Love Of Aurora

Love Of Aurora
Part 90


__ADS_3

Suasana di Jakarta pagi ini terasa sejuk karena terpaan gerimis yang baru saja melanda. Zayn sudah memasuki area alamat yang di berikan Iwan padanya. Ia melajukan mobilnya sedikit pelan sambil melihat ke setiap rumah yang bernomorkan seperti pada alamat tersebut.


Bangunan gedung rumah di komplek itu semuanya terlihat mewah. Sepertinya kawasan di rumah itu termasuk pemukiman elite. Pria itu sebenarnya sudah mulai curiga dengan alamat yang di berikan oleh Iwan, perasaannya pun berprasangka mungkin Rudy sengaja membawa Ara ke rumah milik majikannya. Mungkinkah Rudy membawa gadisnya itu ke rumah Haris? Karena setahu Zayn Rudy adalah sopir pribadi Haris.


Zayn sudah menemukan alamat yang di carinya, ia tetap terdiam dari dalam mobilnya sambil terus memandangi bangunan rumah mewah itu dari luar saja. Ia mencoba menghubungi Rudy lagi namun nyatanya ponselnya sedang tidak aktif. Bisa jadi Rudy masih istirahat atau memang sengaja ia tidak mengaktifkan ponselnya, yang pasti Zayn di buat tidak sabar karena tidak bisa menghubunginya lagi.


Karena sudah merasa tak sabar lagi ingin segera bertemu dengan Ara, akhirnya pria itu mulai turun dari mobilnya. Ia tak peduli lagi dengan etika waktu bertamu ke rumah orang, di saat jam yang masih menunjukkan pukul setengah lima pagi.


Belum sempat tangan itu menekan bel yang terpasang di samping pagar besi itu seorang security rumah tersebut membuka gerbang itu perlahan. Zayn mengurungkan niatnya, karena sepertinya ada seseorang yang akan keluar dari rumah tersebut.


Haris keluar dari balik pagar tersebut. Terlihat dari pakaian yang di kenakan sepertinya ia akan melakukan aktifitas jogging pagi.


DEG.


Kedua mata itu saling membentur. Zayn terperangah menyaksikan dengan bola matanya sendiri kalau CEO nya yang keluar dari rumah tersebut. Sedangkan Haris, meski awalnya ia juga kaget melihat kedatangan Zayn, namun pria itu bisa segera menetralkan aura wajahnya.


"Sedang apa pagi buta begini kau ada di rumahku?" Haris langsung menyapa Zayn yang masih tertegun.


"Anda--"


Zayn tak dapat melanjutkan perkataannya lagi. Ia hanya bisa menoleh ke sekitar rumah itu, rasanya tak percaya saja ia yang awalnya berniat menyusul Ara di alamat rumah itu, ternyata ia malah bertemu dengan Haris di sana.


"Masuklah!" Haris membimbing Zayn untuk masuk ke dalam area rumahnya.


"Pak." Zayn menghentikan langkahnya. Ia sudah tidak tahan lagi menanyakan sesuatu hal yang berkecamuk di hatinya.


Haris menoleh kepadanya, pria itu tersenyum aneh kepada Zayn.


"Sa-- saya tahu alamat rumah ini dari ibu Narsih. Apakah Ara ada di sini?" Tanyanya terbata-bata.

__ADS_1


Zayn memang benar-benar tidak tahu kalau Ara adalah anak dari Haris. Ia hanya berpikir kalau Rudy membawa Ara kesini hanya sekedar menumpang sementara saja.


Dulu semasa kuliah Zayn pernah mendengar kalau Ara adalah anak seorang pengusaha, itu saja. Dan setelah berpacaran dengan Ara, gadisnya itu tidak pernah mengajaknya untuk bertamu ke rumahnya, hanya rumah Sisil yang sering ia kunjungi bersama Ara. Apalagi saat itu mereka menjalani hubungannya secara backstreet, jadilah Zayn benar-benar tidak tahu di mana rumah dan siapa orangtua Ara sebenarnya.


"Iya, Ara ada di dalam," sahut Haris begitu santai.


Haris melangkah lagi, tapi tidak dengan Zayn. Pria itu tetap mematung di tempatnya, kakinya terasa amat berat untuk melangkah lebih jauh menyusul Haris.


"Kenapa masih berdiri di situ?" Haris menoleh lagi kepada Zayn yang hanya terdiam dengan tatapan curiganya.


Mendapati Zayn yang tetap tak beranjak akhirnya Haris kembali mendekat kepada Zayn. Ia memasang senyum anehnya lagi kepada Zayn, membuat pria itu semakin tak mengerti dengan raut berbeda dari atasannya itu.


"Ini rumahku, Zayn. Kau sudah datang kemari, jadi masuklah." Haris berucap sambil menepuk pelan bahu pria itu.


"Anakku Ara ada di dalam, tapi mungkin dia masih tidur," katanya lagi sambil menoleh ke arah kamar Ara berada.


DEG.


