Larasati & Pak Bupati

Larasati & Pak Bupati
Persiapan Lamaran


__ADS_3

Pagi itu semua repot mempersiapkan diri. Duta dan keluarganya repot mempersiapkan seserahan yang akan dibawa. (enak kali ya kalau calonnya orang penting, suruh nyiapin ini oka oke aja barangnya ada 😅)


Trio mobat mabit bersama keluarganya sudah tiba di rumah Duta. Agus membukakan pintu untuk mereka.


"Assalamualaikum" ucap trio mobat mabit bersama keluarga kompak dan senada.


Agus tertawa dengan tingkah mereka. Selalu seperti itu. Tidak pernah berubah sedikitpun.


"Waalaikum salam, ayo masuk. Duta lagi siap-siap. Kalian memang geng kompak ya"


"Hahahaha" seru semuanya.


Mereka masuk dan disambut oleh mamah Aini. Setelah menunggu Duta beberapa saat Duta turun dan segera memakai kaos kakinya. Para istri trio mobat mabit terpana melihat pesona Duta. Dengan kompak mereka bilang


"Paripurna!" dengan mata berbibar. Para suami mereka bukannya cemburu malah ikut-ikutan terpesona.


"Ganteng maksimal!" ucap para pria itu.


"Udaaaah, pada ngiler kalau lihat yang bening-bening. Gak istri gak suami sama aja kalian ini. Ayo berangkat!" ucap Duta.


"Siap bos!" ucap mereka semua. Mamah Aini sampai geleng kepala melihat tingkah mereka yang masih seperti anak-anak.


"Kalian ini memang seperti kembar tiga ya, udah tua bukannya makin waras malah sansoyo somplak! Hahaha" ucap mamah Aini.


Rombongan Duta berangkat menuju rumah Laras.


.


Sementara Arjun juga bersiap akan datang melamar Laras. Dia dan papahnya masih menunggu mamahnya berdandan.


"Mah, ayo cepetan! Nanti keburu siang!" teriak Arjun dari ruang tamu.


"Iya-iya sabar! Mamah lagi nyari tas yang cocok dengan baju mamah nih!"


Papah dan Arjun sampai melongo melihat dandanan mamahnya. Terlihat menor dan perhiasannya itu lho. Di leher, tangan, dan jari semuanya dipakai.


"Mah, itu gak terlalu berlebihan?" tanya papah Arjun.


"Ya nggak lah pah, biar mereka tahu calon besan mereka itu orang kaya, orang terpandang! Ayo berangkat!"


Papah Arjun hanya geleng-geleng kepala melihat penampilan istrinya. Bukannya tampil elegan malah jatuhnya katrok mah mah.


Arjun dan keluarganya juga bergegas ke rumah Laras.


.


Ais dan keluarganya datang paling awal ke rumah Laras. Mereka membantu keluarga Laras untuk menyambut Duta dan rombongannya.


Tak lama, orang dari resto x langganan Duta datang dan mempersiapkan makanannya. Laras sedang berdandan bersama Ais.


"Ih kakak, jangan ketebelan. Jelek ih" protes Laras saat Ais mengoleskan lipcream di bibir Laras.

__ADS_1


"Sebentar dong Ras, belum selesai ini. Nanti masih ditambah sama ini dan ini"


"Mak, berat dong nanti bibir aku"


"Tenang sih, make up kakak kan bukan abal-abal sayang. Hmmm, cantik" ucap Ais sambil mengombre bibir Laras.


"Sip! Sempurna! Aaah, foto dulu" ucap Ais sambil meraih ponselnya. Dan mereka berselfie ria.


"Aku ganti baju dulu ya. Nanti bantuin pake hijabnya" Laras mengambil baju di gantungannya dan menuju kamar mandi.


Sementara Ais menghias dirinya juga. Tak mau kalah dengan Laras.


Farid diminta oleh Duta untuk membantu persiapan di rumah Laras. Dia dan ibunya menuju rumah Laras dengan berbekal alamat yang diberikan Duta.


Tak lama Farid dan ibunya datang. Mereka disambut oleh papah Ais.


"Assalamualaikum" ucap Farid dan ibunya


"Waalaikum salam. Lhoh, nak Farid? Bu Farida? Ri, Ari. Ada nak Farid nih. Kok bisa ada disini?" tanya papah Ais penasaran.


Farid menyalami papah Ais dan menjelaskab maksud kedatangannya. Ari keluar dan memeluk sahabatnya itu.


