Love Of Aurora

Love Of Aurora
Part 62


__ADS_3

Keanu termenung seorang diri ditengah taman kota tempat favorit Ara ketika gadis itu berada di sini dahulu. Tak terasa sudah delapan bulan lamanya dirinya kehilangan gadis yang masih bertahta kuat dihatinya itu.


Dirinya menerawang jauh sambil tetap memegang sebuah kotak kecil berisikan cincin permata yang sebelumnya memang ia persiapkan untuk Ara ketika dulu ia ingin melamar gadis itu.


Ia pun mulai tersenyum sendiri saat kembali teringat tentang masa-masa dirinya menjalin kasih dengan Ara. Meski ia juga tahu jika dirinya saat itu hanya sebagai pelarian sekaligus pancingan agar Ara bisa mendapatkan seseorang yang dicintainya saat itu. Akan tetapi semua itu tetap tak bisa membuatnya membenci atau bahkan melupakan Ara.


"Bagaimana keadaan lo sekarang, Ra?" Ia berbicara sendiri dengan cincin yang dipegangnya.


"Lo sudah lahiran apa belum?"


"Anak lo sehat tidak?"


"Pasti wajahnya mirip lo ya?"


"Gue kangen lo, Ra."


Pria itu masih berbicara seorang diri. Ia tak lagi peduli dengan tatapan dari orang-orang yang berlalu lalang didepannya.


"Eh, lagi putus cinta kali!"


"Kasihan, lamarannya pasti ditolak sama ceweknya."


"Cowok stress dia. Ngomong sendiri didepan umum."


Berbagai ocehan dari orang-orang yang kebetulan melihat keadaan Keanu saat ini. Pria itu mendongakkan kepalanya sekilas, memandang kepada orang-orang yang juga memandangnya dengan heran.


"Ternyata cakep ya. Kasihan juga kalo dia gila gara-gara cewek doang." Dua orang perempuan asing membicarakannya tepat didepannya.


"Apa kalian lihat-lihat, hah!" Sergah Keanu yang lantas membuat dua perempuan asing itu pergi dari hadapannya.


"Sial!!" Keanu menjambak rambutnya sendiri.


Dirinya yang sengaja ingin menjauh dari papanya yang tumben pulang tadi ke rumahnya, memilih pergi ke taman kota ini karena teringat tentang Ara. Yang ada ternyata bukan kedamaian yang ia dapatkan. Malah kini dihadapkan dengan orang-orang yang membicarakannya tak jelas.


Beberapa saat sebelum ia pergi ke taman kota ini....


Keanu yang kebetulan sedang libur kuliah ia memilih untuk menemani mamanya di rumah saja. Awalnya pria itu terlibat obrolan seru dengan mamanya, hingga sampai kekacauan itu datang karena papanya yang sudah lama tidak pulang datang kembali ke rumahnya.


Papa Keanu melempar tas yang dijinjingnya ke sembarang arah, hingga membuat mamanya yang memang dalam masa pemulihan merasa sangat shock dengan ulah suaminya itu.


"Ada apa sih, Pa!" Bukan mamanya yang bertanya, melainkan suara Keanu yang mulai meninggi.

__ADS_1


"Kau diam saja anak tak beruntung!" Bentak papanya sambil menunjuk tepat ke arah Keanu yang duduk sambil merangkul mamanya yang sedang sedih.


"Seharusnya kau tidak melepas anak Haris itu. Kalau sudah begini jadinya, kau sudah tidak berguna lagi!"


"Mas!" seru mama Keanu agar tak lagi mengatakan anaknya sebagai anak yang tidak berguna.


"Kau diam!"


"Hei, Ken! Sekarang Haris sudah punya calon sendiri buat anaknya itu. Apa kau tak mau merebutnya, hah!"


Keanu hanya terdiam. Mulutnya seakan terkunci ketika mendengar pernyataan papanya itu.


"Sialnya lagi, calon menantu Haris itu tadi merebut proyek yang sudah lama papa inginkan." Papa Keanu berkata dengan sorot mata yang begitu amarah. Mungkin tadi papanya Keanu itu sedang kalah dengan calon menantu Haris yang disebut papanya itu.


"Dari mana papa tahu kalau dia calon menantunya?" Keanu memberanikan diri menanyainya, walau sebenarnya hatinya tak ingin mendengar kebenaran itu.


"Ck!! Sudah banyak orang-orang yang bilang itu."


Memang setelah Zayn diangkat menjadi COO di perusahaan Haris, tidak sedikit orang-orang yang menggosipkan dirinya sebagai calon menantu Haris Rahardian. Entah itu pendapat mereka sendiri, atau mungkin hanya omongan orang iri saja karena mendapati Zayn yang begitu gampang mendapatkan jabatan COO tersebut.


