
"Besok?" Bersamaan Ara dan Zayn langsung kaget setelah mendengar ucapan Malik.
Akan tetapi kedua besan itu seakan tak mau peduli dengan raut tegang dari Ara dan Zayn. Mendapati papi dan ayah mertuanya saling berembuk begitu serius, Ara pun akhirnya memilih beranjak dari tempat itu. Sudah tidak peduli akan di cap sebagai menantu yang kurang sopan karena main pergi begitu saja, karena yang dirasanya saat ini hanyalah merasa kecewa dengan keputusan yang mendadak baginya. Disusul kemudian Zayn yang juga mengejarnya dari belakang.
"Ini curang!" Ucapnya kesal ketika Zayn sudah berhasil mengejarnya hingga sampai ke teras depan.
"Trus bagaimana ini?" Pria itu malah balik bertanya.
Meski sebenarnya Zayn sudah tahu jika Haris mendesaknya untuk menikahi Ara bulan ini juga, akan tetapi setelah mendengar usulan Malik itu tentu ia juga dibuat kaget. Bagaimana mungkin ia akan menikahi wanita yang jelas-jelas masih belum siap diajak menikah secepatnya.
Meski sebenarnya Zayn mau dan sangat siap menikahi Ara kapan pun, akan tetapi ia juga harus mempertimbangkan kesiapan Ara. Untuk mau menerima lamarannya saja pria itu masih harus memutar otak, apalagi untuk membuatnya mau menikah dengannya besok?
"Ini termasuk modus kamu kan?" Ara langsung mencurigai Zayn karena ia tidak menemukan raut kaget di wajah pria itu seperti halnya dirinya.
"Modus yang mana, Sayang?"
Seketika bulu kuduk Ara jadi meremang disaat pria itu mengucap kata sayang padanya. Entah mengapa ucapannya itu mampu membuat denyut jantungnya kembali bergetar resah.
"Trus bagaimana ini?" Wanita itu menanyakan hal yang sama juga saking paniknya yang ia rasa.
"Loh, kok tanya aku juga? Nih aku sendiri juga bingung mau bagaimana sama ayah."
"Iiih, pasti modus kamu kan? Ngaku deh!" Saat ini telunjuk wanita itu ikut menunjuk ke dada pria yang berdiri dihadapannya.
"Ya ampun, Sayang, nggak, sumpah!" Zayn meraih tangan Ara yang masih di dadanya dengan genggamannya dan sebelah tangannya lagi terangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
"iiish, apaan sih manggil-manggil sayang? Risih aku dengarnya!" Bahkan Ara sudah tak malu lagi mengutarakan hal yang masih membuatnya tak nyaman saat ini. Ia pun kemudian melepas genggaman tangan Zayn itu.
"Kan itu harus dibiasakan, Sayang, sebelum kita nikah."
"Tuh kan benar! Semua ini modus kamu dari awal untuk menjebakku." Wanita itu pun akhirnya melangkah pergi lagi dengan hentakan sebalnya, untuk kemudian kembali bergabung bersama keluarganya yang ia tinggal begitu saja.
__ADS_1
Dan Zayn, pria itu masih mematung. Sebenarnya ia tidak begitu peduli meski Ara menuduhnya demikian, hanya saja saat ini ia dibuat termenung akan bagaimana ia akan menghadapi besok jika pernikahan itu tetap dilaksanakan besok.
Ia pun hanya bisa menghela nafasnya berulang-ulang sebelum akhirnya ikut menyusul Ara dan kembali berkumpul dengan keluarganya.
"Bagaimana, Zayn, sudah siap menikah besok?" Tanya Malik begitu melihat anaknya kembali duduk. Namun tak lagi duduk beriringan dengan Ara, karena wanitanya itu kini memilih duduk diantara kedua orangtuanya sendiri.
"Hah? Tetap jadi besok, Yah?" Tanyanya masih tak percaya. Dan Malik hanya mengangguk.
"Duh! Kenapa mendadak begini? Belum lagi aku mesti siapkan mas kawinnya? Mana Ara masih cemberut gitu mukanya?" Zayn bergumam sendiri sambil melirik kepada Ara yang memang sedang berwajah jutek sekarang.
"Awas saja kalau kamu setuju!" Tatapan mata Ara mewakili ancamannya yang hanya terdengar di hatinya saja.
