
Keanu termenung setelah Ara memutuskan hubungan dengannya secara sepihak. Ia masih tak percaya cintanya akan kandas hanya dalam hitungan lima hari saja.
Pikirannya pun mulai berasumsi sendiri. Apakah Ara marah karena tadi ia mencium pipinya? Atau apakah tadi Ara sudah mendengar obrolannya dengan papanya?Yang ada Keanu semakin frustasi memikirkannya.
"Aarrrgh..........."
Keanu berteriak tertahan sambil mencengkram rambutnya sendiri. Pria itu sangat mencintai Ara, tapi mengapa keadaan seakan tak berpihak padanya?
Ada papanya yang selalu menuntut untuk harus mendapatkan Ara dengan cara apapun. Padahal tanpa komando dari papanya pun Keanu memang ingin memiliki Ara sepenuhnya.
Ditambah lagi dengan tuntutan Bella padanya. Keanu, atau lebih tepatnya papa Keanu yang memiliki hutang budi dengan keluarga Bella, membuatnya tak bisa menolak permintaan Bella yang seakan memanfaatkan hutang budi itu sebagai ancaman bagi Keanu.
Rasa sesak tiba-tiba menyumbat di dadanya. Amarahnya seakan tak terbendung lagi. Bukan sakit hati yang ia rasa karena di putuskan Ara, melainkan rasa penyesalan yang mendalam karena telah mengecewakan perasaan orang yang mau mencoba menerimanya, meski gadisnya itu tak pernah mencintainya.
Keanu mulai beranjak. Ia berniat ingin menyusul Ara. Ia akan menjelaskan semuanya, tentang kemungkinan Ara sudah mendengar obrolannya tadi.
Pria itu sudah mencari keberadaan Ara di tempat-tempat yang biasa gadis itu singgahi, namun nihil. Berulang kali mencoba menghubunginya selalu di reject. Sampai pada Keanu mencari di parkiran ternyata mobil Ara masih ada, itu tandanya gadis itu masih berada di kampus ini.
Ponsel Keanu berbunyi. Ia begitu sigap untuk segera mengangkatnya berharap Ara menghubungi ulang padanya. Namun ternyata bukan, melainkan panggilan masuk dari papanya lagi.
"Iya, Pa,"jawabnya lemas.
"Iya, Pa. Kalo gitu aku langsung susul mama ke rumah sakit."
Keanu terlihat gusar setelah mendengar kabar dari papanya bahwa mamanya sedang di rawat di rumah sakit karena penyakit lamanya kambuh.
Pria itu langsung menuju ke mobilnya yang terparkir tak jauh dari mobil Ara terparkir.Lantas langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang disebut oleh papanya tadi.
"Gue akan jelasin semua kesalah pahaman ini, Ra. Terima atau tidak, gue tetap akan jelasin ke lo. Gue gak pa-pa lo gak suka sama gue, paling tidak lo gak benci saja sama gue, itu sudah cukup baik buat gue." Lirih hati Keanu.
*
Ara menghentak-hentakkan kakinya sangat kesal. Gadis itu sangat kecewa dengan dirinya sendiri, yang begitu gegabah menerima Keanu sebagai pacarnya kemarin.
Niat awal ingin memanfaatkan Keanu sebagai penarik rasa cemburu Zayn padanya, ternyata dirinya lah yang di manfaatkan oleh keinginan papanya Keanu.
Untung tak dapat di raih, sial tak dapat di tolak. Pepatah itu sangat tepat buat Ara saat ini. Zayn masih tak dapat di milikinya, malah dirinya yang di manfaatkan oleh orang lain. Sial banget kan?
__ADS_1
"Sisiiil.........."
Suara Ara terdengar merengek ketika panggilannya terjawab oleh Sisil.
"Ada apa, Ra?"
"Gue sebel! Sebel! Sebel!!!"Ara berucap di ikuti pula dengan hentakan kakinya.
"Sebel kenapa?" Sisil masih terdengar santai mendapati suara Ara yang menurutnya sedang kumat mode manjanya.
"Gue sebel sama Keanu."
