Masih Di Putih Abu-Abu

Masih Di Putih Abu-Abu
Kegilaan Kayla


__ADS_3

Keesokan harinya Abel yang bersiap untuk berangkat ke sekolah, terlebih hari ini dia akan berangkat bersama BG. Sedangkan Alvin akan ke kantor bersama Nina.


Setibanya di sekolah Abel bersama BG pun segera memasuki lorong karena sebelum upacara bendera dimulai bel masuk akan berbunyi lebih awal.


"Goshh, akhirnya baby Abel pulang."


"Jang cuti lagi yak."


"Hemmb, emang kenapa." tanya Abel pada temannya.


"Gak ada yang nyontekin PR hehheh."


"Aku disini aja yah, bentaran upacara ini." ucap BG Abel pun mengangguk.


"Selamat pagiii, huaaa kelas gue dapet tambahan siswa yahh." celetuk Devan setibanya dikelas.


"Apa kabar, udah liburannya." ucap Airin pada Abel.


"Udahh lahh Ai, tau aja nihh si boss hampir sekarat." ceplos Devan.


Bughhh... BG mendaratkan gebukan dilengan Devan.


"Ngomongnya astagaa." sahut Abel.


"Kann bener ihhh, cintanya hampir sekarat gegara mak lampirin." jawab Devan.


"Siapa lampirin." tanya Abel.


"Dihh otak cantik, muke cantik tapi kureng cerdas. Nohh sih lampir Kayla." jawab Devan bahkan membuat Airin terkekeh.


"Gara-gara tuh bocah laknat loe jadi minggat." potong Fransiska.


"Yasudahh, kan aku udah pulang inih." jawab Abel.


"Bikin masalah lagi gue lempar juga dia ke pluto." sela Nia.


"Duhileee, angkat galon aja gak mampu pake lempar buntelan kentut." sahut Fransiska.


"Yee kan ada loe Sis, wkwkkwk."


Sementara Abel dan para temannya sedang membahas Kayla, BG justru sibuk dengan I-Pad nya mengecek kegiatan cafe dan kantor.


Seolah tak memperdulikan lagi cerita tentang Kayla. Namun dia masih bisa mendengar apa yang sedang mereka bahas.


"Van cafe lancar." tanya BG sembari tangannya bergerak diatas Tablet canggihnya.


"Aman jayaaa."


Tak lama bel berbunyi dan murid- murid berhamburan menuju lapangan.


Saat turun dari tangga Rombongan Abel dkk berpapasan dengan Kayla dan temannya, mereka menatap sinis Abel dan yang lain.


"Hemmm herman deh punya adik kelas otaknya kagak ada yang waras." gumam Nia, BG akhirnya menggenggam erat dan menautkan jemarinya ditangan Abel.


"Maklum otaknya gak penuhh."


"Peduli amat ama curut kecil kelean." sahut Fransiska.


"Cihhh sendirinya pada dimanfaatin jadi babuh sama temen sok cantiknya aja bangga." sahut Kayla.


"Justru kita semua yang udah manfaatin Abel begokk. Hahahahhah." jawab Nia.


"Kalau gak punya otak sana ke toko ikan kali aja ada sisa otak mujair." sela Nayla.


"Pada ngapain sih adu mulut sama cang cimen." potong Devan.


"Ohhh astagaa ada lagi namanya jadi cang cimen..buakakakakka."


"Ihhh awas aja kalian." ancam Kayla, membuat BG menoleh padanya.


"Sampai loe sentuh Abel selembar rambutnya, gue pastikan gak ada hari esok buat loe." ancam BG tak kalah tegas, dengan sekali tarik Abel membawa BG melanjutkan langkahnya menuju lapangan agar tak semakin ruwet.


"Masih pagi bikin darah tinggi aja."


"Hilihh pada kismin juga bangga." celetuk Kayla sontak membuat teman Abel meradang.


"Hehh, justru itu hebatnya Abel. Sudah tau kita semua miskiin tapi dia welcome banget." teriak Nia.


"Pantesan mama si BG ogah punya mantu modelan tahu basah kek loe." sela Nayla.


Sementara itu tak sedikitpun Fransiska bereaksi pada Kayla dkk. Sedangkan Abel dan BG sudah berada didepan semenjak Abel menggeret BG setelah mengancam Kayla.


"Yaa Tuhan, kenapa punya adik kelas gak waras semua deh." gumam Airin, Angga menoleh.


"Ternyata dari tadi diem mikir ginian." tanya Angga.


