Larasati & Pak Bupati

Larasati & Pak Bupati
Melepas Rindu (Season 2)


__ADS_3

Doorprize yang diberikan Rana dan Shila tak main-main. Acara telah selesai, tapi para krucils enggan pulang. Ada saja alasan mereka untuk mengulur waktu.


A squad membuka doorprize itu di tempat. Mereka sangat senang mendapatkannya. Makanan ringan seperti snack dan permen juga coklat. "Wuaaaaahhh, bisa dibagi satu RW ini" kata Wisnu juga ikut senang.


A.squad mengangguk. Laras menyuruhnya untuk membagi-bagikannya kepada semua anak disana. "Ayo, jangan pelit kalau tidak mau jadi temannya setan" kata Laras.


"Iya mah, kami gak pelit kok" seru Amaris. Laras mengacungkan dua jempolnya.


Semua anak senang mendapatkan makanan itu dari A squad. Laras dan Duta bercengkrama dengan yang lain.


"Chee, pakdhe minta dooong" Wisnu merayu Archee agar diberi makanan itu. Dasar Wisnu!


Archee memberikan 2 coklat dengan bertabur kacang mete itu. "Eiitss, ada syaratnya pakdheee. Kami boleh ya tidur sama mas Gandi? Boleh ya pakdheee?"


"Ealah, bocah cilik iki kok wes ngerti barter ngene iki sing marai mesti pak mbok ne. Yo kan Dut? (Ealah, bocah kecil ini kok sudah tahu barter begini ini yang mengajari pasti bapak sama emaknya. Ya kan Dut?)"


Duta melempar tisue ke arah Wisnu. "Sembarangan! Mereka tahu sendiri yo. Imbal balik Wis. Sudah lah, bolehkan saja mereka menginap di tempatmuuu"


"Oooo, aku ngerti ikiii. Mesti ameh wik wik yo to? Kan ora ketemu 2 dino (Oooo, aku tahu iniii. Pasti mau wik wik ya to? Kan gak ketemu 2 hari)" Yang lain tertawa mendengarkan ucapan Wisnu.


Ririn menjawab pertanyaan Archee. "Archee, beneran mau tidur di rumah mas Gandi?" Archee mengangguk. "Oke, boleh kan Kay? Galih sama Arga juga mau tidur di tempat mas Gandi gak sayang?"


"Mauuuuu" jawab semuanya. "Hadeeh, yang ditanya siapa yang nyahut kok semua" imbuh Ririn.


Kayla mengangguk. "Wes titipke aku kabeh, saesuk aku buka penitipan anak. Sing ameh indehoy, sing ameh wik wik, sing ameh asolole monggoooo (Sudah titipkan aku semua, besok aku buka penitipan anak. Yang mau indehoy, yang mau wik wik, yang mau asolole silahkaaaan)"


Semua kembali tertawa mendengar Kayla. "Nih pakdhe, khusus buat pakdhe Archee kasih 3 coklat sama 2 kacang atom"


"Hayo kurang to Chee" sahut Wisnu. "Itu sudah banyak lho pakdhe, lainnya saja cuma dapat satu tok" balas Archee. Para orang dewasa kembali tertawa.


"Yowes lah. Para kruciiiils, ayo semuanya ikut ke rumah mas Gandi. Kita bobok disana. Kita main kemah-kemahan. Oke semua?" kata Wisnu.


Habib dan Hilal serta Gama anak Rama merengek minta ikut. "Nanti bunda nyariin lho nak. Terus nanti dek Humai sama siapa?" kata Farid.


"Ayah, dek Humai kan boboknya sudah sama Bunda. Ayolah ayaaah. Boleh ya boleh ya?" rengek Hilal.

__ADS_1


"Sudah Rid, biarkan saja mereka ikut. Jangan takut merepotkan. Kami malah senang kalau rumah kami ramai. Secara Gandi kan masih jadi anak tunggal" sahut Wisnu.


"Iya mas, biarkan saja mereka ikut. Jadi nanti kan tinggal urus yang kecil" timpal Laras. Farid kalah. Dia menghela nafasnya kasar. "Ya sudah lah. Kalau kalian maunya begitu. Disana jangan nakal ya nak"


Hilal dan Habib mengangguk. "Gama juga ikut ya pah" Rama mengangguk.


"Hassek! Aku bisa leluasa melepas rindu inii!" Duta girang bukan main. Semuanya tertawa.


