Larasati & Pak Bupati

Larasati & Pak Bupati
Barongsai Magic Com (Season 2)


__ADS_3

Hari minggu, hari paling ditunggu-tunggu dalam sepekan penuh. Farid meluangkan waktu bersama anak-anaknya. Dia menyuruh istri dan ibunya untuk melakukan perawatan diti di spa. Kebetulan sekali bagi Ais yang sedang hamil masuk usia 5 bulan.


"Bun, ini atm Ayah, manjakan diri kamu sama ibu di salon. Pijit tuh badan kamu biar gak pegel. Kan ada to pijat ibu hamil?" Kata Farid sambil membantu istrinya selesai mengganti sprei.


"Ayah beneran ini?" tanya Ais terkejut. Farid mengangguk. "Iya, biar Ayah yang jaga anak-anak"


Ais mengerutkan keningnya tak percaya ucapan suaminya. Saat suami berkata seperti itu rasanya dunia terbalik. Dititipkan satu anak saja ditinggal tidur apalagi ini 3 anak. Pikir Ais. Ya, Shanum masih bersama keluarga Farid.


"Yakin Yah? Nanti ditinggal tidur lagi apa gak seperti yang lalu?" Farid mengangguk mantap. "Iya Ibuuuuun, sana buruan berangkat nanti antrinya lama lho. Gak lah bun, kan kemarin itu Ayah beneran ngantuk Ibun"


Ais dengan secepat kilat memberitahu ibu mertuanya untuk segera bersiap karena mereka akan perawatan diri di spa. Memanjakan diri dengan segala fasilitas yang ditawarkan salon langganan mereka.


"Bener anak-anak kamu tinggal sama Farid? Ibu gak yakin deh Is" Bu Farida khawatir jika nanti Farid tak menepati janjinya untuk menjaga ketiga anak-anak itu.


Farid merasa disepelekan. "Ibu nih gak percaya sama anak sendiri deh. Sanaaaa, buruan pada berangkat. Sebelum Farid berubah pikiran nih...."


"Eh, jangan, jangan dong Ayah. Oke, Bunda percaya Ayah bisa jaga mereka. Titip mereka dulu ya Ayah, Bunda dan Ibu gak lama kok, paling cuma 3 jam. Belum dihitung waktu antri lho Yah" Sahut Ais sebelum Farid benar-benar berubah pikiran.


Farid mengangguk. Ais dan Bu Farida pergi dengan diantarkan supir Farid. Farid ingin menjadi istrinya satu hari ini. Karena akhir-akhir ini Ais mengeluh capek dan sebagainya makanya ia menyuruh istrinya untuk bisa memanjakan dirinya. Laras pun juga ikut ke salon karena dirinya diajak oleh Ais dan menitipkan A squad pada suaminya.


Si kecil sibuk dengan dunianya. Mereka bertiga main di halaman rumah memakai tenda-tendaan. Farid mulai memasak nasi untuk makan siang, untuk lauk dia memesan di RuLi catering yang terjamin kualitas rasanya.


Setelah memasak nasi lewat magic com, dia melanjutkan mengepel lantai dan membersihkan kamar mandi. Sesekali dia melihat anak-anak itu. "Oke, masih aman, lanjut beberes"


Farid membersihkan langit-langit rumahnya yang sudah dipenuhi debu dan sarang laba-laba. "Huft, beneran capek lho. Aku yang gak hamil aja ngos-ngosan apalagi Ais. Istirahat bentar deh" Farid duduk di teras sambil kipas-kipas.


"Ayah, mau dot" pinta Habib. Farid tersenyum "Pakai gelas yang ada pegangannya saja ya sayang, masa mas Habib masih ngedot, kan bentar lagi jadi mas seperti mas Hilal.


Habib geleng kepala "No! Dot Ayah!" rengek Habib sudah akan menangis. "Iya-iya, jangan menangis, Ayah buatkan dulu ya"


Farid segera membuatkan susu untuk Habib. Belum selesai dia membuatkan susu untuk anak keduanya, Hilal berlari menuju dapur.

__ADS_1


"Ayah, Ayah, Ayah...." teriak Hilal dari depan menuju dapur.


"Iya sayang, ada apa?"


"Mau pup, sudah gak tahan" Hilal memegang bokongnya dan melompat-lompat kecil tanda sudah ingin keluar.


