Love Of Aurora

Love Of Aurora
Part 26


__ADS_3

"Boring nih, kita keluar aja yuk?" Lagi-lagi Keanu mengajak kekasihnya itu keluar, sekedar jalan-jalan saja.


Ara terlihat mulai memikirkan sesuatu. Sedangkan Keanu masih setia memandangi wajah kekasihnya itu begitu lekat.


"Mmm, kalo jalan-jalan sambil naik motor seru paling ya?" Gadis itu berucap sambil menengadahkan kepalanya ke langit, membayangkan dirinya sedang dibonceng oleh Zayn. Padahal jelas dan nyata disampingnya ada Keanu.


"Serius? My Queen pingin naik motor?"


Ara mengangguk semangat. Ia pun juga turut mengulaskan senyum manisnya itu, membuat perasaan Keanu merasa senang.


Keanu terlihat berpikir. Mungkin saja belakangan ini mood Ara jelek karena sedang kepingin jalan-jalan sambil naik motor, cuma baru terucap sekarang.


Jangan bilang Keanu namanya, kalau ia tidak bisa mewujudkan semua keinginan kekasihnya itu. Meski sebenarnya ia harus memohon-mohon kepada papanya dulu untuk bisa dibelikan motor baru.


"Ehm, besok gue bawa motor. Kita muter-muter keliling kota sampe puas. Gimana?"


Ara menatap Keanu. "Serius?" Tanyanya setengah tak percaya.


Ara sangat tahu kalau Keanu sama sekali tidak di ijinkan membawa motor lagi oleh orangtuanya semenjak kejadian kecelakaan yang menimpanya semasa SMA dulu.


"Iya!" Keanu mengangguk meyakinkan.


"Awas loh ya, gue tau kalo lo gak bakal di ijinin orang tua lo naik motor. Mau melanggar nih?"


"Lo sendiri melanggar aturan pacaran dari orang tua lo, masa iya gue gak bisa berkorban juga buat nyenengin lo?"


Ara tersipu mendengarnya. Untuk kali ini Keanu berhasil membuat perasaannya sedikit terenyuh mendengar jurus kata-kata gombalnya. Tapi mengapa hatinya sama sekali belum tersentuh dengan adanya Keanu? Malah yang ia bayangkan kalau kata-kata itu keluar dari mulut Zayn? Huft!


"Tumben-tumbenan sih kepingin naik motor, hem?" Keanu mencubit manja hidung Ara.


"Ehm......"


"Eh, lo ngelihat kak Zayn gak? Gue ada tugas yang musti gue diskusikan dulu sama kak Zayn." Tetiba Keanu menanyakan Zayn kepada Ara.

__ADS_1


"Nggak lihat!" Ara menyahut tegas.


"Bisa gak sih jangan bahas kak Zayn? Apa dia benar-benar gak tau kalo gue gampang baper kalo dengar nama kak Zayn disebut." batin Ara mulai menggerutu sendiri.


"Tunggu ya, gue angkat telpon dulu."


Keanu tiba-tiba pergi agak menjauh dari Ara setelah menerima panggilan masuk dari seseorang. Mungkin sesuatu hal yang penting, atau kah rahasia?


Ara mulai penasaran dengan Keanu yang di lihat dari gaya bicaranya seperti sedang menyembunyikan sesuatu dengan seseorang yang menelponnya itu.


Kenapa harus menjauh? Kenapa harus bicara mengendap-endap seperti itu? Tak pantaskah Ara mulai curiga hari ini?


"Telpon dari siapa?" tanyanya ketika Keanu sudah kembali duduk disampingnya.


"Orang salah sambung. Gak penting!" Keanu menjawabnya, tapi Ara bisa melihat sekejap ada sorot berbeda dari Keanu barusan.


"Ooh....."


Ara kembali berkutat dengan pikirannya sendiri. Setahunya, dalam setiap hubungan baik itu pacaran atau berkeluarga, seharusnya tidak ada sesuatu yang di sembunyikan dari pasangan tersebut, apalagi ini hanya masalah menerima telepon.


Mungkinkah Keanu menyimpan rahasia besar darinya? Kalau memang iya, lantas apa bedanya dirinya dengan Keanu?


