Larasati & Pak Bupati

Larasati & Pak Bupati
Membujuk Rama


__ADS_3

"Jadi nanti siramannya di rumah calon mempelai wanita dan calon mempelai pria ya mas Farid. Nanti malam tanggal 9 nya pegawai saya sudah mulai mendekor tempatnya. Akad dan resepsi di pendopo. Akadnya jam berapa mas Farid?" tanya yang punya WO itu.


"Aduh saya lupa nanya akadnya jam berapa bu, sebentar bu" Farid segera mengirim WA ke Duta. Menunggu. Dan sudah hampir 5 menit tak ada balasan.


"Gak dibalas mas?" tanya Ais yang mendapatkan gelengan kepala dari Farid.


"Aku tanya Laras dulu deh" Ais segera menghubungi Laras dan menanyakan akadnya.


"Jam 9 bu" kata Ais.


"Oke, periasnya dari kami sekalian kan?" tanya ibu itu.


"Iya bu, pokoknya dari ibu semua. Kecuali baju pengantinnya. Mereka akan bawa sendiri. Konsepnya minimalis dan unsur budayanya ditonjolkan ya bu. Souvenirnya sukulen, lilin aromaterapi, dan sabun homemade. Dibuat jumlahnya sama ya bu. Makanannya yang paket ini saja"


"Untuk berapa tamu undangan pak Farid?"


"Undangannya sih nyetak 6000, kalau bisa harganya dikurangi sih bu. Hehehe"


"Oke, berarti saya buat cateringnya untuk 15 ribu undangan ya pak. Sate kambingnya diganti dengan sate lilit daging sapi, buburnya hanya 3 macam, choco lava cake, martabak sayur, es sarang burung, es dawet, gethuk, gudeg, es buah, rica-rica ayam, sup matahari sama es krim ya pak Farid.


Jangan khawatir soal harga. Kayak baru kenal kemarin. Nanti di transfer ke rekening biasanya mas, tak kasih diskon 30 persen. Hitung-hitung nyumbang pak bupati. Hehehe, nah, mas Farid nya kapan? Ini calonnya mas Farid?" tanya ibu WO itu sambil melirik Ais. Ais hanya bisa tersenyum dan tersipu.


"Doakan saja berjodoh bu, nanti diskon buat saya juga yang besar ya bu. 50 persen gitu. Hahahaha"


"Hahaha, yo rugi to mas ibuk. Tenang wae, tak diskon sama kayak pak Bupati"


"Hahahaha, ya sudah bu. Kami pamit dulu. Terima kasih atas bantuannya. Assalamualaikum" Farid dan Ais pamit dari tempat WO itu.


"Waalaikum salam" jawab ibu WO itu.


Ais dan Farid kembali ke mobil.


"Mas, kira-kira biaya pernikahan mereka ini ngabisin duit berapa ratus juta?" tanya Ais penasaran.


"Sini tak bisikin" Ais mendekatkan telinganya. Farid menyebutkan biaya yang dihabiskan Duta untuk pernikahannya. Ais melotot setelah mendengarnya.


"Serius mas segitu banyaknya? Beruntung Laras. Nasibmu pancen mujur nduk-nduk. Haduuuuh"


"Yang penting kan bukan pestanya Is, tapi nanti rumah tangganya. Doakan kebahagiaan selalu menyelimuti keluarga mereka nantinya"


"Aamiin. Nggih pak yai. Sholat rumiyin pak, sampun ashar"


"Aduuuuh, adem kalau kamu pake krama sama aku. Serasa aku udah sah aja sama kamu"


"Hahahaha, njaluk mu mas!"


Farid mencari masjid yang dekat dan melaksanakan sholat. Dia sebagai imam dan Ais makmumnya. Sudah sangat cocok mereka berpasangan. Doakan saja hati Ais mau menerima Farid. Hehehe.


.

__ADS_1


Bayu datang ke rumah Rama. Mereka bercanda ria antar lelaki. Istri Rama membuatkan mereka minum dan mengantarkannya.


"Mas Bayu kok sendirian aja? Ririn gak ikut?" tanya Shila.


"Gak mbak, Ririn capek katanya"


"Emang habis pergi darimana?"


"Biasa jalan-jalan heheheh. Kalian minggu tumben dirumah saja"


"Iya Bay, lagi malas keluar. Mau me time sama keluarga aku. Ada apa nih tiba-tiba berkunjung?"


Bayu menyeruput teh yang dibuat oleh Shila. "Tak minum ya mbak"


"Silahkan mas" jawab Shila.