"Trus?"
"Terus ya gue putuslah sama Keanu."
"Putus? Bukannya masih kemarin ini lo jadian sama Keanu?" Sisil menanyainya tak percaya.
"Gue kuwalat, Sil."
Setitik air mata lolos menetes dari pelupuk mata Ara.
"Gue gak ngerti maksud lo, Ra."
"Pokoknya gue sebel sama Keanu, Sil."
Seketika Ara teringat moment ketika Keanu mencium pipinya tadi. Gadis itu merasa risih sendiri sambil mengusap kasar pipi kanannya itu.
"Najis!!" Umpatnya ketika terbayang lagi kejadian tadi.
"Ra, lo gak pa-pa kan?" Suara Sisil mulai terdengar panik ketika mendengar suara isakan tangis Ara melalui ponselnya.
Ara tak menyahut sapaan Sisil. Sebenarnya ia tak ingin menangis karena kejadian ini, ia tak mau terkesan menangis karena putus dengan Keanu. Melainkan rasa penyesalannya yang teramat besar itu yang berhasil memancing air mata itu lolos mengalir di pipi Ara.
"Ra, lo dimana sekarang?"
Lagi-lagi Ara tak menjawab sapaan Sisil. Bukan karena tak mau memberitahu keberadaannya pada Sisil, melainkan Ara di buat tertegun dengan kehadiran Zayn yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya.
__ADS_1
Ara masih terkesiap, hingga tak terasa ponsel yang ia pegang pun terlepas dari tangannya.
Gadis itu refleks menutupi mulutnya dengan kedua tangannya. Mungkinkah Zayn mendengar ucapannya tadi? Jika iya, apa yang harus ia jelaskan? Ara mulai bergelut dengan pikirannya sendiri.
Zayn menatap Ara sangat tajam. Setajam elang yang sedang menatap mangsanya. Pria itu sedikit menyunggingkan senyum nakalnya. Apa yang telah di dengarnya tadi membuat dirinya sangat puas dan senang. Karena setelah ini ia tak perlu bersusah payah untuk mendapatkan Ara sebagai miliknya.
Ara berjalan sedikit mundur ketika Zayn berjalan mendekatinya. Pria itu masih tetap dengan tatapan dinginnya yang seolah siap menerkam mangsanya kapan pun.
"Pliiss, jangan tatap gue kayak gitu." Bisik hati Ara yang membuat dirinya memilih berpaling menghindari tatapan Zayn yang bisa membuatnya semakin terpesona.
Zayn menarik lengan Ara, sehingga membuat gadis itu terperanjat dan membuat jarak diantara mereka semakin dekat.
"Kak--"
Ara ingin berucap, tapi kembali tertahan setelah mendapati Zayn kembali mengulas senyum nakalnya itu.
"Kamu ingin aku cemburu kan?"Zayn mulai membuka bicaranya.
Ara terperangah mendengar pernyataan Zayn. itu artinya Zayn memang sudah mendengar pembicaraannya tadi.
"Coba di ulang lagi yang tadi." Pinta Zayn yang membuat Ara benar-benar tak mengerti maksud perkataannya itu.
"U...u...ulang yang mana?" Ara sangat gugup.
Lagi-lagi Zayn mengulas senyuman mautnya.
"Malam itu aku pernah bilang, serius gak pa-pa, aku gak keberatan. Kamu gak paham maksud perkataan itu?"
Zayn memberi jeda bicaranya yang membuat Ara berkerut kening karena semakin tak paham dengan maksud Zayn mengungkit-ungkit lagi kejadian di malam terakhir ospek itu.
"Gak usah cemberut, entar gue gak tahan,"ujar Zayn sambil menyentuh kening Ara yang berkerut.
Yang ada gadis itu semakin di buat tak paham dengan maksud perkataan Zayn padanya, sehingga kening Ara kembali berkerut, dan......
Cup.
*Bersambung......👋👋👋
__ADS_1
Jangan lupa Like, Coment dan nyalakan tanda 💙 buat "Love Of Aurora"
See you next part....🤗