Love Of Aurora

Love Of Aurora
Part 41


__ADS_3

Raut wajah Ara sudah bertekuk berlipat-lipat. Gadis itu masih tetap menunggu Zayn di taman kampus, padahal hari sudah menjelang sore. Sengaja ia tak menghubungi kekasihnya itu walau betapa inginnya dia untuk menanyai ada apa gerangan sehingga Zayn lupa dengan janjinya untuk bertemu dengannya hari ini.


Ia menatap lesu pada layar ponselnya yang tak kunjung menampilkan sebuah panggilan masuk dari Zayn. Jangankan telpon, lewat pesan masuk pun kekasihnya itu tak mengabari satu pesan pun.


Ara mulai menghentak-hentakkan kakinya sebal, baru pertama kali ini Zayn ingkar dengan janjinya. Bisa saja Ara memaafkan satu kesalahan Zayn kali ini, tapi ini masalahnya besok mereka sudah tidak bisa bertemu lagi. Karena besok setelah wisuda itu selesai, Zayn akan langsung berangkat ke Batam.


Ingin menangis, tapi malu di lihat banyak orang. Kalau diam saja, rasanya dadanya terasa sesak. Ara di buat kelimpungan sendiri. Ia berjalan mondar-mandir layaknya seseorang yang sangat gelisah.


"Gak capek mondar-mandir terus?"


Keanu menyapa Ara, pria itu tak sengaja melihat Ara yang terlihat sedang gelisah. Makanya ia mendekati Ara, bermaksud menanyainya bukan lagi untuk memikat hati Ara kembali.


Ara hanya mendengus kesal. Ia menoleh kepada Keanu yang menawarkan sebotol air mineral yang di pegangnya.


"Nih, mondar-mandir kayak gitu juga butuh tenaga kan?" Keanu memaksa Ara untuk menerima tawarannya.


Ara meraihnya kasar, lantas tanpa sungkan lagi gadis itu menenggak rakus separuh dari isi air mineral tersebut hingga berceceran jatuh membasahi sebagian bajunya.


Keanu tersenyum geli melihat tingkah Ara yang tetap menggemaskan tiap melihat Ara yang lagi ngambek.


"Lo nunggu kak Zayn?" Keanu duduk di bangku taman itu, di ikuti Ara yang juga duduk di sampingnya.


"Tadi gue cuma lihat kak Tommy, kalo kak Zayn gue gak kelihatan tuh," jelas Keanu.


Ara mulai memanyunkan mulutnya. Pantas saja Zayn tak menemuinya, ternyata memang hari ini Zayn tidak datang ke kampus.


"Dah, dari pada bete mending isi perut gih. Makan siomay pedes yang banyak." Keanu terkekeh, ternyata Ara juga terkekeh mendengar usulan Keanu itu.


"Lo ingat aja kalo gue lagi bete suka doyan makan yang banyak."


"Yaaa... gini-gini gue kan pernah jadi pacar lo." Pria itu memasang senyum manisnya.


Ara membalas senyuman itu. Lebih baik ia memilih diam saja dari pada membalas ucapan Keanu yang mengungkit kembali tentang masa lalu mereka berdua.


Sejenak mereka kembali sama-sama terdiam, rasa kikuk tentu saja dirasa oleh mereka yang pernah menjalin hubungan kasih walau hanya seminggu lamanya.


Keanu mencuri pandang pada Ara yang masih saja dengan wajah kusutnya. Terlihat gadis itu memilin jemarinya pertanda sedang tak tenang. Meski besar rasa ingin menyembuhkan kegundahan mantan kekasihnya itu, namun Keanu harus menahannya. Ia harus sadar diri bahwa seseorang yang sulit untuk ia lupakan itu sudah menjadi milik orang lain.


"Ehem....."

__ADS_1


Ara dan Keanu sama-sama menoleh ke sumber suara orang yang berdeham itu. Ternyata ia adalah Bella, gadis itu tersenyum licik memandangi mereka berdua sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


"Pandai sekali lo curi-curi kesempatan." Gadis itu berujar amat mengejek kepada Keanu.


Keanu tak bergeming apa-apa, ia sudah malas untuk meladeni kemauan Bella yang sangat berambisi.


"Lo juga, jadi orang jangan rakus. Udah dapat Zayn, masih aja kemaruk sama dia. Ck!" Beralih Bella mengejek pada Ara.


Ara berdiri, rasanya ingin sekali ia membalas tuduhan Bella itu andai saja Keanu tidak mencegahnya dengan memegang lengannya itu.


Ara hanya menoleh pada Keanu, pria itu terlihat menggelengkan kepala isyarat untuk jangan meladeni apapun kepada Bella.


Kemudian Keanu menarik tangan Ara mengajaknya untuk menghindar dari Bella yang sudah menampakkan diri akan ketidaksukaannya terhadap mereka berdua.


"Eh, tunggu lo!" Bella menarik tas selempang yang di gunakan Ara, hingga membuat Ara tertarik ke belakang dan mau tak mau sorot mata itu menyaksikan sendiri tatapan kebencian dari Bella.


"Ditinggal kan lo sama Zayn."


Ara memilih diam saja, menatap heran maksud perkataan Bella.


"Zayn itu brengsek! Sekarang lo lihat, setelah besok ditinggal pergi jangan harap dia menghubungi lo lagi."