Bayu dan Candra sampai terpingkal-pingkal melihat Duta berjoged tak jelas. "Pak Joko Widagdo gak salah tunjuk kan ya? Bentukan Duta dijadikan menteri coba. Nanti waktu ada musik koplo bahaya lho Ras" kata Bayu.


"Hehehehe, padahal dulu gak begini lho mas Bay, dulu kenal tuh sepertinya kaleeem" kata Laras.


"Kalem apane Raaas? Di SMA dia yang paling sering bolos lompat pagar sampai celananya robek. Tidur di kelas sampai ilernya kemana-mana. Makanya kami juga heran, kok bisa dia dapat kamuuu" sahut Candra.


Duta berdecak. "Wes toooo, jangan buka aibkuuu. Ayolah pulang, hari makin Larut"


"Sing anniversary ki aku Dut, kok sing ngebet kowe toh yo? (Yang anniversary itu aku Dut, kok yang ngebet kamu toh yo?)" tanya Rama.


Shila menyenggol bahu suaminya. "Dua hari bagaikan 2 windu maaas. Bener mas Duta?"


Semua tertawa dengan tingkah Duta. Laras juga heran dengan sikap suaminya. "Ayolah mulih, mesaki pak menteri nek nganti adine tangi ora ono lawane (Ayolah pulang, kasihan pak menteti kalau sampai adiknya bangun yidak ada lawannya)" Farid yang sedari tadi diam akhirnya ikut buka suara. Membuat Duta geleng kepala.


"Kamu memang paling pengertian ke saya bang. Hahaha"


Akhirnya mereka membubarkan diri. "Rombongan pengambil kitab suci pulang jalan kaki?" tanya Lila


"Perjalanan mengambil kitab sucinya ganti pakai mobiiil. Kakiku patah kalau disuruh jalan jauuh" ucap Bayu. Semua kembali tertawa. Begitulah keseruan itu terjadi.


Duta dan Laras kembali ke rumah. Dalam perjalanan mereka saling lempar senyum. "Senang kan habis ini ketemu adiknya papah?"


Laras tertawa. "Kamu kali yang senang ketemu goa nya mamah"


"Iya senang to yaaa. Sudah aman kan Ay?" Laras mengangguk. Mobil melaju dengan kecepatan sedang.


Tak lama mereka tiba di rumah. Duta membukakan pintu mobil untuk istrinya. "Makasih abang" kata Laras dan membuka pintu rumah. Mereka masuk ke dalam. Saat menaiki tangga, Duta menggendong Laras ala bridal style.

__ADS_1


"Abang!"


"Apa? Abang masih kuat. Jangankan kamu. Kamu sama A squad minta gendong bersamaan pasti"


"Pasti apa?" tanya Laras bingung. "Pasti gak kuatnya sayang. Hua. Boyok abang bisa encok nanti" Laras memukul.dada suaminya pelan.


"Dasar!" Duta sampai di depan pintu kamar. Laras membantu membuka pintu itu. Lalu Duta menurunkan istrinya. "Abang mau ganti baju dulu" Laras mengangguk.


Mereka mengambil baju masing-masing untuk berganti pakaian. Tak lama, Duta sudah memakai kaos hitam dengan boxernya. Laras keluar dari kamar mandi dengan lingerie yang begitu sexy.


Duta menghampirinya dan memeluknya. "You are so sexy sayang" Laras merasa ada sesuatu yang mengeras dibawah sana. "Ih, sudah bangun ya?"


Duta mengangguk sambil menikmati curug leher itu dari belakang. "Dia ingin segera melepas rindu dengan milikmu"


Tangan Duta mulai menjelajahi tubuh istrinya. Laras menikmati seluruh jamahan suaminya. Mereka sama-sama terbuai. Laras membalik tubuhnya. Mengecup bibir suaminya. "I love you sayang"


"I lobe you too, and I love you more Ay"


Duta menggendong istrinya dan membaringkannya di ranjang. Bibir saling bertaut dan tangan Duta menjamah tubuh istrinya. Hingga mereka melakukan penyatuan bersama. "Aaaahhhh" suara desahan keras itu menjadi akhir percintaan malam itu.


"Makasih sayang" Duta mengecup kening istrinya.


Laras menarik selimut untuk menutupi tibuh mereka berdua. "Sama-sama" lalu memeluk tubuh suaminya. Tidur di dada bidang itu.


.


.


.


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Tip


__ADS_2