Larasati & Pak Bupati

Larasati & Pak Bupati
Lima Maret (Season 2)


__ADS_3

Arjun sudah dua malam ini tak bisa tidur dengan nyenyak. Dirinya selalu gusar. Entah apa yang mengganggunya. Baru kali ini dia merasakan kegundahan yang teramat sangat.


Tidak memungkiri memang jika dirinya bertingkah seperti itu. Hari esok adalah hari paling bersejarah bagi dirinya. Hari yang paling ia nantikan. Hari yang mendebarkan baginya.


Hari pernikahannya lima Maret. Esok, dirinya akan memiliki status baru dan memiliki tanggung jawab yang semakin besar. Dia akan menjadi suami dari Renata Lazuardi. Mengambil alih tanggung jawab yang besar dari orang tua Rena.


Dia duduk di balkon kamarnya. Menatap hamparan taman berbunga dari atas. Dia tersenyum mengingat bagaimana dulu dia bersikap terhadap Rena hingga sampai jatuh hati pada gadis bersuara knalpot rusak alias cempreng itu.


"Besok kita akan jadi suami istri. Aku rindu suara menggemaskan mu itu" ucapnya sambil terus tersenyum.


.


Suara kokokan ayam jantan terdengar riuh menyambut pagi. Rena sudah bersiap di depan cermin. Sedang dipoles beberapa macam make up. Menambah aura kecantikannya.


Kebaya untuk akad sudah siap. Nina dan Dirga beserta bandnya digadang-gadang untuk menjadi band pengiring dan penghibur saat resepsi nanti berlangsung.


Pesta pernikahan itu di gelar di halaman rumah Rena. Itu adalah keinginan dari kedua mempelai. Mereka ingin dilakukan ijab dan resepsi di rumah. Tenda pernikahan terpasang dengan sangat rapi berjajar siap menyambut para tamu yang hadir.


Semua sibuk dengan persiapan masing-masing. Akad akan digelar pukul 10 pagi. Resepsi akan digelar tiga sesi. Jam 11 hingga jam 3 adalah tamu dari orang sekitar lingkungan Rena dan juga tetangga Arjun. Jam 3 hingga jam 6 sore adalah waktu untuk tamu dan teman Rena dan juga Arjun dari mulai SMP, SMA, Kuliah. dan rumah sakit. Jam 6 hingga jam 9 malam adalah tamu dari kolega bisnis kedua orang tua mereka.


Tak kebayang bagaimana lelahnya nanti. Persiapan yang sama juga dilakukan oleh keluarga calon mempelai pria. Arjun memancarkan aura ketampanan yang sangat luar biasa. Mungkin karena ketulusan cintanya yang membuatnya begitu menghipnotis mata yang memandangnya.


"Gantengnya anak mamah" kata mamahnya saat melihat putranya sudah siap. Arjun melihat penampilan mamahnya yang memakai banyak perhiasan.


Arjun berdecak. "Mah, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini lepas. Hanya pakai cincin satu, gelang 1 dan kalung 1. Gak ada tapi-tapi. Copot mah" pinta Arjun kepada mamahnya.


"Hadeh, gak kamu, gak papab sama aja. Sayang kalau gak dipakai" jawab mamahnya beralasan.


"Malu mah. Mamah nih mau bikin Arjun malu di depan keluarga Rena?" mamahnya menggeleng. "Iya-iya mamah lepasin satu per sati sesuai keinginan kamu.


"Nah gitu dong, mamah sayang" Arjun memeluk mamahnya sangat erat. "Gak kerasa ya, bentar lagi anak kesayangan mamah bakal jadi suami orang"


Terasa suasana haru disana. "Jadi suami yang bisa membimbing istrinya ya nak. Kalau ada kesulitan jangan sungkan bercerita dan bertanya kepada kami. Semoga kami bisa menjadi penengah untuk kalian"

__ADS_1


"Kok mamah ngomongnya begitu?" masih mendekap mamahnya.


"Mamah tahu Arjun, rumah tangga juga ada pasang surutnya. Makanya mamah bilang seperti itu"


"Mah, Insyaallah Arjun akan menjadi suami yang hangat dan selalu mengayomi keluarga kecil kami nantinya" Mamah Arjun menghapus air matanya.


