Love Of Aurora

Love Of Aurora
Part 119


__ADS_3

Tak seperti biasanya hari ini sebagian keluarga terdekat Ara berkumpul dirumahnya. Terlihat Inah dan ibu Narsih sedang membuat olahan masakan yang lumayan banyak. Sedangkan Viona dan Luvita, mamanya Sisil, mereka disibukkan dengan menata tatanan dimeja makan. Haris dan Heru, kedua ipar itu terlihat sedang mengobrol santai diruang keluarga itu.


Mereka berkumpul karena sebenarnya mereka sedang menunggu kedatangan keluarga Zayn yang rencananya akan datang sore ini. Tentu kedatangan mereka masih belum diketahui oleh Ara karena sedari pagi tadi wanita itu sudah terlanjur pamit keluar untuk membeli ponsel baru sekaligus mengajak Ziyyan pergi bermain di sebuah arena taman bermain. Dan kedua orangtua Ara mengijinkannya semata agar rencana kedatangan keluarga Zayn tidak dikacaukan olehnya.


Waktu sudah menunjukkan lewat dari pukul tiga sore, akan tetapi hingga sekarang Ara masih belum juga kembali pulang. Padahal keluarga Zayn berencana datang pada jam lima sore nanti. Hal itu membuat Viona merasa gelisah karena putrinya itu belum kunjung datang.


"Biar aku coba hubungi juga Tant..." Sisil yang juga berada disana berusaha menghubungi Ara, setelah sebelumnya Viona sudah berusaha menghubunginya tapi tidak dijawab oleh Ara.


"Bagaimana, Sil?" Viona bertanya cemas.


"Nggak dijawab juga, Tante." Sisil pun tak kalah panik.


"Duh! Gimana ini?" Viona terlihat mondar mandir, terlihat jelas raut gelisah bercampur takut kalau diluar sana Ara sedang dalam masalah.


"Tenang lah dulu. Sebentar lagi pasti datang." Haris turut berujar santai.


Lalu kemudian papinya Ara itu mencoba menghubungi Rudy yang kebetulan juga keluar bersama Ara menjadi sopirnya.


"Masih di mana, Rud?" Tanyanya langsung ketika panggilannya sudah dijawab oleh Rudy.


"Ini masih mampir makan, Tuan," sahut Rudy.


"Kalau sudah selesai cepat pulang, Rud."


"Baik, Tuan."


"Sini, Mas." Viona meminta ponsel Haris.


"Rudy," sapanya kemudian.


"Eh, iya, Nyah. Ada apa?"


"Dimana Ara sekarang? Coba kasi hapenya ke Ara."


Lalu kemudian Rudy menyerahkan ponselnya kepada Ara.

__ADS_1


"Ada apa, Mi?" Tanyanya malas.


"Ck! Kamu ini! Kenapa mami nelpon nggak dijawab?"


"Mm, sorry, Mi," Wanita itu hanya berkata maaf tanpa mau menjelaskan mengapa ia tak menjawab panggilan dari maminya dan juga Sisil.


"Pulanglah!" Perintah Viona sudah tak sabar.


"Iya sebentar lagi, Mi."


"Jangan tunggu sebentar lagi. Cepat pulang! Zayn sudah nunggu kamu dari tadi," ujar Viona dusta.


"Ngapain dia ke rumah, Mi?" Tentu Ara sangat kaget mendengar ucapan maminya itu. Ia pun sebenarnya merasa sedikit sebal mengapa pria itu harus datang kerumahnya padahal sudah berjanji akan menjauhinya.


"Mana mami tahu, Ra." Viona masih berkilah.


"Hei, kalau kamu tak segera pulang kamu akan menyesal. Zayn datang kesini bareng gadis kemarin itu." Tentu Viona berani berucap demikian karena sebelumnya sudah diberi kabar oleh Zayn kalau adiknya itu juga ikut serta.


"Apa!"


"Makanya kau cepat pulang, Nak. Memangnya kamu mau Ziyyan nanti punya ibu tiri macam gadis kemarin itu?" Viona semakin mengompori Ara.


Tanpa ada sahutan apa-apa lagi dari Ara tiba-tiba panggilannya sudah diputus olehnya. Wanita itu langsung beranjak dari restoran itu disusul kemudian Rudy yang sedikit mempercepat langkahnya menyusul langkah cepat Ara menuju mobilnya.


