Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
Terbaik


__ADS_3

Seorang Bagaskara berniat mendatangi Abel saat weekend tiba. Nyatanya semua hanya rencana saja karena kini sang Bagaskara terjebak dalam kesibukannya di kafe miliknya.


Batalnya dia pergi ke Singapura nyatanya membuat moodnya semakin tak baik. Namun karena dia memiliki profesionalisme tinggi, BG menjalankan kerjanya dengan baik.


Kafenya tengah mendapatkan bookingan untuk acara perayaan anniversary pelang.gannya. Dengan segala persiapan BG dan team dibuat kalang kabut mengingat persiapan dilakukan dalam waktu 1hari.


Uring-uringan tentu saja, namun BG tetap totalitas saat bekerja. Menjaga agar mood BG tetap baik, para sahabatnya berniat meminta bantuan Abel.


"Yukk.. semangat yuk." celetuk Riki.


"Hemmmb." gumam BG.


Drtdrtdrttt.. Ponsel BG bergetar menampilkan nama sang tunangan.


"Hai baby."


"Sibukk yah."


"Sedikit, jadi gak bisa kesana."


"Disyukuri aja, rejeki gak baik ditolak."


"Iyaa sayang."


"Jadi tabungannya bisa bengkak, kelak buat kita menata masa depan, don't worry about me, keep focus for your working."


"Tell me something, ehmm satu hal yang harus aku lakukan sekarang biar bisa fokus."


"Apaa yahh, mungkin aku akan segera pulang jika kamu melakukan yang terbaik kali ini."


"Okeyy Noted, hope that make it happened."


Diseberang sana Abel tertawa renyah mendengar ucapan BG barusan.


"Of course, Deal yahh. See you my lovely."


"See you baby, i miss you so badly."


"Me too, i'm always gonna missing you bye."


"Bye baby."


Abel menutup sambungan telponnya, Ditempatnya BG masih terngiang dengan ucapan Abel. Dia harus fokus kerja supaya dia bisa secepatnya bertemu dengan Abelnya.


"Ayookk.. kerja. kerja." teriak BG semangat.


"Kesambet apaan ini bocah." sahut Devan.


"Kesambet jin tomang."


"Kesambet pawangnya lahh."


Celetukan dari sahabatnya itu hanya mampu dibalas dengan senyum oleh BG. Memang jika sudah berurusan dengan Abel bisa dipastikan aura positif tercipta. Abel mampu membuang aura negatif milik sang Bagaskara.


"Emang efek Abel damage banget."


"Si BG mah obatnya cuma atu, Arabella."


"Baby Abel sang penyelamat kita semua."


"Cuma Abel mahh yang terbaik."


"Dahh ngebacot mulu kerja kelean." potong BG pada sahutan para sahabatnya.


Sungguh Abel memang obat terbaik bagi seorang Bagaskara, cukup mendengar suara dan senyumnya. Tak bisa dibayangkan jika BG bersama Kayla apakah akan bisa seperti saat bersama Abel.


BG bersama team mengerjakan paketan untuk event di kafe dengan sangat baik. Seolah mereka memang sudah tercipta untuk saling bekerja sama dalam satu team. Bg, Riki, Kevin, Wira dan Devan mereka sudah satu paket.


Ditempat lain dimana Abel berada dokter tengah memeriksa Abel. Setelah memastikan kondisi Abel bisa memungkinkan untuk pulang dalam 1-2 kali terapi, sang dokter menyampaikan jika terapi Abel berhasil dalam waktu yang cepat. Mama BG tentu saja tidak akan pernah memberitahukan pada putranya jika dalam waktu dekat Abel bisa pulang.


"Selamat yah sayang, kamu memang hebat." ucap mama BG.


"Semua berkat papa, mama, ayah, bunda, Bagas, dokter dan paramedis yang mensupport Abel dan bisa memotivasi Abel. Kalian semua yang terbaik." ucap Abel.


