
Duta melihat milik istrinya. Dia malah diam. Laras heran melihat suaminya. "Ada apa bang?"
"Hmm? Gak papa. Emm, yank. Abang boleh cium punya kamu gak?"
"Ha?" tanya Laras kaget.
Duta diam menunggu jawaban Laras.
"Abang gak jijik?" Laras malah bertanya.
"Jijik? Gak lah. Orang punya istri sendiri kok. Boleh apa gak?"
Laras tersenyum. "Aku milikmu malam ini dan seterusnya sayang. Apapun yang kamu lakukan terhadap aku ikhlas lahir batin. Kalau kamu gak jijik ya silahkan saja"
Duta tersenyum. Dia mulai lagi menciumi Laras. Laras hanya bisa menahan kegelian itu. Semakin lama Duta bermain di area itu. Semakin panas. Bayangkan sendiri lah apa yang terjadi. 😁
(Jangan tanya pak Duta kok udah pengalaman atau begina begini. Setiap orang akan punya nalurinya sendiri. Mereka mempunyai insting sendiri yang menuntun mereka untuk menjadi lebih ganas saat berbicara tentang hal yang intim)
Laras semakin terbuai oleh permainan Duta. Dia semakin melenguh dan mendesah. Semakin panas, semakin bergairah.
"Maafin abang, tunggu sebentar lagi" ucap Duta tersengal-sengal. Laras hanya mengangguk dan mencengkeram sprei dengan kuat.
3x mencoba akhirnya bobol juga. Duta dan tersenyun sambil tersengal.
"Sakit yank?"
"Banget bang"
"Enak kan?" Duta memperlambat permainannya.
Duta mulai menghujani Laras dengan ciuman lagi. Entah sudah berapa menit Duta bermain-main. Hingga hasratnya benar-benar memuncak. Dia mempercepat tempo permainannya. Semakin melahap habis istrinya.
"Baaaaaaanggggg"
"Sabar sayang"
"Kita keluarkan sama-sama" Duta semakin mempercepat tempo permainannya. Hingga tubuh mereka mengejang dan melakukan pelepasan. Nafas mereka berdua tersengal. Adegan panas itu baru saja berakhir.
Duta berbaring sambil memeluk istrinya. "Makasih ya sayang"
"Sama-sama. Abang puas?" tanya Laras.
"Puas. Tapi nanti mau lagi"
"Ha?"
"Kenapa? Kamu gak mau?"
"Ih, apa sih. Ya mau lah, kata umi tuh ya begini. Sering-sering suaminya ditawari. Biar makin lengket. Gitu katanya"
"Hahahah, umi tahu aja sih. Umi memang ada di pihak abang nih. Besok kalau kamu gak bisa jalan, abang gendong aja"
__ADS_1
"Hmm?" tany Laras menautkan alis.
"Coba saja"
Baru saja Laras akan menggerakkan kakinya, tapi rasanya perih sekali. Sakit. Tak mampu dia berjalan.
"Sakit?"
"Banget" sahut Laras.
"Nanti abang bantu ya sayang"
"Makasih ya bang?"
"Makasih apa?" tanya Duta memancing istrinya.
"Makasih sudah mau memilih Laras untuk menjadi pendamping mu"
"Harusnya yang bilang seperti itu abang Ay, bukan kamu. Makasih kamu sudah mau menjadi pendamping abang. Abang cinta sama kamu Ay, jatuh cinta saat pandangan pertama. Kado terindah yang pernah abang terima adalah kamu sayang" Duta semakin mengeratkan pelukannya dan mengecup kening istrinya.
"Bang kamu lapar gak?"
"Hmm? Kamu lapar yank?"
Laras mengangguk. "Ke bawah yuk bikin makanan"
Duta segera melepas pelukannya dan memakai pakaiannya kembali. Dia juga membantu Laras memakaikan pakaian dan jilbabnya kembali. Dengan gampang Duta menggendong Laras untuk turun ke dapur. Duta mendudukkan Laras di kursi
"Dibuat omelet saja bang. Tolong bawa sini bahannya biar aku yang meraciknya"
Duta menuruti kata-kata istrinya. Laras mulai mengocok telur mencincang bayam dan wortel yang sudah dicuci sebelumnya. Menambahkan lada, garam dan gula sedikit.
