Love Of Aurora

Love Of Aurora
Part 32


__ADS_3

"Aurora....."


Zayn tak percaya mendapati kekasihnya itu juga berada di Club ini. Lebih tak menduga lagi ternyata Ara tengah mabok, di lihat dari gaya berdirinya yang sedikit sempoyongan.


Pria itu menatap kecewa pada kekasihnya yang tak jujur dengan tempat pesta ulang tahun temannya itu. Di tambah lagi ketika melihat tampilan Ara yang memakai pakaian yang bisa merangsang otak laki-laki manapun begitu melihatnya.


"Eh, dah teler aja dia."


Salah seorang teman cewek Ara melihat Ara dengan tatapan anehnya.


"Kuy lah hubungi Keanu. Cepat!"


Salah seorang temannya lagi berbicara sambil menyebut nama Keanu.


Zayn mulai curiga. Apa jangan-jangan ini jebakan dari Keanu, mengingat Keanu pernah menyampaikan rasa tak relanya pada Zayn beberapa waktu kemarin, ketika mengetahui dirinya sudah jadian dengan Ara pada hari yang sama disaat Keanu di putuskan oleh Ara?


Tak ingin melihat kekasihnya termakan jebakan teman-temannya itu, Zayn akhirnya mendekat ke arah Ara.


"Ara," sapanya selembut mungkin, padahal hatinya sudah sangat kecewa melihat kondisi Ara yang di luar dugaannya.


Gadis itu menoleh, dalam ketidaksadarannya ia masih bisa mengenal pemilik suara yang memanggilnya itu.


"Pangeranku," sahutnya sambil tersenyum nakal dan kemudian berhambur memeluk tubuh Zayn dengan erat.


"Kita pulang!" Zayn memindahkan tangan yang memeluk tubuhnya ke pundaknya, menuntun Ara untuk keluar dari Club malam itu.


Gadis itu menurut dan tak bergeming lagi, sepertinya ia sudah semakin tak sadarkan diri. Akhirnya dengan tertatih-tatih Zayn berhasil membawa Ara keluar dari Club itu dan kemudian menuju tempat mobil Ara terparkir, berniat mengantarnya pulang.


Zayn bisa bernafas lega ketika melihat Ara sudah duduk tenang di samping kemudi dirinya. Belum sempat ia menyalakan mesin mobilnya, ia dibuat kaget dengan tingkah Ara yang tak sadarkan diri menjatuhkan tubuhnya di pangkuannya.


"Jangan tinggalin aku, love you more Zayn," racau gadis itu dalam ketidaksadarannya.

__ADS_1


Zayn hanya tersenyum sendiri mendengarnya. Ia pernah mendengar kalau orang sedang mabok kadang sering mengeluarkan apapun yang di pendam di luar ketidaksadarannya. Mungkin saat ini hanya benar-benar Zayn lah yang ada di pikiran Ara. GR boleh kan?


Pria itu semakin tersenyum puas ketika mendengar racauan Ara yang hanya menyebut namanya dan mengutarakan isi hatinya, selama perjalanan menuju pulang.


Perhatian Zayn mulai terganggu ketika mendapati Ara yang masih berada dalam pangkuannya itu mulai usil menggerayangi tubuh Zayn yang sedang mengemudi.


Berulang kali Zayn mencoba menepisnya, tapi semakin menjadi Ara mengelus nakal pada bagian tertentu, sehingga mengundang desiran aneh yang dirangsang oleh tubuh Zayn.


"Aaaarh....." Mulut Zayn mende*ah.


Pria itu semakin tak tahan ketika wajah Ara mendengus nakal tepat ke arah juniornya yang mulai terusik dari tidur lamanya.


Seketika Zayn menepikan mobilnya di pinggir jalan yang lumayan sepi. Ia mencermati kepala Ara yang bergerak lembut tanpa kesadarannya. Ingin melepasnya, tapi otaknya sudah di penuhi dengan hasrat yang tiba-tiba menguasai dirinya.


*Pemirsa..... Ara lagi ngigau mimpi meluk guling sambil cium-cium dan mendengus ujung gulingnya, jadi jangan salahkan ulah Ara ya......๐Ÿ˜


Oke lanjut.....๐Ÿ˜‰


Suara Zayn terdengar parau. Tangan pria itu semakin erat mencengkram kemudi, sedang nafasnya semakin tak beraturan akibat menahan hasratnya yang tiba-tiba saja membuncah.