Bahkan gosip itu sudah bukan rahasia umum di Rahardian Group dan juga relasi yang bekerjasama dengan perusahaan tersebut turut mendengar berita itu. Meski demikian Zayn tak pernah ambil pusing gosip itu, dirinya hanya ingin melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik. Itu saja.


"Ck!! Dasar anak tidak berguna! Seandainya kau nurut sama papa tentu sekarang kau yang berada diposisi itu. Sekarang kau bisa apa, hah! Selamat meratapi nasib burukmu itu!" Ucapan papanya itu seakan sangat membenci anaknya sendiri.


"Sudah! Cukup kau menghina anakmu sendiri, Mas!" Mama Keanu sudah tak sabar mendengar perkataan mengejek dari suaminya itu.


"Kau sama saja dengan anakmu itu! Sama-sama tidak berguna! Ck!!" Papa Keanu memungut tas kerjanya yang tadi ia lempar sembarangan.


Kemudian lelaki paruh baya itu kembali keluar. Entah dia mau pergi kemana lagi. Keanu sangat tak peduli itu. Dirinya yang sudah sering mendengar hinaan dari papanya itu, tentu membuatnya berkurang kasih sayangnya terhadap sosok yang seharusnya menjadi pelindung utama di keluarganya.


Padahal setahu Keanu dahulu papanya tidaklah demikian. Entah sejak kapan papanya berubah membenci putranya sendiri. Mungkin karena obsesinya yang semakin terhalang oleh sosok calon menantu pilihan Haris itu. Sedangkan Keanu yang diandalkannya untuk bisa merebut hati anaknya Haris, malah terkesan pasrah saja.


Dulu saat Keanu baru putus dengan Ara, papanya masih bisa bicara baik-baik dengannya walaupun jarang. Tetapi setelah mamanya semakin sering kambuh penyakitnya, sosok papanya itu semakin berubah. Sudah jarang pulang yang entah bermalam dimana, sekarang datang lagi membawa perkataan yang menyayat hati Keanu dan juga mamanya.


Mama Keanu mulai menangis histeris. Dan Keanu membawa tubuh lemah mamanya itu dalam pelukan hangatnya. Dalam waktu yang lama, mereka berdua sama-sama terdiam dalam pemikirannya masing-masing.


"Bang, minta sedekahnya Bang." Seorang pengemis jalanan tiba-tiba membuyarkan ingatan pahit Keanu dengan papanya itu.


"Oh, tunggu." Keanu mulai merogoh saku celananya. Sebelum itu ia meletakkan kotak cincin itu di kursi panjang samping ia duduk.


Belum sempat ia mengambil uang yang akan diberikan kepada pengemis itu, tiba-tiba.....

__ADS_1


"Woiy! Kembalikan cincin gue!" Keanu berlari mengejar pengemis tadi yang ternyata merangkap menjadi komplotan pencuri.


Keanu terlibat aksi saling kejar dengan pengemis tadi. Hingga akhirnya dengan kecepatan larinya itu ia berhasil meraih krah baju pengemis yang dikejarnya itu.


"Penipu lo ya, hah!" Keanu sudah tak sabar sambil mencengkram kuat krah baju lelaki sekitar usia lima puluhan itu.


"Balikin cincin gue!" Ucap Keanu sambil menengadahkan tangannya.


Pengemis itu hanya bisa pasrah memberikan hasil curiannya kepada Keanu, karena melihat raut wajah Keanu yang seakan siap menghantamnya.


"I-ini," ucapnya sambil memberikan kotak cincin itu yang ternyata sudah terbuka.


Keanu membulatkan matanya sempurna, ketika melihat cincinnya ternyata hilang. Mungkin tadi tak sengaja terjatuh ketika dirinya saling kejar dengan pengemis tersebut.


"SIAL!!!"


"AAARRGH...!!!"


Keanu hanya mengumpat kesal atas nasib yang dialaminya. Gadis pujaannya sudah tak bisa ia miliki, sekarang malah cincin permata yang ia khususkan buat Ara juga telah hilang. Begitu sialkah nasibnya?


Sedangkan pengemis tadi langsung melarikan diri ketika melihat Keanu yang sibuk mencari cincinnya yang hilang.


"SIAL!!"


Lagi-lagi Keanu hanya mengumpat kesal karena begitu sulitnya mencari cincin itu yang kemungkinan terjatuh di antara rerumputan hijau yang merata di taman kota ini.


*


*


Hai Readers....🤗


Buat yang sudah gak sabar menunggu scene Ara, tunggu di up berikutnya yaa....


Ayoo... kira-kira Ara bagaimana kabarnya yaa?


Terimakasih buat Readers yang masih setia bersama Love Of Aurora😘


Semoga kalian terhibur yaa....


See you next part, bye....

__ADS_1


__ADS_2