Melihat ekspresi Zayn yang demikian Haris malah tersenyum semakin aneh menurut Zayn. Entah apa yang harus ia katakan setelah ini, setelah mengetahui bahwa atasannya itu adalah papinya Ara. Gadis yang pernah ia rusak masa depannya, hingga membuatnya terusir dari keluarganya sendiri.


"Pak," suara Zayn terdengar gemetar, lantas setelah itu ia menjatuhkan tubuhnya bersimpuh di hadapan Haris.


"Maafkan aku." Wajah Zayn seketika tertunduk. Ia sudah tak berani lagi menatap kepada papi dari gadisnya itu.


"Aku adalah lelaki pengecut yang pernah membuat kekacauan di keluarga anda. Akulah yang menghamili anak anda, Ara. Bukan maksud saya untuk menghilang dan tidak mau bertanggung jawab, tapi saat itu aku mengalami musibah kecelakaan di Batam. Dan setelah itu aku lost contact dengan Ara." Zayn menjelaskannya dengan berderai air mata.


"Sekarang aku menghadap, anda boleh menuntut saya dengan apapun. Saya memang bersalah, saya tidak pantas mendapatkan maaf dari anda." Kali ini Zayn malah bersujud di depan Haris.


Seketika tangan Haris terulur untuk mengangkat tubuh Zayn, ia tak mau terkesan sebagai seorang yang sangat agung sehingga membiarkan orang lain bersujud di depannya.

__ADS_1


Dulu di awal ia tahu kalau pria yang berdiri di depannya itu adalah orang yang telah menghamili Ara, ia memang sangat marah dan ingin membunuh pria ini seandainya saja tidak ada dosa yang tercatat.


Akan tetapi setelah ia melihat kesungguhan pria ini mengabdi di perusahaannya walaupun ia kerap kali memerintahnya dengan semena-mena, membuat perasaan bencinya perlahan mencair. Kinerja dan kegigihan darinya itu yang membuat Rahardian Group semakin maju, sehingga membuat Haris muncul ide untuk menjadikannya sebagai menantunya, karena merasa sayang untuk melepas pria berbakat yang di butuhkan dalam perusahaannya itu.


Sedangkan untuk mengandalkan Ara rasanya tidak mungkin. Anaknya itu sudah terlanjur demikian sehingga membuat Haris merasa putus harapan lagi kepadanya. Dan setelah mengetahui sendiri bahwa lelaki yang telah menodai putrinya itu adalah pria yang jujur dan tekun, membuatnya semakin yakin untuk mempercayakannya sebagai penerus Rahardian Group.


"Aku sudah tahu semuanya. Tanpa kamu jelaskan aku sudah tahu kalau kamu adalah ayah dari cucuku." Haris berkata begitu jelas.


Zayn terkesiap. Pria itu memberanikan diri menatap kepada Haris, ia dalami tatapan itu yang nyatanya tidak ia temukan adanya tatapan kemarahan darinya.


"Kamu ingin menemui Ara kan?" Tanyanya memastikan lagi.


Zayn mengangguk cepat, dan Haris malah menepuk-nepuk bahu pria itu sebagai isyarat ia telah memaafkan perbuatannya itu.


"Anda tidak marah denganku, Pak?" Zayn masih merasa tak percaya dengan apa yang Haris perlakukan padanya setelah mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.


"Aku marah! Sangat sangat marah!" Haris menatap lekat kepada netra pria itu.


"Tapi mau bagaimana lagi? Ya sudahlah! Kau kembali lagi nanti. Sekarang Ara mungkin masih tertidur sama Ziyyan. Semalam mereka datang sudah larut." Haris memasang senyum hangatnya kepada Zayn. Suatu perbuatan yang tak pernah ia dapatkan selama ia bekerja dengannya, kecuali sekarang ini.


Zayn memilih menurut saja apa yang di katakan Haris. Meski sebenarnya ia sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan Ara, nyatanya lagi-lagi ia harus menahannya lagi.


Pria itu membalas senyum hangat dari Haris, tangannya terulur ingin mencium tangan Haris yang nyatanya langsung di sambut oleh papinya Ara itu. Ia yang dari awal memang telah memilih Zayn sebagai calon menantunya tentu sangat tak keberatan saat pria itu mencium telapak tangannya dengan takdzim.


Sedang dari suatu tempat yang berbeda, terlihat Ara yang mengintip kedua pria itu dari balik tirai jendela kamarnya. Ia menyaksikan semuanya dari saat pria itu bersimpuh di kaki papinya hingga sampai pada papinya membiarkan pria itu mencium telapak tangannya.


Gadis itu hanya tertegun tanpa ada rasa getaran yang mengusik hatinya lagi. Entah, ia sudah tidak mengerti dengan perasaannya lagi. Masih adakah sisa cinta itu, atau sudah tiada lagi? Ia hanya diam tak bergeming. Hatinya seakan telah mati rasa untuk membuka lembaran baru lagi. Yang ia tahu saat ini ia tidak siap untuk membuka hatinya lagi meski kepada pria manapun itu.


*

__ADS_1


__ADS_2