Zayn memejamkan matanya, mencoba untuk menetralkan pikiran negatif yang bergerilya nakal di otaknya. Namun akibat ulah nakal Ara yang semakin menjadi, tak henti-hentinya menjelajahi setiap bagian tubuh sensitif Zayn, membuat pria itu memutar balik kemudinya bukan menuju arah rumah Ara lagi.


Entah, godaan ini sungguh tak bisa di tampik oleh Zayn sebagai lelaki normal. Sesekali ia menoleh kepada Ara, dan semakin melihatnya semakin membuncah pula hasrat Zayn untuk menyalurkannya.


Pria itu melajukan mobilnya cukup kencang. Yang ia rasa saat ini sangatlah tidak tahan. Ia ingin segera sampai dirumahnya dan mengguyur tubuhnya agar tak lagi merasa panas.


Tak lama kemudian Zayn menghentikan mobilnya tepat di halaman rumahnya. Sekilas ia melirik jam tangan ditangannya yang ternyata waktu menunjukkan sudah lewat dari tengah malam.


Pria itu membopong tubuh Ara, membawa masuk kedalam rumahnya. Setelah itu, Zayn langsung merebahkan tubuh Ara di atas ranjang miliknya. Ia menatap wajah Ara sejenak, lalu pergi menutup pintu rumahnya yang masih terbuka.


Setelah dirasa situasi aman dan sepertinya tidak ada orang yang mengetahui kalau Zayn membawa perempuan malam-malam masuk ke rumahnya, ia mulai duduk di tepi ranjang tempat gadis itu tertidur pulas.

__ADS_1


Zayn mulai tersenyum-senyum geli teringat kejadian yang tadi. Ia sempat membayangkan bagaimana ekspresi Ara besok jika ia menceritakannya. Pasti gadis itu akan malu dan tentu akan memerah ronanya, sebuah ekspresi yang membuat Zayn selalu gemas setiap mendapati wajah Ara yang begitu.


Tangan Zayn terulur menyibak rambut Ara yang menutupi keningnya. Berulang-ulang Zayn membuang nafasnya yang terasa sedikit teratur, padahal junior miliknya sudah terasa nyeri akibat menahan hasrat yang memang harus di tahan.


Zayn menoleh ke arah kamar mandi. Sungguh gadis ini telah membuat Zayn seperti mani4k *3** akibat ulahnya tadi. Belum juga langkah itu beranjak, tiba-tiba Ara meraih lengan Zayn, menariknya dan membawanya masuk kedalam dekapan gadis yang masih berada di bawah alam sadarnya itu.


"Ehm....... Panas! "


Tubuh Ara menggeliat sambil tangannya mencoba melepas pakaian yang ia kenakan.


Zayn terkesiap, lantas ia mencoba bangun dari dekapan Ara, meneliti kegiatan Ara yang melucuti pakaiannya yang tentu saja gadis itu tanpa sadar melakukannya.


Tubuh bagian atas milik Ara terekspos nyata di depan Zayn, dan hanya menyisakan beha yang menutupi gundukan kembarnya itu.


Pria itu semakin kesulitan menelan salivanya. Pemandangan ini sungguh tak bisa ia kendalikan lagi untuk tidak melakukannya. tak menunggu lama Zayn memulainya dengan mencium bibir ranum Ara, menyesapnya nikmat dan mengulum lembut pada setiap tautan yang ternyata di balas juga oleh Ara.


Gairah itu kembali hidup dan menuntutnya untuk melakukannya lebih dalam lagi. Zayn benar-benar telah di kuasai oleh nafsunya. Membuat pria itu tak lagi teringat akan pesan dan petuah kedua orangtuanya, tak lagi peduli bagaimana nasib kekasihnya itu di kemudian hari mendatang.


Malam ini benar-benar telah menjadi malam terlucknut dan ternikmat bagi seorang Zayn. Sehingga kekasihnya itu sama sekali tidak terbangun karena permainan yang di lakukan Zayn sangat apik dan lembut.


Malam ini menjadi malam terindah, malam terpanjang, malam kenangan yang tak akan Zayn lupakan itu.


*


Hai Reader's.....


Silahkan coment sepuas-puasnya๐Ÿ˜Š


Boleh Coment buat Zayn, Ara, atau buat otor yang tak pandai merangkai kalimat di episode ini....๐Ÿ˜‡


Maafkan otor ya kalo ada typo atau salah dalam menyusun kalimat, karena otor hanyalah otor pemula yang tak bisa bobok kalau halunya tidak tersalurkan๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

__ADS_1


See you next part๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


__ADS_2