
Duta mendekap istrinya, mereka sama-sama menangis. Penantian mereka terjawab sudah malam itu. Umi khawatir dengan mereka, mendekati lalu melihat isi kotak itu.
Umi pun ikut menangis. "Laras hamil bi, alhamdulillaaaaaahhhh" Ucap umi langsung sujud syukur.
"Masyaallah, tabarakallah" ucap lainnya. Suasana menjadi haru.
"Kok malah jadi sedih gini sih?" Ririn.
"Bukan sedih Rin, haru bahagia" sahut Lila dan Shila bersamaan.
"Mereka melalui banyak cobaan, alhamdulillah satu tahun pernikahan mereka diberi hadiah seindah ini dari Allah" ucap Kayla.
Semua menoleh ke Kayla. "Tak biasanya dia ngomong bener, dia lagi hamil juga kali" kata Ririn.
Duta masih memeluk istrinya. "Terima kasih ya Allah, engkau menjawab do'a-do'a kami"
Mamah Aini menghampiri mereka dan memeluk mereka berdua. "Selamat sayang" katanya ikut menangis.
Duta melepaskan pelukan itu dan mencium kening istrinya lama. Dirga dan Nina menyanyikan sebuah lagu dari Armada dengan judul Buah Hati, diiringi oleh para teman-teman Duta.
Malam berlalu dengan kebahagiaan. Hingga acara itu selesai. Laras memeluk suaminya sangat erat. "Jawaban dari sabar kita bang"
"Iya sayang, terima kasih sudah memberikan abang kejutan. Besok kamar kita pindah di bawah saja ya, biar kamu gak capek. Besok bikin janji dengan Citra. Kamu sudah tidak datang bulan berapa lama?"
"Dua bulan, Laras lupa ngecek, tadi pagi maaf ya, Laras gak pamit ke abang. Laras pergi ke apotik beli testpack. Maafin ya sayang"
Duta mengangguk. "Iya, abang maafkan. Lain kali izin ya" Laras ganti mengangguk.
.
Siang itu Laras menunggu suaminya. Mereka ingin periksa ke dokter kandungan. Antrian masih agak banyak. Laras berpesan kepada Yeni, asisten baru Citra, jika sudah sampai antriannya, tolong dia dikabari.
Duta sengaja melewatkan makan siangnya. Bergegas menuju ke rumah sakit. Dia sudah tak sabar ingin melihat yang ada di rahim Laras.
Kesempatan juga bagi Farid makan siang dengan istrinya sembari menunggu bosnya. Saat diparkiran mereka bertemu dengan Amira dan Ari.
"Lhoh, Assalamualaikum, mbak Mira, mas Ari?" sapa Duta.
"Eh, waalaikum salam, pak Duta" Jawab Ari.
"Mas Ari masih belum sehat?" Kini Farid bertanya.
"Sudah Rid, ini ngantar Amira periksa kandungan, dia sudah telat sebulan"
"Alhamdulillah" ucap Farid dan Duta bersamaan.
"Hamil barengan nanti ceritanya mbak Mira" kata Duta membuat Amira bertanya-tanya dengan siapa?
"Sama Ais pak?" tanya Amira.
"Bukan, sama Laras. Istri saya juga telat dua bulan. Mari masuk" Mereka berjalan beriringan. Amira dan Ari menunggu di poli kandungan, Farid berhenti di poli bedah, dan Duta menuju ruangan istrinya, poli jiwa.
__ADS_1
"Assalamualaikum" sapa Duta.
"Waalaikum salam, ayo bang, tadi sudah ditelpon suruh kesana"
Duta mengangguk dan mereka jalan beriringan. sambil bergandengan tangan. Berpapasan dengan Ais dan Farid.
"Mau kemana?" tanya Laras. "Ikut kalian USG. si ayah pengen ikutan lihat dedek nih" ucap Ais.
"Ayolah"
"Eh yank, tadi kami di parkiran ketemu sama mas Ari dan mbak Amira. Katanya mbak Amira juga telat sebulan. Nanti kalian hamilnya barengan dong" terang Duta.
"Waaah, seru nih, hamil bareng. Nanti paling tua anak kak Ais dong ya" sahut Laras.
"Iya ih seru, nanti anak kita seumuran dong Ras, jangan tua gitu ngomongnya. Ayahnya saja yang cukup dikatakan tua" balas Ais.
"Yeeee, kamu bener aja sih kalau ngomong" jawab Farid
"Hahahaha" mereka tertawa. Mereka berpapasan dengan Adi, si dokter baru.
"Eh, pak Bupati, dokter Laras, dokter Ais dan pak suami. Mau pada kemana nih? Ramai-ramai" tanya Adi berbasa basi.
"Keppo" jawab Duta dan Farid bersamaan. Adi hanya garuk kepala. "Salahku apa?" bertanya pada dirinya sendiri saat mereka sudah berlalu.
