Larasati & Pak Bupati

Larasati & Pak Bupati
It's Show Time


__ADS_3

Arman melupakan sejenak ponselnya yang hilang, toh sudah seminggu sejak ponselnya hilang tapi tidak ada kejadian apapun. Dia fokus untuk hari ini. Hari paling bersejarah bagi dirinya.


Gita berdandan secantik mungkin, Arman sudah gagah mengenakan seragam putih-putih khas Bupati.


Pelantikan akan dilaksanakan di kantor gubernur Jawa Tengah dan akan dilantik sendiri oleh pak gubernur kala itu. Pelantikan akan dimulai pukul 9 pagi.


Farid sebagai ajudan mengawal rombongan calon bupati dan calon wakil bupati yang baru itu.


.


Kantor Gubernur Jawa Tengah


Pukul 8 rombongan sudah sampai di kantor gubernur Jawa Tengah, tak hanya yang dari Magelang yang akan dilantik, tapi satu Jawa Tengah yang telah melaksanakan pemilu.


Acara itu disiarkan secara live di tv Jawa Tengah. Duta meluangkan waktu untuk melihatnya. Laras juga mengikuti live streaming nya.


Duta hanya tersenyum kecut, dia mengingat memorinya kembali saat pertama kali dilantik dan didampingi oleh mamahnya.


Persiapan sudah selesai, para tamu undangan dipersilahkan masuk dan menempati kursinya masing-masing. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an, pembacaan susunan acara, lagu-lagu kebangsaan, dan sambutan-sambutan, sampai ke acara inti yaitu pelantikan.


Satu per satu nama dipanggil oleh MC untuk menempati posisinya. Farid segera bergegas dan memberikan ponsel kepada orang yang ada di balik layar.


"Ini apa mas Farid?" tanya orang itu.


"File kebobrokan calon bupati Magelang, udah cepetan buka pas dia akan dilantik. Biar mampus sekalian itu orang"


"Tapi mas...."


"Mas Yoga mau melihat nantinya pak gubernur marah karena melihat bawahannya punya akhlak bobrok?" Yoga menggeleng.


Pak Gubernur melantik satu per satu bupati dari setiap daerah itu. Hingga tiba saat Arman dan Bagus didampingi istri mereka masing-masing akan segera dilantik.


"It's show time....." kata Farid tak sabar sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya.


Pertama yang diputar adalah suara rekaman saat Gita dan salah seorang temannya berada di toilet kafe x. Gita sampai membelalakkan matanya tak percaya. Arman menahan kemarahannya. Bisa-bisanya Gita bercerita kepada orang lain.


Yang kedua adalah foto saat Arman dan Bagus sedang berada di hotel, foto KTP mereka sebagai tamu hotel. "Kamu main perempuan di belakangku mas?" tanya Gita penuh emosi. Arman hanya celingukan mencari operator.

__ADS_1


Yang ketiga adalah foto Gita dan Duta yang berasal dari ponsel Arman. Ada caption yang ditambahkan dalam foto itu. 'Istriku umpan politik ku'. Arman sangat malu, pak Gubernur sampai geleng kepala menyaksikannya. Arman mencari operator itu.


Farid yang ada disana langsung menghadangnya. "Aku yang nyuruh, kebusukan dibalas dengan kebusukan!" Bugh, Farid terkena pukulan Arman yang begitu keras hingga membuat sudut bibirnya berdarah. Mereka dilerai oleh para pengawal yang swdang berjaga disana.


Acara live itu menjadi berantakan. Gubernur mengumumkan, jika Arman dan Bagus batal dilantik.


"Dengan ini saya memutuskan, calon Bupati dan calon wakil Bupati Magelang batal dilantik!" dug dug dug. Suara ketukan mic 3x menandakan itu sah.


Semua yang menonton kaget dengan kejadian itu. Termasuk Duta, dengan cepat dia menuju rumah sakit dan menghampiri istrinya. Dia meminta Dila untuk memberinya waktu sebentar dengan Laras.


"Ay, kamu lihat kan? Abang gak melakukan hal itu sayang, akhirnya ada bukti yang terkuak" katanya menangis haru.


"Iya bang, Laras lihat. Laras percaya sama abang. Maafkan Laras jika pernah menaruh curiga terhadap abang. Maafin Laras sayang" jawab Laras dengan tangisan.


"Abang sudah maafkan kamu, yang penting sekarang kamu percaya bahwa abang tak pernah mengkhianati hatimu sayang" Laras mengangguk. Mereka berpelukan cukup lama.


