Love Of Aurora

Love Of Aurora
Part 55


__ADS_3

Setelah menjalani perawatan selama lebih dari seminggu di rumah sakit, Zayn akhirnya dapat kembali menghirup udara segar di luaran. Pria itu kini tak lagi punya tujuan selain hanya kembali ke tempat kost yang selama ini ditempatinya. Dirinya bahkan sudah tidak bisa kembali lagi bekerja di perusahaan yang merekrutnya setelah mendapat surat PHK dari tempatnya bekerja. Alasannya tentu karena dirinya yang lama tidak masuk kerja tanpa keterangan.


Sungguh kesialan yang bertubi-tubi yang dirasanya. Kecelakaan maut beruntun yang menimpanya yang untung saja tuhan masih menitipkan nyawa untuk kembali melanjutkan kehidupan barunya. Uang tabungannya musnah. Ponsel ia tak punya. Jangankan untuk mengeluh dengan teman itu sangat mustahil. Dirinya yang masih seminggu bekerja itu masih tak banyak orang yang mengenalinya dan juga masih tidak terlalu dekat dengan siapapun.


Pria itu berbaring menatap atap plafon kamar kost yang sangat sederhana itu. Pandangannya menerawang jauh dengan keluarganya yang menaruh harapan besar padanya. Kalau sudah tidak bekerja begini, tentu ia juga tak bisa membantu meringankan biaya pengobatan ayahnya itu.


Sedangkan Ara, hampir tiap hari Zayn mencoba menghubunginya lewat meminjam telepon ketika di rumah sakit kemarin. Jangankan berharap adanya panggilan balik, nyatanya nomor ponsel milik kekasihnya itu sudah tidak aktif lagi.


Hal itu tentu membuatnya semakin merasa tiada berdaya lagi. Semua kehidupannya benar-benar jungkir balik setelah kecelakaan itu. Tiba-tiba saja ia merindukan ingin pulang. Melamar kekasihnya kemudian membawanya pulang ke kampung tercintanya. Itulah prioritasnya saat ini.


Tok.... tok.... tok....


Seseorang terdengar menggedor pintu kamar kost Zayn. Pria itu beranjak setengah malas, karena sepertinya seseorang itu adalah pemilik kostan tersebut yang kemungkinan akan menanyai kemana saja kepergiannya yang tiada kabar. Seperti beberapa penghuni kost lainnya yang menanyainya tadi.


"Iya, Bu," sapa Zayn kepada pemilik kost tersebut.


"Ada yang mencarimu didepan." Jawabnya sambil kemudian pergi begitu saja.


Zayn melongo dari pintu kamar kostnya, memandangi pria berumur mengenakan setelan jas sedang menunggunya di halaman depan kost nya itu.


Rasa penasarannya membuatnya melangkah menuju pria asing itu berdiri.


"Kamu Zayn?" Tanyanya langsung begitu Zayn sudah berdiri didepannya.


"Iya!" Zayn menyahut singkat.

__ADS_1


"Perkenalkan saya Ridwan." Pria sekitar usia enam puluhan itu mengulurkan tangannya kepada Zayn yang lantas disambut haru oleh Zayn.


"Terimakasih, Pak, sudah membantu semua biaya pengobatan saya." Zayn membungkuk bermaksud ingin mencium tangan seseorang yang telah membantu seluruh biaya pengobatannya di rumah sakit, namun Ridwan segera menolaknya secara halus.


Beralih Ridwan yang tersenyum memandangi Zayn yang sudah baik-baik saja, meski beberapa luka ringan masih begitu kentara di bagian lengan dan kakinya.


"Bagaimana keadaanmu?" Ridwan menepuk-nepuk bahu Zayn.


"Sudah membaik, Pak. Saya tidak tahu lagi harus kemana jika tidak ada orang baik seperti Bapak yang membantu saya." Mimik muka Zayn berubah sendu mengingat kebaikan Ridwan, pria asing yang tiba-tiba saja datang membantunya.


Ridwan tak banyak bicara, lantas ia mengeluarkan sebuah kartu nama miliknya yang ia berikan kepada Zayn. "Datanglah kesini. Kamu pasti membutuhkan pekerjaan secepatnya kan?"