"Gak habis pikir aja, Abel bahkan gak pernah tuhh bikin masalah sama mereka." ucap Airin, Angga dan yang lainnya pun mengangguk.


Segera mereka mensejajarkan barisan dengan yang lain. Devan mengatur posisi barisan kelasnya.

__ADS_1


"Aku balik kelas bentar yahh." ucap BG, lalu mencium kepala Abel yang tertutup oleh topi sekolahnya.


"Iyaa."


Banyak yang memperhatikan keduanya namun seolah mereka tak berkomentar dengan romantisme Abel dan BG.


Upacara berjalan khidmat setelah lima belas menit tiba sambutan kepala sekolah.


"Selamat pagi anak-anak, dewan guru yang pada pagi hari ini berkumpul mengikuti kegiatan upacara rutin. Bapak selaku pimpinan disekolah ini hendak menyampaikan pesan. Minggu lalu sekolah kita mendapatkan undangan legislasi olimpiade. Kebetulan saya telah mengirimkan wakil sekolah kita untuk mengikuti penataran itu. Yang selanjutnya akan menjadi PA bagi siswa-siswi kelas Sebelas nanti yang akan terjaring kegiatan olimpiade ilmiah ini." Ucap kepala sekolah membuat seketika terdengar kasak-kusuk dari barisan para siswa.


"Agaknya gue kenal dehh."


"Hahhhhh." terdengar helaan nafas dari Abel, sontak membuat Airin menoleh.


"Siswa yang akan menjadi PA yang terpilih atas pertimbangan dewan guru ini akan menjadi pembimbing saat latihan soal sebelum diuji oleh guru pembimbing olimpiade. Karena dia sudah kelas dua belas maka kami sepakat akan melibatkan dia menjadi Pembimbing bukan peserta lomba, jadi anak-anak kelas Sebelas nanti yang terjaring akan kami sharing lagi sebelum akhirnya lolos mewakili lomba ini. Jelas yah anak-anak." papar kepala sekolah.


"Emang siapa PA nya pak." teriak salah satu siswa kelas sebelas.


"Iyaa sapa lagi sihh." sahut dari kelas tiga.


"Tentu saja Arabella dari kelas XII IPA 1 yang sudah seminggu ini mengikuti kegiatan legislasi atas rekomen dari sekolah." jawab kepala sekolah.


"Ehh jadi loe gak liburan Bell."


"Lahhh katanya cuti pemirsa, ternyata dia dikirim sekolah."


"kek gak tau Abel."


"Iyaa mana mungkin dia pamer."


Seruan dari temannya membuat hatinya tak nyaman. Dengan begini apakah akan semakin membuat namanya melambung.


Nyatanya Abel tak sepenuhnya liburan, lebih tepatnya memiliki kegiatan khusus dari sekolah sekaligus rehat sejenak dari segala masalah.


"Woeyy kelas sepuluh yang kemarin ngatain Abel gue sok pinter.. Noh dengerin bapak kepala sekolah noh." teriak Fransiska, setelah melihat kepala sekolah turun dari mimbar upacara.


"Hahahahahhah."


"Suporter Abel garis keras."


"Jangan pura-pura budik dehh loe." lanjut Nia.


"Sok-sokan nge- bully Abel, realita nya yah Abel yang juara."


Sementara itu seluruh siswa kelas sepuluh hanya mampu menundukkan kepalanya malu, beda lagi dengan Kayla yang semakin memberengut.


Abel bersama rombongan sudah menduduki singgasana di kantin BG telah menyodorkan air mineral yang sudah dibukakan tutupnya.


"Mamacii." ucap Abel pada BG.


"Aura bang BG cerah seketika yahh."


"Jang lagi dah kau bikin kerusuhan Gas."


"Gak minat gue." jawab BG yang bersungguh- sungguh tak akan membuat onar lagi.


"Iyaaa deh yang mogok makan dan sekolah, auto bikin salto Kayla tiap hari ngubek nyari loe." celetuk Riki.


"Emang kenapa Kayla." tanya Abel.


"Mau beranak dia, memetin nyari angkreman." ceplos Kevin.


"Setooppp yahh." peringat BG agar tak membuat mood Abel burruk.


Sedang ngasuh sembari ngobrol sama-sama, tiba-tiba Abel merasakan sebuah tangan mendorong punggungnya.


Seetttt..


Sahabat, BG dan temannya semeja sontak melebarkan mata melihat Kayla bersungut-sungut pada Abel.


"Bangshat, ngapain loe." teriak Fransiska.


