Larasati & Pak Bupati

Larasati & Pak Bupati
Pesta Kostum (Season 2)


__ADS_3

Duta pergi ke Jakarta memenuhi panggilan RI 1, dia datang ke istana merdeka, tempat digelarnya acara. Jika yang lain datang diiringi dengan ajudan atau sekretarisnya, beda halnya dengan Duta. Dia benar-benar seorang diri.


Namun hal itu tak menjadikannya masalah. Iri pun tidak. Duta berjabat tangan dengan para orang penting yang juga memenuhi panggilan RI 1 itu. Mereka juga mendapatkan surat cinta seperti Duta. Hanya 5 orang yang akan dijadikan sebagai menteri baru.


Acara berlangsung dengan serius tapi juga dengan candaan. Duta ditanya oleh pak Presiden. "Mas Duta, saya panggilnya mas saja ya? Masih muda diantara yang lain"


Duta tersenyum "Terserah bapak saja, dipanggil mas tidak apa-apa, pak juga boleh, muda begini saya punya anak 4 pak. Hehehe"


"Hahahah, iya 4 itu kan lahirnya bareng. Oke, jadi begini mas Duta. Anda saya tunjuk untuk menjadi menteri pariwisata dan perekonomian industri kreatif. Nanti tugasnya bisa dibaca pada buku itu. Sasaran utamanya adalah mengembangkan dan memaksimalkan pariwisata di Indonesia dan juga perekonomian dari industri kreatif yang ada di negara kita ini.


Kita tahu bahwa Indonesia sangaaaat banyak memiliki potensi di dua hal itu. Cari cara, agar wisatawan luar tertarik dengan hal yang ada di Indonesia. Paham ya? Atur strateginya sendiri" Tutur RI 1.


Duta mengangguk. "Insyaallah pak"


Acara pertemuan itu pun selesai. Mereka akan segera dilantik 1 bulan setelah pertemuan itu terjadi.


Duta langsung pulang ke kotanya. Dia tak bisa mampir lama-lama di rumah kakaknya karena dia juga ada undangan dari Bupati Magelang.


Rama dan Shila merayakan anniversary pernikahan mereka. Yang diundang hanyalah teman dekat. Tapi kali ini mereka dipusingkan dengan tema yang ada.


Mereka yang diundang dalam acara itu harus memakai kostum. Ya, mereka akan menghadiri pesta kostum.


Duta baru saja tiba di rumahnya. Istrinya masih dinas, anak-anaknya masih di sekolah. Jadi ia bisa merebahkan diri sebentar setelah perjalanan itu.


.


Sore hari, Laras bersama anak-anaknya pulang ke rumah. Mendapati suaminya sudah pulang. "Papaaaahhh" teriak A squad melihat papahnya duduk di sofa sambil menyerutup kopi.


"Assalamualaikum semuanyaaa?" kata Duta. "Waalaikum salam pah" jawab semuanya. Duta menciumi anaknya satu per satu. Saat akan mencium Laras seperti biasa, kegaduhan kecil pun terjadi.


"Papah kan kangen mamah juga nak".ucap Duta dengan wajah memelas. A squad saling pandang. "Oke, boleh cium pipi kanan saja, selebihnya gak boleh!" Archee membuat kesepakatan dengan papahnya.


Duta mengangguk terpaksa. Daripada tidak sama sekali? Pikirnya. "Pah, nanti malam kita mau pakai kostum apa?"


"Lhoh, acaranya Rama nanti malam mah?" tanya Duta tak mengingat tanggal acara itu. Laras mengangguk. "Haduuuh, pakai apa ya?"

__ADS_1


Duta dan Laras tampak berpikir. Begitu juga dengan A squad yang ikut-ikutan berpikir. "Mentok nih papah, gak ada ide. Ada yang bisa bantu papah?"


"Telpon pakdhe Wisnu saja pah, pasti punya solusi" kata Aylin memberi masukan. Duta dan Laras saling pandang. "Coba ya?" kata Duta dan meraih ponselnya.


"Halo assalamualaikum, Wis, sudah dapat kostum untuk nanti malam? Aku bingung nih?"


