinasinya kok sayang"
"Iya, abang tahu. Nanti mampir ke tempat tante abang yang disana ya. Dia kemarin sih gak bisa datang, karena harus menunggui suaminya yang sakit"
"Ooo, oke deh"
Barang yang akan dipindahkan sudah siap. Barang untuk berlibur pun juga sudah siap. Waktu menunjukkan pukul 3. Duta dan Laras berbaring sebentar.
"Sini. Jangan jauh-jauh dari abang" ucapnya menarik Laras agar mendekat ke tubuhnya.
__ADS_1
Mereka berbaring dengan posisi saling berpelukan. Laras menyesap aroma tubuh suaminya.
"Kenapa?" tanya Duta.
"Wangi"
"Hahahah, yank"
"Hmm?"
"Kamu pengen punya anak berapa?"
"Mmm, sedikasihnya saja sama Allah. Banyak ya alhamdulillah"
"Kamu bisa ngurus nya?"
"Insyaallah, semoga Laras bisa membagi waktu dengan baik"
Laras memejamkan matanya. Tak lama dia tertidur. Duta memanggilnya namun tak ada sahutan.
"Ay, sayang" Duta menggeser tubuhnya sedikit dan dilihatnya istrinya sudah tidur.
"Hmm, sudah tidur ternyata kamu pasti capek banget ya sayang. Maaf ya buat kamu keletihan. Abang memang rakus. Tapi hanya sama kamu. Kenapa gak dari dulu saja kita ketemu Ay, hehehe" gumam Duta pada dirinya sendiri sambil menyibakkan rambut Laras dan mengecup keningnya.
Tak terasa Duta juga ikut terpejam. Mungkin dia juga kelelahan "makan". Hahahaha. Tak terasa waktu menunjukkan pukul setengah 5. Laras segera bangun dan mandi.
Selesai mandi Laras membangunkan suaminya. Susah sekali membangunkan Duta.
"Abang, sayang... bangun dong, sudah mau jam 5. Kita belum sholat ashar yank"
Duta masih saja tak mau membuka matanya. Laras akhirnya menyiapkan baju Duta terlebih dahulu. Lalu membangunkannya lagi.
"Sayaaaaang" Duta masih juga tak mau bangun. Laras mencondongkan tubuhnya. Lalu mengecup bibir Duta.
Cara membangunkan yang paling ampuh tapi beresiko. Hahaha. Duta langsung meresponnya. Dia membalas ciuman istrinya itu.
"Stop sayang, kita belum sholat ashar, sudah mau habis waktunya. Ayo bangun. Abang mandi dulu lalu kita sholat berjama'ah" terang Laras sambil melepaskan ciuman itu.
"Iya" Duta segera bangun dan melaksanakan perintah sang istri.
.
.
.
Like
Vote
Komen
Tip
Happy weekend all 😘😘😘
__ADS_1