"Apa kabar bro?" sapa Ari.


"Baik, kamu sendiri gimana? Undangan tak tunggu kok gak datang-datang" jawab Farid.


"Halah, kamu dulu sana. Kamu sekarang jadi tangan kanannya pak Bupati?" tanya Ari


"Pantesan"


"Pantesan kenapa?"


"Ais pernah nanya ke aku, mas Farid sekarang jadi orangnya pak bupati ya mas? Gitu. Aku bilang gak tahu, yang aku tahu dia belum nikah. Tak jawab gitu aja. Hahaha"


"Hehehe" Farid bingung harus menjawab apa. Jadi kamu pernah menanyakan kabarku Is? Semoga masih ada jalan untuk ku berjodoh denganmu. Aamiin.


"Malah bengong, ayo bantu mereka" Ari menarik Farid untuk membantu petugas catering dan bu Farida diantarkan papah Ais menuju dapur bertemu orang tua Laras dan mamah Ais.


Arjun sampai terlebih dahulu di rumah Laras. Dia bingung kenapa rumah Laras ramai sekali dengan orang dan ada makanan prasmanan yang sedang ditata.


"Wah Jun, kamu sudah mempersiapkan semuanya to? Kok sudah ada petugas catering" tanya mamahnya Arjun.


Arjun diam tak menjawab. Dia berpikir. Apakah mungkin bupati itu mau melamar Laras hari ini? Ah, tapi aku tidak boleh keduluan. Aku akan melamar Laras terlebih dahulu.


"Ayo masuk" ucap papah Arjun membuyarkan pikirannya.


Mereka bertiga masuk tanpa membawa apa-apa. (Katanya orang kaya, orang terpandang, masa ke rumah calon besan tangan kosong sih?! Dasar pelit! 😅)


"Assalamualaikum" ucap papah Arjun.


"Waalaikum salam" jawab Ari dan Farid yang ada disitu.

__ADS_1


Ari mengenali Arjun, orang yang digila-gilai oleh adiknya. Ari menyambut mereka.


"Maaf, mau bertemu dengan siapa ya?" tanya Ari.


"Ingin bertemu dengan keluarga dari pacar anak kami" jawab mamah Arjun.


"Pacar?" sontak Ari dan Farid saling toleh


"Maksudnya dokter Laras. Dia adalah pacar saya" terang Arjun.


Farid segera menyingkir dari Ari dan keluarga itu dan segera memberitahukan Duta. Ari mempersilahkan mereka masuk dan memanggil keluarga Laras. Dia juga memberitahu Ais lewat panggilan ponselnya.


"Dek, ini orang gila yang kamu taksir datang, katanya mau melamar Laras"


Ais yang tadinya memasangkan hijab pada Laras segera membuka pintu kamar Laras dan mencari keberadaan Ari yang ternyata di depan pintu kamar Laras. Dia juga mengintip memang Arjun dan kedua orang tuanya datang dan sedang ditemui oleh Abi dan papah Ais.


"Arjun kenapa nekat banget siiih?" ucap Ais.


"Namanya aja orang gila. Tadi tuh ya, dia bialang Laras itu pacarnya. Halu kan?"


"Cepetan siap-siap. Laras disuruh keluar untuk menemui keluarga itu" Ari berlalu dan Ais kembali mendandani Laras.


"Ras, tahu gak di depan ada siapa?" tanya Ais sambil memasangkan hijab Laras.


"Siapa? Bang Duta sudah datang ya kak?"


"Bukan! Arjun nekat kesini buat melamar kamu"


"Ha?" Laras melongo


"Kamu disuruh menemui keluarga mereka dulu. Makin remuuuuukk hati kakak Raaas" Ais merasa hatinya sakit saat melihat Arjun datang untuk melamar Laras.


Tak lama rombongan Duta pun sampai. Mereka disambut hangat oleh keluarga Laras. Dipersilahkam masuk dan duduk. Duta bersama Farid disampingnya. Farid berbisik kepada Duta, bahwa laki-laki itu mengaku sebagai pacar Laras dan ingin melamarnya juga.


Sedangkan keluarga Arjun juga berbisik kepada anaknya. Kenapa ada keluarga Bupati mereka juga yang datang. Dan persiapan mereka lebih matang. Mereka membawa seserahan dan rombongan.


.


.


.


Like


Komen


Vote


Tip


Dasar si Arjun halu nya kelewatan. Pacar darimana pak dokter?? Hahaha. Happy reading all. Author beresin rumah dulu. 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2