Love Of Aurora

Love Of Aurora
Part 64


__ADS_3

Zayn keluar dari ruangan CEO dengan wajah yang bertekuk. Rasanya sudah bosan ia terus-terusan berada dibawah tekanan atasannya itu. Meski pada ujungnya ia tetap tak berani menolak perintah atasannya itu yang terkesan tak mau menerima penolakan darinya. Walau apapun alasannya.


Seorang asisten pribadinya senantiasa mengikuti langkahnya sedari Zayn keluar dari ruangan CEO tadi. Hingga sampai pada dalam ruangan kerja Zayn berada, pria muda yang menjadi asisten Zayn itu turut masuk ke dalamnya.


BRAAKK!!!


Zayn melempar kasar berkas yang dipegangnya itu tepat keatas meja kerjanya. Lantas kemudian ia membanting tubuhnya duduk di kursinya sambil sesekali terlihat pria itu memijit pangkal hidungnya yang mulai sedikit pening.


Sorot matanya menatap kosong pada berkas yang sedikit berserakan di atas mejanya itu. Begitu kentara tekanan itu di aura wajahnya. Dan sang asisten sangat tahu hal itu. Seberapa besar keinginannya untuk bisa akrab dengan Zayn, sekedar menanyai apa yang sebenarnya dipikirkannya, namun nyalinya selalu ciut untuk menanyainya tiap kali atasannya itu beraura dingin seperti saat ini.


Hanung. Dia adalah asisten pribadi Zayn. Bisa dibilang Hanung juga termasuk sekretaris sekaligus sebagai sopir pribadi Zayn, bila sewaktu-waktu diperlukan. Meski tugas Hanung begitu komplit, namun pria yang hanya lulusan Diploma dua itu sangat senang bekerja dengan Zayn. Karena boss nya itu begitu telaten dengan dirinya yang tidak memiliki pengalaman kerja saat awal diterima bergabung dengan Rahardian Group.


Sebenarnya Hanung bukanlah seseorang yang direkomendasikan untuk menjadi asisten pribadi Zayn. Awalnya Wisnu, sang asisten pribadi Haris, merekom seorang wanita cantik nan seksi untuk menjadi asisten pribadi Zayn. Namun baru hari pertama wanita penggoda suruhan Haris itu bekerja, Zayn sudah langsung memecatnya. Lantarannya memang Zayn tidak suka dengan sikap berlebihan dari wanita suruhan itu.


Bahkan hal itu bukan hanya sekali dua kali. Wisnu selalu mencari penggantinya dengan karakter dan penampilan yang sama, yang pada akhirnya Zayn selalu memecatnya.


Hingga pada akhirnya terpilihlah Hanung. Seorang pemuda desa yang sama sekali tidak memiliki pengalaman kerja sebelumnya, yang sebenarnya masih terikat hubungan saudara jauh dengan Wisnu. Hanya saja Zayn tidak mengetahui hal itu. Karena sebelum Hanung masuk kerja Wisnu sudah memberi komando untuk tidak mengatakan hubungan itu kepada Zayn.


"Nung," sapa Zayn setelah ia cukup lama termenung seorang diri.


"Iya, Pak." Hanung menyahut sambil sedikit menggeser jaraknya agar lebih dekat dengan Boss nya.


"Segera urus ini." Zayn memungut kertas yang berisikan berkas-berkas penting menatanya menjadi satu. Lalu kemudian memberikannya kepada Hanung.


"Kita siap-siap, Nung. Besok pagi kita harus sudah tiba di sana."


"Kemana lagi, Pak?" Hanung bertanya heran, karena rasanya baru kemarin siang ia dan boss nya itu datang dari Ambon, menyelesaikan satu proyek di sana.

__ADS_1


Zayn menghela nafas beratnya. "Kita ke Yogyakarta," ujarnya sambil menuju keluar dari ruangannya.


Hanung hanya bisa menatap heran kepada atasannya itu. Seharusnya, Boss nya itu merasa senang karena akan bekerja di sana. Bukankah di sana adalah kota asalnya? Tapi mengapa tak ada raut senang sedikitpun di wajahnya?


"Hanung!" Zayn kembali masuk memanggil asistennya yang masih termenung didalam ruangannya.


