Love Of Aurora

Love Of Aurora
Part 28


__ADS_3

Siang itu Ara berinisiatif hendak menemui Keanu. Ia mencari pria yang masih lima hari ini menjadi kekasihnya di taman kampus samping perpustakaan, karena biasanya pada jam-jam seperti saat ini Keanu berada di sana sekedar baca buku sambil duduk-duduk santai.


Semalam gadis itu mendapati pertanyaan bertubi-tubi dari Sisil. Setelah Sisil mendengar kabar itu dari Tommy dan Zayn, Ara tak menampik kabar itu pada Sisil. Meski semalam Sisil masih tak yakin dengan keputusan Ara berpacaran dengan Keanu.


Makanya kali ini Ara berniat mencari Keanu semata-mata ingin mencoba menerima Keanu meski perlahan. Iyah, Ara sudah berniat untuk mencoba membuka hatinya pada Keanu dan menjalani hubungan ini dengan tanpa sandiwara lagi darinya.


Hal ini tentu tidak mudah bagi Ara. Ia melakukan ini karena pernyataan Sisil semalam. Ketika Ara menanyai bagaimana respon Zayn kemaren kepada Sisil, yang katanya Zayn biasa-biasa saja dan tak ada respon berlebih yang ditangkap Sisil dari sorot Zayn kemarin.


Semalam suntuk Ara memikirkan perkataan Sisil. Gadis itu mulai merasa mungkin memang saatnya ia harus menyerah saja dan tak mengharap cinta dari Zayn lagi. Ia harus menghargai Keanu, paling tidak mencoba menghargai perasaan Keanu secara bertahap.


"Iya, gue gak akan ngelepas dia kok. Lo tenang aja!"


Ara menjumpai Keanu yang sedang berbicara serius dengan seseorang melalui ponselnya. Makanya ia hanya berdiri di belakangnya saja. Bukan berniat menguping obrolan Keanu, hanya tak ingin mengganggu obrolan kekasihnya itu.


"Pokoknya lo percaya aja ke gue. Gue selamanya gak akan ngelepas Ara, meski gue tahu kalo dia sukanya sama Zayn."


Ara semakin curiga dengan obrolan Keanu itu. Apalagi ketika Keanu menyebut nama Zayn. Sebenarnya dengan siapa Keanu berbicara?


"Lo lanjutin aja tujuan lo. Kalo lo beneran suka, ya lo kejar sendiri lah. Gue udah cukup ya bantuin lo."


Terlihat Keanu mulai emosi. Sepintas samar samar Ara mendengar suara seorang perempuan dari seseorang yang menelpon Keanu itu.


"Bella! Lo jangan macem-macem ya! Gue udah banyak bantu lo supaya Zayn terjebak dengan ide lo itu. Sekarang gue minta lo jauhin Ara. Lo jangan usik dia lagi. Biar Ara jadi urusan gue, dan lo urus sendiri Zayn lo itu."


Keanu mematikan ponselnya.


Ara terkesiap mendengar obrolan Keanu, yang rupanya kekasihnya itu sedang berbincang dengan Bella, rival beratnya selama ini. Ia tak habis pikir kalau Keanu bisa selicik ini untuk bisa mendapatkan dirinya. Bahkan ia sampai sekongkol dengan Bella. Ck! Menyakitkan!


Kecewa, dongkol, marah, semua rasa itu berkecamuk di diri Ara. Tapi untung saja ia masih belum memulai membuka hatinya pada Keanu, yang ternyata tak jauh berbeda dengan dirinya yang menghalalkan segala cara demi bisa mendapatkan cinta pujaan hatinya.


Inikah yang dinamakan karma buat Ara?


Keanu masih belum menyadari adanya Ara yang berdiri dibelakangnya. Pria itu melanjutkan kembali aktifitas membacanya.


Dan Ara masih terdiam menatap punggung Keanu. Ia mulai berpikir hal apa yang akan dilakukannya setelah ini. Putuskah? Atau pura-pura tidak tahu saja?


Baru selangkah Ara melangkah tiba-tiba ponsel Keanu berdering lagi. Dan membuat gadis itu menahan langkahnya lagi.

__ADS_1


"Iya, Pa."


Keanu terlihat tak bergairah menerima telepon yang ternyata dari papanya.


"Ehm... Iya."


"Iya, Pah. Aku gak akan mutusin Ara. Sampai papa berhasil mendapatkan kemauan Papa. Puas!!"


