
Hai Guys gimana masih mau lanjut nggak nih ceritanya BG sama Abel Jang lupa koment yahh Guys..
Tap 👍 like ❤️ love 🎁 Gift dan jangan lupa ⌨️ Komennya Ditunggu selalu biar Minthor tambah Semangkaa, Ehhh Kesalah Semangaats..
Happy Reading Guys...
Bruukkkk
Abel menutup pintu mobil setelah melihat keberadaan mobil yang dikenalinya sangat. Kendaraan mewah itu terparkir rapi dipinggir jalan raya pintu masuk kampusnya.
"Capek Heumm."
"Heeh, enggak kok. Cuma kaget aja kamu tiba-tiba nelpon." jawab Abel pada suaminya yang mendadak menjemputnya.
"Maem dulu yahh, habis itu kita jalan-jalan." ucap BG sambil mengusap beberapa bulir keringat sang istri dengan jemarinya.
"Iyaaahh, udah laper banget."
BG mengangguk pagi ini mereka hanya sarapan susu hangat, karena Abel merasa sedikit tegang saat akan bimbingan.
"Trus skripsinya gimana."
"Heummm, udah kok bab 3 okey, tinggal bab 4 revisi hasil aja."
Tak ada lagi pertanyaan dari BG, tak tahu saja ia jika sang istri sampai ditahan berjam-jam di ruang dosen nya.
Jika Abel kini sedang duduk manja disebelah sang suami, lain halnya dengan Dekka dan Cindy yang sedang kelimpungan mencari keberadaan nya.
Meskipun mereka sudah membroadcast di grup sekolah namun tak ada satupun balasan dari yang bersangkutan. Entah itu dari BG ataupun dari Anggada sang asisten.
"Sumpahh, kalau gue ketemu Angga sama BG udah gue bejek tuhh muke gantengnya." gumam Cindy.
"Yaudah kita tunggu kabar dari Riki ajah." sahut Dekka mencoba untuk tetap tenang dan berfikiran positif.
__ADS_1
Sementara itu Abel dan BG sudah menikmati sarapan setengah makan siang nya karena hari sudah terik. Setelah selesai mereka gegas meninggalkan rumah makan, sebelum meninggalkan kota ini untuk berlibur BG sudah menyiapkan keperluan untuk dirinya dan juga sang istri.
Setelah mengendara beberapa jam, akhirnya roda empat milik BG terparkir dipekarangan villa milik keluarganya.
"Sayang, yuk bangun kita sudah sampai." ucap BG sembari membangunkan sang istri yang tertidur dalam perjalanan.
"Eungggghh, hoaaamm." Abel menguap, karena belum begitu tersadar ia bahkan tak tahu dimana kini ia berada.
"Yukkk, apa mau digendong." titah BG karena Abel yang tak kunjung beranjak.
"Bentarrr, lohh ini kitaaa." ucap Abel ketika nyawanya sudah terkumpul dan melihat objek didepan matanya, mendapat pertanyaan sang istri BG mengangguk lalu menggeret koper-koper mereka. Abel bahkan menganga tak percaya sang suami sudah menyiapkan pakaiannya.
"Tunggu itu apa ada baju-baju ku juga." gumam lirih Abel, namun sayang nya BG masih bisa mendengarnya. BG tak merespon namun dia hanya terkekeh, mengapa gadis cantiknya itu tak yakin dengan dirinya.
Jika BG sudah merencanakan kepergiannya saat ini sudah pasti dia menyiapkan semuanya, tentu saja tanpa harus diperintah siapa-siapa.
Apakah Abel masih meragukan dirinya yang sudah bertahun-tahun menjadi tunangannya. Ohhh nyawanya belum terkumpul sempurna pikir BG.
"Pak Kusen, sehat."
"Sehat mas, waduh lama Ndak mampir kesini nih." jawab pak Kusen, meskipun menjadi penjaga villa keluarga Hermawan namun pak Kusen tidak tinggal dirumah itu melainkan rumah sederhana sebelah villa megah itu yang juga dibangunkan oleh papa BG.
"Nggeh pak, ini istri saya pak pengen liburan."
"Oalah iyaa, maaf kemarin bapak Ndak bisa datang mas, pas adek gak enak badan." jawab pak Kusen BG mengangguk lalu mereka pun langsung menuju kamar utama villa itu dilantai dua.
Merasa sang istri hanya diam tak bersuara, BG mendekap erat tubuh Arabella setelah meletakkan kopernya dekat lemari.
"Kenapa heumm." tanya BG sembari terus menciumi sang istri.
"Kenapa tiba-tiba pengen liburan."
"Nggak apa-apa kan biar istri aku ini nggak tegang terus, biar rileks ngadepin prof genit." jawab BG, sambil menatap lekat sang istri.
__ADS_1
"What, tapi kenapa harus dadakan, kan jadi kamu yang siapin semuanya. Trusss."
"Iyaaa, gak apa-apa, tenang aja baju kamu udah aku siapin kok." sela BG istrinya ini memang terlalu polos.
"Ehhh yak ampuuunn." teriak Abel ketika teringat sesuatu.
"Apa sayang."
"Aku lupa..." BG mengernyit bahkan ikut panik apa Abel lupa mematikan sesuatu.
"Tadi Dekka sama Cindy nungguin." lanjut Abel, seketika BG lega dikiranya ada apa.
"Astaggaaa, yasudah kamu kabarin loh sayang, lagian kamu sama aku ini."
"Iyaaah, ehh hapenya mati." ucap Abel santai lalu menyambungkan daya ponselnya. BG menggeleng melihat tingkah menggemaskan abel.
Sepertinya BG akan betah berlama-lama disini jika Abel semengemas kan seperti ini. Seperti saran dari dokter Davio, akan ia manfaatkan hari ini untuk berdua bersama sang istri.
Berpacaran tidak pernah tapi mereka berdua sudah berstatus bertunangan sejak hampir 6 tahun yang lalu. Dan kini hampir sepuluh hari lamanya mereka menjadi suami istri.
"God, time is time passed very quickly." gumam BG, dia merasa tak percaya kini mereka sudah menikah. Sehingga tak sampai membuat kacau langit jika sampai dia tak berjodoh dengan Arabella nya, seperti katanya saat masih remaja.
Jika Bagaskara dan Arabella sedang menikmati quality time, lain halnya Dekka dan Cindy yang kesal karena baru mengetahui jika sahabatnya itu kini sedang bersama sang suami bukan diculik seperti dugaannya.
"God, trus Napa tadi gak balas chat aja sih tuh curut kalo bawa bini nya." umpat Dekka pada BG, tak jauh darinya Cindy pun tak lelah menggerutu.
"Tauukk, udah kesel muterin kampus nyarii ehh digondol jin ganteng."
"Hehhh."
"Aelaahh Loe pada keburu nevting sihh." sela Devan pun ikut nimbrung di cafe middle karena BC an dari sahabat koplo nya itu yang mengatakan Abel diculik. Jadilah kini cafe ramai oleh sahabat-sahabat BG.
Hanya Angga dan Riki yang tau dimana mereka berada, karena jika sampai mereka tau Abel dan BG sedang di villa bisa jadi mereka akan merengek untuk datang kesana, dan membuat kekacauan di villa. Bukannya quality time, bisa jadi holiday rame-rame temanya.
__ADS_1