Love Of Aurora

Love Of Aurora
Part 73


__ADS_3

Cup.


Bella mendaratkan ciumannya tepat di bibir Zayn. Pria itu hanya tertegun mendapat serangan mendadak seperti itu. Menyadari tiada pembalasan darinya, Bella menghentikan sejenak kegiatannya itu.


Mereka saling tatap dalam waktu yang cukup lama. Sedang tangan Bella sendiri sudah melingkar sempurna di leher pria itu. Zayn pun hanya bisa menatapnya tajam. Maksud hati ia memanggilnya tadi untuk menanyainya apakah kunci mobilnya sudah ditemukan, malah Bella berbuat yang demikian.


Hasrat itu masih tetap menggelora di diri Zayn, namun sebisa mungkin ia berusaha menahannya. Aluran nafasnya sendiri sudah tidak teratur di akibatkan libido yang ia rasakan. Meski begitu, Zayn tak mau terjebak untuk yang kedua kalinya. Meski ia tahu wanita didepannya itu telah siap diterkam balik olehnya.


"Zayn, lo nggak panas, hmm?" Tangan Bella mulai menggerayangi wajah hingga sampai di dada pria itu.


Zayn hanya menyeringai. Ia tetap diam walaupun tangan wanita itu perlahan melepas satu persatu kancing baju yang dikenakannya.


Bella semakin tersenyum nakal mendapati tiada perlawanan dari pria yang selama ini di incarnya. Ia semakin melancarkan aksinya lewat menciumi dada bidang Zayn yang sudah terbuka. Sebelah tangannya itu semakin bergerak agresif menggerayangi punggung kekar pria itu.


"Apa yang lo mau dari gue, Bel?" Zayn menahan pergerakan wanita itu ketika tangan nakalnya mulai bergerak untuk membuka kancing celananya.


"Gue mau lo, Zayn." Bella mendekatkan wajahnya di telinga pria itu, sambil sedikit mendengus nakal di sana. Hingga memicu desiran darah Zayn semakin naik.


Wanita itu menyambar bibir Zayn lagi, namun kali ini terasa semakin nikmat setelah pria itu membalas pagutannya. Mereka pun saling beradu bibir dalam gulatan yang menuntut semakin dalam. Zayn menggiring tubuh wanita itu berjalan, masih dalam pagutannya yang tak mau terlepas. Hingga pada akhirnya ia menghentikan kegiatannya itu ketika ia sudah berhasil membawanya berada di dekat pintu keluar apartemennya.


Menyadari kenapa dirinya dibawa kesana bukan ke dalam kamar seperti yang ia harapkan, Bella pun melancarkan aksinya lagi. Namun seketika itu Zayn berpaling muka ketika wanita itu akan menciumnya lagi.


"Perempuan licik!" umpat Zayn dengan lantang. Sedang mata itu menyorot tajam pada netra Bella yang hanya tertegun kaget.


"Apa yang lo taruh di minuman gue, hah?!!"


Sebelah tangan Zayn sudah mengepal erat. Seandainya yang berdiri didepannya itu bukan perempuan, tentu ia sudah mendaratkan pukulannya tanpa segan. Tetapi yang Zayn bisa lakukan adalah menahan rasa marahnya, karena dengan mudahnya telah di jebak oleh wanita licik seperti Bella.


Bukannya Bella menjawab, ia malah tersenyum saja memandangi Zayn yang sudah tersulut amarah.


"Lo mau gue kan?" Zayn menatap tajam pada wanita yang masih berada dalam kungkungannya itu.


"Iya, gue mau malam ini lo jadi milik gue!" Bella begitu berterus terang.


"Gue mau hati lo, Zayn. Gue mau cinta lo!" Wanita itu mulai menggerayangi dada bidang Zayn lagi dengan kecupannya.

__ADS_1


Perlahan Zayn membuka handle pintunya disaat wanita itu masih bergelut dengan kegiatannya. Hingga kemudian pintu itu telah terbuka lebar, akhirnya ia pun mendorong tubuh Bella untuk keluar dari apartemennya secara kasar.


Braakk!!!


Zayn menutup pintunya kembali setelah wanita itu berhasil ia keluarkan dari apartemennya.


"Dasar perempuan iblis!" Umpatnya kesal.


Zayn menjambak rambutnya sendiri merasa frustasi, mengingat apa yang sudah dilakukannya dengan wanita penggoda seperti Bella. Zayn mengaku khilaf, tapi ia masih beruntung bisa menahan hasratnya itu dari serangan wanita liar sepertinya.


Zayn segera melangkah menuju kamar mandinya. Ia ingin segera melepas rasa panasnya itu dengan mengguyur badannya. Rasa marah masih memenuhi seluruh hatinya. Ia merasa saat ini telah sengaja di jebak oleh seseorang. Sebab tidak mungkin juga Bella tiba-tiba datang padanya dengan tujuan yang sudah tertata. Untung saja ia masih bisa menahan hasratnya itu, sebab ia tak mau jatuh di lubang yang sama lagi jika ia tak bisa menahannya.


