
Suara musik DJ terdengar sangat riuh di club malam yang Zayn dan Bella datangi. Sebenarnya tadi Zayn sempat terlibat perdebatan kecil dengan Bella sebelum ia masuk ke tempat itu, sebab sebelumnya ia tidak pernah menduga wanita itu akan mengajaknya ke sana. Karena ia sendiri sudah mulai diselimuti rasa was-was dengan tujuan Bella mengajaknya ke tempat itu.
Setelah saling menyepakati untuk tidak mabok malam ini, akhirnya Zayn mau masuk ke tempat bising itu. Tempat yang dulu pernah jadi saksi awal mulanya dirinya berbuat kesalahan terbesar terhadap Ara.
Segelas cocktail sudah tersaji di hadapan mereka, Bella langsung menikmatinya sedikit demi sedikit sambil sesekali menggoyangkan tubuhnya menikmati alunan musik DJ yang begitu menggema. Sedangkan Zayn tetap dengan aura dinginnya.
"Zayn." Bella harus sedikit mengeraskan suaranya, karena suasana malam ini lumayan ramai dari biasanya.
Zayn hanya mendongak tanpa menyahut satu kalimat apapun.
Tiba-tiba saja Bella menarik paksa lengan Zayn, memaksanya untuk turun ke lantai dansa. Berulangkali pria itu menolaknya, tapi ia selalu luluh dengan perkataan Bella yang selalu bilang "Pliiiiss, kali ini saja. Setelah ini gak akan lagi kok. Cuma sepuluh menit, Zayn, yaaa?"
Akhirnya Zayn dan Bella benar-benar telah berada diantara orang-orang yang sangat menikmati gemerlapnya dunia malam ini. Bella meliuk-liukkan tubuhnya dengan tarian erotisnya, bahkan ia pun sudah tak malu lagi membuka kaos yang menempel ketat di tubuhnya itu. Menyisakan kain penutup gunung kembarnya saja, seakan sengaja mempertontonkan bentuk tubuhnya yang molek kepada seluruh orang-orang di sana yang menatapnya penuh gairah.
Bukan hanya itu, Bella pun mulai menempeli tubuh Zayn dengan melingkarkan tangannya ke leher pria itu. Sedang ia sendiri membimbing tangan Zayn agar melingkar di pinggul seksinya yang terus bergoyang ala-ala tarian erotis yang menggoda. Jangankan tertarik dan bergairah, Zayn malah tambah risih mendapati Bella yang berbuat demikian.
Sesekali Zayn membuang mukanya ke arah yang lain, mencoba mengalihkan dirinya dari pesona dua gundukan kembar milik wanita itu yang entah sejak kapan bergerak semakin brutal.
Beberapa tahun yang lalu, Bella bukanlah wanita yang seperti itu. Meski Bella memang termasuk wanita yang sangat ambisius, akan tetapi setahunya dulu Bella tidak menjadi begitu menggila seperti malam ini. Entahlah! Mungkin karena pergaulannya sewaktu di London itu yang membuatnya berubah kebarat-baratan seperti saat ini.
Alunan musik DJ itu semakin malam semakin memanas. Beberapa orang yang berdansa disekelilingnya sudah ada yang mulai tak sadarkan diri alias mabok. Namun tidak dengan Zayn dan Bella, ia masih berada ditengah-tengah lantai dansa itu dalam keadaan sama-sama sadar.
"Gue haus," ucap Bella lalu kemudian wanita itu langsung menuju ke mejanya yang semula. Ia menenggak habis minumannya sambil sesekali menoleh ke arah Zayn yang masih berdiri di tempatnya.
Melihat Zayn yang sedang sibuk memainkan ponselnya, membuat Bella tak mau menyia-nyiakan kesempatan. Wanita itu mengeluarkan bungkus kecil berisi serbuk obat yang sedari tadi ia simpan didalam tas kecil miliknya. Tanpa ragu Bella memasukkan obat itu ke dalam minuman Zayn. Setelah dirasa tercampur rata, ia pun kembali menuju tempat Zayn berada.
"Nih, minum!" Bella langsung menyodorkan minuman itu kepada Zayn.
__ADS_1
Zayn menerimanya tanpa ada rasa curiga sama sekali, namun ia tak langsung meminumnya.
