
Malam itu Amira merasakan perutnya seperti orang yang akan menstruasi. Tapi sakitnya menjalar sampai ke punggung.
"Maaaasss" ucapnya sambil mencengkeram tangan Ari.
Ari membuka matanya. "Kenapa sayang?" tanyanya.
"Perut ku maaaasss, mulas sekaliiii. Aduuuuhhh" Ari mulai panik. Dia menelpon Ais di tengah malam buta.
"Dek, kamu dulu sakit waktu mau lahiran kayak mana?" tanya Ari.
Kayak orang mau menstruasi mas, kenapa? Mbak Amira mau lahiran? Bukannya masih kurang sebulan?
"Gak tahu mas, kayaknya iya. Gak tahu juga mau lahiran atau tidak. Karena kata dokter bisa maju dua minggu kedepan. Piye?"
Bawa ke rumah sakit saja dulu mas. Biar di cek sama bidan disana. Ajak mamah dan papah sekalian. Bawa perlengkapannya sekalian. Besok pagi aku susulin ke rumah sakit.
"Ya sudah" Ari mengakhiri panggilan itu dan melihat keadaan istrinya yang sudah lebih santai.
"Kita ke rumah sakit ya sayang" Amira hanya mengangguk. Ari segera membangunkan papah dan mamahnya. Mengambil tas yang sudah dipersiapkan istrinya jauh-jauh hari itu.
Ari bersama mamah Rina langsung menuju rumah sakit, sedangkan papah menjaga rumah karena bi Yem sedang pulang kampung.
.
Amira langsung dibawa ke IGD. Mamah Rina menunggui mantunya itu. Ari sedang mendaftarkan Amira.
Nina yang saat itu jaga malam membangunkan mbak Nung sebagai bidan jaga malam itu.
Mbak Nung melakukan pemeriksaan dalam dan memberitahukan hasilnya. "Pembukaannya sudah empat senti bu, tapi, ketubannya sudah pecah ya? Saya telponkan dokter Citra dulu ya?" kata mbak Nung.
Amira dan mamah Rina mengangguk. Mbak Nung menelpon dokter Citra. "Baik dokter, terima kasih"
Mbak Nung kembali mendekati Amira dan memberitahukan advis dokter. "Bu Amira, dokter Citra menyarankan untuk dipacu karena ketubannya sudah pecah. ditakutkan nanti kering"
Amira mengangguk. "Lakukan sesuai perintah dokter, sus" mamah Rina mendelik mendengar perkataan Amira.
"Sayang, dipacu itu sangat sakit lho. Kamu yakin?" tanya mamah Rina.
Amira tersenyum "Iya mah, yakin. Mira mau melahirkan secara normal saja. Kalau operasi sembuhnya lama. Kalau seperti Ais kan langsung sembuh mah. Jadi nanti bisa langsung ngurus si kecil"
Ari kembali dan menanyakan hasil pemeriksaan. Mamah Rina menjelaskan kepada anaknya. Sedangkan Amira sedang dipasang infus.
__ADS_1
"Sayang, kamu yakin mau dipacu? Mas gak tega lihat kamu nanti kesakitan lho"
"Iya mas, yakin. Aku kuat kok sayang. Kan ada kamu sama mamah" Ari hanya bisa mengangguk pasrah.
Amira dipindahkan di ruang bersalin. Mamah Rina tak kuat melihat Amira meringis-ringis kesakitan.
"Pantesan Farid sampai nangis begitu, ternyata sakitnya begitu hebat seperti ini yank. Mas ikut-ikutan mules yank" kata Ari ikut meringis seakan dia juga merasakan sakit.
Kontraksi saat dipacu akan lebih sakit dan lebih sering datang dibandingkan yang alami. Seperti tidak ada jeda untuk bisa merelaksasi tubuh dari rasa sakit itu. Amira mengubah posisinya dari miring ke telentang berharap bisa istirahat, tapi semua tak mengubah kontraksi itu.
Amira sampai tak bisa makan ataupun minum. Dia hanya bisa menyebut asma Allah saat kontraksi itu datang dan menderanya. Dia mencoba duduk, Ari mengusap punggung belakang istrinya, semakin sakit dan kencang rasa di perut Amira.