Bella masih tetap berdiri di depan pintu apartemen Zayn. Dadanya bergemuruh sangat kesal. Tidak menyangka Zayn akan berbuat kasar kepadanya. Ingin rasanya mengumpat atas perlakuan Zayn padanya, namun semua itu percuma. Karena pria itu sudah tidak membuka pintunya lagi.


Akhirnya Bella melangkah pergi dengan perasaan yang dongkol karena telah gagal dengan misinya untuk memiliki pria itu malam ini.


[Bagaimana? Dia sudah kamu dapatkan?]


Bella bertambah kesal ketika membaca sebuah pesan masuk di ponselnya. Segera ia menelpon orang itu.


Seseorang yang di telponnya itu hanya tertawa puas saat mendengar umpatan kekesalan Bella pada Zayn.


"Kenapa lo ketawa gitu? Mau ngejek gue lo?" Bella bertambah kesal dengan pria yang menghubunginya itu.


"Uangnya sudah saya transfer. Terimakasih sudah mau bekerjasama dengan saya," ucap pria itu sebelum akhirnya menyudahi sambungan teleponnya.


"Aaaarrrgh....... SIALAN!!!"


Bella berteriak sekerasnya. Ia bukan marah karena orang itu membayarnya, sebab itu memang sudah menjadi profesinya sebagai wanita penghibur. Ia marah karena ia merasa terhina, teringat ketika pria incarannya itu tadi mendorongnya keluar dari apartemennya secara kasar.


Gemuruh di dadanya terasa membuncah, mengingat betapa sulitnya mendapatkan hati pria itu. Padahal ia sudah bertekad menyerahkan tubuhnya itu tadi, meski tidak dibayar oleh orang suruhannya pun Bella rela melakukan itu. Asal malam ini ia berhasil memiliki cinta pria incarannya itu.


Nyatanya semua itu gagal dilaksanakannya. Pria itu cukup bisa menahan diri meski telah di beri obat perangsang darinya.


Flashback...

__ADS_1


Beberapa saat sebelum Bella datang ke apartemen Zayn.


Wisnu duduk seorang diri di sebuah restoran, tempat yang telah ia janjikan untuk bertemu dengan seseorang yang akan membantunya untuk melancarkan tugasnya.


Setelah mendapatkan info dari orang suruhannya yang mengatakan bahwa dahulu Zayn pernah dekat dengan seorang wanita bernama Bella, makanya Wisnu membuat janji untuk bertemu dengannya siang ini.


Apalagi saat mendengar berita bahwa wanita itu kini berprofesi sebagai wanita malam, otak Wisnu semakin menyeringai karena apa yang akan direncanakannya akan mudah terlaksana. Yah, Bella telah menjadi wanita penghibur. Profesi itu terpaksa ia lakukan setelah mendapatkan pelecehan s*ksu*l saat berada di London beberapa tahun yang lalu.


Hal itu Wisnu lakukan juga karena intruksi dari atasannya, Haris. Atasannya itu ternyata berencana ingin menjebak Zayn dengan wanita penggoda seperti Bella. Entah apa tujuan pastinya, Wisnu hanya bisa melaksanakan perintahnya itu tanpa berani menanyakan maksud terselubungnya.


Seorang wanita cantik nan seksi telah duduk berhadapan dengan Wisnu. Wanita itu tersenyum nakal padanya, mungkin ia mengira bahwa dirinya yang akan menggunakannya malam ini.


Wisnu segera memberikan sebuah alamat kepada wanita yang duduk berhadapan dengannya. Wanita itu meraihnya sambil tersenyum manis saat membaca alamat yang tertera di kertas itu.


"Ayok? Sekarang kan?" Bella sudah tak sabar mengajak Wisnu untuk segera melakukan tugasnya.


Wisnu menggeleng cepat, dan wanita itu mulai mengerutkan keningnya mendapati Wisnu yang demikian.


"Kau datang saja ke alamat itu. Dia yang harus kau layani. Masalah uangnya nanti saya transfer lagi, setelah kau berhasil melayani orang itu."


Wisnu meletakkan sebuah amplop coklat berisi beberapa lembar uang di mejanya, lalu kemudian langsung pergi setelah dirasa wanita itu mengerti akan perintahnya.


.


.


"Bagaimana Wisnu?" Haris menanyainya setelah asistennya itu menghubunginya.


"Gagal Pak." Wisnu menjawab yakin.


"Baguslah." Haris menyeringai puas.


"Besok kau atur jadwalku. Aku ingin bicara berdua dengannya di luar kantor." Perintahnya pada Wisnu. Entah apa lagi yang akan di rencanakan oleh Haris, yang pasti semua itu hanya Haris lah yang tahu.


"Baik Pak."

__ADS_1


*


__ADS_2