"Minum lah, lo nggak haus?" Bella memasang senyum termanisnya lagi sambil kembali terbawa oleh alunan musik sehingga meliukkan tubuhnya lagi semakin menjadi.
"Bel...."
Untuk pertama kalinya Zayn berucap, setelah sedari tadi pria itu hanya diam saja.
"Hmm..."
"Kita pulang!" ajaknya langsung.
"Keburu amat! Gue asih belum puas!" Bella langsung menolak.
Zayn membuang mukanya lagi ke arah yang lain. Dan Bella pun sebenarnya mengerti jika pria itu sedang menghindari menatap aset miliknya yang sengaja ia suguhkan kepada Zayn.
"Ayok!" Tiba-tiba Bella setuju diajak pulang.
Zayn mulai tersenyum kecil mendapati Bella yang setuju diajak pulang. Padahal ia sangat tahu kalau malam ini masih belum terlalu larut.
"Tapi lo harus minum dulu, jangan cuma dipegang."
Tangan Bella meraih minuman itu dari tangan Zayn, lalu kemudian menuntunnya agar pria itu menenggaknya habis. Dan ternyata Zayn cukup penurut malam ini, hingga membuat senyum Bella seketika merekah mendapati minuman yang telah dicampur obat darinya itu telah tandas tak tersisa.
Tak lama kemudian merekapun telah benar-benar keluar dari tempat yang penuh kebisingan itu. Zayn melajukan mobilnya sedikit lebih kencang supaya segera sampai di apartemennya. Bella turut bersamanya juga, karena memang tadi mereka berangkat bersama menaiki mobil Zayn. Sedangkan mobil milik Bella tetap terparkir di basement apartemen Zayn.
Zayn segera turun dari dalam mobilnya begitu ia sampai di basement, ia ingin segera masuk ke apartemennya karena tiba-tiba merasa ada yang aneh dengan tubuhnya.
__ADS_1
Ia pun segera pergi meninggalkan Bella begitu saja, karena rasa panas dari tubuhnya itu semakin menjadi. Panas yang sangat aneh. Sedangkan deru nafasnya sendiri terasa membuncah seiring dengan naiknya libido yang ia rasa.
Bella tetap mengikutinya dari belakang, hingga sampai Zayn telah berada di depan pintu apartemennya itu barulah ia sadar bahwa ternyata wanita itu masih mengikutinya.
"Kenapa lo ngikutin gue?" Tanyanya heran.
"Kunci mobil gue tertinggal di dalam apartemen lo. Mungkin tadi pas gue duduk di sofa," ucapnya santai. Padahal sebenarnya ia memang sengaja meninggalkan kunci mobilnya disitu karena masih ada sesuatu hal yang harus ia tunaikan.
Zayn tak begitu menghiraukan lagi keberadaan Bella yang berdiri menatapnya dengan tatapan nakal. Jika ia kembali menatapnya, ia takut akan terjadi sesuatu hal yang akan fatal. Karena yang ia rasa kini hasratnya seakan sedang butuh penyaluran.
Bella turut masuk ke dalam setelah pintu itu terbuka lebar. Zayn tetap tak menghiraukannya, karena menurutnya wanita itu akan segera pergi setelah mengambil kunci mobilnya.
Suhu tubuh Zayn terasa semakin aneh, sedang hasratnya itu seakan tidak bisa tertahan lagi. Ia pun mulai curiga dengan keadaan dirinya yang tiba-tiba ingin menyalurkan hasratnya. Ia menoleh sekilas kepada Bella, wanita itu tetap masih berada di sekitar sofa miliknya. Pura-pura mencari kuncinya yang sebenarnya sengaja ia sembunyikan sendiri di antara sofa itu.
"Bella...." Suara pria itu sudah terdengar berat.
"Hmm...."
Bella menoleh ke arahnya, menatap cukup lama sorot pria yang sudah berada dibawah pengaruh obat perangsang yang ia campur di minumannya tadi.
Zayn sudah tidak dapat berucap apa-apa lagi, hasratnya seakan semakin membuncah terfokus pada dua gundukan kenyal milik wanita itu yang tadi telah di umbar kepadanya.
Bella tersenyum menyeringai mendapati apa yang menjadi tujuannya akan terwujud. Ia berjalan mendekati pria itu berdiri, lalu....
Cup.
*
__ADS_1