
Dirga dan Nina naik ke atas panggung. Mereka ditanya oleh MC mau menyanyikan lagu apa. Dirga dan Nina sedikit berdiskusi dan memilih lagu dari Andmesh "Kumau Dia".
"Untuk kedua mempelai, selamat ya akhirnya.7 tahun penantian gak sia-sia. Doakan saya sama cewek yang mau saya ajak duet ini nyusul ke pelaminan. Jadi teman duet sehidup semati" Ucap Dirga sambil nyengir.
Nina menjadi senyum malu-malu lalu mencubit lengan Dirga. "Cuma temen, ayo buruan nyanyi" jawabnya.
Mereka menyanyikan lagu itu dengan sempurna. Entah itu mewakili perasaan mereka sendiri atau sebatas menyumbang lagu untuk meramaikan acara.
Resepsi sudah selesai. Ais langsung diboyong ke rumah Farid. Malam menjelang. Selesai sholat isya dan sholat sunnah mempelai itu naik ke ranjang.
Ais menarik selimut hingga menutupi dadanya. Farid mencoba tetap tenang. Dia ikut masuk ke dalam selimut berbaring dengan istrinya.
Ais memeluk suaminya. "Haduuuh, panas dingin mas dipeluk kamu begini yank" membuat Ais semakin gemas dengan suaminya.
"Apa siiih? Kok malu-malu sih mas kamunya?"
"Ya mohon dimaklumi to, mas mu ini gak pernah mau dekat dengan perempuan selain kamu"
Ais tertawa lepas mendengar jawaban suaminya. "Kamu grogi mas?" Farid mengangguk. Ais mencium bibir Farid sekilas.
Wajah Farid seketika langsung merona. Ais semakin gemas dengan suaminya. "Ya Allah maas, muka kamu kenapa merah? Kamu demam yank? Hahahaha".
"Seneng banget sih godain suami?"
"Ya kamu aneh, yang harusnya malu-malu tuh aku sayang, bukan kamu. Ini malah kebalik. Mau gak nih?" tawar Ais.
"Mau MP maksud kamu?" tanya Farid terbodoh.
"MP apaan?" Ais menggoda suaminya.
"Ituuu..."
"Apa? MP kalau di dunia farmasi kepanjangan methil prednisolon sayang, obat buat peradangan. Itu yang kamu maksud?"
"Ih kamu, bukaaaan. Malam pertama!" jawab Farid cepat.
"Iya, kalau gak mau sih gak papa. Aku tidur saja" Ais menjulurkan lidah dan menarik selimutnya hingga menutupi wajahnya.
"Jangan tidur dooong, mulainya dari mana Is? Mas beneran buta kalau disuruh hal-hal beginian" sambil menarik selimut Ais.
Bukan menjawab Ais malah menertawakannya. "Sumpah, kamu polos banget sih sayaaaang. Terserah kamu mau mulainya dari mana mas. Dari ujung rambut hingga ujung kuku kaki ku itu mulai hari ini milikmu mas Farid Baihaqi. Ajudan tampan sayangkuuu"
__ADS_1
Farid tersenyum. Dia mulai mencium kening istrinya. Mereka saling pandang. Saling tersenyum tipis. Farid mengulangi ciumannya. Awalnya hanya ciuman lembut. Dan sekarang Ais menjadi lebih agresif.
Farid semakin terbuai oleh permainan Ais. Kini ia bisa mengimbangi permainan Ais. Mereka hampir kehabisan oksigen. Mereka berhenti sejenak dan berpandangan kembali.
"Baca doa dulu mas"
"Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa"
"Kamu gak pengen menjelajahi sini mas?" seakan menuntun pergerakan Farid. Farid melakukan yang diinginkan istrinya. Membuat Ais merasakan rasa berbeda. Farid semakin turun dan membuka satu per satu kancing gamis Ais.