Duta mendengarkan dengan serius ucapan Wisnu. "Ha? Yang benar saja kamu Wis. Yang lain kek"


Kalau gak mau ya sudah, kan pas tuh. Lainnya sudah setuju lhooo. Ayolah Dut, kapan lagi kita melakukan hal gila yang tak terlupakan ini?


"Yakin nih mau pakai kostum itu? Nanti gak dikerjain kan disana? Nanti disuruh menirukan gayanya lagi"


Gak lah. Gak bakalan! Piye? deal yo?


"Yowes lah. Daripada aku pusing. Ikut kalian saja lah. Sewakan kostum itu untukku"


Oke siap! wassalamualaikum


"Waalaikum salam warahmatullah"


Laras menganga mendengar ucapan Duta. Berbeda dengan orang tuanya, A squad kegirangan. "Yeee, kita jadi keraaaaa. Huhu haha huhu haha" Archee memperagakan tingkah kera dan diikuti para adiknya.


"Ya wes lah, mereka sudah senang seperti itu. Aku papah kera saktinya. Kamu mamah keranya yank. Wisnu akan mengirimkan kostumnya" Laras hanya bisa menganga menyaksikan anaknya kegirangan begitu.


.


Malam tiba, acara pun dimulai. Rama dan Shila menjelma menjadi raja dan ratu sepeeti di cerita Ramayana, dengan menjadikan anak mereka sebagai Rahwana.


Trio mobat mabit membawa mobil masing-masing dan turun sambil menunggu Duta. Tak lama Duta pun sampai.


Biksu Tong diperankan oleh Chandra dan Dewi Guanin diperankan oleh istri Candra, Lila. Anaknya memilih menggunakan kostum power rangers.


Cu pat kai diperankan oleh Wisnu, dan Kayla istri Wisnu memilih memerankan sebagai siluman gagak. Anaknya memilih kostum spiderman.


Makbau diperankan oleh Bayu dan Ririn istrinya memilih memerankan sebagai putri kipas. Anaknya memilih memakai kostum ninja hatori.

__ADS_1


Sun Gokong diperankan oleh Duta dan Laras, istrinya memilih menggunakan kostum adat jawa, dia menjelma menjadi putri Purbasari. Karena kostum kera untuk wanita tak ada. Sedangkan A squad sama seperti papah mereka.


Farid dan anak-anaknya juga baru datang. Mereka memakai kostum raja dangdut Indonesia. Rhoma Irama.


Mereka saling tertawa melihat masing-masing dari kostum mereka. Lalu mereka memasuki tempat acara. Di dalam acara tersebut, ada sebuah kuis. Yang mana bisa mengabulkan keinginan MC maka akan mendapatkan doorprize.


A squad sangat bersemangat. Dan mereka mendapatkan kesempatan untuk maju ke panggung. Duta sudah memiliki perasaan tak enak. Benar saja dugaannya. MC acara itu meminta mereka menirukan tingkah laku kera.


"Yang lain saja deh, jangan kami" Duta menolak. A squad merengek. "Aaahh, papaph. Ayo dong paaah. Tinggal bilang huhu haha seperti bang Archee terus lompat sana sini masa gak bisa sih pah?" kata Amaris.


Duta kalah, akhirnya dia menuruti permintaan itu. Dia menirukan tingkah Kera dengan tongkat saktinya dan menirukan kata yang biasa diucapkan oleh Sun Gokong.


"Awan kiton! Datanglah. Huhu haha huhu haha" (Bayangkan lah sendiri lincahnya kera satu ini)


Membuat gelak tawa dari penonton. Wisnu tak ingin kalah, dia mengajak rekan-rekannya naik dan menirukan gaya khas dari kostum yang mereka pakai.


Suasana semakin riuh gembira. Akhirnya mereka mendapatkan doorprize itu. A squad senang bukan main mendapatkannya.


"Ini calon menparekraf kita lho gaes, lihatlah kelakuan bobroknya. Tapi, dia bobrok untuk menghibur kita semua. Insyaallah dia orangnya amanah. Selamat pak Duta Wicaksana yang sebentar lagi akan dilantik" kata Wisnu dengan nafas terengah-engah.


Duta hanya bisa meninju lengan Wisnu. Dan semua yang hadir memberikan tepuk tangan untuk Duta.


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip

__ADS_1


__ADS_2