"Begini, Nak, pasti kalian sekarang sangat kaget mendengarnya tadi. Cuma mengingat masalalu kalian itu, kami sebagai orangtua tentu tidak ingin kecolongan lagi. Pernikahan besok itu hanya pernikahan secara agama saja. Sebagai ikatan yang juga sah dan halal jika kalian tidak sengaja bermalam bersama, andai Ziyyan meminta kalian bermalam bersama." Rahayu turut menjelaskan maksud dari acara pernikahan mendadak itu.
Tentu kedua orangtua Zayn sangat ingin segera menikahkan anaknya setelah tadi mendengar Viona bercerita bahwa Ziyyan sangat menyayangi ayahnya dan pernah sampai bermalam juga bersama Ara pula. Dan karena Zayn dan Ara pernah memiliki masalalu yang begitu, maka sudah tentu Malik dan juga Rahayu tak mau mengulang kesalahan yang sama lagi yang menimpa anaknya.
"Iya! Dan untuk pernikahan resminya akan digelar tiga minggu lagi." Haris turut bersuara.
"Aku juga setuju, Mas." Viona semakin menguatkan keputusannya. "Kami rasa tiga minggu itu cukup kan buat kalian menyiapkan semuanya?" Viona ikut bertanya kepada Zayn dan Ara.
"Baiklah!" Zayn menyahut tegas.
Apa??! Aaaaaaarrrrrrrgh.......
Ara hanya bisa menahan emosinya disaat mendengar pria itu juga menyetujui acara pernikahan besok. Mau marah dan langsung menolak, akan tetapi ia kembali diingatkan akan janji hatinya dulu bahwa ia tak mau mengecewakan hati kedua orangtuanya lagi.
"Kalau begitu biar saya coba hubungi kyai Jamal. Mudah-mudahan beliau besok bisa menikahkan mereka," seru Heru, papanya Sisil, yang memang juga berada ditengah-tengah mereka.
Lalu kemudian semua keluarga kembali tersenyum riang disaat mendengar kabar bahwa kyai Jamal yang dimaksud itu rupanya bisa menikahkan Zayn dan Ara besok sore.
"Ya ampuuuuun..... aku mimpi apa semalam?" Bathin Ara sedari tadi hanya bisa protes.
__ADS_1
Raut wajah wanita itu tentu sudah bisa ditebak kalau saat ini ia sedang stress. Bahkan ketika keluarganya itu sudah mengajaknya untuk sarapan bersama ia berani menolaknya, dengan alasan badannya sudah terasa lengket akibat belum sempat mandi karena keduluan kedatangan keluarga Zayn ke rumahnya.
Semua keluarganya itu bisa memaklumi dengan penolakan Ara, makanya satu pun dari mereka tidak ada yang merasa kesal meski calon pengantin perempuannya tidak turut sarapan bersama.
Ceklek.
Ara sudah masuk kedalam kamarnya. Di sana ia tidak menemukan Ziyyan, padahal semenjak ia kembali kesini bocah itu selalu tidur bersamanya meski sudah memiliki kamar pribadi untuknya.
Merasa sudah semakin stress ia pun bergegas masuk kedalam kamar mandinya untuk bisa berendam lama lama di sana agar rasa stressnya berkurang meski hanya sedikit.
Ting.
Bunyi pesan masuk mengusik ketenangannya, apalagi ketika tertera nama Keanu di sana.
"Ini benar, Ra?"
Pesan itu terkirim kepadanya bersamaan dengan foto dirinya yang sedang dipakaikan cincin tadi.
"Dari mana dia tahu?" Gumamnya sendiri sambil kemudian mengecek story dari orang orang terdekatnya yang mungkin mengunggahnya saat ini.
"Sisiiiiiiiiil......" Wanita itu hanya bisa menghentakkan kaki disaat mengetahui bahwa saudara sepupunya itu yang mengunggahnya di postingan story chat aplikasi berwarna hijau.
"Ara! Seharusnya kamu cari bukti dulu mengenai kedekatan Zayn dengan Bella."
Satu pesan singkat lagi masuk ke ponselnya masih dari pria yang sama.
Deg.
Bella? Kenapa aku bisa lupa untuk menyelidikinya?
Aaaaaaarrrrrgh.....
__ADS_1
.
* Bersambung lagi😁