"Ini semua karena kamu yang berusaha untuk mau sembuh, kita hanya penonton." jawab Mama BG.


"Kalian lah yang melengkapi itu semua ma. Papa juga terlibat karena kalau bukan beliau yang membawa Abel, Abel akan stuck ditempat." ujar Abel.


"Kamu adalah bagian keluarga mama dan papa, apapun yang terjadi sama kamu, mama dan papa akan melakukan yang terbaik." sahut mama BG.


"Thanks ma." jawab Abel lalu memeluk sang mama mertua.


Walaupun kini dia jauh dari ayah dan bunda adanya papa dan mama BG sudah mewakili mereka.


*


Dua hari berlalu.

__ADS_1


Abel bersama mama dan papa BG akan segera mendarat. Tentu saja tanpa sepengetahuan BG, mereka sampai dikediaman Hermawan dini hari.


Tanpa BG sadari mereka sudah berada dikamar masing-masing hingga fajar menyingsing.


"Abel langsung sekolah nak." tanya mama BG.


"Iyaa ma, Abel ketinggal banyak pelajaran."


"Coba anak kamu kayak gini mahh dari dulu udah pinter kayaknya." sahut papa BG.


"Lhaa papa gak tau semenjak ada Abel dia giat sekolahnya."


"Lahiyaaa yah ma."


Sementara itu BG yang baru saja keluar dari kamar mendengar kasak-kusuk pun memastikan dengan benar telinganya tidak salah jika dia mendengar suara sang mama.


Segera dia berlari menuruni anak tangga, dan setelah memastikan keberadaan ketiga orang yang sangat dia rindukan BG segera bergabung ke meja makan untuk sarapan.


"Ma, pa kapan sampai kok gak bilang-bilang." ucap BG, ketiga orang itupun sontak menoleh.


"Kejutan dong."


"Lohh kok kamu pakai seragam, mau sekolah, enggak istirahat dulu." tanya BG pada Abel, dan Abel pun menggeleng.


"Sudah cepetan sarapan jangan pakai tanya." potong mama BG.


"Iyaa-iyaa mam."


Mereka pun segera menyelesaikan sarapan bersama, entah sampai kapan Abel akan berada dirumah BG.


Saat perjalanan menuju sekolah, BG pun mencecar sang tunangan bagaimana bisa dia tak memberitahunya jika dia akan pulang.


"Kenapa kamu gak bilang baby."


"Kan udah mama bilang surprise."


"Aku enggak lagi ultah yahh."


"Tapi seneng kan aku udah pulang." tanya Abel.


"Seneng banget lah.."


"Hemm, tapi aku masih belum bisa jalan cepat." jelas Abel.


"Emang mau ngapain cepet-cepet, kamu sehat aja aku bersyukur." jawab sang Bagaskara.


"Jangan bikin aku gak konsen sayang." ucap BG, sontak Abel menghentikan usapannya.


"Kangen banget yahh." cecar BG.


"Hemmb, situ enggak yahh."


"Buangett baby, sampai rasanya mau aku susulin kemarin ogah sekolah."


"Jangan gitu, udah mau lulus juga." jawab Abel.


"Hemmm." gumam BG.


Setibanya di sekolah Abel mendapat sambutan dari teman-temannya. Mereka bahkan tak ada yang percaya jika Abel sudah bisa masuk sekolah mengingat jika ijinnya 14 hari.


"Ohhh god, gue gak salah lihat kan."


"Nyaa coba cubit lengan gue."


"Gue juga dong Nay."


Plak, sett..


"Ehh buset panas Nya." teriak Fransiska.


"Lahh ini si Nay keras banget gaploknya."


"Kalian gak salah nohh boneka cantik kita pulang." potong Airin.


Mereka pun segera berhambur pada Abel.


"Babyyyy."


"Mayy baby Arabella."


"Sayangkuuuhhh."