Farid segera melepas celana anaknya dan membawanya ke kamar mandi. Shanum ikut-ikutan. "Om Fariiiid, ambilkan buah itu, Shan lapar"


"Oke, satu-satu ya" Farid menyelesaikan dot untuk Habib dahulu dan segera mengambil buah yang Shanum maksud. Mencuci dengan air bersih dan memotong-motongnya.


Belum selesai memotong buah, Hilal berteriak. "Ayaaaaahhhhhh...... Sudaaahhhh"


"Iya tunggu sebentar sayang, Ayah potong buah dulu buat kak Shan"


"Cepetan Ayah, Hilal jijik ngelihatnyaaa" Farid mempercepat memotong bhah dan memberikannya kepada Shanum. Lalu mengurus Hilal.


"Huft, ini baru tiga lho, belum nanti kedatangan A squad dan Yohan. Pantesan Ais ngeluh terus. Mereka kalau punya keinginan harus segera diturutkan" ucap Farid yang mulai kerepotan menjaga 3 anak itu.


Benar dugaan Farid, tak lama Duta dengan para krucil datang ke rumah Farid. Menambah keramaian yang terjadi. Para anak-anak itu bermain gaduh dengan dunia mereka sendiri.


Sedangkan Duta dan Farid mengobrol di teras sambil mengawasi para krucil itu. Tak jauh-jauh yang mereka bicarakan, seputar pekerjaan dan bisnis yang mereka geluti.


Tiba-tiba Archee datang. "Papah, ayo main barongsai-barongsaian. Ayo pah. Yang seperti Dani temanku itu lhooo"


"Oke, nanti di rumah ya abang, sekarang main dulu sama yang lain" Duta mencoba mengalihkan perhatian Archee agar lupa dengan permintaannya.


"Gak mau pah, papah sudah janji. Ayo pah ayo" rengek Archee tak sabar. Farid memiliki sebuah ide yang terlintas di pikirannya.


"Bang Archee, beneran mau lihat barongsai?" tanya Farid. Archee mengangguk. "Oke, om Farid sama papah yang jadi barongsainya. Panggil yang lain kesini. Kami akan bersiap dahulu"


Duta mendelikkan matanya dan menunjuk ditinya dan Farid. "Kita gak punya barongsainya lho bang" kata Duta.

__ADS_1


"Ayo pak. Saya punya barongsai yang lebih bagus. Kita pakai peralatan yang ada" Duta hanya mengikuti ide gila Farid. Farid mengambil sebuah kain jarik dan sebuah magic com. Duta kembali melongo.


"Ini, ini beneran pakai ini bang? Ais sama ibu gak akan ngamuk kan nanti?" Farid mengangguk mantap. "Tenang saja pak, yang penting anak-anak happy" Duta hanya mengangguk. Setelah persiapan selesai, Duta memanggil anak-anak untuk duduk membentuk setengah lingkaran di halaman.


"Oka, sebentar lagi barongsai magic com akan muncul. Saksikahlah dan nikmatilah para krucil kesayangan" Duta mulai memainkan musik dari ponselnya yang tersambung ke speaker bluetooth. Lalu dia berlari ke dalam dan mengekor di belakang Farid.


Farid dan Duta mulai beraksi menjadi barongsai dengan magic com yang menjadi kepalanya. Plok plok plok plok. Terdengar suara magic com membuka dan menutup.


Para krucil menikmati pertunjukan itu. Mereka tertawa melihat tingkah Farid dan Duta yang melawak di depan mereka. Hingga tiba-tiba...krak. Penutup magic comnya patah.


Duta dan Farid melihatnya. "Matilah kita pak... sebentar lagi saya akan terkena jampi-jampi dari istri saya" Duta memijit keningnya. Yang ia takutkan terjadi.


"Kita beli lagi saja bang, sebelum mereka kembali" Duta memberi saran. Farid mengangguk dan segera membereskan semuanya.


Sayang, sebelum mereka berangkat para istri dan bu Farida sudah tiba di rumah terlebih dahulu. Akhirnya mereka hanya bisa menyembunyikan barang bukti dan pasrah jika terkena jampi-jampi alias runyakan para istri.


Ais dan Laras menyalami suami mereka dan bertanya kepada para krucil apakah mereka senang? Dan jawabnnya ya mereka senang. Yohan, bocah paling polos diantara lainnya, dengan gamblang memberitahukan bahwa tadi ada pertunjukan barongsai, dan berakhir karena rusak.


Ais memicingkan mata kepada suaminya. Farid hanya nyengir kuda.


.


.


.


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Tip


__ADS_2