"Bunda kenapa jalannya cepat?" Ziyyan yang sedari tadi hanya digandeng tangan tentu merasa sedikit kewalahan menyamai langkahnya dengan Ara.


"Kita harus cepat pulang, Sayang. Di Rumah ada ayah," ujarnya, lalu kemudian langsung masuk kedalam mobilnya.


"Asssyiiiiik....." Bocah itu langsung berekspresi kegirangan saat mendengar ayahnya datang kembali.


Sedang keadaan di rumah Ara....


"Sayang, kenapa kamu bilang begitu sama Ara?" Haris yang memang masih tidak tahu tentang masalah gadis yang dikatakan Viona langsung bertanya kepadanya saat sudah selesai menghubungi Ara.


Viona hanya tersenyum simpul melihat suaminya yang sangat penasaran. Setelah itu ia pun kemudian menceritakan kepada Haris tentang siapa gadis yang dibicarakan tadi. Yang ternyata langsung mendapat respon tawa tak percaya mendengar Ara bisa cemburu buta kepada adik kandung Zayn.

__ADS_1


Dan Sisil yang kebetulan juga mendengar cerita itu hanya bisa tersenyum bahagia. Awalnya ia memang sempat menentang Zayn kembali lagi kepada Ara. Akan tetapi setelah ia sempat membuat kacau bisnis Haris karena video yang viral itu, ia telah berjanji dalam hati tidak akan ikut campur lagi masalah Ara yang diam-diam telah dijodohkan dengan Zayn. Seperti halnya sekarang, ia memilih tutup mulut kepada Ara meski sudah mendengar kalau hari ini keluarga Zayn akan datang untuk melamar Ara.


Waktu terus bergulir, denting jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Akan tetapi Ara masih belum kunjung tiba di rumah. Hingga sampai rombongan keluarga Zayn sudah datang terlebih dahulu kerumahnya.


Malik dan keluarga langsung disambut hangat oleh keluarga Rahardian. Tak lupa Zayn yang juga datang langsung mencium takdzim telapak tangan calon mertuanya. Lalu kemudian mereka pun masuk ke rumah itu dan terlibat obrolan hangat antara kedua calon besan.


Seorang gadis muda sedari tadi masih bergelayut manja di lengan Zayn. Sisil yang sudah tahu sendiri bagaimana tingkah gadis itu hanya bisa tertawa geli melihatnya. Pantas saja Ara sampai salah paham, karena memang terlihat jelas kalau adiknya Zayn itu seakan masih tak rela melepas Zayn untuk wanita lainnya.


Cekrek.


Diam-diam Sisil mencuri foto Zayn dan gadis itu, karena ia berencana akan mengirimnya kepada Ara.


"Lo masih dimana?" Pesan singkat itu ia kirim kepada Ara.


"Macet." Ara langsung membalas pesan dari Sisil sambil memberi foto suasana macet yang menimpanya.


"Saingan lo daun muda." Kalimat itu tak luput ia kirim kepada Ara bersamaan dengan foto Zayn yang ia ambil tadi.


Tak ada respon apa-apa lagi dari Ara, padahal pesan dan gambar yang ia kirim sudah centang biru.


"Apa-apaan sih mereka!" Ara hanya bisa menatap kesal foto yang dikirim Sisil padanya.


Wanita itu terus memandangnya dengan gemuruh dada yang mulai membuncah hebat. Apalagi disaat tak sengaja Ziyyan turut melihat foto itu dan merespon senang dengan sebutan aunty cantik pada gadis di foto itu.


Tak lama kemudian akhirnya jalanan yang dilalui Ara kembali lancar dan Rudy menggunakan kesempatan itu untuk melajukan mobilnya sedikit lebih cepat. Hingga tiga puluh menit kemudian mereka pun juga telah tiba dirumahnya kembali.


Ada dua mobil yang sudah terparkir dihalaman rumahnya. Satu mobil milik Heru, papanya Sisil, dan satu lagi adalah milik Zayn.


Wanita itu masih tak langsung masuk kerumahnya karena merasa curiga melihat mobil Om nya yang juga berada di sana. Hingga kemudian datanglah Narsih yang menyusulnya lalu kemudian turut membukakan pintu utama rumah besar itu.


"Hai...." Seorang gadis yang sudah tak asing lagi bagi Ara langsung menyapanya dibalik pintunya yang terbuka lebar.


"Kamu?"


*

__ADS_1


__ADS_2