"I-iya Pak." Kemudian Hanung menyusul langkah Zayn, memposisikan di belakangnya.


"Kamu sudah pesan tiket pesawat?"


"Segera, Pak." Hanung segera menyalakan ponselnya.


"Tidak usahlah, kita naik mobil saja." Zayn berucap begitu santai, tanpa melihat ekspresi Hanung yang terperangah mendengarnya.


"Gila nih orang!" umpatnya dalam hati.


"Apa perlu saya panggilkan sopir pengganti, Pak?" tawarnya, karena rasanya tak sanggup jika hanya dirinya seorang yang akan mengendarai kesana.


Hanung menghentikan langkahnya. Berbagai umpatan kesal mulai memenuhi hatinya. Zayn menyadari jika asistennya itu sudah tertinggal jauh di belakangnya, dan ia pun menoleh.


"Kita gantian nyetirnya asisten Han," ujarnya yang langsung disambut senyum kesenangan dari Hanung.


Zayn sangat tahu jika asistennya itu sebenarnya lebih senang dipanggil dengan sebutan asisten Han. Katanya sebutan itu sangat keren seperti sebutan sekretaris Han yang pernah ia baca di novel online kesukaannya.


Meski pada awalnya dulu Hanung sempat protes dengan Zayn karena memanggilnya dengan sebutan 'Nung', cuma hal itu tak pernah digubris olehnya. Ia tak mau saja asistennya itu semakin berhalusinasi, efek baper dengan sosok idolanya di novel online yang Hanung sering membacanya tiap kali ada waktu senggang.


Panggilan asisten Han ternyata menjadi moodboster sendiri bagi Hanung. Nyatanya, pria muda itu langsung mengangguk setuju ketika mendengar ucapan dari Zayn.

__ADS_1


"Ayo, cepatlah!" Zayn segera masuk kedalam mobilnya, disusul oleh Hanung yang kemudian mengemudikannya.


"Nung, antar saya ke apartemen dulu. Ada beberapa barang yang mau saya bawa nanti." kata Zayn, kembali ke sebutan awal.


"Baik, Pak." Hanung kembali Bete. Boss nya itu memang sering menggodanya dengan sebutan yang ia idolakan. Walau pada akhirnya Zayn akan kembali memanggilnya dengan panggilan Nung.


"Lebih baik kamu juga persiapkan barang-barang yang perlu kamu bawa, Nung. Kita mungkin akan lebih lama di sana."


"Serius, Pak?"


Zayn hanya mengangguk dengan sorot mata yang pasrah. Dan Hanung hanya bisa menurut saja. Sebagai asistennya tentu ia harus ikut kemana Zayn pergi. Meski yang ia rasa terkadang lelah. Mungkin begitu juga yang dirasa Zayn menurutnya.


Selama lebih dari tiga tahun Zayn menjabat sebagai COO di Rahardian Group, ia telah berhasil mewujudkan sebagian cita-citanya. Memiliki mobil pribadi dan juga sebuah apartemen, meski bukan apartemen yang elite.


Meski semua telah berhasil diraihnya, nyatanya hati itu masih hampa. Kehilangan sosok Ara yang masih belum diketahui keberadaannya, membuat pria itu menutup hatinya begitu rapat. Meski telah banyak wanita yang berusaha menggodanya, pria itu masih bertahan dengan satu cintanya. Yaitu Aurora.


Sering pula Hanung menatap iba kepada Zayn. Sebab yang ia tahu, boss nya itu seperti demikian karena dibawah pengaruh tekanan dari Haris. Hingga membuat Zayn tak ada celah sedikitpun untuk mencari calon pasangan hidupnya di luaran sana.


*



Hai hai hai....


Gimana nih, Zayn nya cakep nggak?


Yang gak cocok sama visualnya, boleh lanjut bayangin dengan visual yang menurut reader cocok yaa 😬 Maklumlah, Authornya ketularan latah ikut-ikutan pasang foto visual πŸ˜†

__ADS_1


Okey Readers, kita bersambung disini dulu yaa..


Jangan lupa Like, comment, dan vote juga bolehπŸ˜…


__ADS_2