Amira merasa ingin buang air. Dia meminta Ari untuk membantunya turun dan menuju toilet. Saat di toilet Amira merasa ingin buang air besar. Tapi dia takut. Takut jika bayinya lahir di sana. Akhirnya dia menahannya.
"Mas, bisa tolong panggilkan bidannya tidak? Aku ingin buang air besar banget ini" Ari mengangguk dan segera memanggil bidannya. Saat itu Citra sudah ada disana. Citra mengecek pembukaan Amira. Selang tiga jam setelah dipacu pembukaan Amira lengkap.
"Mbak Vir, lengkap!" teriak Citra. "Pak Ari mau nemenin?" tanya Citra lagi.
"Iya dok"
"Silahkan naik ke bed, istrinya dipangku seperti setengah duduk ya pak, bra nya buka dulu. Pu*ting nya dirangsang ya?" perintah Citra.
"Diputar-putar pak" Ari mengangguk dan segera melakukan perintah Citra. Peralatan sudah disiapkan di dekat Citra.
"Bu Amira, nanti pas gelombang cinta alias kontraksinya datang mengejan disini ya. Dorong di bawah sini" kata Citra. Amira mengangguk. Dia mulai menarik nafas dan mengejan.
"Oke, bagus, lanjutkan bu ayo bu, kepalanya sudah kelihatan bu. Semangat!" ucap Citra.
Amira mengejan lagi, dia merasa ada yang mengganjal dibawah sana. "Sudah mengganjal kan? Gak enak kan rasanya? Yuk ngejan lagi, sudah tinggal sedikit kok"
Amira mengejan lagi dan lahirlah kepala bayi itu. Ada lilitan tali pusar, Citra segera memotongnya. Setelah itu bahu dan badan lahir.
"Alhamdulillah baby girl ya pak bu. IMD dulu ya" Citra meletakkan bayi perempuan itu di atas perut Amira.
.
Berita Amira melahirkan sampai ke telinga Laras. "Wah, kalian bakalan punya teman sepantaran selain mas Hilal. Perempuan lagi. Nanti akur-akur ya sayang" pesan Laras kepada empat bayi menggemaskan itu.
"Seneng kalau lahirannya deketan begini. Sepantaran semua nanti. Gampang kalau mau tuker-tuker barang, sharing pengalaman, karena umur mereka gak beda jauh" sahut umi.
"Iya mi"
__ADS_1
"Eh tanya namanya siapa, nanti di kadonya bisa kita tulis namanya" Laras menanyakan nama bayi perempuan itu.
"Shanum Ufairah Wibisana"
.
Dua bulan berlalu, Hilal sudah bisa tengkurap dan berbalik, A squad dan Shanum semakin menggemaskan. Mereka terkadang tersenyum dan tertawa.
"Ras, tubuh kamu cepet banget kurusnya. Kok aku gak bisa kurus sih" kata Ais.
"Gimana gak cepet kurus sih kak, tiap malam mereka ngajakin begadang, ke empat-empatnya. Papahnya kalau lagi capek blas gak denger mereka nangis. Aku yang ngurus sendirian"
"Sama lah, mas Ari juga gitu. Kayaknya nih para suami begitu semua deh" sahut Amira.
"Betul kata mbak Amira, mas Farid sampai aku jewer baru bangun"
"Hahaha, aku gak berani ngejewer abang. Kasihan kalau ikut begadang. Selama masih bisa aku atasi sendiri, pasti gak aku bangunin"
"Salut kita sama kamu Ras, wanita setrong"
"Hahaha, bisa aja kamu kak. Kalian juga wanita setrong kok. Enak ya kalau anak kita sepantaran begini. Kita juga bisa ikut kumpul"
"Iya ih, seru" kata Ais.
Mereka mengobrol sambil mengawasi anak-anak kecil itu. Melihat tingkah menggemaskan yang mereka lakukan.
.
.
.
Like
Vote
Komen
Tip
Bentar lagi mau tamaaaaattt
__ADS_1