Keanu segera menyudahi obrolannya itu. Pria itu terlihat frustasi setelah menerima telepon dari papanya. Ia mencengkram sebal rambutnya sendiri, berteriak dalam diam.


Semua yang dirasa Keanu pada Ara murni karena ia memang mencintai Ara dengan setulus hatinya. Akan tetapi setelah papanya tahu kalau Keanu menyukai Ara, semua berubah menjadi tuntunan untuk Keanu.


Papanya yang notabene adalah relasi bisnis orang tua Ara tentu sangat mendukung hubungan itu. Karena dirinya yang memang menggilai jabatan dan harta, sudah pasti papanya Keanu berharap suatu saat anaknya itu bisa menguasai bisnis orang tua Ara yang akan membuat mereka menjadi tambah kaya.


Ara mengepalkan tangannya kesal. Kali ini sudah tidak ada maaf lagi untuk Keanu. Karena ini sudah bersangkutan dengan keluarganya.


Hati Ara sudah sangat bergejolak. Ingin sekali ia menonjok hidung Keanu saat ini juga. Tapi niat itu terpaksa ia urungkan ketika tak sengaja matanya membentur sosok Zayn yang juga duduk santai tak jauh dari tempat itu.


Yach, Ara kembali goyah. Melihat Zayn gadis itu kembali teringat percakapan Keanu dengan Bella tadi. Kali ini ia tidak akan mundur lagi. Ia akan terus maju untuk mendapatkan Zayn. Meski ia tahu, ada Bella yang akan menjadi saingan terberatnya.


Keanu terkesiap. Ia pun membalas senyum itu dengan sedikit gelagapan. Rasa takut Ara akan mendengar obrolannya barusan mulai menjalar di pikirannya.


"Udah dari tadi?" Tanyanya sambil mempersilahkan Ara duduk di sampingnya.


"Baru aja." Ara masih tetap dengan senyum palsunya.


Keanu menatap lekat pada Ara. Ia benar-benar tulus mencintai Ara dari jaman SMA sampai detik ini. Tanpa adanya campur tangan dari papanya atau Bella, pria itu memang tulus mencintai Ara meski ia sadar gadisnya itu tak pernah mencintai dirinya.


Angin siang ini berhembus sedikit kencang, membuat tatanan rambut Ara sedikit berantakan. Lantas tanpa sungkan Keanu merapihkan rambut Ara, menyelipkannya di belakang telinga gadis itu.


Ara kembali tersenyum pada Keanu. Ia sengaja membiarkan Keanu membelai rambutnya, sambil sesekali Ara melirik diam-diam ke arah Zayn duduk. Harapannya agar supaya bisa memancing perhatian Zayn, namun ternyata Zayn tetap dengan ekspresinya yang tenang.


Cup.


Sama sekali tak diduga ternyata Keanu mencium pipi Ara, ketika gadis itu diam-diam memperhatikan Zayn.


Ara terkesiap juga bercampur marah. Namun sebisa mungkin ia berusaha menahannya. Karena ia masih ingin melihat bagaimana ekspresi Zayn lagi, yang ia yakini Zayn melihatnya barusan.

__ADS_1


Dan ternyata Zayn memilih pergi dari tempat itu.


"Loh! Mau kemana dia?" Gumamnya, penuh tanya.


"My Queen....."


Ara menoleh pada Keanu. Ia menatap pria itu lekat. Masih tak percaya dengan apa yang didengarnya tadi.


"Hey, lo kenapa natap gue kayak gitu?"


"Kita putus, Ken!" Ara berucap tanpa beban.


Keanu terperangah mendengar ucapan Ara.


"Kenapa?" Tanyanya kaget mendengar keputusan Ara yang mendadak.


"Hubungan ini udah gak bisa dilanjutin lagi."


"Kasih gue alasan kenapa kita harus putus, Ra?"


"Tanyakan saja sama hati lo. Semua alasannya ada di diri lo."


"Tapi, Ra?"


"Bye, Ken."


Lalu kemudian Ara pergi begitu saja. Tanpa mempedulikan lagi bagaimana Keanu setelah ini.


*


*Bersambung.....


Buat Reader's yang pingin tahu dari mana Keanu bisa kenal dengan Bella tetep stay di novel otor ya....😊


Jangan lupa tinggalkan komentar dukungan kalian agar otor bisa semangat Up tiap hari.


See you next part Reader's...😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2