"Sudah ah. Mamah kalau begini terus, bedaknya bisa luntur. Kan sayang. Harus on dati sekarang sampai nanti malam"


Arjun melepaskan pelukannya dan mengecup kening mamahnya. "Makasih ya mah, mamah sudah memberikan wanita terbaik untuk menjadi jodoh Arjun"


"Sama-sama sayang" Tak lama pak Priyadi ikut bergabung. "Kenapa sih? Kok pada sedih begini?"


"Ih, siapa yang sedih? Gak kok! Mamah seneng aja, akhirnya dia memang berjodoh dengan Rena" sambil melepas perhiasannya satu per satu meninggalkan yang diminta anaknya.


Pak Priyadi tersenyum menang saat istrinya melepas semua itu. "Nah gini kan lebih cantik mah" pujinya.


"Sudah ah, ayo berangkat. Nanti bisa-bisa telat lagi" kata Arjun


.


"Non, mau bibi tata sekalian atau bagaimana?" Rena menggeleng. "Biar begitu saja bi. Lusa kami pindah ke rumah kami sendiri. Tolong persiapkan saja barang-barangku bi"


"Sudah non, sudah dipersiapkan sama nyonya semua"


Mamah Rena dan tantenya datang menghampiri Rena. "Ayo keluar. Mas mu sudah datang" Jantung Rena tetiba berdegup kencang. Nafasnya menjafi tercekat. Tangannya dingin.


"Tarik nafas sayang, biar gak gugup" kata tantenya. Rena mengikuti instruksi tantenya.


"Aduh mah, perut Rena mules" ucapnya


"Itu karena kamu gugup. Rileks dulu" saran mamahnya.


Rena mengambil nafas dalam dan menghembuskannya. Lalu dia mengangguk mantap. "Ayo mah, te" Lalu kedua orang itu membawa Rena ke depan penghulu yang mana Arjun sudah duduk disana.

__ADS_1


Rena melirik Arjun tapi Arjun tak meliriknya. Penghulu mulai membacakan doa-doa sebelum ijab qobul dimulai. Lalu setelahnya menyerahkan ijab kepada pak Lazuardi yang ingin menikahkan anaknya sendiri. Arjun menjabat tangan pak Lazuardi


"Arjun Priyadi, hari ini saya nikahkan dan saya kawinkan engkau, dengan putri saya yang bernama Renata Lazuardi dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan sebuah rumah dibayar tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnga Renata Lazuardi binti Lazuardi dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap Arjun dalam sekali tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi sah?" tanya penghulu kepada para saksi. Yang menjadi saksinya adalah Duta dan satu lagi dari pihak keluarga Rena.


"SAH!" ucap para saksi itu mantap. Penghulu kembali membacakan doa untuk pengantin. Penghulu mempersilahkan Rena untuk mencium tangan Arjun yang sudah resmi menjadi suaminya. Arjun mengecup kening Rena hingga ia terbawa suasana haru dan menitikkan air mata.


Penghulu juga menyuruh mereka memakaikan cincin di masing-masing jari pasangan yang sudah halal itu.


Selanjutnya prosesi sungkeman dan dilanjutkan dengan foto-foto. Lalu mulai resepsi. Tamu yang dari rumah sakit heboh saat melihat benar-benar mereka telah bersanding dan halal menjadi suami istri.


Nina dan Dirga meminta perhatian kepada semua hadirin yang hadir. "Berawal dari adu mulut sekarang jadi satu selimut. Bener gak yank kalau benci itu bisa berubah jadi cinta?" tanya Dirga kepada istrinya.


"Bener banget pak suami, noh, buktinya disana. Yang bayar kita. Hahaha. Satu rumah sakit gempar nerima undangan. Tapi mereka pinter lho nyembunyiin hubungan mereka. Sampai kepergok ada yang lagi nyari sendal mas nya tuuuuhh"


Rena dan Arjun tertawa disindir oleh mereka. Duta dan Laras juga ikut tertawa mendengarnya. "Rasa cemburu abang bisa berkurang lagi, karena para pemujamu sudah mendapatkan jodoh masing-masing. Hihihi" ucap Duta. Laras hanya tersenyum dan bergelayut manja pada lengan suaminya.


"Oke, satu lagu untuk semuanya, cintaku.dari almarhum Chrisye"


.


.


.


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Tip


Oke gengs, novel Cinta Karena Mandat ganti judul menjadi CINTA KARENA MANDAT (REVISI) silahkan dibaca ulang. Othor revisi lagi dari awal. Terus kasih semangat othor ya. Next ep yang hareudang-haruedang lagi yes. 🤭 semoga gak disuruh revisi sih


__ADS_2