"Sudah?" tanya Duta yang memanaskan penggorengan.
"Sudah"
Duta mengambil bahan yang telah diracik istrinya dan menuangkan ke penggorengan anti lengket itu.
Sembari menunggu bagian bawah matang, Duta mengambil 2 buah gelas, susu dengan tinggi asam folat, kopi, air panas dan gula. Dia meletakkannya di depan Laras.
"Tolong buatkan abang kopi ya Ay. Buat susu juga untukmu. Abang pengen cepet punya keturunan yang banyak dari kamu"
"Iya sayang" Laras segera melakukan perintah suaminya. Meracik kopi 1 sendok dan ditambah 1 sendok gula. Tak lupa menambahkan air panas. Kopi siap.
Dia mulai meracik susu untuknya. Dan omelette pun matang. Omelette dengan ukuran besar. Mereka menikmati makanan itu dengan saling menyuapi dan lempar senyum. Mereka juga menghabiskan minumannya.
Duta membersihkan perkakas masak yang digunakannya dan Laras tadi. Setelahnya mereka kembali ke kamar. Waktu menunjukkan pukul 1 dini hari.
"Ayo tidur bang" ajak Laras kepada suaminya itu.
"Abang gak mau tidur sayang. Abang masih lapar. Ingin makan lagi"
__ADS_1
"Baru saja abang makan omelette dan sekarang sudah lapar lagi? Yang benar saja abang iniiii"
"Bukan makanan yang seperti tadi yang abang maksud sayang. Makanan yang lain"
"Hmmm? Memang abang ingin makan apa?"
"Ingin memakanmu" Duta mulai tersenyum licik.
Laras hanya bisa pasrah dan melayani suaminya lagi. Malam yang panjang menjadi saksi penyatuan cinta mereka. Entah berapa ronde mereka melakukannya. Dan ternyata sudah jam 3 pagi.
"Ayo tidur" ucap Duta sambil memeluk istrinya.
Mereka mulai memejamkan mata dan tertidur. Baru saja mata itu terpejam. Adzan subuh berkumandang. Duta segera turun dari ranjang. Dia mandi terlebih dahulu. Setelah dia selesai, dia membangunkan istrinya.
"Sayang, bangun yuk. Mandi besar dulu baru sholat berjamaah sama abang" ucap Duta lembut sambil mengelus pipi istrinya.
"Hmmm? Jam berapa bang?" tanya Laras sambil mengucek matanya.
"Sudah jam 5 sayang, ayo bangun. Abang bantu ya"
Laras mengangguk. Duta menggendong Laras menuju kamar mandi. Laras segera mandi dan bersiap untuk sholat berjamaah.
Duta menjadi imam untuk Laras. Setelah selesai sholat mereka melakukan murotal bersama. Selesai itu, Laras hendak turun. Tapi dicegah oleh Duta.
"Abang pengen lagi"
"Ha?" jawab Laras.
Duta nyengir menampilkan deretan giginya. Laras pasrah. Duta mulai melancarkan aksinya.
Duta segera mengeluarkan miliknya dan membawa Laras ke kamar mandi.
"Kamu ngapain disini? Aku nya mau mandi dulu abang"
"Kita mandi bersama ya" ucap Duta sambil menciumi curuk leher Laras. Akhirnya mandi itu menjadi mandi yang panaaaass dibawah guyuran air yang dingiiiin.
.
.
.
Like
Komen
Vote
Tip
Nanti lagi ya, author mau ngerefresh otak. Jangan bilang menjijikkan yaaaa. Kalau untuk urusan bercinta mah bebas. Yang LDR sama kayak author hahahahahah. Happy reading all 😘😘😘😘
__ADS_1
Eits baca juga karya author yang lain. "Tunangan Bayaran" gak kalah seru koooook