Zayn terperangah mendengar ucapan Ridwan. Ternyata pria tua itu selain tahu dengan alamat kost nya yang terbilang terpencil di sudut perkotaan, juga ternyata Ridwan sepertinya juga sudah tahu kalau dirinya sangat membutuhkan pekerjaan saat ini.


"Saya tunggu besok jam 9 pagi." Setelah mengucapkan itu Ridwan langsung pergi.


Keesokan harinya....


Zayn melangkah mengikuti seorang pegawai perempuan yang bekerja di perusahaan yang ia datangi saat ini. Setelah menelpon Ridwan terlebih dahulu tadi, ternyata Zayn langsung disambut hangat oleh pegawai perempuan itu begitu sampai di pintu utama perusahaan tersebut. Membawanya masuk ke sebuah ruangan khusus yang mana sudah ada Ridwan dan seorang pria muda yang sudah menunggu kehadirannya di ruangan tersebut.


"Selamat siang, Pak," sapa Zayn sebelum Ridwan mempersilahkan duduk di kursi kosong yang berhadapan dengannya.


"Kalau kamu datang kesini, itu artinya kamu sudah menerima tawaran saya kemarin kan?" Ridwan langsung mengarah ke tujuannya.


Zayn mengangguk yakin. Lantas kemudian mendapat senyum aneh dari seseorang yang berdiri disamping Ridwan duduk.

__ADS_1


Pria muda yang diketahui sebagai asisten pribadi Ridwan itu langsung menyodorkan sebuah surat pernyataan bermaterai kepada Zayn. Dimana inti dari surat pernyataan itu Zayn harus rela mengabdi di perusahaan itu walau apapun kemungkinan yang akan menimpanya nanti.


Sebelumnya Zayn tak lantas menandatangani surat perjanjian yang isinya seperti sebuah ancaman halus terhadapnya. Jika bukan karena mengingat kebaikan Ridwan, akhirnya Zayn meneken kertas bermaterai itu.


Zayn sudah resmi bekerja kembali di perusahaan cabang yang cukup terkenal juga, dibanding perusahaan tempatnya bekerja semula. Pria itu secara tidak langsung telah menyerahkan seluruh jiwa raga dan juga tenaga dan kemampuannya untuk kemajuan perusahaan tersebut. Yang mungkin bisa mengikatnya seumur hidupnya pula.


Jabatan yang ia terima masih sangat rendah. Tapi paling tidak dirinya tidak menganggur saja sudah bersyukur. Apalagi ketika sebelum kepergiannya tadi Ridwan memberinya sebuah ponsel baru kepada Zayn. Tujuannya agar dirinya bisa dihubungi Ridwan kapanpun dibutuhkan.


Zayn sangat bahagia saat ini. Ponsel baru telah berada digenggamannya. Setelah ini ia tak lagi kesulitan untuk menghubungi keluarga, teman dan juga kekasihnya Aurora.


Semangatnya kembali berkobar ketika mendapat sambutan baik dari orang-orang yang akan menjadi kawan seperjuangannya di tempatnya ia bekerja saat ini. Segala do'a terbaik selalu ia lantunkan kepada Ridwan. Karena pria tua itulah dirinya bisa berada disini. Kembali menata hidupnya yang sempat kacau karena insiden kecelakaan itu.


Yang nyatanya semua tekanan itu bermula disini. Dari sinilah pria itu harus membayar semua kesalahannya yang terdahulu.


*


Yang penasaran siapa Ridwan sebenarnya, jangan pernah tinggalkan kelanjutan dari Love Of Aurora yaa....🤗


Ceritanya memang sedikit banyak pemeran awal yang hilang, diganti dengan beberapa pemeran baru. Tapi itu di awal saja kok. Nanti pemeran lama yang hilang itu akan muncul lagi diakhir sebelum novel ini tamat.


Setelah ini akan banyak kejutan lagi ditiap partnya, yang akan membuat kalian semakin penasaran kapan Zayn dan Ara akan bertemu lagi☺


Jangan lupa tinggalkan jejak dan komentar dukungannya yaa...


Kalaupun ada yang mau vote atau ngasih bunga, ku terima dengan lapang dada. ( Iish, ngarep amat😅)

__ADS_1


See you next part readers😘


__ADS_2