Laras dan Ais hanya menggelengkan kepala saat mereka begitu. "Posesifnya kumat" ucap Laras dan Ais bersamaan.
Amira dan Ari diperiksa terlebih dahulu karena antrian sudah habis tapi Laras tak kunjung datang.
"Haruskah kita pelukan seperti mereka pak, mas?" tanya Farid terbodoh.
"Ora usah bang, ambumu kecut" timpal Duta dan Ari bersamaan.
"Siapa dulu nih?" tanya Citra diambang pintu.
"Kak Ais aja dulu" jawab Laras cepat. Ais dan Farid masuk terlebih dahulu. Duta dan Laras menunggu mereka. Amira dan Ari pamit ke apotik untuk menebus obat.
"Selamat ya mbak sekali lagi" kata Laras.
"Terima kasih mbak Laras, kalian juga, selamat ya. Seneng deh hamil ada temennya gini. Seru" ucap Amira semangat.
Tak lama Ais dan Farid keluar. "Pak, 2 hari lagi saya bisa izin pulang cepat tidak? Ternyata kandungan Ais sudah masuk 4 bulan"
"Iya bang, atur saja. Suruh mas Budi menghandle semuanya" jawab Duta.
"Yuk" Citra menyuruh pasutri terakhir masuk.
"Semangat ya! Kabari kakak hasilnya"
"Iya"
Laras dan Duta masuk ke ruangan. Seperti baisa, Laras akan ditanya kapam terakhir menstruasi. Laras sudah mencatat hal-hal yang akan ditanyakan.
__ADS_1
"Sudah tidak sabar ya?" goda Citra kepada pasutri itu.
"Buruan kek Cit, bismillah" ucap Laras sambil naik ke atas bed. Bajunya sudah disingkapkan dan tubuhnya ditutupi oleh selimut. Citra mulai mengoleskan gel dingin itu ke atas perut Laras. Melihat gambaran yang terjadi disana.
"Masyaallahhhh, kalian dapat jackpot!" ucap Citra senang. "Pak Duta, pak Duta, lihat layar yang saya screen shoot ya"
Duta mengangguk penasaran. "Satu kantong... dua kantong... tiga kantong... empat kantong! Laras sayang, kamu dapat hadiah jackpot dari Allah. 4 kantong sekaligus sedang berkembang di dalam rahimmu. Masyaallah, alhamdulillah" ucap Citra bersyukur dan ikut bahagia. Mengingat dia juga tahu bagaimana perjalanan pasutri itu.
Duta tak bisa lagi menyembunyikan rasa harunya. Dia mendekati istrinya dan mencium keningnya. Menangis kembali. Begitu juga Laras.
"Subhanallah, Allah memang perancang terbaik sayang. Buah kesabaran kita terbalaskan berlipat-lipat" ucap Duta. Laras mengangguk.
Citra mencetak hasil USG itu. Laras dan Duta kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.
"Empat ya guys, jadi makannya juga ekstra, vitaminnya juga ekstra, aktivitasnya dikurangi, dan mungkin, keluhannya bisa jadi juga ekstra" Citra mengingatkan kemungkinan yang terjadi.
"Termasuk resiko gak sih Cit kembar empat ini?" Citra mengangguk. "Iya Ras, makanya benar-benar dijaga ya asupannya. Semoga calon buah hati kalian saling berbagi di dalam sana"
Duta dan Laras mendengarkan semua nasehat yang diucapkan Citra. "Semoga gak sampai hiperemesis ya"
"Apa itu?"
"Mual muntah yang berlebihan pak, kadar hormon hcg nya tinggi kalau di kehamilan kembar. Ini sudah aku resepkan obatnya. Yang vitamin wajib diminum. Kalau yang mual muntahnya kalau merasa keluhan saja. Okey? Dua bulan lagi kontrol, aku ingin lihat perkembangannya"
"Iya Cit"
"Selamat ya, akhirnya tahun ini bakalan punya ponakan lima dong aku. Yesss!" ucap Citra kegirangan.
"Ya sudah, kalau gitu kami pamit dok, terima kasih bantuannya. Semoga kehamilan istri saya tidak ada kendala yang berarti" ucap Duta.
"Sama-sama pak"
"Makasih ya Cit, kami pamit. Assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
.
.
.
Like
Vote
Komen
Tip
Bukan twins ya gaes, hehehe, empat. Doakan tumbuh sehat semua. Aamiin. Yang sedang berjuang mendapatkan momongan, tetap semangat. Jangan pikirkan omongan orang. Karena pikiran yang bahagia juga berpengaruh saat proses bercinta. Hehehe. itu sih yang othor alami. Semoga yang kalian hajatkan segera dikabulkan Allah. Aamiin
__ADS_1