Sekarang di hadapan Farid ada benda yang masih tertutupi. Farid mendudukkan Ais, dia mulai membuka semuanya. Dia juga menyibakkan selimut yang menutupi dirinya dan Ais.
suara-suara Ais begitu menggoda Farid. Dia semakin bersemangat menjelajahi setiap inchi tubuh istrinya.
Permainan menjadi liar. Farid sekarang dengan rakusnya memberikan rasa berbeda di bawah sana. Semakin membuat Ais kegelian.
"Maaaass"
Farid berhenti sebentar. "Iya sayang?"
"Enak" katanya. Farid tersenyum dan memulai aksinya lagi. Entah berapa lama pemanasan itu berlangsung.
"Aww" pekik Ais agak keras hingga dia menutupi mulutnya sendiri.
"Kamu suka?" tanya Farid yang kini berada di atas tubuh Ais. Ais mengangguk malu.
Farid memainkan tempo dengan baik. Kadang akan diperlambatnya, kadang dia akan bermain sedikit kasar. Membuat Ais semakin mencapai kenikmatan.
Farid merasakan miliknya akan membuncah. Dia bertanya kepada istrinya. "Kamu sudah mau nyampe belum sayang?" tanyanya dengan tersengal-sengal. "Bentar lagi mas. Hentak yang keras sayang. Biar sampai dalam"
Farid mempercepat tempo permainannya. Permainan semakin tak terkendali, mereka sama-sama mengeluarkan suara-suara aneh. Membuat ranjang berdecit keras.
Mereka mencapai pelepasan bersama. Farid tersenyum puas kepada istrinya. Menarik perlahan dan mengecup kening Ais.
Ais meraih kembali selimut yang terjatuh. Menariknya kembali dan menutupi tubuhnya dan juga suaminya.
"Mas puas?" tanya Ais
"Banget. Makasih ya. Maaf juga membuatmu kesakitan seperti tadi"
"Gak papa sayang, Ais seneng mas bisa puas. Pelajaran kali ini berhasil ya. Hahah"
__ADS_1
"Hahaha, iya. Terima kasih sudah memberi arahan kepada mas. Maaf mas bukan orang yang berpengalaman"
"Ais juga belum pengalaman mas, tapi temen-temen Ais dulu kebanyakan cowok dan kalau ngumpul selalu yang dibahas bahan beginian. Makanya Ais sedikit tahu. Maaf ya malah menggurui kamu"
"Gak papa, mas seneng. Ternyata kamu gak jaim. Ah akhirnyaaa, mas bisa merasakan juga nikmatnya dunia. Terima kasih ya Allah, engkau mengirimkan bidadari tercantik dan terpandai dalam hidupku"
"Hahahah, mas kenapa gak bikin kissmark?"
"Kissmark?"
"Iya, kissmark. Jangan bilang kamu gak tahu" Farid menggeleng membuat Ais menepok jidatnya.
"Mau aku contohin?" Ais memberanikan diri untuk memulai lagi. Farid mengangguk.
"Seperti ini, ada tanda kemerahan yang muncul sayang"
"Oh begitu. Kamu mau?" tanya Farid. Ais mengangguk. "Mau.... ah gak jadi deh"
"Apa? Kenapa malu-malu kamu sih yang malu-malu gitu?" tanya Farid sambil membelai rambut Ais.
"Mau coba posisi lain gak?" Farid mengernyitkan dahinya. "Kamu macam orang yang pengalaman saja"
"Hehehe, di buku obgyn ada sayang. Berbagai posisi. Kemarin aku pinjam sama temen aku. Heheh. Penasaran sama rasanya. Kita coba ya" Farid mengangguk menuruti Ais.
Farid membalik posisi istrinya yang kini berada dibawahnya. Memainkan tempo itu lagi. Dan mereka kembali mencapai puncak. Melepas secara bersamaan.
"Makasih sayang" ucap Farid.
"Sama-sama"
.
.
.
Like
Vote
Komen
__ADS_1
Tip
Othor bela-belain nulis nih. Gimana panas dingin gak? Yang ada lawan, segera mainkan. Yang belum ada, sabaaar. Nasib LDR an wkwkwkwk