Ais main nyelonong masuk tanpa tahu di dalam sedang ada yang berpelukan. "Ups, salah waktu nih akunya" Mereka melepas pelukan itu.


"Gak papa mbak Ais, ini pasti kerjaan bang Farid kan?" tanya Duta kepada Ais.


"Terima kasih ya kak, kalian memang pahlawan superku dan bang Duta"


"Sama-sama, aku balik ke ruangan dulu ya. Jangan menaruh curiga lagi sama suamimu, dia itu cinta mati sama kamu, bucinnya kamu, hehehe" Ais meninggalkan ruangan Laras dan kembali ke ruangannya.


.


Acara pelantikan selesai. Gubernur mengumumkan sesuatu. "Saya sungguh menyayangkan kejadian ini, tapi, saya juga bersyukur, sebelum dia dilantik bukti terungkap. Saya minta kepada KPU Magelang tidak usah melaksanakan pemilu ulang, karena hasil dari yang kemarin sudah cukup, dan itu semua hanya jebakan. Jadiii, saya Gubernur Jawa Tengah akan meminta sendiri kepada Duta dan Sholeh untuk dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Magelang periode 5 tahun mendatang.


Keputusan ini saya buat dengan sangat sadar dan tanpa ada unsur pemaksaan. Segera akan saya buat surat tugas untuk pelantikan mereka. Sekian dari saya, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"


Semua bertepuk tangan dengan keputusan pak Gubernur. Hadiah terindah dari Allah yang diberikan kepada Duta dan Sholeh karena pasrah dengan keputusan dan ketetapan Allah, tapi ternyata, Allah telah mempersiapkan hal yang lebih indah lagi untuk mereka.


Malam itu partai Duta dan Sholeh datang ke rumah Duta. Rombongan KPU juga datang ke rumah Duta.


Laras yang menyambutnya bingung. Kok ramai sekali, pikirnya. Duta mempersilahkan semuanya masuk dan lesehan karena kursinya kurang. Laras meminta bantuan mamah Aini untuk memanen lele untuk jamuan makan malam.


Tante Meli, Dirga dan Nina dengan cekatan memasak nasi dalam jumlah yang banyak. Tante Rum dan para ART mengeksekusi lele itu. Laras dan mamah Aini mempersiapkan lalapan.

__ADS_1


Bala bantuan segera datang, Farid dan Ais, Amira dan Ari, Rama dan Shila, serta trio mobat mabit. Semoga mereka gak konyol dihadapan petinggi partai ya. Kan malu. hihihi


Ketua KPU membuka suara terlebih dahulu. "Pak Duta, saya dan tim menghaturkan luput yang sangat amat kepada bapak dan pak Sholeh. Kami waktu itu melakukannya karena tidak ada bukti yang mengarah kebenaran"


"Gak papa pak, sudah saya maafkan. Saya menyadari hal itu, karena saya gagal mendapatkan bukti. Begitu kan pak Sholeh ya?"


Pak Sholeh mengangguk. "Leres pak Duta, Allah selalu mempersiapkan hal yabg lebih indah daripada ekspektasi kita"


"Betul itu pak" kata ketua partai mereka.


"Saya kesini juga membawa mandat dari pak Gubernur. Surat perintah pelantikan bapak dan pak Sholeh untuk menjadi Bupati dan wakil Bupati periode 5 tahun mendatang. Apakah bapak siap?"


"Saya tanya istri saya dulu, bang Farid tolong panggilkan Laras" Farid segera bergegas ke dalam dan memanggil Laras.


"Bu, dipanggil bapak" kata Farid sopan. Laras mengangguk dan ikut menemui tamu.


"Ay, abang dapat surat perintah dari pak Gubernur, yang mana abang akan dilantik sebagai bupati. Apakah kamu setuju sayang?"


Laras tersenyum dan meraih tangan suaminya. "Lakukan baktimu kepada negerimu. Laksanakan amanah itu. Laras ikhlas lahir batin menerima apapun keputusanmu, bang"


"Bismillahirrahmanirrahim, saya siap dilantik bersama pak Sholeh" Mereka semua mengucap syukur dan bertepuk tangan dengan keputusan Duta.


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip


Segini dulu yaaak, besok lanjut lagi. Othor poseeeng gegara suruh ngrekap data 2020 mpe sekarang. Sukanya kok mendadak dangdut siiihh, hihihihi 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2