"Loe pake pelet apa sihh, sampek orang- orang memuja loe. Hahhh.. Dukun mana yang loe pake." teriak Kayla.


"Gak tau malu nih bocah."


Sementara itu BG memilih meraih Abel agar tak mendapat ancaman fisik lagi.


"Loe jaga mulut loe." jawab BG.


"Apaan sihh kak, pantes aja loe jadi gak mau sama aku. Karena dia pake pelet kan. Jawab loe siyalan." ucap Kayla sarkas.


"Masih ada unek-unek yang mau kamu ucapkan." tanya Abel santai.


"Jurus mabuk Abel nihh." gumam Nia, yang masih bisa didengar lainnya.


"Woyaa jelas."


"Gue tanya dukun mana yang loe pake." ucap Kayla.

__ADS_1


"Saya masih menunggu hinaan kamu selain jalur perdukunan, ayoo-ayoo mana lagi." jawab santai Abel justru memancing emosi Kayla.


"Sok cantik, sok kepinteran sok nye - nye nye." pancing Fransiska mengejek Kayla.


"Kalian benar-benar kumpulan orang idiot." ucap Kayla sambil meraih wajah Abel, refleks BG menarik Abel dalam Kungkungan nya.


"Sampek loe nyentuh Abel pakai tangan sampah loe itu, lihat aja." ancam BG.


"Kenapa sihh kakak belain dia terus, aku yang udah kenal kamu duluan." ucap Kayla.


"Yaaelahh itu lagi umpan nya."


"Itu dulu, loe udah lama pergi setelahnya. Abel tunangan gue kalau loe belum tau." jelas BG.


"Gak bisaa kamu tetep milik aku kak." jawab Kayla sambil memohon-mohon.


"Dihhh, HDR."


"Apaan Nya."


"Hadirin." sahut Devan, sontak membuat yang lainnya terkekeh. Sedari tadi mereka hanya menjadi tontonan tanpa ikut berkomentar lebih jauh.


"Sembarangan."


"Harga diri rendah begok."


"Trus maunya Kayla apa." tanya Abel.


"Gue maunya balikin kak Bagas gue dan loe pergi sejauh mungkin dari sini."


Brakkkk... Metta bereaksi, bahkan Abel berjengit dibuatnya.


"Eehhh cangcimennn somplak." ucap Nayla kaget.


"Yasalamm."


"Kira-kira dong loe Mett, kaget gilak."


"Dikasih hati mintak tumbal loe." ucap Metta.


Butuh waktu lama untuk mereka yang disana mencernanya.


"Hahhhh."


"Lahhhh."


"Loe nyuruh Abel ngalah gitu, datang-datang dari kampung kangguru nyatanya gak bikin otak loe waras. Loe udah ninggalin Bagas puluhan tahun, sekarang dia udah bahagia sama Abel loe mintak Abel yang pergi. Situ waras hahh." jelas Metta.


"Iyess betul."


"Sana loe pergi jauuhh sono. Gedek gue." ucap Nia, sementara itu Abel masih memperhatikan semua yang teman-temannya ucapkan demi membelanya.


"Kayla kalau kamu emang yakin jodoh Bagas seharusnya kamu enggak ninggalin dia sampai dia belum ketemu aku." ucap Abel.


"Justru itu aku kembali saat ini." jawab Kayla.


"Iyaa, kamu kembali tapi dia sudah pilih orang lain yang lebih waras." potong Nia.


"Kamu kembali disaat yang tepat." jawab BG, sontak membuat semua terkejut, namun masih terasa ambigu.


"Tepat karena aku sudah bahagia bersama pilihanku, dan keputusan mu juga tepat telah meninggalkan aku selama ini. Karena gue bisa menemukan yang terbaik buat gue." lanjut BG seketika membuat para teman dan sahabatnya bernafas lega.


"Gak mau kamu tetep punyaku kak sampai kapanpun. Akhhhhh." teriak Kayla seperti orang kesetanan.


"Lahhh buset nie bocah kesurupan." celetuk Kevin.


"Weyyy dek, loe temen dia kan gihh bawak balik." ucap Riki pada adik kelasnya.


"Ehh iyaa kak."


"Pergi kalian, gue mau lenyapin perempuan sundal ini." ucap Kayla saat temannya hendak membawanya.


Dia bersungut menuju Abel, lalu ingin menarik rambut Abel.


"Loe jangan coba kasar yah."


"Loe berani maju gue tendang loe."


Sergah teman-teman Abel bahkan BG pun telah menariknya kebelakang punggungnya.


"Assalamualaikum mantu mama."


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2