"Setooppp kalian berhenti disitu." potong BG.


"Kenapa sikkk."


"Tauuuk"

__ADS_1


"Berhenti kalian, Abel loe tabrak gue gebuk satu-satu." jawab BG.


"Kenapa."


"Abel belum 90% kekuatannya berdiri. Bukannya loe peluk, justru kalian bikin dia oleng entar." jelas BG, sedangkan Abel merentangkan kedua tangannya memilih memeluk temannya satu persatu.


"Baby Abel terbaik."


"Untung BG dah nyegah, mana sih Nia larinya kenceng." celetuk Devan.


"Dahh yaahh yuk masuk kelas kasihan Abelnya berdiri terlalu lama."


"Yaa ampun Bagas possessive banget dahh."


"Bodohhh, demi Abel inih."


"Boss syukuran kan entar." ceplos Devan.


"Busset dah Devan gercep urusan beginian."


"Makan muluk pikirannya."


"Lhoo urusin dah Van, habis berapa laporan."


"Wasiaaapp boskuhh."


"Pestaaa kitaaa."


BG mengekori sang tunangan yang sedang ditempel erat teman sekelasnya.


Beruntungnya mereka yang bisa dekat dengan Abel dan BG, selain baik mereka berdua royal pada teman-temannya.


"Guys jagain yahh, jang boleh capek dia." pesan BG pada Airin dan yang lainnya.


"Asiapppp."


"Yuhhuuu."


"Loe tenang aja boss."


"Amann dahh."


Tak perlu BG berpesan pada teman Abel, mereka sudah pasti akan menjaganya dengan baik.


Saat jam istirahat, Devan yang sudah menyiapkan acara syukuran tentunya dilakukan dikoridor kelas dua belas mengundang semua teman seangkatan kelas dua belas untuk bergabung dalam acara syukuran Abel. Dipimpin doa guru Agama, dan dihadiri dewan guru yang sedang tidak sibuk sungguh celetukan Devan bermanfaat.


"Semoga Arabella diberikan kesehatan dan lancar rezeki, kedepannya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amien."


"Amiennnn." serempak para murid dan dewan guru.


"Jangan sakit lagi yah Bell."


"Sampek ada yang celakain Abel lagi gue patahin lehernya." sahut Fransiska.


"Kalian memang teman-teman ku yang terbaik, kalian support system ku selama ini. terima kasih yahh, aku bukan pribadi yang sempurna tapi mohon sempurna kan aku jika aku punya salah langkah nanti. Ingatkan aku untuk selalu bersyukur bahwa kalian adalah bagian dari hidupku. Bukan hanya teman kalian semua saudaraku, keluargaku." ucap Abel.


"You're the best."


"Kamu selalu sempurna dimata kita Bell."


"Huhuhuhhhh, berpelukaaaaann."


"Be careful guys." peringat BG.


"Tuhannn kenapa Bagas Rempong banget yaakk." sahut Fransiska.


Tuuuukk, Airin menjitak Fransiska.


"Yee karena loe suka nggak hati-hati, main tabrak, main sosor."


"Tenaga loe kenceng Sis, kalau loe lupa." sahut Nia.


"Samaa loe jugaa."


"Dahh lahh kelean brisik yukk makan." potong Airin.


Sementara itu BG sudah mengambilkan makan untuk Abel, dia memperlakukan Abel bak ratunya. Sedangkan ditempat lain, ada yang tengah berpanas hati melihat kemesraan Abel dan BG. Sungguh tak akan ada cela lagi untuk merenggangkan keduanya. Terlebih BG akan lebih protektif pada Abel, belum lagi para sahabatnya yang menjadi pagar betis Abel.


Orang baik akan selalu menjadi batu sandungan bagi mereka yang merasa kalah saing, dan orang baik akan selalu tertolong.


Bon~Pic


Kapten Bagaskara



Baby Arabella

__ADS_1



__ADS_2