Kalaupun iya, berarti ini adalah karma untuk Ara. Ia yang memulai dulu dengan permainan rahasianya, yang semoga saja Keanu tidak akan tahu sampai saatnya tiba nanti. Lantas jika nanti Ia akan tahu dengan rahasia Keanu, semoga saja ia tidak sakit hati termakan senjata makan tuan.


"Yuk!" Keanu mengulurkan tangannya mengharapkan kekasihnya itu menyambutnya.


"Kemana?" Ara tak lantas menyambutnya.


"Ngafe di tempat biasa," kata Keanu, dan kali ini pria itu meraih tangan Ara dan langsung menggenggamnya.


Ara menurut saja mengikuti kemana Keanu akan membawanya kali ini. Meski yang ia rasa hari ini sebenarnya dirinya sangatlah malas untuk keluar. Bukan karena rasa malas karena bareng Keanu, tapi ia merasa ingin langsung pulang ke rumah, untuk segera merebahkan tubuhnya yang lelah.


"Silahkan My Queen." Keanu sedikit membungkuk, mempersilahkan Ara masuk kedalam mobilnya setelah ia membukakan pintunya terlebih dahulu.

__ADS_1


Ara hanya merespon dengan senyum tipisnya.


Keanu segera masuk kedalam mobilnya, duduk di belakang kemudinya dan tak menunggu waktu lama ia sudah melajukan mobilnya, membawanya keluar dari area kampus itu.


Sepasang mata nanar memandangi keromantisan mereka, antara Ara dan Keanu. Zayn merasakan ada ganjalan dihatinya yang membuatnya selalu merasakan sesak yang menyumbat.


Ia pernah berpikir bahwa keputusan Ara menerima Keanu tempo hari hanyalah mimpi buruknya. Namun nyatanya ini bukanlah mimpi, melainkan kenyataan yang harus ia terima meski hati kecilnya tak pernah mau menerima kenyataan itu.


Ara berhasil telah membuat pria itu cemburu. Yach, Zayn benar-benar cemburu besar. Sebesar rasa cintanya pada Ara yang sudah tak bisa ia miliki lagi karena telah menjadi milik Keanu.


Zayn tersenyum getir pada nasib dirinya yang masih belum beruntung dalam masalah percintaan. Pria itu memang tak pernah menjalin hubungan dengan perempuan manapun sebelumnya. Bukan karena ia jual mahal dengan gadis-gadis yang menyukainya, tapi ia terikat oleh janji diri yang tidak akan menjalin hubungan lebih dengan perempuan manapun sebelum ia lulus kuliah dengan predikat yang memuaskan.


Dan sekarang setelah ia ingin mencobanya, ternyata takdir masih belum mengijinkannya.


Aurora. Dia adalah gadis pertama yang berhasil membuat Zayn jatuh hati, dan berniat untuk menjalin hubungan yang lebih serius dari pada sekedar pacaran. Jika saja dirinya tidak terlalu pengecut untuk mengatakannya sebelumnya, mungkin ceritanya tidak akan begini jadinya.


Harus berkali-kali menelan pil pahit, menyaksikan pujaan hatinya bermesraan dengan orang lain di depan matanya sendiri.


"Hey, What's up Bro? Kemana aja nih?"


Tommy yang mengetahui kedatangan Zayn, siap-siap mencerca dengan pertanyaan yang harus Zayn jawab sejujur-jujurnya.


Zayn menyambut Tommy sambil berjabat tangan kemudian saling beradu tinju, seperti kebiasaan yang sering mereka lakukan.


"Gila lo! Ngilang tanpa kabar. Gue bingung mau nanya ke siapa masalah skripsi gue." Tommy terlalu berterus terang dengan kebutuhannya akan adanya Zayn didekatnya.


Zayn hanya tersenyum tipis mendapati sambutan dari sahabat kocaknya itu.


"Entar gue ceritain." Zayn berjanji akan menjawab semua kegelisahan Tommy karena kepergiannya itu.


"Harus!!!" Tommy menjawab penuh penekanan.


Lantas merekapun pergi ke arah kantin kampus, sekedar nongkrong sambil ngobrol masalah Zayn yang akan ia ceritakan padanya.

__ADS_1


*


__ADS_2