"Eh, dia udah dapetin apa yang dia mau. Itu cuma alasannya aja kerja di Batam, padahal dia sebenarnya sudah gak mau lagi sama lo. Karena tubuh lo gak memuaskan mungkin."


"BELLA !!"


Keanu mengeraskan suaranya. Setahunya ini sudah kedua kalinya Bella membuat pernyataan seakan-akan Zayn telah menodai Ara.


Sedang Ara hanya dapat menahan kembali amarahnya yang benar-benar mengobar. Ia hanya bisa mencengkram erat tangannya sendiri, sudah siap sekuat tenaga untuk menonjok muka menyebalkan Bella, seandainya saja perempuan itu mengulang kembali ucapan yang mengandung fitnah baginya.


Keanu merangkul pundak Ara sambil mengusapnya pelan, memberinya ketenangan agar gadis itu tidak mudah terpancing oleh tuduhan Bella yang nyata ingin merusak hubungan antara Ara dan Zayn.


"Ck!" Bella berdecak mengejek menatap Keanu.


"Si sad boy benar-benar udah di butakan oleh cinta. Sampe gak peduli lagi sama barang habis pakai."


"Lo kalo ngomong hati-hati ya!" Keanu benar-benar marah mendengar ucapan Bella itu.


"Eh, gue gak asal ngomong. Gue punya saksi kalo mereka sudah-- Ck! Najis gue ngomongnya." Bella malah pergi setelah puas merusak suasana hati Ara dengan ucapannya itu.

__ADS_1


Ara sudah tak kuat lagi menahannya, gadis itu melepas kasar tangan Keanu yang merangkulnya, ingin mengejar Bella dan memberinya pelajaran lewat pukulannya yang siap di layangkan.


"Sudah, Ra." Lagi-lagi pria itu mencegahnya.


Mata Ara sudah meremang menahan buliran air mata yang membendung, tatapannya begitu nanar menatap kepergian Bella yang sudah tak terlihat lagi.


Keanu membawa tubuh Ara dalam pelukannya. Sedetik kemudian tangis itu pecah dalam pelukan Keanu yang mengusap pelan punggung Ara yang terasa lemah untuk berdiri akibat pernyataan Bella itu.


Tangisnya pun semakin menjadi tatkala ia teringat kembali keanehan yang dirasakan dirinya setelah menginap di rumah Zayn saat itu. Jika yang Bella katakan itu benar, tapi Ara tak mau membenarkan hal itu. Sebab ia amat percaya dengan ketulusan cinta Zayn yang tak mungkin menodainya dengan hal yang seperti Bella tuduhkan padanya.


"Lo jangan percaya omongan Bella. Lo tau sendiri kan kalo dia juga suka sama kak Zayn, makanya dia bilang gitu biar hubungan kalian hancur." Keanu berucap masih dalam posisinya memeluk tubuh Ara.


Gadis itu melerai pelukan dari Keanu, ia mengusap air matanya lalu menatap Keanu yang masih setia menemaninya.


"Kak Zayn emang mau pergi, tapi bukan ninggalin lo kan? Lo tenang aja, Bella juga mau pergi ke London. Jadi setelah ini lo bisa tenang menjaga hubungan lo dengan kak Zayn."


Ara tersenyum mendengar perkataan Keanu. Ternyata ia masih belum kehilangan sosok Keanu yang peduli padanya.


"Makasih, Ken, udah mau menghibur gue." Gadis itu berucap pelan.


Keanu mengangguk. "Lo jangan ngehindar dari gue lagi ya?"


Ara memicingkan matanya. Selama ini mereka memang menjauh setelah mereka putus.


"Biarkan kita seperti ini sebagai sahabat." Pria itu berucap meyakinkan.


"Lo bisa gue percaya kan?" Gadis itu masih tak begitu yakin akan permintaan Keanu untuk menjadi sahabatnya setelah apa yang pernah terjadi di antara mereka.


"kejadian kemarin cukup jadi pelajaran buat gue. Gue benar-benar kehilangan teman seperti lo karena kesalahan gue. Makanya gue mau nebus kesalahan gue kemarin lewat menjaga lo dari orang-orang yang berusaha merusak hubungan lo dengan kak Zayn, selama kalian LDR."


"Awas aja lo curi-curi kesempatan lagi."


"Gak akan, Ara." Keanu menggelengkan kepalanya sambil menautkan dua jarinya kepada Ara.


Gadis itu mengulas senyumnya mendengar ucapan Keanu. Bagaimanapun juga, kejadian kemarin tidak sepenuhnya kesalahan Keanu. Jadi apa salahnya jika Ara memberi kesempatan kepada Keanu lagi?


Keanu tersenyum lebih tenang. Setelah menata kembali hatinya yang sempat rapuh kemarin, pria itu kini benar-benar telah ikhlas menerima kenyataan tentang hubungan Ara dan Zayn. Sebab ia melihat betul bagaimana cinta itu begitu tersirat kuat antara Ara dan Zayn.


"Gue akan jaga lo, sampai dia datang kembali menjemput cinta lo. Paling tidak itulah cara gue untuk bisa melihat lo bahagia dengan seseorang yang lo pilih sebagai kebahagiaan lo." Bisik hati Keanu yang terdalam.

__ADS_1


*


__ADS_2