"Jadi gini Ram, mbak, Duta akan menikah dengan Laras. Dia ingin mengenalkan Laras pada kalian. Dan ingin meminta restu dari kalian. Dia ingin memperbaiki hubungan dengan mu Ram"


"Katakan padanya, aku tidak sudi memberikan restu ku padanya. Aku tidak mau memperbaiki hubungan ku dengannya. Dia itu pembunuh!" Rama meninggalkan Bayu dan Shila.


"Ram, dengar dulu Ram. Duta bukan pembunuh Dini. Dia dan Dini mengalami kecelakaan. Ram..." Bayu putus asa dengan Rama yang sudah berlalu meninggalkannya.


"Mas Bayu, maafkan mas Rama ya. Nanti coba aku bujuk dia. Dia masih sensitif kalau bahas mas Duta. Tolong dimaafkan ya mas" ucap Shila meminta maaf atas kelakuan suaminya.


"Mereka menikah tanggal 11 mbak, besok mereka ingin menemui Rama. Saya kasihan melihat hubungan mereka begini"


Bayu tersenyum dan menyetujui ide Shila. "Oke mbak Shila, nanti biar aku kondisikan anak-anak. Tolong bujuk Rama ya mbak. Saya kasihan dengan Duta yang selalu merasa bersalah mbak"


"Iya mas, saya akan coba membujuknya. Mas Rama teramat menyayangi Dini, hingga jadi seperti itu. Mohon dimaafkan ya mas, saya jadi tidak enak hati"


"Gak papa mbak, kalau begitu saya pamit dulu mbak. Terima kasih atas waktunya. Sampaikan salam saya kepada Rama. Assalamualaikum" Bayu pamit kepada Shila dan meninggalkan rumah Rama.


"Waalaikum salam" Shila meenghela nafas dan menutup kembali pintu rumahnya. Dia mencari keberadaan suaminya yang ternyata sedang bermain dengan Gama, anak mereka yang berusia 3 tahun.


"Mas" ucap Shila lembut.


"Bayu sudah pulang?" tanya Rama sambil masih asyik bermain kuda-kudaan dengan Gama.


"Sudah, mas bisa kita bicara sebentar?"


"Kalau kamu mau bahas yang tadi aku gal mau dengar"


"Bukan sayang, besok selasa ikut arisan ya. Suami-suami juva pada ikut lho. Masa aku hanya sama Gama saja sih? Ikut ya sayang"


"Apa imbalannya buat aku?"


"Mmmm, bikin adek buat Gama mungkin?"


"Tenan?" tanya Rama tersenyum.

__ADS_1


"Iya, aku sudah siap memiliki anak lagi. Tapi janji ya selasa temani aku arisan"


"Iya sayang"


Shila tersenyum dan menghampiri mereka. Mereka bercanda dan terlihat seperti keluarga yang hangat.


Bayu mengabari trio mobat mabit dan Duta. Dia mengirim pesan di grup WA.


"Ram ram, keras kepala sekali kamu. Dia sahabat kamu ram. Kenapa kalian malah menjadi musuh begini? Inilah alasanku dulu tidak setuju Duta dengan Dini. Pasti kalau ada masalah akan merembet ke persahabatan. Huh, tapi apa mau dikata. Takdir sudah ditetapkan. Ya Allah, tolong luluhkan hati Rama untuk memaafkan Duta"


Bayu mengusap kasar mukanya dan pergi meninggalkan rumah Rama.


.


Ais diantar pulang oleh Farid hingga berada di depan pintu. Sungguh melelahkan hari mereka. Disaat yang lain sudah beristirahat mereka baru saja kembali ke rumah.


"Makasih ya mas sudah mengantarkan ku pulang" ucap Ais


"Sama-sama, ya sudah buruan masuk. Aku harus ke rumah pak Duta untuk mengantarkan kain tadi dan memberikan laporan" jawab Farid.


"Iya, kamu hati-hati. Jangan terlalu capek. Jaga kesehatan"


"Perhatian banget sih. Iya makasih sudah memperhatikan aku. Aku pamit ya. Salam buat semua. Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Farid berbalik badan dan hendak menuju mobil. Tapi dia berbalik arah lagi. Ais sudah memegang gagang pintu heran mengapa Farid kembali.


"Ada yang ketinggalan?" tanya Ais.


"Iya ada" Farid mendekatkan tubuh nya ke Ais dan...


cup


Farid mencium kening Ais. Farid langsung balik badan dan berlari menuju mobil. Ais hanya tersenyum geli dan tersipu. Wajahnya sudah merona karena ulah Farid.


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip

__ADS_1


__ADS_2